cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 AMLAPURA I Nengah Miyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Instruction dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensonal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The Posttest Only Control Group Design, Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Amlapura tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 217 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis  dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Instruction dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.   Kata kunci:  problem based instruction, pembelajaran konvensional, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis.   Abstract This research has purpose to analyze the difference of science process skill and critical thinking skill between the student group who learn through problem based instruction model with conventional model. This is an experimental study with research design “ The Posttest Only Control Group Design”.The population of this study is grade X student of SMA Negeri 2 Amlapura on academic year 2010/2011, it consists of 217 students. This sample is obtained through simple random sampling. The data were analyzed by descriptive analyzis and multivariat analyzis (MANOVA). This study finded there is a significant difference of science process skill and critical thinking skill  between the student group who learn through problem based instruction model with conventional model.   Key word: problem based instruction, conventional model, science process skill, critical thinking skill.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR TRIANA KARTIKA SANTI .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.553 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah antara mahasiswa yang belajar model pembelajaran inkuiri dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design. Sebanyak 134 mahasiswa dipilih menjadi sampel dengan teknik random sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah, pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Analisis data dilakukan dengan uji MANOVA satu jalur. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemmampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah antara kelompok mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung, diperoleh nilai (F = 45,81;p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTS. NEGERI PATAS DWI AGUSTINI .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis (1) perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) perbedaan penguasaan materi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan (3) perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakankuasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Negeri Patas tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 146 siswa.Sampel penelitian berjumlah 116 siswayang diambil dengan teknik random kelas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=26,940; p
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES GARDNER TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA Ni Putu Yogiswari; Ni Ketut Suarni; I Wayan Suastra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.438 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD akibat penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiple intelligences Gardner. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan Posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di Gugus V Abiansemal yang berjumlah 138 orang siswa dengan 45 orang siswa sebagai sampel. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner minat dan tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan uji statistik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan minat belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiple intelligences Gardner dengan siswa yang mengikuti pendekatan konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus V Abiansemal (F = 8,94; p < 0,05), (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiple intelligences Gardner dengan siswa yang mengikuti pendekatan konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus V Abiansemal (F = 38,68; p < 0,05), (3) Terdapat perbedaan yang signifikan minat dan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiple intelligences Gardner dengan siswa yang mengikuti pendekatan konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus V Abiansemal (F = 24,396; p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut disarankan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiple intelligences Gardner di sekolah dasar. Kata kunci: Pendekatan Konvensional, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Multiple Intelligences Gardner, Hasil Belajar IPA, Minat AbstractThis study aims to find the differences of interest and learning outcomes of science from Elementary School grade V students due to the application of contextual learning approach based on Gardner’s Multiple Intelligences. This research was designed in the form of quasi experimental research using Posttest-only control group design. Population in this research is Grade V Students of Elemetary School in Cluster V Abiansemal, which consist of 138 students with 45 students as sample. The data of this research were collected using interest questionnaires and science study result test. Data were analyzed using MANOVA statistic test. The results shown that: (1) There is a significant differences of learning interest in science between students who followed a contextual learning approach based on Gardner’s Multiple Intelligences with students following the conventional approach in Grade V Elementary School Students in Cluster V Abiansemal (F = 8,94; p <0,05), (2) There is a significant differences of outcomes from science subject between students who follow contextual learning approach based on Gardner’s Multiple Intelligences with students following the conventional approach in Grade V Elementary School Students in Abiansemal (F = 38,68; P <0.05), (3) There is a significant differences of interest and learning outcomes between students following a contextual learning approach based on Gardners’s Multiple Intelligences with students following a conventional approach to Grade V Elementary School Students in Cluster  V Abiansemal (F = 24,396; p <0.05). Based on these results it is advisable to apply a contextual learning approach based on Gardner's Multiple Intelligences in primary school. Keywords: Conventional Approaches, A Contextual Learning Approach Based On Gardner’s Multiple Intelligences, Learning Outcomes Of Science, And Interests
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN FORMAL Ni Putu Sri RahayuNingsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif terhadap pemahaman konsep fisika siswa SMA ditinjau dari kemampuan penalaran formal. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangli sebanyak 192 orang. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling dengan jenis penelitian eksperimen semu dan rancangan penelitian pretest-posttest nonequivalent control group design. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan penalaran formal terhadap pemahaman konsep fisika siswa. (3) untuk siswa yang memiliki kemampuan penalaran formal tinggi, pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (4) untuk siswa yang memiliki kemampuan penalaran formal rendah, pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung lebih tinggi daripada pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran generatif. Kata-kata Kunci: model pembelajaran generatif, pemahaman konsep dan kemampuan penalaran formal. The Influence of Generative Learning Model Upon   Physics Concept Understanding of Senior High School Students Based on Formal Reasoning Ability Abstrack The aim of this research is to find out the influence of generative learning model upon physics concept understanding of Senior High School Students Based on Formal Reasoning Ability. The population of this research is students of grade X of SMA Negeri 1 Bangli numbering of 192 students. The sample taken is done through “random sampling technique” with kind of research is Quasi Experiment, using research design of the pretest-posttest nonequivalent control group design. Data obtained were analyzed by two way  ANAVA, and then continued to Tukey examination. Experiment results showed: (1) understanding of concept of student physicists who learned through generative learning model was higher than that of those who learned direct instruction teaching (2) there is a significant interaction effect between models of learning and formal reasoning ability of student’s understanding of physics concepts. (3) for students who have higher formal reasoning ability, the physics concepts understanding of students who follow generative learning model is higher than the physics concepts understanding of students who follow the direct learning model. (4) for students who have lower formal reasoning ability, the physics concepts understanding of students who follow the direct learning model is higher than the physics concepts understanding of students who follow the generative learning model. Key words : Generative Learning Model, Concept Understanding, Formal Reasoning Ability.
