cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
DIDAKTIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) Adi Nurjaman
Didaktik Vol 9, No 1 (2015): Vol 9 No 1 Edisi Maret 2015
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.855 KB)

Abstract

Untuk siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, sikap dan tindakan serta cara mengajar yang dilakukan oleh guru tidak menjadi masalah. Tetapi, bagi siswa yang memiliki tingkat kecerdasan rata-rata, dan rendah pelajaran matematika akan menjemukan dan mengakibatkan tidak senang belajar matematika. komunikasi matematika sangatlah penting dan perlu mendapat perhatian. komunikasi matematik adalah kemampuan siswa dalam menjelaskan idea, situasi dan relasi matematik, secara tulisan dengan gambar, membaca presentasi matematika tertulis dan menyusun pertanyaan yang relevan menyusun argument. Salah satu alternatif model pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Think-Pair- Share (TPS). Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes dan non tes. Populasi  dalam  penelitian  ini adalah seluruh siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat yang salah satu karakteristiknya memiliki nilai rerata Ujian Nasional matematika 7, pengambilan sampel dalam penelitian ini secara acak kelas. Hasil studi ini adalah Pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe TPS lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa,.Kata Kunci: Komunikasi, disposisi, think pair share
MODEL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN SANTRI MELALUI PONDOK PESANTREN BERBASIS BUDAYA AGRIBISNIS TANAMAN PALAWIJA Ansori Ansori
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.271 KB)

Abstract

Tanaman palawija adalah salah satu sumber utama komoditas pertanian yang dihasilkan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.Pemanfaatan budaya agribisnis dalam membangun sikap kewirausahaan menjadi bagian yang penting dalam meningkatkan daya saing masyarakat secara umum.Santri menjadi salah satu agen pembaharu dalam mengembangkan kemampuan masyarakat untuk dapat menghasilkan produk pertanian yang kompetitif di pasar. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya dukung bagi perekonomian nasional di masa yang akan datang, terutama dalam menghadapi era pasar bebas. Keterlibatan santri tidak hanya dalam rangka menguatkan karakter kehidupan beragama masyarakat, namun juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Indah Puspita Sari
Didaktik Vol 9, No 1 (2015): Vol 9 No 1 Edisi Maret 2015
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.117 KB)

Abstract

Penelitian kuasi ekperimen ini dilakukan untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Sampel penelitian ini diambil secara purposive sampling sehingga didapat dua kelas VIII yang menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan siswa kelas kontrol mendapatkan pembelajaran biasa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang terdiri dari 5 butir soal berbentuk uraian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 1) Pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa; 2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa.Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Pendekatan Problem Posing
PENDIDIKAN BERBASIS NEUROPEDAGOGIS Lenny Nuraeni
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.027 KB)

