cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
PROCEEDING
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Pujiyana, Pujiyana
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Pujiyana FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoJl. Letjend. Sujono Humardani No. 1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Telp. (0271) 593156 Fax. (0271) 591065 Abstrak Dalam Perspektif Global seorang guru yang profesional harus memiliki 4 kemampuan dasar, yaitu: 1) kemampuan untuk berkomunikasi, yaitu suatu kemampuan dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, 2) kemampuan berkolaborasi, yaitu suatu kemampuan untuk bekerja sama dengan pihak terkait dalam meningkatkan mutu pembelajaran, 3) kemampuan teknologi, kemampuan teknologi ini adalah suatu kemampuan dalam menggunakan perangkat teknologi informasi dalam pembelajaran dan yang ke 4) kemampuan untuk mengevaluasi, berupa suatu kemampuan dalam melakukan penilaian terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Guru yang profesional dalam perspektif global juga harus memiliki 4 komponen penting, yaitu : 1) basis pengetahuan, 2) pedagogik, 3) kepemimpinan, dan 4) personal attributes. Untuk melengkapi keprofesionalan tersebut beberapa program keahlian dalam bidang pendidikan dan sertifikasi pendidik (guru) mutlak diperlukan keberadaannya. Kata Kunci : profesionalisme guru, perspektif global.
PENGEMBANGAN THE TWO-TIER DIAGNOSTIC TESTS PADA BIDANG BIOLOGI Suwarto, Suwarto
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN THE TWO-TIER DIAGNOSTIC TESTS PADA BIDANG BIOLOGI Suwarto Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoJl. Sujono Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo, e-mail: suwartowarto@yahoo.com  Abstrak Tujuan  penelitian  adalah  mengembangkan   bank  soal  tes  diagnostik yang berisi butir-butir soal tes diagnostik bidang studi biologi SMA kelas X semester II. Butir-butir tes diagnostik berupa tes diagnostik dua tingkat ( the two-tier diagnostic tests ). Adapun  untuk  menyusun  the  two-tier  diagnostic  tests ada  tiga  fase,  yaitu:  (1) defining  the  content  boundaries   yang  terdiri  dari  5  langkah :  reviewing  the  biology textbooks,  identifying  propositional  knowledge  statements,  developing  a  concept  map, relating   propositional   knowledge   to   the   content   map,   validating   the   content;   (2) identifying  students’  misconceptions   yang  terdiri  dari  4  langkah:  examining  related literature,  training  teachers  with  interview  skills,  conducting  interview,  developing multiple choice content items with free response ; (3) instrument development  yang terdiri dari  6  langkah:  developing  the  two -tier  diagnostic  tests,  designing  a  specific  grid, validating   the   instrument,   conducting   pilot   test,   refinement,   conducting   statistical analysis. Tes diagnostik yang dikembangkan ada 3, yaitu tes A, tes B, dan tes C. Tes A (tes diagnostik  yang digunakan untuk mengungkap: tingkat keanekaragaman dalam kehidupan, biodeversitas di Indonesia, dan plantae). Tes B (tes diagnostik yang digunakan untuk mengungkap: porifera, coelenterata, plathyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, arthropoda, echinodermata, dan chordate).  Tes  C  (tes  diagnostik  yang  digunakan  untuk  mengungkap:  ekosistem,  aliran energi,  daur  biogeokimia,  pencemaran  lingkungan  dan  pelestarian  lingkungan,  jenis limbah dan daur ulang limbah). Tes A, tes B, dan tes C diu jicobakan pada 4 SMA, yaitu: SMA Negeri 1 Weru, SMA Negeri 1 Tawangsari, SMA Assalam, dan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Responden tes A dan tes B sejumlah 130 siswa. Responden tes C sejumlah 128 siswa. Analisis statistik dilakukan dengan program iteman versi 3,00 . Hasil penelitian: (1) Tes A terdiri dari 73 butir. (2) tes B terdiri dari 39 butir. (3) tes C terdiri dari 79 butir. Kata Kunci: the two-tier diagnostic tests
PENGAJARAN PENERJEMAHAN DI BIDANG BUDAYA Astuti, Purwani Indri
