Articles
73 Documents
Optimasi Internal Geometri Terhadap sifat Mekanik Material ABS Dipreparasi Menggunakan 3D Printing Dengan Metode Response Surface
Lita Asyriati Latif;
Sukiman B;
Muhammad Fadly Hi. Abbas
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i1.4597
Three dimensional (3D) printing menjadi salah satu mesin yang handal revolusioner pada teknik additive manufacturing (AM) untuk membuat objek 3D dengan struktur yang unik dan bermacammacam. Produk yang dicetak tersebut mempunyai karateristik grometri ideal apabila menpunyai ukuran yang teliti dan bentuk yang sempurna. Salah satu jenis material yang dapat diproses menggunakan 3d printing FDM adalah material flesibel. Dalam hal akurasi dimensi telah banyak dilakukan terhadap material PLA dan ABS. Internal geometri yang divariasikan adalah triangle dan honeycomb. Metode response surface digunakan dalam penelitian ini untuk memodelkan dan memperoleh parameter desain internal geometri yang optimal guna menghasilkan nilai defleksi dari desain link strut segitiga dan lingkaran. Order pertama dinyatakan dengan persamaan linier polinominal dengan derajat satu. Desain order merupakan desain faktorial dengan penambahan centre point diantara level faktornya. Optimasi dilakukan dalam dua konfigurasi internal geometri desain yaitu link strut segita dan link strut lingkaran.Hasil dari penelitian ini adalah parameter internal geometri desain yang optimal yaitu link strut segitiga kecil-besar 9 mm, beban 12,799 MPa, dan defleksi 8,84 mm. Sedangkan parameter internal geometri desain link strut lingkarang kecil-besar 9 mm, beban 11,783 MPa, dan defleksi 5, 169 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa optimasi pada desain link strut segitiga dengan nilai composite desirability yang dihasilkan adalah sebesar 0,4757 dan desain link strut lingkaran dengan nilai composite desirability yang dihasilkan adalh sebesar 0,6086.
Analisis Kemampuan Daya Serap Energi Impak pada Tabung Aluminum Berdinding Tipis Kosong dan Diisi Karet
Witono Hardi;
Muh Muzni Harbelubun
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i1.4603
Penggunaan struktur berdinding tipis sebagai penyerap energi impak telah dilakukan pada berbagai bidang. Diantaranya adalah transportasi yaitu dengan menciptakan struktur kendaraan yang mampu menyerap energi impak. Pada penelitian ini akan analisis kemampuan serap energi impak pada tabung aluminum tipis yang diisi dengan karet di dalamnya. Penelitian dilakukan metode elemen hingga, yaitu simulasi dengan menggunakan ANSYS WORKBENCH explicit. Specimen yang dipakai adalah tabung aluminum berdiameter 50 mm ketebalan 2 mm dengan panjang 200 mm. Pemodelan dengan ANSYS dilakukan dengan memberikan tumbukan pada specimen menggunakan baja pejal 10 kg dengan kecepatan bervariasi sesuai dengan ketinggian jatuhnya. Data yang didapat dari simulasi adalah panjang deformasi, mode deformasi, energi yang terserap maupun tegangan regangan. Pengisian tabung aluminum tipis dengan karet diharapkan akan menambah performa tabung tipis dalam menyerap energi impak yaitu dengan memperbesar area plastic hinge pada dinding tabung. Selain itu keberadaan karet akan membuat kecenderungan pola tekukan membentuk axisymmetric daripada pola non axisymmetric.
Pengaruh Panjang Nosel Konvergen sebagai Pengarah Aliran Masuk Terhadap Unjuk Kerja Turbin Angin
Ishak Usman;
Ivan Junaidi Abdul Karim;
iwan Gunawan
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i2.6054
Energi angin sebelum menghasilkan energi listerik, diproses dalam sebuah mesin yang dikenal dengan nama turbin angin (wind turbine). Turbine angin terdiri dari beberapa jenis yakni, turbin angin sumbu horizontal (TASH) dan turbin angin sumbu vertikal (TASV). Semua jenis turbin ini mengubah energi gerak angin yang bertiup langsung ke sudu-sudu turbin tanpa adanya sebuah perlakuan khusus, atau dengan kata lain turbin menghasilkan daya output sesuai dengan kecepatan angin secara alami. Kecepatan aliran suatu fluida secara teori dapat ditingkatkan dengan menempatkan sebuah saluran yang penampangnya mengecil (nosel konvergen) saat dilalui fluida. Kecepatan aliran dalam sebuah nosel yang konstan diameter masuk dan keluarnya, sangat dipengaruhi oleh pajang nosel tersebut. Panjang nosel yang digunakan dalam penelitian ini divariasikan, yakni 25 cm, 50 cm, dan 75 cm. Jenis turbin yang digunakan adalah turbin angin sumbu horizontal (TASH).  Kipas angin digunakan untuk menggantikan aliran angin (udara). Kecepatan aliran udara yang keluar dari nosel ini digunakan untuk menggerakan turbin. Data yang diperoleh dari gerakan turbin ini berupa kecepatan angin yang keluar dari nosel, jumlah putaran dan torsi yang dihasilkan turbin, digunakan untuk menganalisis unjuk kerja turbin angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dan efisiensi yang dibangkitkan untuk berbagai variasi panjang nosel cenderung mengalami peningkatan. Daya dan efisiensi tertinggi dihasilkan oleh nosel pengarah dengan panjang 75 cm yang besarnya masing-masing 0,089 Watt dan 16,31%.