Abstract

Neuropedagogis atau bisa juga disebut dengan neuroeducation yaitu interdisipliner yang menggabungkan bidang neuroscience psikologi dan pendidikan untuk menciptakan peningkatan pengajaran metode dan kurikulum dalam penelitian dan inisiatif untuk menggunakan penemuan tentang belajar, memori, bahasa, dan daerah lain. Neuropedagogis bisa disebut juga neuroeducation yaitu interdisipliner yang menggabungkan bidang neuroscience, psikologi dan pendidikan untuk menciptakan peningkatan pengajaran metode dan kurikulum dalam penelitian dan inisiatif untuk menggunakan penemuan tentang belajar, memori, bahasa dan daerah lain. Kognitif neuroscience bertujuan untuk menginformasikan pendidik mengenai strategi terbaik untuk mengajar dan belajar. Semakin banyak guru ingin tahu bagaimana  siswa berfikir dan belajar. Ahli saraf di sisi lain ingin tahu bagaimana bisa pertanyaan guru mendorong penelitian neuroscience. Dampak post modernism adalah wawasan tentang peta kompleksitas pemikiran dan praktik intelektual yang kebenarannya bertolak dari rasio dan kebenaran melalui pengalaman menuntut kita memahami esensi pendidikan dan pengembangan tentang apa yang diketahui dan tidak diketahui. Penggunaan fungsi otak yang efektif dan efisien merupakan hasil dari proses interaktif yang dinamis dengan lingkungan yang mencakup ciri-ciri fisik, mental dan emosional yang mengakibatkan integrasi yang terakselerasikan dari fungsi otak dan berakibat terhadap pemekaran kemampuan manusia secara optimal (Semiawan, C, 2005).Paradigma baru kependidikan sebagai buah penelitian dalam penelitian neuroscience (Teagle, 1992) didasarkan pada asumsi bahwa manusia memiliki kemampuan tidak terbatas untuk belajar (limitless capacity to learn)sehingga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menciptakan hal-hal yang sifatnya baru. Hubungan neuropedagogis dengan kesulitan belajar yaitu ketika sel syaraf otak kita ada yang rusak yang terjadi pada belahan otak bagian kanan dan belahan otak bagian kiri menyebabkan kesulitan individu dalam melaksanakan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan bahasa, visual dan auditif (menurut Wittrock (1978) dan Gordon (1983). Kemudian diperkuat lagi oleh Heir dan teman-teman sejawatnya, seperti yang dikutip oleh Lovit (1989), melakukan penelitian terhadap sejumlah penderita dyslexia dan ia menemukan bahwa penderita dyslexia memiliki belahan otak kanan yang lebar daripada belahan otak kiri. Keadaan ini menyebabkan kesulitan belajar membaca. Dalam brain development perkembangan otak manusia dilihat secara anatomis, secara molekuler dan tentu secara psikologis. Yang dimaksud dengan perkembangan otak manusia secara anatomis adalah perkembangan otak manusia yang terdiri dari otak reptile, otak mamalia dan otak neo cortex. Yang dimaksud secara molekuler adalah seperti syaraf, myelin, dendrite hingga zat-zat yang terdapat di dalam otak. Yang dimaksud secara psikologis adalah proses kognitif, proses afektif dan proses peikomotorik seseorang yang semuanya diatur di dalam otak. Proses brain development dibagi menjadi tiga yaitu:Brain screening atau brain selection adalah upaya penilaian potensi kecerdasan pada orang normal maupun sakit yang meliputi penilaian potensi kecerdasan pada anak sampai lanjut usia. Penilaian potensi kecerdasan majemuk (multiple Intelligence) pada anak. Misalnya  kecerdasan bahasa, kecerdasan matematika ataupun kecerdasan lainnya dan penilaian kecerdasan kompeten pada dewasa atau usia produktif. Brain stimulation adalah upaya peningkatam kesehatan otak melalui pemberian rangsangan dengan tujuan mengoptimalkan potensi kecerdasan yang meliputi stimulasi pada janin dilakukan melalui brain booster yaitu pemberian stimulasi dan nutrisi pengungkit otak untuk meningkatkan perkembangan otak janin melalui ibu hamil. Peningkatan kemampuan komunikasi anak dan remaja melalui komunikasi otak.Brain Restoration adalah upaya penanggulangan kerusakan otak melalui rangsangan potensi kecerdasan yang masih dimilki untuk memaksimalkan potensi kecerdasan. Hubungannya adalah ketika brain restoration belum tertanggulangi akan menghambat perkembangan otak anak terhadap proses pendidikannya. Brain restoration sebagai stimulasi atau rehabilitasi kognitif yang bertujuan untuk menanggulangi gangguan fungsi kecerdasan dan meningkatkan kualitas hidup penderita yang mengalami gangguan kognitif. Brain restoration yang dimaksud adalah rangkaian proses terapi latihan atau kegiatan kepada seseorang manusia yang mengalami cedera otak, penyakit atau gangguan otak. Proses terapi, latihan atau kegiatan ini berkerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan professional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SELF CONFIDENCE SISWA MTs DI KOTA CIMAHI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Ratni Purwasih
Didaktik Vol 9, No 1 (2015): Vol 9 No 1 Edisi Maret 2015
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.08 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan self confidence siswa MTs di kota Cimahi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman matematis dan self confidence siswa MTs di kota Cimahi. Agar kemampuan pemahaman matematis dan  self confidenve siswa dapat terealisasi dengan baik, diupayakan suatu pembelajaran matematika yang dapat memacu siswa untuk dapat memahami konsep self confidence  dalam proses pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran matematika dengan  menggunakan inkuiri terbimbing.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes melibatkatkan dua kelompok. Populasi dalam penelitian eksperimen ini adalah seluruh siswa MTs di kota Cimahi yang salah satu karakteristiknya memiliki nilai rerata Ujian Nasional matematika sekitar 8,00. Dari seluruh MTs di kota Cimahi, dipilih MTs Asih Putera yang memiliki karakteristik serupa yaitu memiliki rerata nilau Ujian Nasional matematika sekitar 7,80 untuk tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara acak kelas, dalam teknik random sampling, dimana setiap unit sampling sebagai unsur populasi memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau mewakili populasi. Melalui undian yang dilakukan terhadap 5 kelas dari kelas VIII MTs Asih Putera di peroleh kelas VIII-B (kelas eksperimen) yang diberikan perlakuan pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas VIII-A (kelas kontrol) yang diberikan perlakuan pembelajaran konvensional.Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman, kemampuan komunikasi dan skala self confidence. Dari hasil perhitungan dan uji hipotesis disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan  kelas kontrol. Selain itu, sebagian besar siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing mendapatkan self confidence yang lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: Pembelajaran inkuiri terbimbing, kemampuan pemahaman, kemampuan  komunikasi, self confidence
STRATEGI FORMULATE SHARE LISTEN CREATE UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MATHEMATICAL PROBLEM POSING SISWA SMP M Afrilianto
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.671 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah kemampuan mathematical problem posing siswa yang memperoleh pembelajaran dengan strategi Formulate Share Listen Create dibandingkan dengan yang memperoleh pembelajaran biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kota Bandung, sedangkan sampelnya adalah SMP Negeri 41 Bandung dan dipilih dua kelas secara acak dari seluruh kelas VIII yang ada. Kemudian dari kedua kelas tersebut ditetapkan secara acak yang menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan strategi Formulate Share Listen Create, dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran biasa. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan mathematical problem posing,  lembar observasi selama pembelajaran, dan angket skala sikap siswa. Pengolahan data untuk uji perbedaan dua rata-rata menggunakan uji-t’ dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mathematical problem posing siswa yang memperoleh pembelajaran dengan strategi Formulate Share Listen Create lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa. Kemudian sikap siswa menunjukkan sikap positif terhadap matematika, kegiatan pembelajaran dengan strategi Formulate Share Listen Create, dan terhadap soal tes kemampuan mathematical problem posing siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATIONS PADA SISWA SMP DI KOTA BANDUNG Siti Chotimah
Didaktik Vol 9, No 1 (2015): Vol 9 No 1 Edisi Maret 2015
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.305 KB)

Abstract

Permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematik siswa SMP di Kota Bandung yang masih rendah. Rendahnya komunikasi matematik siswa dikarenakan dalam proses pembelajaran guru belum terbiasa memberikan soal-soal kemampuan komunikasi matematik dalam pelajaran matematika ke siswa. Selain itu, aspek kemampuan dasar siswa juga ikut mempengaruhi kemampuan komunikasi matematiknya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di Kota Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 07 Bandung pada bulan April-Mei 2014. Pada penelitian ini diambil sampel dari siswa SMP Negeri 07 Bandung kelas VIIC dan VIID. Instrumen penelitian berbentuk tes. Instrumen tes berupa empat soal tes uraian kemampuan komunikasi matematik. Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan komunikasi matematik siswa khususnya mengenai subpokok bahasan segitiga dan segiempat dengan pendekatan RME dan dengan menggunakan cara biasa. Data yang diolah dalam penelitian ini adalah dari skor pretes dan postes. Kedua skor ini masing-masing dari kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol, kemudian dilakukan pengolahan data. Pengolahan dilakukan dengan uji-t dan uji t’ dari kedua kelompok tersebut. Hasil akhir dari penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang pembelajarannya dengan pendekatan RME lebih baik daripada cara biasa.Kata kunci: Kemampuan Komunikasi, Pendekatan RME
STUDENTS’NEEDS ANALYSIS IN THECONTENT OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL ENGLISH TEXTBOOK Sri Supiah Cahyati
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.316 KB)

