cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
AKTUALISASI TQM DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Mufidah, Luk-luk Nur
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Teacher have duty instruct and guide pupils to be progressively mount its knowledge, skilled progressively its skill and constructive progressively and expand its potency. In executing its duty, teacher have to show the existence of technical skilled which supported by certain personality attitude because based on by guidances of special behaviour (code of etik) firming up them in one profession corps. The Teacher profession have to be supported with high professionalism in realizing mission and vision an education institute to be created quality of good grad and responsibility learn. To obtain high teacher professionalism utilize to realize quality of grad which is good to be, needed is Total of Quality Managemet (TQM) as a means of to reach the target which flange to continous  improve­ment quality, satisfaction costumer and assurance quality.
SELF-EFFICACY (Perspektif Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya terhadap Pendidikan) Mukhid, Abd.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Self-efficacy is judgement of a person to his acabilities to plan and implement the action to reach certain goals. Social cognitive theory views self-efficacy as one’s beliefs to his own capasity in completing the assigned duties. This theory lies on three factors of reciprocal determinism, personal factors, behavi­ors, and environmental influence, which has positive impacts to be implemented in education.
MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS ENTREPRENEUR Wadhan, Wadhan
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absrak: Entrepreneur education is a kind of educational servi­ces to reach the national education goals. Entrepreneur educa­tion supports and strenghthens the realization of whole persons as the nation and government programmed. Entrepreneur edu­cation helps succeeding the national education objectives accor­dingly to Pancasila (the five principles of national ideology). As the consequence, entrepreneur education and national education are nor separable because both supports and endeavos to achieve the national education goals.
KURIKULUM BERBASIS GENDER (Membangun Pendidikan yang Berkesetaraan) Adriana, Iswah
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Essentially education includes the principles of gender equity. Biased gender in education results on unobtionable of educa­ti­onal goals. For that reason, it is required an equal education where the curriculum of the institution integrates gen­der within its subjects and lectures. Through this paper, the writer will explain the importance of gender equity in education in relation to curriculum and its application.
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis) Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’?n dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhr?wi.
PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF KH. SAIFUDDIN ZUHRI Djamaluddin, Djamaluddin
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di tengah carut marut problem pendidikan yang semakin mendasar dan mengakar, menggali pemikiran para tokoh dipandang penting dalam rangka ikut memberikan enlighment terhadap pemikiran dan me-refresh dinamika kependidikan yang selama ini sudah mengarah kepada materialisasi dan mekanisasi. Pemikiran Saifuddin Zuhri tentang konsep guru yang ideal, pendidikan berbasis masyarakat dan aspek-aspek pemikirannya yang lain, kiranya dapat dipandang sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi carut marut praktik pendidikan yang semakin jauh dari khittah-nya sebagai upaya memanusiakan manusia.
PENDIDIKAN DAN TRADISI (Menakar Tradisi Pendidikan Pesantren) Thonthowi, Thonthowi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad saw. sudah dibina di atas  pewarisan tradisi atau yang biasa disebut dengan sunnah nabawiyyah, beliau mewariskan tradisi itu kepada para sahabat, kemudian  para sahabat mewariskannya kepada para tabi’in dan seterusnya sampai kepada kita.  Lalu apabila Islam menghendaki tradisi itu -antara lain- untuk mengembangkan kreasi tentang pola-pola dalam kehidupan serta mengembangkan gairah hidup hingga tercapainya titik tujuan dan apabila Islam juga menginginkan agar pendidikan itu digunakan –antara lain- untuk melestarikan nilai-nilai dan demi mengembangkan kreativitas peserta didik, maka keduanya tidak bisa dipisahkan karena memiliki tujuan yang sejalan dan saling mempengaruhi. Sebab itu, tradisi yang sudah menyatu dalam diri masyarakat bisa mewujud dalam aspek agama, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya yang sejatinya semua itu adalah hasil dari pendidikan juga.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Arif, Saiful
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan langkah-langkah inovasi, termasuk pengembangan guru agama yang  merupakan upaya terus-menerus dari suatu organisasi profesi keguruan. Pengembagan profesi guru agama Islam diarahkan pada peningkatan karir, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab institusi penyelenggara pendidikan agama Islam itu, baik melalui penataran, tugas belajar, lokakarya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggungjawab guru agama Islam yang dilaksanakan sendiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru agama Islam sering terlalu terikat dengan pekerjaan rutinitas, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, dan atau kurang termotivasi diri dalam upaya mengembangkan profesionalitasnya. Sudah tentu pada aspek ini dibutuhkan adanya bantuan dan bimbingan dari seorang supervisor pendidikan Agama Islam, dan disinilah dibutuhkan adanya pelaksanaan supervisi klinis.
POLA PEMBELAJARAN ILMU KALAM DI PTAI (Kasus Ikhtiar Rekonsiliasi dalam Memahami Perbuatan Manusia) Susanto, Edi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu problem teologis berkaitan dengan perbuatan manusia adalah apakah manusia itu bebas berkreasi dalam menentukan perbuatannya sendiri ataukah semuanya serba ditentukan oleh Tuhan. Sehubungan dengan fenomena ini, muncul beragam perspektif sehingga kita mengenal Mu’tazilah, Jabariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah dengan seluk beluk  doktrinalnya yang berposisi secara resisprokal. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan hal yang mesti dilakukan oleh umat Islam –melalui transformasi keilmuan di perguruan tinggi agama Islam – dalam menghadapi fenomena aliran teologi yang bersifat resisprokal tersebut dengan tidak berpretensi untuk mendamaikannya dengan sebab ikhtiar tersebut akan terjebak pada pola pikir Hegelian.
PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan) Solichin, Mohammad Muchlis
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk  membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang  merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Page 6 of 16 | Total Record : 156