Pengaruh Sudut Pitch terhadap Efisiensi Turbin Angin Sumbu Vertikal Tipe Lift dengan Kecepatan Angin 7.5 m/s
muhammad al risal fitrah;
Witono Hardi;
Rudi Hartono
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i2.6055
Turbin angin sumbu vertikal merupakan salah satu jenis turbin pada pembangkit listrik tenaga bayu. Pada penelitian sebelumnya pengaruh jumlah sudut pitch sangat berpengaruh, maka dilakukan penelitian ini untuk pembuatan protetipe dilakukan guna mendapatkan pengaruh sudut pitch terhadap efisiensi turbin. Penelitian dilakukan dengan membuat prototipe turbin darrieus dengan diameter 20 cm dan tinggi 20 cm, blade didesain berdasarkan airfoil NACA 0020 dengan panjang chord line 9 cm. Variasi sudut pitch yang digunakan adalah 5°,15°,25°,35° dan 45°. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan blower sebagai sumber angin dengan kecepatan 7.5 m/s yang di pasang pada terowongan angin. Generator 12 v digunakan pada penelitian ini untuk menyalakan lampu led dan diukur arus listrik serta tegangan menggunakan multitester. Daya dihitung dari kuat arus dan tegangan serta memperhitungkan juga faktor efesiensi generator dan sistem transmisi belt, kemudian dibandingkan dengan daya angin untuk mendapatkan nilai koefisien power (CP). Hasil perhitungan dari data pengujian menunjukkan bahwa variasi sudut pitch yang optimum berada pada sudut pitch 15° dengan putaran turbin yang dihasilkan paling tinggi sebesar 242.76 (rpm). Daya turbin (P) = 0.330 watt, Tip Speed Ratio (λ) = 0.339, dengan koefisien power (Cp) sebesar 0.038. Hasil ini merupakan referensi bagi desain dan perancangan turbin angin sumbu vertikal darrieus tipe lift.
Biodiesel B30 Terhadap Spesific Fuel Consumsion (SFC) Mesin Wartsila PLTGD 30 MW
Rudi Hartono;
deni adi saputra
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i2.6051
Penipisan sumber daya selalu menjadi perhatian berkaitan dengan minyak bumi, dan petani selalu mencari pasar baru untuk produk mereka. Akibatnya, pekerjaan berlanjut pada penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh penggunaan biodiesel B30 terhadap SFC mesin Wartsila PLTGD 30 MW Kastela, dilakukan observasi dan pengambilan data pada penggunaan biodiesel B30 dengan uji beban 50%, 75% dan beban maksimal, peralatan yang digunakan adalah meteran sounding, dan flow meter, sedangkan data pendukung dokumen data lapangan saat commisioning . Hasil pada operasi dengan beban 50% nilai SFC kurang bisa dibandingkan antara pemakaian bahan bakar minyak diesel dengan biodiesel B30 karena nilainya tidak teratur,hal ini jika dibandingkan dengan nilai SFC pada operasi 75% dan beban maksimal terlihat nilai SFC pada beban 50% paling rendah. Perbedaan yang cukup signifikan dapat terlihat pada saat pengoperasian di atas 75% mesin yang menggunakan minyak diesel memiliki nilai specific fuel consumption (sfc) lebih rendah dibandingkan mesin yang menggunakan biodiesel B30 sebagai bahan bakarnya. Rata – rata selisih nilai sfc pada saat pengoperasian 75% adalah 0,002 kg/kWh dan selisih nilai sfc pada saat beban diatas 80% adalah 0,013 kg/kWh.
Pemodelan Blok Material Cu-Ni dalam Pengembangan Smart Material
amat umron
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i2.6052
Formasi blok material antara dua komponen yang saling bersinggungan merupakan salah satu fenomena penting di dalam bidang teknik, khususnya dalam pengembangan smart material. Beberapa model yang ada melakukan pendekatan terhadap bentuk blok material menggunakan bimetal. Bimetal sendiri adalah dua material yang mempunyai koefisien ekspansi termal yang berbeda, ditempelkan menjadi satu. Bila dipanaskan pada temperatur tinggi kedua material mengalami perubahan ukuran dan tegangan (stress) yang berbeda. Penelitian ini akan membuat pemodelan blok material dan menganalisis smart material  dengan bahan Cu dan Ni menggunakan metode elemen hingga untuk menentukan jarak perpindahan ujung bahan tersebut dan menentukan tegangan (stress) yang timbul akibat gaya termal,  serta mengaplikasikannya menggunakan software ANSYS.