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGAJARAN PENERJEMAHAN DI BIDANG BUDAYA Purwani Indri Astuti  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoE-mail: fawzie17@gmail.com  Abstrak Bidang penerjemahan muncul sebagai akibat dari kendala komunikasi yang disebabkan karena beda bahasa. Berbicara tentang bahasa berarti juga menyinggung tentang budaya, karena bahasa merupakan bagian dari budaya. Oleh karena itu, penerjemahan juga bisa dianggap sebagai komunikasi lintas budaya. Pengajaran penerjemahan di bidang budaya perlu mendapat perhatian yang serius mengingat kebudayaan tidak selalu bisa diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran dengan baik. Ada beberapa konsep dan teori penerjemahan yang harus diajarkan kepada mahasiswa, diantaranya tentang proses penerjemahan dan strategi penerjemahan, sehingga mahasiswa mendapatkan bekal yang memadai untuk dapat mengatasi permasalahan yang timbul ketika terjun di bidang penerjemahan yang sesungguhnya. Menyangkut strategi penerjemahan budaya yang sulit untuk dicari padanannya dalam bahasa sasaran, ada beberapa cara yang dapat dilakukan penerjemah untuk mengantisipasinya, diantaranya dengan cara paraphrase. Selain itu, ada juga beberapa metode pengajaran terkait dengan pengajaran penerjemahan di bidang budaya yang harus dilakukan oleh dosen. Pengajaran penerjemahan harus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk banyak berlatih secara terpimpin dengan dosen.  Kata kunci: pengajaran, penerjemahan, budaya
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI SECARA KOMPREHENSIF Egar, Ngasbun
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI SECARA KOMPREHENSIF Ngasbun Egar IKIP PGRI Semarangegar_ngasbun@ikippgrismg.ac.id  Abstrak Upaya mempersiapkan guru agar memiliki berbagai wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan  rasa percaya diri yang tinggi untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengemban tugas profesi, merupakan langkah strategis membangun mutu pendidikan. Upaya tersebut perlu dilakukan secara sistematis dan tepat, di samping harus juga berpangkal pada kondisi nyata secara faktual. Artinya,  pengembangan atau peningkatan kemampuan profesional guru harus bertolak pada kebutuhan atau permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru sesungguhnya. Sejalan dengan kemajuan peradaban manusia, maka dunia pendidikan juga semakin kompleks, yang pada gilirannya membawa tuntutan yang semakin tinggi juga kepada guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan pengembangan penguasaan kompetensi. Guru dituntut lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran siswa. Guru dituntut terus menerus mengembangkan kompetensinya untuk mengembangkan profesionalisme, di samping terus berusaha menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak sesuai dengan amanat profesinya. Sehingga diyakini, guru dengan kompetensi dan profesionalisme tinggi mampu memberikan pelayanan prima bagi para siswanya. Kata Kunci: profesionalisme guru, kompetensi guru, komprehensif
GURU BERSERTIFIKASI DAN KEPERCAYAAN ORANG TUA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER Suyahman, Suyahman
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GURU BERSERTIFIKASI DAN KEPERCAYAAN ORANG TUA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER Suyahman Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan KewarganegaraanFKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoE-mail: sym_62@yahoo.com  Abstrak Persoalan pendidikan mengalami suatu dinamika pasang dan surut sesuai dengan kompleksitas yang dihadapi. Salah satu masalah dalam dunia pendidikan adalah masalah mutu pendidikan. Masalah mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh salah satu faktor saja akan tetapi ditentukan oleh banyak faktor yang saling berkaitan.  Salah satu faktor yang menjadi sentral pada  permasalahan pendidikan adalah masalah guru. Guru menjadi faktor penentu dalam mewujudkan mutu pendidikan yakni pencapaian prestasi belajar siswa. Hal ini disadari karena gurulah yang secaa langsung dan intensif melakukan interaksi edukatif dengan para siswa. Sehingga dampaknya adalah pencapaian prestasi belajar siswa bertumpu pada guru. Dalam ranggka meningkatkan mutu guru maka pemerintah telah melakukan tindakan dengan melaksanakan sertifikasi guru yan secara serentak dimulai pada tahun 2006. Dengan adanya kebijakan tersebut maka guru dibedakan menjadi 2 yaitu guru yang bersertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi. Guru yang besertifikasi tentu telah memenuhi persyaatan yang telah ditentukan oleh pemerintah, sehingga mendapatkan predikat sebagai guru