cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 4 (2015)" : 7 Documents clear
Responsivitas Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Dalam Perspektif New Public Service Apdita Suci Nurani; Soesilo Zauhar; Choirul Saleh
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.399 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.1

Abstract

Responsivitas adalah bentuk kepekaan dan kemampuan dari pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan. Termasuk dalam pemberian pelayan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Bentuk pelayanan tersebut adalah penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kepekaan dan kemampuan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif dalam persepektif new public service, dengan pendekatan kualitatif dan analisis Straus dan Corbin. Kepekaan pemerintah dilihat melalui lima prinsip, yaitu akses, pilihan, informasi, perbaikan dan keterwakilan. Kepekaan perlu dihubungkan dengan perspektif new public service, agar menghasilkan pelayanan yang maksimal. Sedangkan kemampuan dilihat melalui keberhasilan pemerintah dalam membuat regulasi mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif. Responsivitas pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif  telah dibuktikan dengan adanya pearaturan daerah tentang perlindungan anak dan keputusan kepala dinas tentang penetapan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
Fenomena Kemiskinan Dari Perspektif Kepala Rumah Tangga Perempuan Miskin (Studi Fenomenologi Tentang Makna dan Penyebab, Serta Strategi Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) Nur Rois Ahmad; Sanggar Kanto; Edi Susilo
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.979 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.2

Abstract

Definisi dan konsep kemiskinan memiliki banyak versi dan pandangan, karena tidak merujuk pada suatu kondisi yang baku dan tetap. Pengertian yang berbeda tersebut diperoleh dari perbedaan dasar pemikiran dan pandangan masing-masing orang, serta berkembang sesuai perubahan sosial. Kemiskinan perlu dikaji melalui berbagai aspek dan perspektif, selain dari para praktisi dan pengambil kebijakan (top-down perspectives), kemiskinan perlu dikaji pula secara subjektif oleh mereka yang langsung mengalami kemiskinan (bottom-up perspectives) karena hanya mereka yang tahu pasti tentang sebenarnya kemiskinan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kemiskinan dari perspektif Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) miskin, yaitu untuk mengetahui: makna dan penyebab, serta strategi feminisasi kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informasi dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta observasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data fenomenologi Van Kaam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna, penyebab, serta startegi kemiskinan dimaknai dengan bervariasi oleh KRTP miskin sesuai keadaan yang dialami. Kemiskinan dimaknai sebagai “keadaan yang berbeda dari yang lain/ keadaan tidak semestinya”. selain itu, secara simbolik kemiskinan juga dimaknai sebagai “ketidak-pemilikan aset berupa sawah”. Kedua makna tersebut merupakan persepsi yang muncul dari pengalaman hidup dan hasil interaksi sosial yang selama ini dilakukan. Faktor penyebab kemiskinan yang dialami KRTP miskin sangat komplek, meliputi faktor ekonomi, sosial/kultural, struktural, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, namun penyebab utama berdasarkan persepsi mereka yaitu berkaitan dengan takdir. Strategi feminisasi kemiskinan yang dilakukan oleh KRTP miskin hanya pada lingkup bertahan dengan kondisi kemiskinan yang dialami.
Studi Konstruksi Makna Hubungan Antarumat Beragama Dengan Pendekatan Model (Coordinated Management of Meaning-CMM) Nurma Yuwita; Darsono Wisadirana; Suryadi Suryadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.295 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.7

