cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 489 Documents
MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN ANTONY - WIJAYA; Siti - Rochmah; Ismani, HP - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.234 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding), Kode Analisis (Axial Coding) dan Pemilihan Kode (Selective Coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1) masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau) yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2) pelanggaran jalur penangkapan; (3) perbedaan teknologi penangkapan; (4) kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5) belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1) Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut), jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2) Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3) Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4) Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1) Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2) Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3) Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4) Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DESA Arsiyah - -; Heru - Ribawanto; Sumartono - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.696 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, mendeskripsikan proses pelaksanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat, mendeskripsikan peran stakeholder dan menganalisa kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo dapat terlaksana dengan baik. Dengan demikian, kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat industri krupuk ikan.   Kata kunci: ekonomi desa, pemberdayaan
UPAYA PONDOK PESANTREN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN M. Bashori - Muchsin; Yuli Andi Gani; M. Irfan - Islamy
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.497 KB)

Abstract

ABSTRACT   Empowerment of societies living near the Sumberingin forest by the Sanan Gondang pesantren is to enhance quality of the santris. The quality improvement involving the psychological and physical aspects. The former encountered the five forms of moral persistence as follows : (1) ikhlas is the sincere sacrifice for the success of a task;   (2) I’tidal is the very straightforward and honest attitude;  (3) alwasatoh is the  balanced attitude in making decisions;  (4) istiqomah is the stability in conducting continous and tiresome tasks with high persistence, patience and endurance; (5) tawakkal, is the awareness of one’s limited capability by introspection. In physical terms, sent santris to the Ketu Forest Farming Training Centre in Surakarta, will enhance skills of santris and farmers in farming arrow root under the teakwood and Kosambi trees. These agrotechnological skills were passed on farmers involved in the Wanatani Project at the Sumberingin village. Results show that the Sanan Gondang pondok pesantren enhanced quality of santris and farmers in empowering any societies residing around forest-area in the Sumberingin village, Sanan Kulon district, Blitar. Quality improvement of santris involved (1) the awareness that the Wanatani Project is a service of loyalty, (2) the organizational and leadership skills, and (3) farming techniques of planting arrow root under teakwood and Kosambi trees. The enhancement of the quality of farmers involved (1) the socialization of planting arrow root under the teakwood and Kosambi trees involving the Village Head and the RW-RT, (2) the extension and practice of arrow root planting under teakwood and Kosambi trees as an intercropping system, (3) encouraging and motivating the farmers to work hard to succeed the arrow root planting under teakwood and Kosambi trees, and (4) continuous reciting (wirid) of the kursy verses and sholawat readings.   Keywords: pondok pesantren, forest areas, empowerment
PENGARUH IKATAN HUBUNGAN, CITRA PERUSAHAAN, NILAI PELANGGAN, KUALITAS DAN KEPUASAN NASABAH TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK PEMERINTAH DI JAWA TENGAH Farida, Naili Farida -
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The study discusses about the integration of relational bonding, relational quality, customer satisfaction, and customer loyalty at the state-owned bank in Central Java. The locations of research include Semarang City, Surakarta City, and Cilacap City. Research method uses multi stage sampling. The sample of research counts to 278 customers of Regular Saving from Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, and Bank Pembangunan Jateng. The hypothesis test in this research employs descriptive analysis and Structural Equation Modeling (SEM). The descriptive analysis has loading factor and 5 % significance rate. The objective of research will be to understand and to analyze the relational bonding between the Bank customers through corporate image, customer value, and relational quality as well as customer satisfaction on customer loyalty. The state-owned banks in Central Java already use this model. Result of research in relative with the result of SEM analysis indicates that the relevancy of relational bonding, corporate image, customer value, and customer satisfaction has significant effect on customer loyalty. Therefore, this model should be developed by the state-owned banks to increase the customer loyalty. Keywords: Relational bonding, Corporate image, Customer value, Relational quality, Service quality, Customer loyalty
PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH JASA LAYANAN OPERATOR MOBILE PHONE YANG BERBASIS CDMA DAN GSM (Studi pada Pelajar dan Mahasiswa Kelompok N-Gens di Kota Malang dari Perpektif Stratejik) Demitri Marvin Kadhaffi; Solimun - -; Armanu - Thoyib
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.298 KB)

