Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 20, No 2 (2022)"
:
12 Documents
clear
Keragaman Tumbuhan Hutan Sekunder di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau
Nur Hikmah;
Siti Nurjannah;
Ervizal A.M. Zuhud;
Arzyana Sunkar
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.662 KB)
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5236
Perubahan tutupan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dianggap menurunkan keanekaragaman hayati, termasuk keragaman tumbuhan. Hutan sekunder yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dari keragaman tumbuhan yang masih tersisa meskipun bukan bagian dari areal perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di empat perkebunan kelapa sawit yang tersebar di dua kabupaten yaitu Kampar dan Pelalawan, Provinsi Riau selama 28 hari pada bulan Maret 2016. Metode penelitian yaitu analisis vegetasi petak tunggal dengan mengidentifikasi keragaman tumbuhan di hutan sekunder yang ada di sekitar perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan bervariasi sesuai dengan kondisi lokasinya. Jumlah spesies tumbuhan yang ditemukan beragam, PT SAR (85 spesies), PT AMA (71 spesies), PT MUP (44 spesies) dan PTPN (41 spesies). Perbedaan ini karena luasan dan kerapatan hutan sekunder juga berbeda. Nilai kekayaan jenis juga berbeda setiap lokasi, yaitu PT SAR (12.02), PT AMA (9.80), PT MUP (7.66), dan PTPN (5.67). Semakin tinggi nilai kekayaan spesies di suatu lokasi menunjukkan bahwa areal tersebut memiliki keanekaragaman yang tinggi. Hutan sekunder di sekitar PT SAR merupakan areal yang memiliki tingkat keragaman tumbuhan lebih tinggi dibandingkan ketiga lokasi lainnya.
DAYA TAMPUNG (CARRYING CAPACITY ) SAPI POTONG DI KECAMATAN GEBE, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, PROVINSI MALUKU UTARA INDONESIA
Sariffudin Fatmona;
Gunawan Gunawan
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5179
Tujuan penelitian untuk mengetahui ketersedian pakan, ketersediaan nutrien asal pakan dan daya tampung ternak sapi pada Kecamatan Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah. Metode penentuan contoh di Kecamatan Gebe ditentukan dengan pengambilan contoh secara sengaja: desa yang memiliki ternak sapi potong yang tertinggi (Desa Kacepi), terendah (Desa Umera) dan sedang (Desa Sanafmamin). Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini antara lain Rapid Rural Apprasial (RRA) dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap 150 responden; dan perkiraan/pengukuran daya dukung padang penggembalaan pada setiap lokasi penelitian memakai metode cuplikan ubinan. Hasil penelitian menunjukkan responden di lokasi penelitian berprofesi sebagai peternak dan mempunyai pengalaman beternak yang bervariasi antara 3 hingga 11 tahun. Berdasarkan analisis daya dukung hijauan pakan ternak sapi potong sesuai nilai nutrisi bahan kering, Desa Sanafmamin lebih potensial dengan potensi pengembangan jumlah populasi sebanyak 110 UT, menggunakan kapasitas peningkatan populasi sebesar 75,47%. Desa Kacepi menempati posisi kedua dengan potensi pengembangan populasi sebanyak 105 UT dan kapasitas peningkatan 18%. Sementara itu, Desa Umera paling sedikit, namun masih dapat menampung 39 UT dengan kapasitas peningkatan 6,4%. Kata kunci: Analisis, Daya Tampung, Sapi Potong
INOVASI PEMBUATAN ROTI MUNGIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBEKUAN ADONAN
Wim Ambawati;
Bambang Heri Purnomo;
Nurhayati Nurhayati
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5362
“Mungil Bread” is a small bread that is soft and has a lot of filling. This study evaluates the characteristics of the mungil bread produced from frozen dough. This research was conducted using a randomized block design (RBD) which consisted of three factors: storage time, type of liquid milk used, and variations in the amount of egg yolk added to the dough. The type of milk factor used factory milk and fresh milk, while the egg yolk variation factor added to the dough was 8%, 10% and 14%. The measurement result data is expressed in a graph/bar chart accompanied by an error bar. Parameters observed in this study include analysis of physical quality in the form of texture, swelling power, bread volume. Sensory evaluation was carried out by trained panelists with hedonic score tests on color, aroma, taste, texture, and overall parameters. Panelists were asked to rate based on their level of preference. The result of this research innovation is in the form of small bread dough made with the addition of factory milk and 10% egg yolk. Bread dough is still stored well for 4 weeks of storage. The physical properties of the tiny loaves are texture 4.97-5.70 g/mm, flower growth 54-55 ml, growing volume 59.98 - 62.54 cm3.
Potensi Pengolahan Bioetanol dari Alang-Alang sebagai Bahan Bakar Nabati dengan Metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) di Maluku Utara
Nurul Felika;
Erna Rusliana Muhamad Saleh;
Mustamin Anwar Masuku
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5279
Salah satu hal yang sangat penting di dunia saat ini yaitu energi. Sumber energi utama bagi manusia didapatkan dari bahan bakar fosil. Namun, bahan bakar fosil merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui dan pasti akan habis. Salah satu contoh bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak bumi. Keberadaan minyak bumi hingga saat ini menempati urutan pertama sebagai sumber energi. Oleh karena itu, perlu adanya energi alternatif baru yaitu bahan bakar nabati. Salah satu contoh bahan bakar nabati yaitu bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang terbuat dari hasil fermentasi tanaman yang mengandung karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol lebih cenderung dikembangkan dengan bahan baku yang mengandung selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mereview beberapa hasil-hasil penelitian mengenai pengolahan bioetanol dari alang-alang sebagai bahan bakar nabati dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) dan potensi pengolahan bioetanol dari alang-alang di Maluku utara. Metode penelitian ini menggunakan Studi kepustakaan. Sumber data pada penelitian ini diambil dari : 1). Jurnal penelitian terkait. 2). Dinas atau lembaga lembaga terkait (Badan Standarisasi Nasional, BPS Maluku Utara, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Maluku Utara). 3). Teks book terkait serta sumber data atau informasi lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku dari alang-alang lebih tinggi yaitu 4.000-9.000 L/Ha jika dibandingkan dengan kadar bietanol yang dihasilkan dari bahan baku lain seperti singkong, ubi jalar dan sagu. Oleh karena itu, alang-alang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku bioetanol di Maluku Utara ditinjau dari aspek ketersediaan bahan baku dan teknologi.
Analisis Modal Sosial Petani Padi Sawah Di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau
Kausar Kausar;
Cepriadi Cepriadi;
Rita Suharti
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5361
Salah satu program pembangunan yang masih diharapkan menjadi andalan pembangunan nasional adalah pembangunan pertanian. Dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kapasitas petani padi diperlukan adanya modal sosial. Maka, dengan demikian menarik untuk meneliti tentang analisis sosial petani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang mewakili dari kelompok tani. Analisis yang digunakan adalah skala Likert. Tingkat modal sosial petani pada kelompok tani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak kategori tinggi. Jumlah skor rata-rata yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi. Bagi kelompok tani diharapkan agar dapat mempertahankan modal sosial di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau karena modal sosial sangat penting dalam proses pembangunan sumber daya petani.
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Pada Sexing Spermatozoa Dengan Media Bovine Serum Albumin Terhadap Membran Plasma Utuh Spermatozoa X-Y Sapi Simmental
Langgeng Priyanto;
Oktora Dwi Putranti;
Riswandi Riswandi;
Muhammad Gunawan;
Apriansyah Susanda;
Eva Setianingsih
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5290
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (P1: waktu sentrifugasi 4 menit; P2: waktu sentrifugasi 8 menit; dan P3: waktu sentrifugasi 12 menit) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa perlakuan waktu sentrifugasi berpengaruh nyata terhadap membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y (P<0,05). Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1 dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perlakuan waktu sentrifugasi. [D1] Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1[D2] dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%. [D1]Bukan membran plasma yang berpengaruh nyata terhadap perlakuan waktu sentrifugasi, namun sesuai judul, perlakuan waktu sentrifugasi yang berpengaruh nyata terhadap membran plasma [D2]Perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi P1, P2, P3 di dalam abstrak
INOVASI PEMBUATAN ROTI MUNGIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBEKUAN ADONAN
Ambawati, Wim;
Purnomo, Bambang Heri;
Nurhayati, Nurhayati
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5362
“Mungil Bread†is a small bread that is soft and has a lot of filling. This study evaluates the characteristics of the mungil bread produced from frozen dough. This research was conducted using a randomized block design (RBD) which consisted of three factors: storage time, type of liquid milk used, and variations in the amount of egg yolk added to the dough. The type of milk factor used factory milk and fresh milk, while the egg yolk variation factor added to the dough was 8%, 10% and 14%. The measurement result data is expressed in a graph/bar chart accompanied by an error bar. Parameters observed in this study include analysis of physical quality in the form of texture, swelling power, bread volume. Sensory evaluation was carried out by trained panelists with hedonic score tests on color, aroma, taste, texture, and overall parameters. Panelists were asked to rate based on their level of preference. The result of this research innovation is in the form of small bread dough made with the addition of factory milk and 10% egg yolk. Bread dough is still stored well for 4 weeks of storage. The physical properties of the tiny loaves are texture 4.97-5.70 g/mm, flower growth 54-55 ml, growing volume 59.98 - 62.54 cm3.
Potensi Pengolahan Bioetanol dari Alang-Alang sebagai Bahan Bakar Nabati dengan Metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) di Maluku Utara
Felika, Nurul;
Saleh, Erna Rusliana Muhamad;
Masuku, Mustamin Anwar
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5279
Salah satu hal yang sangat penting di dunia saat ini yaitu energi. Sumber energi utama bagi manusia didapatkan dari bahan bakar fosil. Namun, bahan bakar fosil merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui dan pasti akan habis. Salah satu contoh bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak bumi. Keberadaan minyak bumi hingga saat ini menempati urutan pertama sebagai sumber energi. Oleh karena itu, perlu adanya energi alternatif baru yaitu bahan bakar nabati. Salah satu contoh bahan bakar nabati yaitu bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang terbuat dari hasil fermentasi tanaman yang mengandung karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol lebih cenderung dikembangkan dengan bahan baku yang mengandung selulosa.  Penelitian ini bertujuan untuk mereview beberapa hasil-hasil penelitian mengenai pengolahan bioetanol dari alang-alang sebagai bahan bakar nabati dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) dan potensi pengolahan bioetanol dari alang-alang di Maluku utara. Metode penelitian ini menggunakan Studi kepustakaan. Sumber data pada penelitian ini diambil dari : 1). Jurnal penelitian terkait. 2). Dinas atau lembaga lembaga terkait (Badan Standarisasi Nasional, BPS Maluku Utara, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Maluku Utara). 3). Teks book terkait serta sumber data atau informasi lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku dari alang-alang lebih tinggi yaitu 4.000-9.000 L/Ha jika dibandingkan dengan kadar bietanol yang dihasilkan dari bahan baku lain seperti singkong, ubi jalar dan sagu. Oleh karena itu, alang-alang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku bioetanol di Maluku Utara ditinjau dari aspek ketersediaan bahan baku dan teknologi.
Analisis Modal Sosial Petani Padi Sawah Di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau
Kausar, Kausar;
Cepriadi, Cepriadi;
Suharti, Rita
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5361
Salah satu program pembangunan yang masih diharapkan menjadi andalan pembangunan nasional adalah pembangunan pertanian. Dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kapasitas petani padi diperlukan adanya modal sosial. Maka, dengan demikian menarik untuk meneliti tentang analisis sosial petani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang mewakili dari kelompok tani. Analisis yang digunakan adalah skala Likert. Tingkat modal sosial petani pada kelompok tani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak kategori tinggi. Jumlah skor rata-rata yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi. Bagi kelompok tani diharapkan agar dapat mempertahankan modal sosial di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau karena modal sosial sangat penting dalam proses pembangunan sumber daya petani.
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Pada Sexing Spermatozoa Dengan Media Bovine Serum Albumin Terhadap Membran Plasma Utuh Spermatozoa X-Y Sapi Simmental
Priyanto, Langgeng;
Putranti, Oktora Dwi;
Riswandi, Riswandi;
Gunawan, Muhammad;
Susanda, Apriansyah;
Setianingsih, Eva
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5290
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (P1: waktu sentrifugasi 4 menit; P2: waktu sentrifugasi 8 menit; dan P3: waktu sentrifugasi 12 menit) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa perlakuan waktu sentrifugasi berpengaruh nyata terhadap membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y (P0,05). Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1 dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y berpengaruh nyata (P0,05) terhadap perlakuan waktu sentrifugasi. [D1] Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1[D2] dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%.  [D1]Bukan membran plasma yang berpengaruh nyata terhadap perlakuan waktu sentrifugasi, namun sesuai judul, perlakuan waktu sentrifugasi yang berpengaruh nyata terhadap membran plasma [D2]Perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi P1, P2, P3 di dalam abstrak