cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019)" : 13 Documents clear
PENERAPAN MESIN PEMBUAT TEPUNG IKAN RUCAH DI KECAMATAN PASIR SAKTI LAMPUNG TIMUR Warji, Warji
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.103

Abstract

Ikan rucah adalah ikan-ikan kecil yang ikut tertangkap nelayan selain ikan konsumsi. Ikan rucah memiliki potensi sebagai sumber protein hewani pakan ternak dan ikan. Ikan rucah selama ini belum termanfaatkan secara optimal, oleh karena itu Tim Pengabdian melakukan kegiatan penerapan mesin pembuat tepung ikan rucah. Tepung ikan rucah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakan teknak dan ikan tawar; sehingga ikan rucah dimanfaatkan secara optimal dan nilai ekonominya dapat meningkat. Metode pengabdian ini adalah dengan menerapkan mesin pembuat tepung ikan hasil rancang bangun Jurusan Ilmu Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pengabdian ini juga menyampaikan wawasan dan pengetahuan tentang aspek-aspek dasar pengoperasian mesin penepung, perawatan dan pemanfaatan tepung ikan. Kegiatan penerapan mesin penepung berlajan dengan baik, proses pembuatan tepung ikan rucah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan kapasitasnya mencapai 100-300 kg/hari. Mitra pengabdian mampu menyerap pengetahuan dan penjelasan yang disampaikan oleh Tim pengabdian sehingga mereka mampu mengoperasikan mesin penepung, melakukan perawatan dan mampu menangani tepung yang dihasilkan. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu menghasilkan produk-produk turunan dari tepung ikan rucah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.
PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN PADA KELOMPOK TERNAK DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN ENTOK GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA WANADADI BANJARNEGARA: PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN ENTOK Herliana, Okti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.105

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyrakat Skim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ibi bertujuan untuk melakukan pendampingan bagi kelompok peternak desa Wanadadi Kabupaten Banjarnegara dalam melakukan usaha budidaya ternak mentok dengan memanfaatkan limbah pasar sebagai bahan pakan fermentasi dan memberikan peluang usaha bagi Ibu-ibu PKK dengan melatih mebuat produk makanan berbahan daging entok sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan keluarga. Mahalnya harga pakan pakan pabrikan menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya entok. Ketersediaan limbah pasar yang melimpah dari pasar desa Wanadadi menjadi salah satu peluang bagi peternak untuk dapat melakukan efisiensi penyediaan pakan ternak. Metodologi yang diambil dalam kegiatan ini adalah Metode PRA (Pratisipasi Rural Appraisal) dimana kelompok sasaran kegiatan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu: Sosialisasi manfaat limbah pasar sebagai sumber pakan entok, pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari limbah pasar, demplot budidaya entok dengan pakan silase limbah pasar, pendampingan kegiatan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Jumlah peternak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 10 orang. Tingkat keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dalam bentuk pretest dan post test. 70% dari peserta kegiatan dapat memahami materi yang diberikan oleh tim pengabdian, 70% anggota terampil dalam mengolah limbah pasar sebagai pakan entok fermentasi dan 100% anggota kelompok ternak mengaplikasikan pakan fermentasi dalam budidaya entok mereka. Secara umum materi dapat terserap dengan baik, terdapat peningkatan ketrampilan peternak dalam membuat pakan dan ketrampilan ibu-ibu PKK dalam membuat makanan olahan berbahan daging entok. Terdapat efiensi biaya produksi ternak entok sehingga pendapatan peternak meningkat
The TEKNOLOGI OLAHAN MAKANAN BERBASIS JAMUR DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN HOME INDUSTRY AGROBISNIS DI DESA LINGSUH, KECAMATAN RAJA BASA, BANDAR LAMPUNG Utami, Herti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.106

Abstract

Mushroom cultivation especially a kind of paddy straw mushroom and oyster mushroom done by the farmers in Lingsuh, Raja Basa, Bandar Lampung. In post harvest handling of crops one of obstacles is fast rot the mushrooms if the production were abundant. This activity Program Kemitraan Masyarakat (PKM) provide an alternative handling after harvest mushrooms to be a processed products mushroom economy value higher and acceptable consumers, if comparared by selling fresh mushrooms. By processing mushrooms to be food products will provide alternatives to consumer of a new mushrooms based product. This product have a long storage time and open opportunities to develop home industry agribusiness based in this process mushrooms. A common purpose of PKM is empower potentials by farmers groups mushrooms in Lingsuh. Food products that would be produced are crackers and crispy mushrooms. The method of PKM activity involved the partners (the farmers) in the overall of activities. The outer of this main activity are crackers and crispy mushrooms, crisp and tasteful with various variant of this products. From this activity, giving production equipment would be very helpful for both of the groups farmer in doing production process. In this activity was expected to increase the income economically through food products based mushrooms.
MENINGKATKAN POLA PANGAN HARAPAN MASYARAKAT DESA BETUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Nengsih, Yulistiati; Hartawan, Rudi; Marpaung, Ridawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.107