Abstract

ABSTRAKS Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih suatu jasa layanan operator mobile phone (baik CDMA maupun GSM), (2) menganalsis variabel dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih jasa layanan operator Jenis penelitian ini adalah applied research dengan metode penelitian studi kausal. Penelitian ini ditujukan pada segmen pelajar dan mahasiswa di Kota Malang yang termasuk kelompok Net Generations (yang lahir antara tahun 1977-1997) dengan batas minimal umur untuk responden adalah 17 tahun.  Kerangka Sampel untuk penelitian ini adalah pengguna kartu CDMA dan GSM sebanyak 175 responden. Tehnik Sampling yang digunakan adalah desain sampel non probability dengan metode purposive sample yang kedua yaitu quota sampling. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa faktor dan analisa diskriminan Hasil analisa faktor terhadap 34 variabel diperoleh  7 faktor baru, yang diberi label sebagai berikut : (1) faktor citra produk (2) faktor pelayanan, (3) faktor pengaruh lingkungan, (4) faktor promosi,(5) faktor individual, (6) faktor harga, dan (7) faktor proses. Dari analisa diskriminan diperoleh hasil yang bertentangan dengan hipotesis yaitu ternyata variabel harga bukan merupakan variabel yang dominan dalam membedakan perilaku pelanggan operator CDMA dengan GSM. Mereka lebih sensitif terhadap proses produk. Hal ini mengarahkan pelanggan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok smart. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa untuk membangun keunggulan bersaing operator harus meraih keunggulan posisional melalui diferensiasi “content” jasa yang dihasilkan yaitu berupa proses, sebagai hasil dari aplikasi  positioning produk.   Kata kunci: perilaku konsumen, jasa layanan, mobile phone       ABSTRACT An objective of this research is to (1) identify factors that customer consider in choosing mobile phone operator service (whether CDMA and GSM), (2) identify dominant variable that influences consumer behavior. Kind of this research is applied research with a research method of causal study. This research is intended to student and university student segments in Malang City, which these are included into Net Generation group (born between 1977-1997) with age minimal limitation for respondent of 17 years. Sample framework for this research is user of CDMA and GSM cards of 175 respondents. Moreover, for its sample technique used is non-probability sampling with purposive sample method, and the second is quota sampling. Extraction result of 34 variables is 7 new factors, which it is labeled as follow: (1) product image factor, (2) service factor, (3) environment influence factor, (4) promotion factor, (5) individual factor, (6) price factor, and (7) process factor. From discriminant analysis, the contrary result with the hypothesis is found, that is price variable, rather than dominant variable  in differentiating consumer behavior of CDMA operator to GSM operator. They are more sensitive to product process. Product image to persue  subscriber for student of SMU and university as subscriber “Smart” group. Research result conclude are to build competitive advantage, the operator must be to get positional advantage as differentiation “content” service which result are process, as result from product positioning aplication.   Keyword : costumer behaviour, service, mobile phone
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA Amri - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 3 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.179 KB)

Abstract

Adanya penyerahan urusan dan kewenangan, khususnya urusan Kepegawaian ke daerah sehingga terjadi penambahan atau pengalihan aparatur ke tubuh pemerintah daerah akan membawa akibat terhadap pengembangan aparatur mulai dari masuknya sampai dengan pensiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Rumusan masalahnya adalah : (1) bagaimana metode pengembangan sumber daya aparatur dalam meningkatkan kinerja, (2) bagaimana kinerja aparatur pemerintah daerah. Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan, menganalisa, aspek-aspek yang berhubungan dengan metode pengembangan sumber daya aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa dan kinerja aparatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah   memerlukan aparatur yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan serta sikap prilaku. Pengembangan sumber daya aparatur harus dilakukan dengan mekanisme atau tahap-tahap agar tujuan aparatur dan organisasi secara keseluruhan dapat tercapai. Pengembangan sumber daya aparatur merupakan suatu instrumen penting dalam meningkatkan kinerja aparatur.  Pelaksanaan pengembangan sumber daya aparatur di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa dalam rangka meningkatkan kinerja aparatur menggunakan metode On The Job dan metode Off The Job. Penilaia kinerja aparatur dapat dilihat dari aspek kuantitas kerja, kualitas kerja, ketepatan waktu dan pengetahuan tentang pekerjaan, serta obyektif. Beberapa saran adalah: (1) program pengembangan telah menampakkan hasil yang menggembirakan namun tetap ditingkatkan secara terus menerus,  (2) agar dalam merekrut aparatur lebih menitik beratkan pada sisi motivasi dan mental, (3) penilaian kinerja aparatur harus didasarkan pada obyektivitas, (4) agar pengelola kepegawaian lebih jeli dan cermat dalam menelaah, menafsirkan dan menerapkan PP. No. 99 Tahun 2000, (5) agar pengembangan, pendidikan dan pelatihan tidak terlihat mubazir, terkesan menghabiskan anggaran  harus tetap mengacu kepada analisis kebutuhan.   Kata kunci:  aparatur, kinerja
ANALISIS PENGARUH PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Studi Pembelian Rumah Sangat Sederhana Tipe 36 MeAlalui KPR – BTN di Kota Administrasi Jember Sutrisno - Djaja; Agung - Yuniarinto; Agus - Suman
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 13 No. 1 (2010)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.475 KB)

