cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PROSES PEMBELAJARAN Ridla, M. Rasyid
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam rangka mencapai tujuan institusional dan semakin meningkatnya kemajuan teknologi serta berbagai kemajuan yang ingin dicapai, maka diperlukan adanya guru Pendidikan Agama Islam yang mampu dan siap berperan secara profesional khususnya di sekolah, dimana ia harus dapat menjalankan peranannya dengan baik dalam berinteraksi dengan peserta didik, sesama guru, dan staf sekolah, yang dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk senantiasa bergiat diri dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya serta profesinya secara terus menerus. Sehingga eksistensi dari guru Pendidikan Agama Islam ini menjadi sosok figur yang dapat mentransfer ilmu pengetahuan sekaligus bisa digugu dan ditiru oleh peserta didik.
KEBANGKITAN MADRASAH DI DUNIA ISLAM (Kajian Sosio-Historis tentang Madrasah Nizhamiyah) Siswanto, Siswanto
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dengan menggunakan pendekatan sosio-historis, tulisan ini akan mencoba menelusuri kelahiran madrasah yang terfokus pada Nizhamiyah dalam perkembangan pendidikan Islam yang dilatari oleh multi motivasi, seperti motivasi agama (baca: madzhab), ekonomi, dan motivasi politik. Dengan dewan gurunya yang bermadzhab Syafii, Madrasah Nizhamiyah dipandang sebagai perwujudan kejayaan gerakan teologis-dogmatik yang bergandengan dengan madzhab Sunni untuk mengimbangi dominasi dan perkembangan paham Mu’tazilah dan posisi Hambali, serta dominasi Syi’ah. Sehingga trade mark mata kajian yang ditempuh bercorak pemahaman Asy’ariyyah dan fiqh oriented. Ranah "intelektualisme" hilang dalam proses pendidikan madrasah ini. Namun demikian, Nizhamiyah tetap dipahami sebagai lembaga terpenting dan menjadi model (prototype) dalam sejarah pendidikan Islam, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama sekali didirikan di dunia Islam Timur di mana bangunan dan orientasi  lembaga pendidikan ini menjadi a function of state dalam skala luas.
MULTIKULTURALISME PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid) Susanto, Edi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di tengah multikulturalitas kehidupan, eksistensi pendidikan agama berbasis multikulturalisme merupakan suatu keniscayaan sebagai bingkai sarana internalisasi nilai-nilai multikulturalitas dengan basis teologis ajaran agama. Tulisan ini berupaya mendeskripsikan gagasan Nurcholish Madjid tentang multikulturalisme pendidikan agama (Islam). Melalui penelusuran berpola analisis isi dan hermeneutika model semi Dilthey-an terhadap gagasan Nurcholish Madjid, ditemukan letak kelebihan sekaligus kekurangan dari gagasan tokoh tersebut yakni belum ditemukannya the body of knowledge dari konsep multikulturalis­me pendidikan agama (Islam), sehingga direkomendasikan pentingnya studi lanjut.
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU DALAM KONTEKS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Atiqullah, Atiqullah
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Profesionalisme guru saat ini semakin dituntut oleh masyarakat modern, karena kerja profesional itu sendiri adalah ciri modernitas. Dalam bidang pendidikan, pemerintah sedang mengupayakan hal ini melalui proses sertifikasi guru. MBS merupakan instrumen penting dalam pembinaan profesionalisme guru, sehingga niscaya suatu saat pendidikan kita sejajar dengan pendidikan negara-negara lainnya dengan tidak mengabaikan aspek politik praktis pendidikan yang membutuhkan suasana dan iklim para bijak pendidikan. Artikel ini menghadirkan MBS sebagai sosok manajemen mutakhir dalam konteks pendidikan nasional yang memungkinkan perubahan ke arah profesionalitas guru.
PROGRAM REMEDIAL (Solusi Alternatif bagi Siswa yang Kesulitan Belajar dalam UNAS) -, BunaÂ’i
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Berbagai upaya dilakukan sekolah agar siswa dapat lulus UNAS dengan baik. Mulai dari ketuntasan belajar (mastery learning) hingga pada pelaksanaan evaluasi internal, hingga bimbingan tes (try out). Kehawatiran terhadap siswa yang tidak mampu tidak luput dari perhatian sekolah. Program remedial menjadi salah satu alternatif untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi UNAS. Diharapkan dengan adanya program reme­dial ini dapat membantu mempersiapkan siswa--khususnya yang kurang mampu--siap menghadapi UNAS. Kesiapan yang matang diharapkan juga dapat membawa siswa lulus dalam UNAS dengan baik.
DARI SGHAI KE PGA; SEJARAH PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM NEGERI JENJANG MENENGAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dalam rentang waktu antara 1948 hingga 1992 Departemen Agama telah menyelenggaraan pendidikan guru agama jenjang pendidikan menengah. Banyak kebijakan penting yang telah dilakukan departemen ini terkait penyelenggaraan lembaga pendidikan guru jenjang menengah. Uraian berikut akan mendeskripsikan secara kronologis kebijakan-kebijakan dimak­sud. Uraiannya dibagi menjadi lima periode dengan memper­timbangkan ada tidaknya kebijakan Departemen Agama dalam suatu periode yang mempengaruhi perkembangan lembaga. Periode dimaksud meliputi; masa perintisan (1948-1950), masa perluasan (1950-1952), masa integrasi (1952-1958), masa pembinaan (1958-1978), serta masa reorganisasi dan alih status (1978-1992).
MASA DEPAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA (Perspektif Sejarah-Sosial) Minhaji, H. Akh.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perguruan tinggi Islam di Indonesia mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang. Asal usulnya bisa dilacak dari pendirian STI di Yogyakarta (1945) yang kemudian ditingkatkan menjadi UII Yogyakarta (1948). Tahun 1951,  Fakultas Agama UII berkembang menjadi PTAIN di Yogyakarta. Di samping itu, pada tahun 1957, di Jakarta didirikan ADIA. Tahun 1960, PTAIN dan ADIA diintegrasikan menjadi IAIN. Tahun 1997, sejumlah fakultas cabang IAIN ditingkatkan menjadi STAIN. Kemudian, sejak tahun 2002 hingga 2007, satu STAIN dan lima IAIN berkembang menjadi UIN. Hingga kini jumlah perguruan tinggi Islam negeri berkembang menjadi 6 UIN, 12 IAIN, dan 32 STAIN. Dalam masa yang panjang, perubahan-perubahan institusi tersebut diikuti oleh perubahan visi akademik, terutama terkait dengan relasi ilmu dan agama, ilmu umum dan ilmu agama. Perubahan visi tersebut mewujud mulai dari pola dikhotomik, integrasi hingga interkoneksi.
FITRAH; KONSEP DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah mem­bentuk manusia paripurna melalui pembiasaan, penanaman, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Tujuan  pendidikan Islam sebagaimana diatas dapat diwujudkan dengan upaya mengarahkan, membimbing anak didik dan--yang  lebih penting dari itu--menumbuhkembangkan potensi-potensi alami­ah yang diterima anak sejak ia dilahirkan. Potensi-potensi itulah yang dikenal--dalam   pendidikan Islam--sebagai fitrah. Fitrah dengan berbagai derivasinya dikembangakan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan menekan­kan keseimbangan antara fitrah lahiriyah dan fitrah bâthiniyah.
PENDIDIKAN SEBAGAI PARADIGMA PEMBEBASAN (Telaah Filsafat Pendidikan Paulo Freire) -, Siswanto
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Substansi pemikiran pendidikan Freire terletak pada pandangannya tentang manusia dan dunianya yang kemudian ditransformasikan ke dalam dunia pendidikan.  Model pendidikan yang ditawarkannya adalah model pendidikan yang membebaskan. Pembebasan bermakna transformasi atas sebuah sistem realitas yang saling terkait dan kompleks, serta reformasi beberapa individu untuk mereduksi konsekuensi-konsekuensi negatif dari perilakunya. Langkah awal yang paling menentukan dalam upaya pendidikan pembebasannya adalah proses penyadaran yang inherent dan merupakan proses inti atau hakikat dalam keseluruhan proses pendidikan itu sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, kebiasaan pendidikan deskriptif diharapkan digeser ke arah pendidikan dialogik-transformatif, agar pendidikan tidak dirasakan sebagai pendidikan yang membelenggu. Pendidikan diharapkan dapat menghasilkan perubahan terdiri siswa baik perubahan dalam kualitas berfikir, kualitas pribadi, kualitas sosial, kualitas kemandiriannya dan kualitas kemasyarakatannya.
ISLAM DAN PENDIDIKAN (Perspektif Filosofis) Hasan, Zainul
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Al-Quran memberi gambaran yang sangat variatif tentang manusia dengan berbagai macam penyifatannya. Dengan adanya berbagai sifat negatif atau kelemahan yang dimiliki manusia, maka diperlukan langkah-langkah efektif dan upaya solutif untuk meminimalkan potensi negatif sekaligus berusaha untuk memaksimalkan potensi positif melalui pendidikan. Oleh karena itu, tugas dan fungsi pendidikan dalam Islam adalah untuk membimbing dan mengarahkan manusia agar menyadari esensi dan eksistensi dirinya. sehingga secara esensial ia akan mampu untuk memposisikan diri sebagai ‘abd Allâh, dan secara eksistensial ia mampu mewujudkan tugas sebagai khalîfah Allâh.

Page 8 of 16 | Total Record : 156