Abstract

Pola konsumsi pangan desa-desa di Muaro Jambi terdapat ketimpangan.Pemanfaatan sumber pangan lokal seperti umbi, jagung dan sayuran masih rendah.Pengembangan konsep rumah pangan lestari di Desa Betung perlu dilakukan. Beberapa permasalahan hasil identifikasi awal yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan sumber daya lokal dan sayuran oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Betung adalah: Dasa Wisma dan Kelompok wanita Tani (KWT) tidak akrif, tidak ada pemanfaatan pekarangan, dan nilai pola pangan harapan (PPH) yang rendah. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat aktif melaksanakan konsep RPL, mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan meningkatkan skor PPH. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di RT 06 dan RT 07 Desa Betung. Organisasi masyarakat yang menjadi target adalah kelompok Dasa Wisma dan KWT. Pelaksanaan pengabdian pada Bulan Januari sampai Oktober 2018. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa: pengaktifan kembali Dasa Wisma dan KWT, pembuatan Kebun Bibit Desa, Kebun Demplot, Rumah Kompos, dan Rumah Pangan Lestari. Kegiatan pemberdayaan dievaluasi untuk mengetahui dampak ekonomi, nilai PPH, dan persepsi kooperator terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Selama masa pengabdian, masyarakat aktif mengikuti penyuluhan dan diskusi serta kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penghematan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp. 150.000 sampai Rp. 200.000, peningkatan nilai PPH dari 78,5 menjadi 82,09, serta persepsi yang sangat setuju terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENYERUT TUSUK SATE MEKANIK Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.109

Abstract

Provinsi Lampung, daerah yang terletak di ujung pulau Sumatera memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah bamboo. Saat ini, bambo banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan kerajinan-kerajinan berupa industry kreatif. Desa Sidomulyo adalah salah satu daerah di Lampung Selatan yang sebagian besar masyarakatnya mengolah bambu menjadi bahan untuk tusuk sate. Proses pembuatan tusuk sate yang dilakukan saat ini dengan mengunak peralatan yang dioperasikan secara manual, sederhana dan tanpa bantuan mesin. Proses pembuatan tusuk sate antaranya adalah pembelahan, peranjangan, peruncingan, penyerutan dan pemolesan. Salah satu tahap proses yang penting adalah penyerutan, dimana dilakukan menggunakan pisau penyerut, ditarik menggunakan tang. Proses ini memerlukan waktu yang lama sehingga kapasitas produksinya sedikit, sementara kebutuhan akan tusuk sate sangat banyak permintaanya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas tusuk sate diperlukan mesin penyerut mekanik yang dapat memproduksi tusuk sate yang lebih efisien dan lebih efektif. Efisien yang dimaksud yaitu hemat, cepat dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengerjakan ini lebih sedikit. Sedangkan efektif disini yaitu untuk memaksimalkan tujuan yang diharapkan seperti memudahkan para pengerajin dalm membuat tusuk sate.Mesin tusuk sate dibuat menggunakan mesin setengah PK dengan untuk memutar puli dan puli disambungkan ke roda-roda yang berfungsi untuk menggerakan lidi menuju pisau serut. Setelah dilakukan pembuatan mesin penyerut tusuk sate mekanik, dapat meningkatkan produksi tusuk sate hingga mencapai 80 % dari hasil penyerutan dengan menggunakan cara manual. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan usaha dan memenuhi keperluan tusuk sate di daerah sekitarnya.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI BUAH-BUAHAN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK PENGAYAAN PELAJARAN FISIKA BAGI SISWA SMA YP UNILA Yuniati, Yetti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.130

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat luas. Kebutuhan akan sumber energi baru dan terbarukan saat ini terus meningkat. Salah satu solusi dari masalah tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi dari buah-buahan yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Energi dari buah-buahan tersebut selain merupakan energi yang ramah lingkungan juga energi yang dapat diperbaharui. Konsep tentang listrik dan perhitungan-perhitungan yang ada didalamnya, masih belum digemari oleh seluruh siswa. Apalagi, bila materi terkait energi dan listrik tersebut disampaikan dengan cara yang monoton, yaitu guru menjelaskan dan para siswa menyimak. Untuk itu dibutuhkan pengayaan materi pembelajaran agar lebih menarik, mudah dipahami dan siswa terlibat aktif didalamnya. Buah dan sayur yang digunakan pada saat praktik antara lain: pisang, apel, jeruk nipis dan kentang. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian ini meliputi: sosialisasi tentang konsep listrik, praktik membuat rangkaian listrik secara lansung menggunakan buah-buahan sebagai sumber energi, diskusi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengukuran didapatkan apel memiliki tegangan yang paling tinggi yaitu sebesar 0,61 Volt. Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat luas. Kebutuhan akan sumber energi baru dan terbarukan saat ini terus meningkat. Salah satu solusi dari masalah tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi dari buah-buahan yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Energi dari buah-buahan tersebut selain merupakan energi yang ramah lingkungan juga energi yang dapat diperbaharui. Konsep tentang listrik dan perhitungan-perhitungan yang ada didalamnya, masih belum digemari oleh seluruh siswa. Apalagi, bila materi terkait energi dan listrik tersebut disampaikan dengan cara yang monoton, yaitu guru menjelaskan dan para siswa menyimak. Untuk itu dibutuhkan pengayaan materi pembelajaran agar lebih menarik, mudah dipahami dan siswa terlibat aktif didalamnya. Buah dan sayur yang digunakan pada saat praktik antara lain: pisang, apel, jeruk nipis dan kentang. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian ini meliputi: sosialisasi tentang konsep listrik, praktik membuat rangkaian listrik secara lansung menggunakan buah-buahan sebagai sumber energi, diskusi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengukuran didapatkan apel memiliki tegangan yang paling tinggi yaitu sebesar 0,61 Volt. Kata kunci: Buah; Listrik; Pembelajaran; Pengukuran; Renewable Energy
PENINGKATAN STATUS GIZI DAN KESEHATAN ANAK BALITA MELALUI PENINGKATAN PERILAKU SEHAT IBU DI BANGUNREJO LAMPUNG TENGAH Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.133