Abstract

Penelitian ini berangkat dari studi Coordinated Management of Meaning (CMM) dalam mengkonstruksi makna hubungan antarumat beragama perspektif Kiai Sholeh. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan teori Coordinated Management of Meaning (CMM) dalam konteks hubungan antarumat beragama. Makna hubungan antarumat beragama perspektif Kiai Sholeh adalah Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda agar mereka bisa saling belajar, bergaul, dan membantu antara satu dan lainnya dan mengakui perbedaan-perbedaan itu sebagai sebuah realitas. Kiai Sholeh mewujudkan konsep hubungan antarumat beragama dengan formasi dialog. Interpretasi dari dialog adalah interaksi Kiai Sholeh dengan non muslim seperti doa bersama, silaturrahmi keagamaan, pentas seni, live in, kerja sama bidang pendidikan, peleburan budaya antarumat beragama, dan aksi sosial pemuda bangsa. Hubungan yang sudah dijalankan oleh Kiai Sholeh dengan non muslim sebatas hubungan dhohir dan duniawi bukan hubungan ukhrowi. Kiai Sholeh menerapkan konsep hubungan antarumat beragama dipengaruhi oleh ayahnya sendiri Kiai Bahruddin dan gurunya Kiai Munawir serta pemahaman Kiai Sholeh terhadap piagam madinah. Pola budaya yang telah diterapkan oleh Kiai Sholeh dalam hubungan antarumat beragama adalah konsep tasawuf dan thoriqoh.
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Analisis Beban Kerja di Lingkungan Perguruan Tinggi (Studi pada Program Pascasarjana Universitas Brawijaya ) Agustina Salama; Andy Fefta Wijaya; Hermawan Hermawan
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.685 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.6

Abstract

Merencanakan kebutuhan tenaga kependidikan dalam hal ini bukan hanya yang berkaitan dengan kuantitas, akan tetapi juga kualitas dari sumber daya manusia yang dibutuhkan. Sehingga dalam hal ini seharusnya analisis beban kerja memainkan peranan yang penting sebab pengadaan tenaga kependidikan yang tidak didasari oleh analisis yang tepat, akan selalu menimbulkan masalah misalnya pendistribusian tenaga kependidikan yang saat ini masih belum mengacu pada kebutuhan tiap unit kerja yang sebenarnya dalam artian belum didasarkan pada beban kerja  yang  ada. Sehingga dalam  perencanaan kebutuhan tenaga kependidikan di lingkungan  unit kerja yang ada di Universitas Brawijaya khususnya pada Program Pascasarjana makaperlu dianalisis beban kerja setiap tenaga kependidikan dan juga menganalisis kebutuhan tenaga kependidikan pada unit layanan yang ada di program pascasarjana.Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan berdasarkan Observasi atau pengamatan langsung  yang dilakukan dalam mengumpulkan data dimana langsung mengamati aktivitas kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga kependidikan di tiap bagian misalnya mengamati berapa waktu yang dibutuhkan oleh tenaga kependidikan dalam mengerjakan suatu pekerjaan selain itu juga dengan wawancara yang dilakukan dalam hal ini adalah menanyakan langung kepada narasumber ataui nforman yang melaksanakan jabatan tersebut selanjutnya dilakukan dokumentasi dalam hal ini dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data-data yang berasal dari catatan-catatan, dokumen-dokumen yang dianggap berkaitan dengan masalah yang di telitibaik berupa daftar tupoksi tiap jabatan ataupun data kepegawaian tiap tenaga kependidikan yang berada di Program Pascasarjana.Dengan adanya hasil perhitungan analisis beban kerja pada Program Pascasarjana maka dapat diketahui jabatan-jabatan mana saja yang mengalami kelebihan beban kerja dan kekurangan beba nkerjanya.
Penguatan Kelembagaan Pengelola Dana Bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Lianto Lianto; Sanggar Kanto; Siti Kholifah
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.3

Abstract

Penguatan kelembagaan merupakan salah satu pilar keberlanjutan program PNPM Mandiri Perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan aspek hukum, penguatan kelembagaan, dan kemandirian lembaga pengelola dana bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Balongpanggang. Teknik penentuan informan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini adalah purposive sampling yaitu informan yang dianggap memahami kegiatan dana bergulir UPK Kecamatan Balongpanggang. Penguatan aspek hukum dilakukan dengan melengkapi legalitas pendirian BKAD sebagai payung hukum kegiatan dana bergulir. Penguatan kelembagaan dilakukan dengan penyusunan mekanisme pengelolaan dana bergulir, peningkatan kapasitas pengelola kegiatan dan kelompok masyarakat dalam pengelolaan keuangan dan kelembagaan, serta kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengembangan usaha kelompok masyarakat. UPK Kecamatan Balongpanggang merupakan lembaga masyarakat yang mandiri, yaitu tidak tergantung dengan dana BLM dari pemerintah, hal ini dilihat dari hasil analisa eksistensi lembaga pengelola dana bergulir dengan Teori AGIL dan analisa kinerja lembaga yang masuk dalam kategori UPK sehat.
Strategi Pembinaan Sekolah Adiwiyata di Kota Batu Ratna Dwi Utami Juliari; Mohamad Amin; Bagyo Yanuwiyadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.881 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.4

Abstract

Program adiwiyata bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, menanamkan pendidikan dan cinta lingkungan. Kota Batu telah mengikuti program adiwiyata sejak tahun 2008 dan telah mendapatkan penghargaan adiwiyata bagi 15 sekolah dari 147 sekolah yang ada di Kota Batu. Berdasarkan kondisi tersebut, dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1) Bagaimana ketercapaian indikator penilaian adiwiyata dalam pengelolaan sekolah adiwiyata di Kota Batu (2) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat?, (3) Bagaimana merumuskan strategi pembinaan sekolah adiwiyata di Kota Batu? Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan tersebut dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis IFAS-EFAS. Kesimpulan analisis sebagai berikut : (1) aspek partisipatif adalah aspek yang paling lemah pada sekolah adiwiyata nasional, provinsi dan kota. (2) penilaian faktor internal dan eksternal, menunjukkan bahwa sekolah adiwiyata mandiri dan nasional memiliki kekuatan dan peluang yang paling tinggi dibandingkan adiwiyata provinsi dan kota. Posisi adiwiyata mandiri dan nasional pada kuadran I (1,35 ; 0,8), adiwiyata provinsi dan kota pada kuadran II (1,35 ; -0,15) dan (0,2 ; -0,95). (3) strategi prioritas adiwiyata mandiri: strategi keberlanjutan, adiwiyata nasional: strategi pengembangan, adiwiyata provinsi: strategi pertumbuhan dan adiwiyata kota: strategi perencanaan.
Rancangan Model Pemberdayaan Pelaku UKM Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Dengan Berbasis Zakat Produktif (Studi Kasus Implementasi Program Jatim Makmur Dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur di Kelurahan Embong Kaliasin Surabaya) Arief Setiawan; Darsono Wisadirana; Sholih Mu’adi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 4 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.251 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.04.5

Abstract

Berdasarkan penelitian Badan Amil Zakat Nasional dan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2012 potensi Zakat di Indonesia sebesar 217 triliun, khusus untuk Jawa Timur saja sebesar 15 triliun, tentu saja nilai sebesar itu sangat potensial dalam membantu program penanggulangan kemiskinan. Salah satu elemen masyarakat yang bisa diberdayakan dengan dana zakat produktif adalah para pelaku Usaha Kecil Menengah yang seringkali mengalami kesulitan dalam modal usaha. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagai alat analisanya, sedangkan jenis penelitiannya berjenis deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah : 1) Dalam pengumpulan zakat ada tiga cara yang bisa dilakukan, yaitu muzakki/donatur datang setor langsung ke Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur atau transfer ke rekening Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur, diambil petugas juru pungut ke rumah/alamat muzakki, dan yang terakhir yaitu dikumpulkan melalui bendahara gaji atau Unit Pengumpul Zakat di masing-masing instansi kerjanya. 2)  Secara umum implikasi penyaluran zakat produktif dalam bentuk bantuan modal bergulir terhadap peningkatan keadaan ekonomi pelaku Usaha Kecil Menengah di lokasi penelitian cenderung cukup baik, tergantung bagaimana kreatifitas individu yang mengelolanya. 3) Dalam perancangan model pemberdayaan pelaku Usaha Kecil Menengah berbasis zakat produktif diperlukan sinergitas yang kontinyu antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue