cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
WIDYATAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 1 (2011)" : 14 Documents clear
Efektivitas Pelaksanaan Hukum Perlindungan Konsumen di Era Global Sudibyo, Lies
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Pelaksanaan Hukum Perlindungan Konsumen di Era Global Lies Sudibyo Program Studi PPKN – FKIP - Universitas Veteran Bangun NusantaraJl. Letjen Sudjono Humardani No 1 Sukoharjo 57521Telp. 0271-593156  Fax  0271-591065e-mail : pakliesudibyo@gmail.com Abstrak Perlindungan konsumen termasuk cabang hukum baru dalam peraturan perundangan di Indonesia, meskipun kesadaran perlunya peraturan perundangan yang komprehensif bagi konsumen sudah munsul sejak lama. Praktik monopoli dan tidak adanya perlindungan konsumen telah meletakkan posisi konsumen di tingkat rendah dalam menghadapi pelaku usaha. Ketidakberdayaan konsumen dalam menghadapi pelaku usaha jelas sangat merugikan kepentingan masyarakat. Pada umumnya pelaku usaha berlindung di balik standard contract (perjanjian baku). UU No. 8 Tahun 1999 telah mengatur tentang perlindungan konsumen terutama jaminan hak dan kewajiban konsumen serta cara penyelesaian sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan undang-undang perlindungan konsumen ini telah dibentuk Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di 54 kota besar di seluruh Indonesia.  Namun dalam pelaksanaannya, undang-undang perlindungan konsumen ini belum efektif. Hal ini antara lain disebabkan oleh kesadaran konsumen tentang substansi undang-undang perlindungan konsumen yang masih rendah, kesadaran terhadap hak-hak konsumen masih rendah, dan kepercayaan terhadap aparat pelaksana sengketa konsumen juga masih rendah. Kurang efektifnya pelaksanaan hukum perlindungan konsumen ini antara lain juga karena masih diberlakukannya asas locus delicti bagi konsumen yang akan mengadukan sengketa yang dideritanya.Kata Kunci :  Efektivitas, Perlindungan Konsumen 
Tingkat Partisipasi Pengendara Sepeda Motor di Jalan dalam Pelaksanaan UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, Pasal 107 (2) (Studi di Jalan Raya Ngadirojo – Wonogiri, Km 3 Bulusulur, Wonogiri) Ristanto, Iwan
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat Partisipasi Pengendara Sepeda Motor di Jalan dalam Pelaksanaan UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, Pasal 107 (2)(Studi di Jalan Raya Ngadirojo – Wonogiri, Km 3 Bulusulur, Wonogiri) Iwan Ristanto Program Studi Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoJl. Letjen S. Humardani No.1 Sukoharjo 57521Telp. 0271-593156, Hp. 0813239389511 Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat partisipasi pengendara motor yang melalui Jalan Raya Wonogiri-Bulusulur dalam penerapan UU Lalu Lintas No.22 Tahun 2009, Menyalakan lampu pada siang hari (Daytime Running Light/ DRL). Dari hasil pengamatan survei kendaraan bermotor (roda dua) yang melalui jalan Wonogiri-Ngadirojo KM. +3, Bulusur, Wonogiri diketahui sebanyak 9.562 kendaraan. 4.490 kendaraan menyalakan lampu dan 5.072 kendaraan tidak menyalakan lampu. Dari jumlah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ; tingkat partisipasi pengendara motor untuk menyalakan lampu pada siang hari (Daytime Running Light/DRL) masih cukup rendah yakni sebesar 46,96%. Hal tersebut menunjukkan kurang sadarnya pengguna kendaraan bermotor (roda dua) untuk menaati peraturan Undang Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu di siang hari (Daytime Running Light/DRL). Kata kunci : Partisipasi, Pengendara Motor, Daytime Running Light/DRL
Mencermati Dialek Sosial dalam Masyarakat Pratiwi, Veronika Unun; Budiharja, Candra Lestianta; Soma, Deni
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Mencermati Dialek Sosial dalam Masyarakat Veronika Unun PratiwiCandra Lestianta BudiharjaDeni Soma  Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UNIVET SukoharjoJl.Letjend S. Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593156 Abstrak Variasi bahasa yang digunakan seseorang ada bermacam-macam. Dialek sosial adalah variasi bahasa yang dapat menunjukan dari kelas sosial menakah seorang penutur itu berasal. Di antara dialek-dialek sosial yang ada dalam masyarakat ada yang diangap standar dan ada yang dianggap tidak standar. Terjadinya hal tersebut lebih dikarenakan adanya intervensi dari masyarakat tutur. Standarisasi dialek biasanya bermula kalangan penutur yang terpelajar untuk membedakan diri dari kelompok sosial yang lain. Akan tetapi menurut pandangan sosiolinguistik baik bahasa yang standar maupun yang vernacular hanyalah merupakan realisasi dari variasi bahasa semata.    kata-kata kunci: dialek, sosial, masyarakat 
Sanditama Kawedhar Efendi, Agus
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanditama Kawedhar Agus Efendi Progdi Pendidikan Bahasa dan Sastra DaerahFKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo   Jl. Letjen S. Humardani No.1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Telp. (0271) 593 156 , Fax. (0271) 591 065  Abstrak Serat Tripoma adalah salah satu serat yang berisi ajaran bela Negara. Yaitu, kecintaan terhadap Negara melebihi kecintaannya terhadap saudara. Bahkan, panggilan untuk membela Negara itu tidak lagi dilandasi pemikiran benar dan salah. Inti ajaran yang ingin disampaikan penulisnya, KGPAA Mangkunagara IV adalah melu handarbeni, melu hangrungkebi, dan mulat sarira hangrasa wani ‘ikut memiliki, ikut membela, dan berani mengakui kesalahan’. Konflik batin yang dialami tiga tokohnya, yaitu Basukarno, Suwondo, dan Kumbokarno mempertegas nilai yang disampaikan penulisnya lewat tembang yang di dalam pertunjukkan wayang diwujudkan dalam catur ‘dialog’ lewat dalang. Kata kunci: handarbeni, hangrukebi, mulat sarira hangrasa wani, guna, kaya, puru. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14