KOMPARASI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KINERJA ILMIAH SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING NI KADEK SRI MULYANI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.66 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan: (1) peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning (PjBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) peningkatan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (3) peningkatan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Populasi penelitian eksperimen semu berdesain pretest-posttest non-equivalent control group design ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 148 orang dan terbagi menjadi lima rombongan belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XA dan XD sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa kelas XB dan XC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes kinerja ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (2) keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (3) kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata Kunci : Project based learning, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kinerja ilmiah This research was aimed to describe and analyze the differences of: (1) improvement of critical thinking skill and scientific performance between students taught by project based learning (PjBL) model and those taught by using guided inquiry one, (2) improvement of critical thinking skill between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one, (3) improvement of scientific performance between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one. The population in this experimental quasi research with this pretest-posttest non-equivalent control group design is the tenth grade students in SMAN 2 Bangli in academic year 2014/2015. There are 148 students which divided into five classes. The sample was determined by simple random sampling, then the XA and XD classes became experimental group which were treated by PjBL model and XB and XC classes become the control group which were treated by guided inquiry one. The data was collected by critical thinking skill and scientific performance tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) students’ critical thinking skill and scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (2) students’ critical thinking skill taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (3) students’ scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one. keyword : project based learning, guided inquiry, critical thinking skill, scientific performance
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR HIPOTETIK-DEDUKTIF DENGAN SETTING 7E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA SMP NI NYOMAN AYU SUCIATI .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.815 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII.B sampai VIII.I SMP Negeri 1 Kuta Utara yang berjumlah 426 siswa. Sampel penelitian ini adalah 84 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar IPA dan kuesioner sikap ilmiah. Analisis data menggunakan analisis statistik ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E dan model pembelajaran langsung (FAhit =12,981 > Ftabel =4,10; p < 0,05). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara penerapan model pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap hasil belajar IPA (FABhit=73,712 > FABtabel=4,10; p < 0,05). (3) Hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E lebih baik daripada model pembelajaran langsung pada kelompok sikap ilmiah tinggi (thit=9,321 > ttabel=2,086; p < 0,05). (4) Hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung lebih baik daripada model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E pada kelompok sikap ilmiah rendah (thit=3,493 > ttabel=2,086; p < 0,05).Kata Kunci : model siklus belajar H-D 7E, hasil belajar IPA, sikap ilmiah The aim of this research is to analyze the effect of 7E hypothetical deductive learning cycle model upon the science learning outcomes viewed from students scientific attitude. The design of the study was quasi-experimental research design with post-test only control group design. The population was the students of VIII.B until VIII.I SMP Negeri 1 Kuta Utara that consist of 426 students. The sample was 84 students that taken by simple random sampling technique. The instruments used test of understanding of science concepts and the scientific attitude questionnaire. Data analysis used two-ways ANOVA analysis and followed up by Scheffe test. The result of the research shows the followings: (1) There are differences between students science learning outcomes by using the 7E hypothetical deductive learning cycle and the direct instructional model (FA-counted =12,981 > Ftable =4,10; p < 0,05). (2) There is interaction effect between learning model with scientific attitude due to the science learning outcomes (FAB-counted =73,712 > FAB-table=4,10; p < 0,05). (3) The students science learning outcomes by using the 7E hypothetical deductive learning cycle is better than the direct instructional model in a group of high scientific attitude (tcounted=9,321 > ttable=2,086; p < 0,05). (4) The students science learning outcomes by using the direct instructional model is better than 7E hypothetical deductive learning cycle in a group of low scientific attitude (tcounted=3,493 > ttable=2,086; p < 0,05).keyword : 7E H-D learning cycle model, the science learning outcomes, scientific attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NI MADE YANI PRASTIWI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia,model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap pemahaman konsep siswa, (3) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia, model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia, model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Sampel penelitian ini siswa kelas X MIPA semester I di SMA Negeri 1 Kuta Utara yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep dan kuisioner motivasi belajar. Analisis data menggunakan analisis statistic ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama terdapat perbedaan hasil pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbantuan multimedia, dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat tanpa bantuan multimedia, dan dengan pembelajaran langsung (Fhit = 13,088 (p Ftab = 3,40). Kata Kunci : model pembelajaran sains teknologi masyarakat, multimedia, pemahaman konsep, motivasi belajar The aims of this study was to analyze: (1) the differences of concept understanding between students group who studied with science technology society model multimedia