Abstract

ABSTRACT This research aimed (1) at examining whether or not there was significant influence of the variables, such as marketing mix, reference group, demography and socioeconomic on the consumer’s behavior in deciding to purchase a house; and (2) at examining which variables have more dominant influence on the consumer’s decision making. The population of this research consisted of houses type 36 purchasers through the BTN Bank Credit in Jember. The sampling technique used was the purposive proportional area random sampling, whereas the data collecting methods used were questionnaire, interview and documentation. Marketing mix as an independent variable covered: product (X1), price (X2), place (X3), promotion (X4), personal traits (X5), physical evidence (X6) and process (X7). Reference group covered: family (X8), colleagues (X9) and neighbors (X10). Demography and Socio-economic was covered by Family Income (X11). The dependent variable (Y) was the decision making to purchase houses. The data analyses used were firstly, the descriptive analysis to describe the fieldwork data by interpreting the data through tabulation, and secondly, the multiple Linear Regression Statistics to analyze the influence of the independent variables (X1 – X11) both in group and individually on the decision making process to buy the houses. The research results indicated that marketing mix, reference group, and demography and socioeconomic constituted the variables to be considered and believed to influence the consumers’ decision-making process to buy the houses. The result of multiple linear regression analysis demonstrated that in a group marketing mix, reference group, demography and socioeconomic significantly affected the consumer’s behavior in deciding to buy houses. Individually, the dependent variables (X1-X11) significantly affected the dependent variables (Y), and certainly the product variable (X1) and the family income variable (X11) had dominant influence. Other variables served as the supporting variables.   Keywords: consumer behaviour, purchasing house
ANALISIS PENGARUH KREDIBILITAS MEREK TERHADAP SENSITIVITAS HARGA KONSUMEN Anik - Kusmintarti; Djasly - By; M. Syafiie - Idrus
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 13 No. 1 (2010)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.228 KB)

Abstract

ABSTRAKS   Informasi yang tidak sempurna dan tidak simetris mengakibatkan timbulnya ketidakpastian yang dihadapi konsumen tentang atribut dan/ atau manfaat apa yang didapat dari sebuah produk.  Dalam kondisi seperti ini penting bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi terpercaya kepada konsumen, yaitu informasi yang jujur dan perusahaan harus bersedia dan mampu menyampaikan apa yang telah dijanjikan. Merek yang kredibel berpengaruh terhadap  kesan kualitas, resiko yang diterima dan biaya informasi. Kemudian kesan kualitas, resiko yang diterima dan biaya informasi akan mempengaruhi manfaat yang diharapkan.  Dan selanjutnya akan mempengaruhi sensitivitas harga konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa yang berdomisili di kota Malang dan sampelnya adalah wanita berumur 17 sampai sengan 45 tahun yang menggunakan shampo Anti Ketombe dari satu atau lebih merek-merek yang sedang diteliti. Jumlah responden 100 orang dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Uji empiris menggunakan Metode Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas merek berpengaruh terhadap sensitivitas harga konsumen. Selain itu kredibilitas merek berpengaruh secara tak langsung terhadap sensitivitas harga konsumen melalui kesan kualitas dan manfaat yang diharapkan; Kredibilitas merek berpengaruh tak langsung terhadap sensitivitas harga konsumen melalui melalui biaya informasi dan manfaat yang diharapkan. Pengaruh kredibilitas merek terhadap sensitivitas harga konsumen melalui resiko yang dirasakan dan manfaat yang diharapkan tidak signifikan. Temuan ini tidak konsisten dengan temuan dari penelitian yang dilakukan Erdem dan Swait (1998). Hal ini menurut peneliti disebabkan oleh responden dari penelitian yang peneliti lakukan cenderung mudah percaya dengan informasi-informasi yang ada disekelilingnya dan kurang peduli dengan keberadaan merek shampo yang dipakai di waktu yang akan datang. Berbeda dengan mahasiswa non gelar di U.S. University, mereka cenderung lebih hati-hati   Kata kunci: kredibilitas merk, sensitivitas harga ABSTRACT   As products information in the market is not perfect and symmetrical, it causes consumer’s uncertainties about the attributes and/or the benefits of a product. In such a condition, it is important that companies provide credible information to consumers. The information should be sincere and companies should be willing and capable in delivering what has been promised. A credible brand will impact perceived quality, perceived risk and information cost. These perceived quality , perceived risk and information cost will in turn impact consumers’ expected utility. This will subsequently impact consumer’s price sensitivity. The population in this study was adult females who live in Malang and the sample is female adults aged from 17 years old to 45 years old who use one or more of four brands of anti-dandruff shampoo. The number of respondents is 100 people and the sample was taken using non-probability sampling. The sampling collection techniques is quota sampling. The path analysis is applied for empirical testing. The result of this study showed that brand credibility impacts on consumers’ price sensitivity. Brand credibility also had indirect impact on consumers’ price sensitivity through perceived quality and expected utility . Brand credibility has indirect impact on price sensitivity through information cost and expected utility. The impact of brand credibility on consumers’ price sensitivity through perceived risk and expected utility was found to be insignificant. This finding was inconsistent with the finding from the study done by Erdem and Swait (1998). The researcher believe that the difference is caused by the fact that the respondents of present study tend to believe the information around him/her and not care wether the shampoo brand now will exist. This mindset is arguably different from those of diploma students in American university where Erdem and Swait (1998) took their sample The foreign students tend to be more careful in choosing brands.   Keywords: brand credibility, price sensitivity
ANALISIS KOMPONEN REVERSE MEAN PADA HARGA SAHAM MELALUI PERSPEKTIF EKONOMI MAKRO DI BURSA EFEK JAKARTA Aster Indah Widowati; Atim - Djazuli; M. Syafi’ie - Idrus
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 3 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.062 KB)

Abstract

ABSTRACT Reverse mean reversion and predictability of stock return is probably the most well researched topic in the empirical research of financial economics. Numerous empirical studies have been unable to reject the hypothesis that return unpredictable and that stock price follows a random walk or martingale process. The essence of the mean-reversion hypothesis is that the stocks price contains a temporary component. Thus, the market value of stock deviates from the fundamental value but will revert to its mean. The objective of this study is to test the mean reversion hypothesis in Indonesian capital market, by investigate the size and significance of mean reversion component of stock prices at the Jakarta Stock Exchange, for the period of January 1990 through December 2003, and to investigate the size of the forecast error variance decomposition for real stock prices which is caused by permanent innovation and temporary innovation for a horizon of 2, 3, 4, 6, 12 and 24 months. By placing appropriate structural restrictions on a vector auto-regressive system estimated for the period of January 1990 through December 2003, it was found that the temporary component in the stock prices at the Jakarta Stock Exchange has significant size. From this, it can be inferred that the pattern of share price movements at the Jakarta Stock Exchange has a temporary component which will gradually disperse or undergo reverse mean. This evidence supports the mean reversion hypothesis that stock price are not pure random walks and predictability of stock return and reject the random walk hypothesis.   Keywords: stock price, capital market
PENGARUH SUSUNAN TUGAS, KEKUASAAN PEMIMPIN DAN HUBUNGAN PEMIMPIN-ANGGOTA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada PT. Hyang Sri (Persero) di Kabupaten Nganjuk) Achmad - Sunarto; Tjahjanulin - Domai; Sumartono - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 3 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.98 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dengan situasi yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan pemimpin jika ketiga dimensi di atas dimiliki seorang pemimpin yang akan meningkatkan kerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Sang Hyang Seri (Persero) di Kabupaten Nganjuk, yang terletak di Desa Tempel Wetan Kec. Loceret Kab. Nganjuk Propinsi Jawa Timur, yang dimulai bulan september sampai dengan nopember 2001. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Sang Hyang Seri (Persero) di Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 53 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Strata Random Sampling dimana semua karyawan dapat mewakili sebagai responden yang diambil secara proporsional sebanyak 34,6% yaitu 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan PT. Sang Hyang Seri (Persero) bahwa pengarahan dari pemimpin dalam penyelesaian tugas sebanyak 54,1% karyawan yang menyatakan jarang ada pengarahan, 40,5% karyawan yang menyatakan tidak pernah ada pengarahan dan 2,7% karyawan menyatakan selalu ada pengarahan. Adapun penggunaan kekuasaan posisi pemimpin untuk memberikan instruksi/perintah, penghargaan, sangsi/hukuman yang dijatuhkan terhadap kesalahan karyawan yang menyatakan selalu sebanyak 37,8% karyawan menyatakan sering, 35,1% karyawan menyatakan jarang, 21,6% karyawan menyatakan jarang diperlukan ada penilaian dan 5,4% karyawan menyatakan tidak pernah ada penilaian. Untuk tingkat hubungan pemimpin-anggota mengenai kepercayaan pemimpin-anggota terhadap pemimpin, dukungan pemimpin, kerjasama, suasana kerja adalah sebanyak 40,5% karyawan menyatakan sering, 29,7% karyawan menyatakan jarang, 24% karyawan menyatakan tidak pernah percaya dan 5,4% karyawan menyatakan jarang percaya terhadap dukungan sebanyak 43,2% karyawan menyatakan selalu mendukung, 35,1% karyawan menyatakan sering, 13,5% karyawan menyatakan jarang dan 2,7% karyawan menyatakan tidak pernah kerjasama. Adapun untuk peningkatan kinerja karyawan dari hasil penelitian terhadap akmasi dan marjin kesalahan dalam penyelesaian pekerjaan sebanyak 51,4% karyawan menyatakan sering, 32,4% karyawan menyatakan selalu dan 16,2% karyawan menyatakan jarang berimbang dengan kekurangan, mengenai ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan sebanyak 62,2% karyawan menyatakan sering tepat waktu, 21,6% karyawan menyatakan selalu dan 16,2% karyawan menyatakan jarang tepat waktu. Dari hasil penelitian di PT. Sang Hyang Seri (Persero) di Kabupaten Nganjuk, menunjukkan bahwa susuan tugas, kekuasaan posisi pemimpin dan tingkat hubungan pemimpin-anggota secara bersama-sama terhadap tingkat kinerja karyawan adalah sebesar 62,6% sedang sisanya 32,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti misalnya : pelatihan, budaya kerja, iklim kerja, stres dan lainnya. Variabel kekuasaan posisi pemimpin mempunyai pengaruh yang dominan terhadap tingkat kinerja karyawan dibanding variabel tingkat susunan tugas dan variabel tingkat hubungan pemimpin-anggota.   Kata kunci: kekuasaan pemimpin, kinerja karyawan   ABSTRACT This research conducted to know the influence of leadership style with comfortable or uncomfortable situation if the three dimensions above owned by leader that will advance employee capacity. This research conducted at PT. Sang Hyang Seri (Persero) in Nganjuk Regency, it is located at Tempel Wetan Village, Loceret District, Nganjuk Regency of East Java, had began since September until November 2001. The population here is all employee of  PT. Sang Hyang Seri (Persero) at Nganjuk Regency, the amount of employee are 53 employees. Sample taking here used Strata Random Sampling where all employees can represent as respondent that is taken 34.6% proportionally it is 37 employees. The results showed that PT. Sang Hyang Seri  (Persero) employee, that briefing from their leader in completing their task, 54.1% declare there were seldom briefing, 40,5% no briefing and 2,7% say there were always briefing. Power usage of the leader to instruct, give reward or punishment to the employee’s mistake, 37,8% employees say often, 35,1 say seldom, 21,6 employee say there is seldom appraisal and 5,4% no appraisal.  For leader – members relationship about the trust of employee to their leader, leader supports, cooperation, working condition, 40,5 employees say often, 29,7 say seldom, 24% say never trust and 5,4% say seldom trust to the support, 43,3% say always support, 35,1 say often, 13,5% say seldom and 2,7% say never cooperate. Improvement of employee performance from research of acmation and margin in completing task, 51,4% employees say always, 32,4% say often and16, 2% seldom and balance with the weakness, about on time of completing the task, 62,2% employee say often on time, 21,6% say always and 16,2% said seldom.  From the results showed that task arrangement, leader power and level of leader-member simultaneously to the employee performance are 62,2% average while the remains 32,4% influenced by another variables that is not include in research, namely: training, wok culture, work climate, stress and others. Leader power variable has more dominant influence to employee performance than task arrangement and leader-members relationship variable.   Keywords:  leader, power, employee, performance

Page 4 of 49 | Total Record : 489


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue