cover
Contact Name
Witono Hardi
Contact Email
witono@unkhair.ac.id
Phone
+6281235234218
Journal Mail Official
witono@unkhair.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Unkhair Jl. Pertamina, Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23548584     EISSN : 27209520     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Mechanical Engineering, Material, Manufacturing, otomotif and other related to the Mechanical Engineering.
Articles 73 Documents
Analisis Pengaruh Variasi Temperature Curing Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Komposit Hybrid Serat Fiber Glass Dengan Tipe Woven dan Mat Wijaya, Muhammad Hario; Paundra, Fajar; Syaukani, Muhammad; Nurullah, Fajar Perdana
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i2.8174

Abstract

Material komposit adalah material yang tersusun dari dua atau lebih material yang memiliki sifat ringan, kaku, tahan korosi dan keuletan. Penelitian ini bertujuan mengamati dan menganalisis pengaruh temperatur curing terhadap kekuatan tarik dan bending hyvbrid komposit fiberglass dengan tipe woven dan mat. Material yang digunakan yaitu resin, serat woven dan serat mat dengan metode vaccum bagging bertekanan 14 Psi dan dilakukan proses curing pada temperatur 40oC, 50oC, 60oC, 70oC, 80oC dengan waktu curing selama 2 jam. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian tarik dan pengujian bending yang merujuk pada standar ASTM D 638 dan ASTM D 790. Nilai kekuatan tarik maksimal komposit fiberglass tertinggi terdapat pada temperatur 60oC dengan nilai sebesar 152,67 MPa dan nilai kekuatan tarik terendah terdapat pada temperatur 40oC dengan nilai sebesar 76,40 MPa. Nilai kekuatan bending maksimal tertinggi juga terdapat pada temperatur 60oC dengan nilai sebesar 547,70 MPa dan nilai kekuatan bending terendah terdapat pada temperatur 40oC dengan nilai sebesar 310,30 MPa.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF VOLUME FRACTION VARIATION ON TENSILE AND BENDING STRENGTH OF COMPOSITE FIBER COMBINATION OF PINEAPPLE LEAVES AND FIBERGLASS WITH POLYESTER RESIN MATRIX BY COMPRESSION MOLDING METHOD Paundra, Fajar; Simatupang, Valentino Hasael; Muhyi, Abdul; Sidik, M. Farhan; Maulana, Sena
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i1.7920

Abstract

Pineapple leaf fiber is a waste that is widely found on the island of Sumatra and its potential utilization has not been maximized. Pineapple leaf fiber has potential as a constituent of natural fiber composites. This study aims to determine the effect of volume fraction variation on tensile and bending strength reinforced with pineapple leaf fiber and fiberglass. The composite manufacturing process uses the compression molding method for 24 hours with a pressure of 50 bar and is given a variation of 70% polyester resin, 25% fiberglass, 20%, 15%, 10%, 5%, and 25%, 20%, 15%, 10%, 5% pineapple leaf fiber. After completion of the composite manufacture, density and porosity testing was carried out with ASTM C271 standards, tensile testing was carried out using D3930 standards and bending testing using D790 standards. The lowest density test results and the highest porosity in composites with 70% resin variation, 25% fiberglass, 5% pineapple leaf fiber with a value of 0.87 gr/cm3 - 7.80% and the highest density value and the lowest porosity with 70% resin variation, 5% fiberglass, 25% pineapple leaf fiber with a value of 1.81 gr/cm3 - 1.53%. The highest tensile strength test results in the variation of 5% fiberglass volume fraction 25% pineapple leaf fiber of 237.76 MPa, and the lowest value in the variation of 25% fiberglass volume fraction 5% pineapple leaf fiber of 98.37 MPa. And the highest bending test was obtained in the variation of the volume fraction of 5% fiberglass 25% pineapple leaf fiber at 332.14 MPa, and the lowest value was obtained in the variation of 25% fiberglass 5% pineapple leaf fiber at 194.95 MPa.
Analisis Penurunan Nilai Viskositas Oli Mobil Toyota Rush Effendi, Ryan; Pratama, Alfin Abdillah; Gunawan, Gunawan; Suherna, Suherna
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i2.9176

Abstract

Toyota Rush adalah mobil berjenis SUV (Sport Utillity Vehicle) yang di- produksi oleh perusahaan Toyota sejak tahun 2006 yang dipasarkan ke Eropa sebelum jepang. Toyota Rush merupakan Perpanduan SUV dengan MVP (Multi- Purpose Vehicle). Dan pada tahun 2013 toyota meluncurkan mobil denga- n desain exteriornya begitu mewah dan sporty yaitu TRD sportive dan interior yang tingkat kualitas kenyamanan sebagai unggulan pada Toyota Rush. Pengujian ini dilakukan dengan oli mesin Castrol Magnatec dengan SAE 10W-40 dengan menggunakan viscometer. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menentuhkan viskositas oli pada jarak tempuh dan mengetahui perbandingan viskositas oli pada pemakaian dari jarak 3.000 km, 5.000 km dan 7.000 km. Penelitian dilaksanakan bulan januari - juni 2023 pada workshop Toyota Auto 2000 Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur. Penelitian difokuskan pada Castrol Magnatec dengan SAE 10W-40 yang telah digunakan pada mesin Toyota rush dengan jarak tempuh 3.000 km, 5.000 km dan 7.000 km dengan membandingkan hasil pengukuran viskositas oli mesin sebelum digunakan (0 km) dan setelah digunakan dari 3.000 km, 5.000 km dan 7.000 km. Berdasarkan hasil data penelitian yang dilakukan dapat viskositas maksimal oli Castrol Magnatec dengan SAE 10W-40AT pada 3.000km adalah 14,9 cSt, di 5.000 km adalah 15,3 cSt dan di 7.000 km adalah 16,2 cSt. Masing- masing mencapai batas maksimalnya pada jarak tempuh di 3.000 km adalah 2.031 km, di 5.000 adalah 4.583 km dan di 7.000 km adalah 7.368 km. Hasil dari sam- pel ini dikatakan bahwa oli mesin pemakain 3.000 km, 5.000 km dan 7.000 km masi dalam batas pemakaian yang dapat digunakan karena batas maksimal standar oli mesin pada jarak tempuh adalah 10.000 km