cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
Kontrol Pemuda Terhadap Tata Kelola Migas Dan Implikasinya Pada Ketahanan Wilayah Di Kawasan Migas Blok Cepu Kabupaten Bojonegoro Danang Wahyuhono; Suryo Purwono; Dyah Mutiarin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.38265

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyzed form and capabilities of youth control, as well as to assessed their implications for regional resilience. Regional resilience was analyzed through the aspect of environmental, economic, social and security resilience, in which they were directly related to the oil and gas project activities in Cepu Block, namely Banyuurip area, Jambaran Tiung Biru area, and Pipe Line area. This study used qualitative methods, as it seeked to revealed the complex and deep social reality in the Cepu Block area. Using theory of access from Ribbot and Peluso (2003) which emphasized the ability of youth in controlling the flow of benefits and the impact of a resource. Control was defined as the ability to organized and directed relational actions. The flow of benefits and impacts were controlled in the form of employment benefits and Corporate Social Responsibility (CSR) programs, as well as environmental impacts. Youth had bundle of power to strengthened their control in the form of identity and social relations. This study revealed the diverse realities associated with youth control capabilities, and their implications for regional resilience. The most significant implications were environmental resilience, while economic, social, and security resilience were still vulnerable.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji bentuk dan kemampuan kontrol pemuda, serta implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah dikaji dalam gatra ketahanan lingkungan, ekonomi, sosial, dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena berupaya mengungkap realitas sosial yang kompleks dan mendalam di kawasan Blok Cepu. Kontrol pemuda dianalisis menggunakan teori akses dari Ribbot dan Peluso (2003) yang menekankan kemampuan pemuda dalam mengontrol aliran manfaat dan dampak dari suatu sumber daya.Kontrol didefinisikan sebagai kemampuan mengatur dan mengarahkan tindakan relasional. Aliran manfaat dan dampak yang dikontrol berupa manfaat pekerjaan dan program CSR, serta dampak lingkungan. Pemuda menggunakan ikatan kekuatan (bundle of power) untuk memperkuat kontrolnya, terutama berupa identitas dan relasi sosial. Penelitian ini mengungkap realitas yang beragam terkait kemampuan kontrol pemuda, dan implikasinya padaketahanan wilayah. Implikasi yang paling signifikan terdapat pada ketahanan lingkungan, sedangkan ketahanan ekonomi, sosial, dan keamanan masih bersifat rentan.   
Tipologi Pola Konsumsi Pangan Untuk Menjaga Ketahanan Pangan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Lindung Mutis Timau KPH Kabupaten Timor Tengah Selatan Fransiskus Xaverius Dako; Ris Hadi Purwanto; Lies Rahayu Wijayanti Faida; Sumardi Sumardi Sumardi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.39544

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determined the consumption of various types of foodstuffs by the people in and around the Mutis Timau protected forest area, South Central Timor District Forest Management Unit. The method used was a survey method with a qualitative and quantitative approach with a sample of 353 farmer households distributed proportionally to each village which included Nunbena, Noebesi, Leloboko, Tunua, Ajaobaki, Nuapin, Nenas, Kuanoel, and Fatumnasi. The research was conducted through several stages which included the preparation stage, data collection and analysis phase. Methods of data collection in this study were conducted using structured questionnaires, in-depth interviews, field observations, and literature studies. The data obtained was processed by tabulating data and then analyzed qualitatively and quantitatively by a descriptive method. The results showed that consumption of various types of food per family per day varied in each village with an average consumption of rice 0.86 kg, corn 0.83 kg, cassava 0.25 kg, sweet potatoes 0.28 kg, green beans 0.10 kg and tourist nuts 0.09 kg. While the average consumption per capita per day for rice was 0.18 kg, corn was 0.17 kg, cassava was 0.05 kg, sweet potatoes were 0.06 kg, green beans were 0.02 kg and  nuts were 0.01 kg. The number of households that consumed the type of food that was combined every time they cooked includes corn rice (BJ) 12.46%, sweet potato rice (BJU) 60.05%, corn sweet potato rice (BJUK) 24.92%, corn bean rice (BJK) 1.41% and sweet potato (BU) 1.13%. This combination of eating patterns showed that there were efforts made by households in the society to maintained family food resilience, and  widely to maintained society food resilienceABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi berbagai jenis bahan makanan oleh masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan lindung Mutis Timau, Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Timor Tengah Selatan.Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan sampel 353 KK petani yang terdistribusi secara proporsional pada setiap desa yang meliputi Nunbena, Noebesi, Leloboko, Tunua, Ajaobaki, Nuapin, Nenas, Kuanoel dan Fatumnasi. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi tahap persiapan, tahap pengumpulan dan analisis data. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi literatur. Data yang diperoleh diolah dengan melakukan tabulasi data dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berbagai jenis bahan makanan setiap keluarga per hari bervariasi pada setiap desa dengan rata-rata konsumsi beras 0,86 kg, jagung 0,83 kg, ubi kayu 0,25 kg, ubi jalar 0,28 kg, kacang hijau 0,10 kg, dan kacang turis 0,09 kg. Sedangkan konsumsi rata-rata per kapita per hari untuk beras 0,18 kg, jagung 0,17 kg, ubi kayu 0,052 kg, ubi jalar 0,058 kg, kacang hijau 0,02 kg, dan kacang turis 0,01 kg. Jumlah rumah tangga yang mengkonsumsi jenis bahan makanan yang dikombinasikan setiap kali masak meliputi beras jagung (BJ) 12,46%, beras jagung ubi (BJU) 60,05%, beras jagung ubi kacang (BJUK) 24,92%, beras jagung kacang (BJK) 1,41% dan beras ubi (BU) 1,13%. Kombinasi pola makan ini menunjukkan bahwa ada upaya yang dilakukan oleh rumah tangga di masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, dan secara meluas untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat
Ketahanan Nasional Menghadapi Ancaman Lone Wolf Terrorism Di Jawa Barat Tiara Firdaus Jafar; Arfin Sudirman; Affabile Rifawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.41244

Abstract

ABSTRACTWest Java had been considered as the most vulnerable area for the spread of radicalism in Indonesia, its presence brought new threats which were considered more difficult to detected than a network of structured terrorism organizations. This article emphasized the issue of lone wolf terrorism and the history of its development from structured terrorism organizations in West Java.By using 4 typologies proposed by Raffaello Pantucci namely loner, lone wolf, lone wolf pack and lone attacker this article concluded that the occurrence of a network-based terrorism movement or Transnational Organized Crime to Lone Wolf Terrorism in West Java was the same pattern carried out in conflict areas in Iraq and Syria. This was caused by the disconnection of structural-organizational communication between its members and recruiting process was conducted randomly.ABSTRAK Jawa Barat telah dianggap sebagai daerah paling rawan penyebaran paham radikalisme di Indonesia, kehadirannya membawa ancaman baru yang dinilai lebih sulit untuk dideteksi daripada jaringan organisasi terorisme terstruktur. Artikel ini menekankan pada isu lone wolf terrorism dan sejarah perkembangannya dari organisasi terorisme terstruktur di Jawa Barat.Dengan menggunakan 4 tipologi yang dikemukakan oleh Raffaello Pantucci yakni loner, lone wolf, lone wolf pack dan lone attacker artikel ini menyimpulkan bahwasanya terjadinya pergeseran gerakan terorisme berbasis jaringan atau Transnational Organized Crime ke Lone Wolf Terrorism di Jawa Barat merupakan pola yang sama dilakukan di daerah konflik di Irak dan Suriah. Hal tersebut disebabkan oleh diputuskannya komunikasi struktural-organisasional antar anggotanya serta perekrutan dilakukan secara acak.  
Ketahanan Umat Beragama Dalam Mencegah Radikalisme di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Fathur Rahman Muhtar; Salimul Jihad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.41443