yang professional. Pandangan masyarakat terhadap guru yang bersetifikasi dalam aspek-aspek Memiliki Kemampuan mengajar, Mampu memberikan motivasi berprestasi siswa dan Menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik cukup beragam dalam upaya pencapaian prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepercayaan terhadap guru yang berprestasi dalam rangka pencpaian prestasi belajar siswa kurang maksimal, sehinggga orang tua banyak melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut : mengikutkan anaknya mengikuti bimbingan belajar, mengikutkan les provat, mengikutkan les dan tambahan belajar di sekolah Serta mengijinkan anaknya untuk belajar kelompok. Dalam hal Pendidikan karakter anaknya sangat dirasakan kurangnya kepedulian orang tua, hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kecerdasan kognitif dalam bentuk pencapaian prestasi belajar seoptimal mungkin tanpa diimbangi dengan pendidikan karakter anaknya. Bagi orang tua pendidikan karakter lebih diserahkan pada : tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh aama, dan tokoh pemuda. Hal demikian harus diluruskan karena tanggungg jawab pendidikan karakter yang memuat 18 nilai karakter  adalah menjadi tanggungg jawab besama antara Orang tua, masyarakat  dan pemerintah sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Karena itu agar dapat diwujudkan prestasi belajar dan sekalius pendidikan karakter yang memadai maka orang tua perlu diberikan penyuluhan, bimbingan, dan pembinaan oleh pihak-pihak yang berwenang, sehingga dapat diwujudkan anak yang berpestasi sekaligus berkarakter. Anak yang demikian menjadi harapan masyarakat, bangsa dan negara karena dapat memberikan kontibusi dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan nasional Indonesia. Kata Kunci : guru bersertifikasi, kepercayaan orang tua, pendidikan karakter.
PROFESIONALISME GURU SEBAGAI SEBUAH KEBUTUHAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Sudibyo, Lies
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROFESIONALISME GURU SEBAGAI SEBUAH KEBUTUHAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Lies Sudibyo FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593156 Fax. (0271) 591065e-mail: lies.sudibyo@yahoo.com  Abstrak  Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber daya mamusia yang terlibat dalam dunia pendidikan yakni guru. Berkualitas tidaknya proses pendidikan sangat tergantung pada kreativitas dan inovasi yang dilakukan guru. Guru merupakan perencana, pelaksana sekaligus sebagai evaluator pembelajaran di kelas. Untuk itu guru dituntut memiliki profesionalisme dalam penguasaan materi pelajaran, penguasaan professional keguruan dan pendidikan, penguasaan cara-cara menyesuaikan diri dan berkepribadian untuk melaksanakan tugasnya. Profesionalisme guru dapat dicapai jika guru ahli dalam melaksanakan tugas, dan selalu mengembangkan diri, di samping itu juga perlu mempertimbangkan aspek komitmen dan tanggung jawab, serta kemandirian. Pengembangan profesi guru dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu; pengembangan intensif, pengembangan kooperatif. Teknik pengembangannya antara lain melalui pelatihan, penataran, kursus, loka karya, serta peer supervision dan collaborative supervision (misal: KKG, MGMP/MGBK). Dalam perspektif global, profesionalisme guru dapat mengacu pada NEA (National Education Asosciation). Karena begitu pentingnya peranan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka guru hendaknya selalu mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan dan meningkatkan kompetensinya, karena out put pendidikan tidak hanya mencapai IQ, tetapi juga EQ dan SQ. dalam kaitan ini kebijakan pemerintah sangat berpengaruh antara lain melalui peningkatan kesejahteraan guru melalui setifikasi guru. Kata kunci : profesionalisme guru, perspektif global
PENDIDIKAN ANAK BERBASIS QUANTUM LEARNING: KRISTALISASI PROFESIONALISME GURU DAN PERAN ORANG TUA DALAM PRESPEKTIF GLOBAL Fakhruddin, Asef Umar; Istikhlaili, Fifti
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN ANAK BERBASIS QUANTUM LEARNING:KRISTALISASI PROFESIONALISME GURU DAN PERAN ORANG TUA DALAM PRESPEKTIF GLOBAL Asef Umar Fakhruddin* dan Fifti Istikhlaili* *Dosen Jurusan PG-PAUD FIP IKIP Veteran Semarang

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2012 2012