Abstract

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemenkes RI melalui riskesdas didapatkan prevalensi balita stunting di Indonesia meningkat dari 36,8% (2007) menjadi 37,2% tahun 2013. Kabupaten Lampung Tengah, Lampung didapatkan kejadian stunting paling tinggi yaitu 52,7% berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2015. Penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan dan penyerapan nutrisi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan dan merupakan masalah multifaktorial. Stunting memerlukan kerjasama lintas institusi termasuk managemen kesehatan keluarga yang membutuhkan peran ibu sebagai pengelola rumah tangga. Peningkatan perilaku sehat ibu diharapkan mampu meningkatkan status gizi dan kesehatan balita untuk mencegah stunting pada Balita. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan mengenai managemen balita sehat dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu ibu PKK di Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah, yang diharapkan menjadi role model ibu sehat. Hasil pengabdian didapatkan peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre test diketahui 50, 55% peserta mempunyai pengetahuan kurang dan 49,45% peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup dan hasil post test, diketahui bahwa 20% peserta cukup paham, 50% telah memiliki pengetahuan yang baik dan 30% sangat baik. Diharapkan peningkatan pengetahuan dan edukasi yang diberikan akan membantu peningkatan perilaku sehat ibu sehingga mampu mencegah stunting pada balita. Kata kunci: Balita stunting, managemen kesehatan keluarg, status gizi dan kesehatan balita
PELATIHAN PEMBUATAN CINDERAMATA GANTUNGAN KUNCI MENGGUNAKAN MATERIAL RESIN BAGI PARA IBU RUMAH TANGGA DI DESA WISATA BRAJA HARJOSARI LAMPUNG TIMUR Asmi, Dwi; Yulianti, Yanti; Kiswandono, Agung Abadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.134

Abstract

Abstrak — Pariwisata merupakan suatu aktivitas perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah melainkan hanya untuk bersenang senang, memenuhi rasa ingin tahu, maupun untuk menghabiskan waktu liburan dan pulang dengan membawa cinderamata. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu rumah tangga di desa wisata Braja Harjosari dalam pembuatan cinderamata menggunakan bahan dasar resin melalui kegiatan pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktek langsung dalam pembuatan cinderamata berbahan dasar resin. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di ruang Majlis Taklim desa Wisata Braja Harjosari Lampung Timur dengan jumlah peserta 20 orang. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan yaitu dari rata-rata nilai awal 35,5 menjadi 94,25 pada nilai akhir, sehingga rata-rata perbedaan kenaikan nilai adalah sebesar 58,75. Para pesertapun berkeingginan untuk membuat usaha pembuatan cinderamata untuk meningkatan perekonomian warga.Kata kunci — Cinderamata, desa wisata Braja Harjosari, gantungan kunci berbasis resin.
PENINGKATAN MUTU KERUPUK PANGAN LOKAL PADA USAHA RUMAH TANGGA DI DESA LINGGA, KUBU RAYA Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.135

Abstract

The second year of Ipteks bagi Desa Mitra (IbDM) programs have been done at Lingga village Kubu Raya Regency. The aims of this programs were preparing of human resources able to produce cracker products according to SNI and its packaged with labels so that its was increasing of her family income. The target audience in the second year was a member of the PKKs of Lingga Dalam and Remaja Masjid group. The method was used evaluation and socialization, assistance, evaluation and monitoring. The cracker quality assurance is enhanced through production system by semi-mechanical cracker slicers and solar dryers. The two devices to produce crackers that its have uniform thickness and safety of contaminants during drying. Quality assurance is also carried out by enhancing the administration of both the production and marketing of crackers. The entire IbDM programs has an impact on improving the quality of products, partner income and consumer confidence. Keywords: PPM, IbDM, Crackers, Lingga, quality
Cover depan Volume 3 Nomor 1 Maret 2019 Yudamson, Afri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)0
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 13