Abstract

Learning English in Vocational High School (SMK) is different from that in Senior High School. In SMK, the orientation is to prepare students to be able to take part in the business & industry work. Consequently, English teachers in vocational school are expected to have the ability to analyze the needs of the students so that they can design an appropriate teaching-learning process. The aim of this study was to identify some factual information about the needs of vocational students in learning English, especially in the English-language skills (Listening, Speaking, Reading, and Writing) and some of language components in English (Grammar & Vocabulary), and to analyze the appropriacy between the content of English textbooks with the vocational students’ needs. The subjects in this study were the vocational school teachers and English textbooks of 7 (seven) SMK which has the TKJ department in Bandung and Cimahi. The results showed that the needs of students towards learning English is to meet the academic professions and the future needs of the students, which involved the skills of the language and some of the language components. Whereas in the case of appropriacy between the content of the English textbooks and the vocational students’ needs, it was found that the English textbooks was more focused on describing the English language competences in general and not specifically focused on the Department of TKJ itself.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMK DI KOTA CIMAHI Eka Senjayawati
Didaktik Vol 9, No 1 (2015): Vol 9 No 1 Edisi Maret 2015
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.892 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematik siswa SMK di Kota Cimahi. Rendahnya kemampuan komunikasi  dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional SMK dan Kriteria Ketuntasan Minimal matematika beberapa sekolah masih kategori rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa melalui pendekatan kontekstual. Penelitian ini berbentuk eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes postes. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran secara konvensional. Instrumen berupa tes kemampuan komunikasi matematik. Populasi penelitian ini adalah SMK Bisnis dan Manajemen di Kota Cimahi yang memiliki karakteristik nilai Kriteria Ketuntasan Minimal 7,00 untuk mata pelajaran matematika. Sampel dipilih secara acak kelas terpilih kelas XI Ak 1 sebagai kelas eksperimen dan XI Ak 2 sebagai kelas kontrol. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, untuk melihat perbedaan rata-rata kedua kelas dengan uji-t kemudian melihat besarnya peningkatan dengan nilai gain. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensionalKata Kunci : Komunikasi Matematik, Pendekatan Kontekstual
METHOD TO POST-METHOD PEDAGOGY ADMINISTERED BY A CLASSROOM TEACHER IN THE TEACHING OF ENGLISH (A Case Study at a Senior High School in Bandung) Dasep Suprijadi
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.905 KB)

Abstract

This study entitled “Method to Post-method Pedagogy Administered by a Classroom Teacher in the Teaching of English” intends to portray the teaching method and methodology used by the teacher in the teaching of English at the tenth grade of a senior high school in Bandung.  Looking at the purpose, it is obvious that the present study is descriptive in nature.  This study is guided by three research questions covering: 1) what is the expected method used by the teacher in the teaching process? 2) Do the procedures of the expected method conform to its theoretical principles? 3) What methodology is actually practiced by the teacher in the teaching process?  The data for this study were compiled through classroom visits. To attain comprehensive and accurate information about the teaching methods used by the classroom English teachers, this study utilized two techniques namely videotaping and document analysis. The study found out that: 1) the expected method, which is claimed to follow by the classroom English teacher is the Grammar Translation Method or GTM; nevertheless 2) The procedures of GTM conducted by the teacher are not exactly conforming to the principles of this expected method; 3) the methodology, which is actually practiced by the teacher in the classroom belongs to Language-centered method of which its principles characterize the actual procedures.  This study concludes that though the teacher claims that she uses the grammar translation method, as the method proposed by theorist, but the procedures that she actually conducted are in line with the various principles taken from several methods.

Page 1 of 2 | Total Record : 12