Pengaruh Sudut Pengarah Angin pada Turbin Angin Sumbu Vertikal terhadap Unjuk Kerja Turbin
arjun halek;
Witono Hardi;
Rudi Hartono
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2022): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v7i2.6053
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) merupakan salah satu renewable energy yang sangat populer saat ini. Hal ini karena PLTB merupakan sumber energi ramah lingkungan yang tidak menggantungkan dengan energi fosil. Secara umum turbin angin terbagi dua yaitu turbin angin sumbu horizontal dan tubin angin sumbu vertikal. Salah satu contoh turbin angin sumbu vertikal adalah turbin angin savonius yang merupakan turbin angin type drag. Putaran turbin dipengaruhi oleh perbedaan koefisien drag kedua permukaan turbin saat mendapatkan angin dari satu arah. Penelitian ini membahas turbin angin sumbu vertikal dalam upaya untuk menaikkan efisiensi dan kinerjanya.Turbin angin sumbu vertikal pada penelitian ini dibuat dari triplek dan bilahnya dari pipa PVC dengan ukuran diameter 20 cm dan tinggi 25 cm. Dilakukan uji kemampuan berputarnya dengan menggunakan terowongan angin di Workshop Teknik Mesin. Pengarah angin dipasang pada sudut 00, 150, 300 dan 450 agar angin yang datang mengikuti arah yang telah ditetapkan. Anemeter digunakan untuk mengukur kecepatan masuk dari angin. Tachometer digunakan untuk mengukur putaran poros turbin angin pada semua kondisi yang telah dipersiapkan. Semua pengambilan datta dilakukan 5 kali dan diambil nilai rata-rata. Data diambil pada suhu kamar kemudian diolah untuk mendapatkan hubungan antara kecepatan angin terhadap putaran dan juga Tip Speed Ratio (TSR).Pemasangan reflektor pengarah angin sangat mempengaruhi kecepatan putar turbin. Pada sudut reflektor 00 berarti seperti tidak ada reflektor, putaran angin pada kecepatan angin 2.9 m/s, 3.2 m/s dan 3.4 m/s berturut-turut adalah 32.2 rpm, 55.2 rpm dan 60 rpm. Pada sudut 150 berturut-turut adalah 193.4 rpm, 214.2 rpm dan 229.6 rpm. Pada sudut 300 berturut-turut adalah 133.4 rpm, 143 rpm dan 158.2 rpm. Pada sudut 450 berturut-turut adalah 23 rpm, 26.2 rpm dan 32.6 rpm. Sudut 150 merupakan sudut yang paling optimum karena menghasilkan kecepatan putar yang paling tinggi. Hal ini disebabkan aliran angin lebih mengarah ke salah satu sudu yang memiliki koefisien drag lebih tinggi. Pada sudut 300 dan 450 justru semakin menurun karena arah angin tidak tepat di posisi sudu.
Optimasi Variasi Jumlah Blade Inlet Turbo Pada Waterjet Thruster Mini Terhadap Gaya Dorong Menggunakan Metode Taguchi
Thala Viniolita
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2023): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dinamik.v8i1.6844
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, sistem penggerak dari masa ke masa mengalami perkembangan semakin pesat. Penggunaan sistem penggerak sangat mempengaruhi laju kapal yang digunakan, salah satu sistem penggerak kapal yang sangat penting ialah propeller. Saat ini teknologi yang mendukung teknologi yang berbasis rapid prototyping adalah 3D printing dengan teknologi berbasis FDM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penelitian yang berpengaruh terhadap hasil gaya dorong suatu level yang telah dicetak menggunakan filament ST PLA (Super Tough Lactic Acid) sebagai material part 3D printing pada komponen waterjet thruster mini dan telah dilakukan proses uji gaya dorong yang kemudian mendapatkan nilai gaya dorong tertinggi hingga terendah. Dengan dilakukan metode Taguchi, penelitian ini dilakukan pencetakan part menggunakan mesin 3D printing Ender 3 Pro. Faktor penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini ialah jumlah blade inlet turbo, impeller type, dan jumlah blade outlet turbo. Penelitian ini menghasilkan gaya dorong tertinggi pada level ekperimen 2 dengan jumlah blade inlet turbo 6, impeller 2, dan jumlah blade outlet turbo 7 dengan niiali gaya dorong sebesar 2,281 N dan nilaii gaya dorong terendah pada level eksperimen 3 dengan jumlah blade inlet turbo 6, impeller type 3, dan jumlah blade outlet turbo dengan nila gaya dorong sebesar 0,956 N. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemilihan faktor penelitian berpengaruh pada hasil gaya dorong.