assisted, with science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model, (2) the effect of interaction between learning model and learning motivation, (3) the differences of concept understanding between student’s group who studied with science technology society model multimedia assisted, science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model for student with high learning motivation, (4) the differences of concepts understanding between student’s group who studied with science technology society model multimedia assisted, science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model for student with low learning motivation The design of the study was quasi-experimental research design with non-equivalent pre-test post-test control group design. The sample of this research were students of X MIPA SMAN 1 Kuta Utara taken by simple random sampling technique. The instruments used test of understanding of concepts and the learning motivation questionnaire. Data analysis used two-ways ANOVA analysis. The result of the research shows the followings: First, there are differences between concepts understanding by using the science technology society multimedia assisted, using the science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model (F= 13,088; p Ftab = 3,40). keyword : science technology society, multimedia, concept understanding, learning motivation
PENGARUH PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA A.A. Sri Dwi Indrayanthi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.313 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsepdan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikuti modelpembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti modelkonvensional, (2) untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep siswa, antarakelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengankelompok siswa yang belajar mengikuti model konvensional, dan (3) untukmenganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yangmengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajarmengikuti model konvensional.Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre-test post-test controlgroup design. Populasi adalah semua kelas X SMAN 1 Gianyar, dengan teknikpengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara simple random samplingdengan jumlah sampel 136 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modelpembelajaran siklus belajar 7E yang dikenakan pada kelompok eksperimen. Sedangkanpemahaman konsep fisika dan keterampilan berpikir kritis dalam penelitian ini berperansebagai variabel terikat. Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan analisisdan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikutimodel pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikutimodel konvensional, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa, antara kelompoksiswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswayang belajar mengikuti model konvensional, dan (3) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran siklusbelajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model konvensional.Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran siklus belajar 7E mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep fisikadan keterampilan berpikir kritis siswa.Kata-kata kunci: model siklus belajar 7E, pemahaman konsep fisika, dan keterampilanberpikir kritis
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA NI LUH EKA NINGSIH .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.475 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kimia dengan setting sains teknologi masyarakat (STM) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep kimia siswa. Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model Dick & Carey, meliputi: (1) penetapan materi pembelajaran dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan perangkat pembelajaran, dan (4) uji coba perangkat pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif tentang validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangat pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat pembelajaran yang terdiri dari nilai validitas silabus dengan rata-rata 3,67; RPP 3,70; LKS 3,63; Buku Pegangan Siswa 3,66; Buku Pegangan Guru 3,66. Sehingga secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini berada pada kategori sangat valid. (2) kepraktisan perangkat pembelajaranyang terdiri dari rata-rata nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,51, rata-rata respon guru 3,69 dan respon siswa 3,62. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini sangat praktis. (3) rata-rata keterampilan proses sains siswa meningkat setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan,penerapan pertama= 55,3; penerapan kedua= 70,2; penerapan ketiga= 80,9 dan penerapan keempat = 91,2. (4) terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep kimia sebelum dan setelah perangkat pembelajaran diterapkan. Kata Kunci : perangkat pembelajaran STM, keterampilan proses sains, pemahaman konsep This aims at developing valid, practical, and effective chemistry instruction with society technology science setting to improve students’ science process skill and students’ chemistry understanding. The development is done by using Dick & Carey model consisting of four steps, namely: (1) establishing the learning material and basic competency, (2) need analysis, (3) developing instruction tool, and (4) trying out learning tool. The subjects of this research are experts, teachers, and students of XI IPA 2 SMAN 2 Bangli in the academic year 2014/2015. The analysis method done by using descriptive analysis about validity, practicality, and effectiveness of learning tool. This research discovers: (1) the validity learning tool consisting of syllabus validity with average of 3,67; lesson plan of 3,70; worksheet of 3,63; students’ main book of 3,66, teachers’ book of 3,66. So that, all instruction is in very valid. (2) the practicality of the instruction tool consisting of the average score of learning tool application of 3,51, the average of teachers’ response of 3,69 and students’ response of 3,62. So that, all the learning tool is categorized into very practical. (3) the average score of students’ science process skill improve after the implementation of the developed instruction tool from implementation I = 55,3; Implementation II = 70,2; Implementation III = 80,9 and Implementation IV = 91,2. (4) there is a significant difference on students’ chemistry concept understanding before and after the instruction tool is implemented. keyword : science technology society instruction, scientific science skill, concept understanding