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determined the resilience of religious people in preventing the occurrence of radicalism in the city of Mataram. This research used indept interview method, field observation, and documentation, while data analysis usedgrounded theory design, that was expressing the experience of the people involved and knowing the problem being studied. This results of this study indicated that the form of cooperation between religious communities in the city of Mataram ran naturally, without any forms of cooperation based on written rules among religious followers. Collaboration based on human values   and traditional customs among Hindus, Muslims and Christians. Collaboration with each other helping other religious people in various religious activities was a call and obligation that had been taught by their respective religions. There was an awareness that religion in the theological domain recognizes the existence of the One God, although the expression of religious people was different in defining the form of God in their midst. These forms of natural cooperation could prevent the emergence of religious radicalism in the city of Mataram.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan umat beragama dalam mencegah terjadinya radikalisme di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode indept interview, observasi lapangan, dan dokumentasi, sedang analisis data menggunakan desainGrounded Theory, yaitu mengungkapkan pengalaman orang-orang yang terlibat dan mengetahui suatu masalah yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  bahwa bentuk kerjasama antar umat beragama di Kota Mataram berjalan secara natural, tanpa adanya bentuk-bentuk kerjasama yang didasari oleh aturan-aturan tertulis antar pemeluk agama. Kerjasama yang didasari oleh nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat turun temurun antar pemeluk agama Hindu, Islam, dan Kristen. Kerjasama saling membantu umat agama lain dalam berbagai kegiatan keagamaan merupakan panggilan dan kewajiban yang telah diajarkan oleh agama masing-masing. Adanya kesadaran bahwa agama dalam ranah teologis mengakui adanya Tuhan Yang Esa, walaupun ekspresi umat beragama berbeda-beda dalam mendefinisikan wujud Tuhan yang berada ditengah-tengah mereka. Bentuk-bentuk kerjasama yang bersifat natural tersebut dapat mencegah munculnya radikalisme agama di Kota Mataram.
Kinerja Ketahanan Beras Di Indonesia: Komparasi Jawa Dan Luar Jawa Periode 2005-2017 Corryati Wardani; Jamhari Jamhari; Suhatmini Hardyastuti; Ani Suryantini
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.41770

Abstract

ABSTRACT The study analyzed rice resiliencei Indonesia using the rice security index indicator to described the performance of rice resilience by comparing Java and Outside Java condition in the period of 2005-2017. The method used was a descriptive approach, based on secondary data in the form of time series data from the Central Statistics Agency (BPS), Ministry of Agriculture (MOA), and Logistics Affairs Agency (Bulog). The data was in the form of rice production, rice consumption, rice stocks, export and import of rice and other relevant data. The study was conducted by compiling a food balance sheet and calculating the ratio of the availability of per capita rice to the consumption of per capita rice, considering the expectation of rice self-sufficiency. The results of the analysis showed that either in Java, Outside Java or at the national level, it indicated that rice production increased due to the increase of productivity, national rice consumption growth -0.0013 percent driven by per capita rice consumption growth -1.35 percent despite population growth of 1.47 percent while rice resilience grew 7.68 percent per year. Condition Outside Java had a better performance of rice resilience than Java with an increase in the relative surplus of rice availability which was 44.54 percent higher than Java. Java achieved a lower increase in rice resilience due to the lower growth in the availability of per capita rice and decreased per capita rice consumption compared to Outside Java.Optimizing of rice production Outside Java and management of community consumption patterns through means to diversified staple foods and increased the nutritional quality of consumption need to be done so that rice resilience in the future will increasedABSTRAKPenelitian mengkaji ketahanan beras di Indonesia menggunakan indikator indeks ketahanan beras untukmengambarkan kinerja ketahanan beras denganmembandingkan Jawa dan luar Jawa periode 2005-2017. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, berdasarkan data sekunder berupa data Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Urusan Logistik (Bulog), berupadata produksi padi, konsumsi beras, stok beras, ekspor dan impor beras serta data lain yang relevan. Kajian dilakukan dengan menyusun neraca bahan makanan dan menghitung rasio ketersediaan beras per kapitadengan konsumsi beras per kapita, mempertimbangkan harapan kemandirian beras. Hasil analisis regional Jawa dan luar Jawa maupun nasional menunjukkan produksi padi meningkat karena peningkatan produktivitas. Pertumbuhan konsumsi beras nasional -0,0013 persen didorongpertumbuhan konsumsi beras per kapita-1,35 persen meskipun terjadi pertumbuhan penduduk 1,47 persen, sehingga kinerja ketahanan beras tumbuh 7,68 persen per tahun.Kinerja ketahanan beras luar Jawalebih baik daripada Jawa dengan peningkatan surplus relatif ketersediaan beras lebih tinggi 44,54 persen dibanding Jawa.Peningkatan ketahanan berasJawa lebih rendah karena pertumbuhan ketersediaan beras per kapita dan penurunan konsumsi beras per kapita lebih rendah dibanding luar Jawa.Optimasi produksi beras di luar Jawa danpengelolaan pola konsumsi masyarakat melalui upaya diversifikasi pangan pokok maupun peningkatan kualitas gizi konsumsi perlu dilakukan agar ketahanan beras semakin meningkat.
Internalisasi Bela Negara Dalam Pembinaan Kegiatan Pemuda Purna Paskibraka Kabupaten Bandung Untuk Pembentukan Ketahanan Pribadi Widodo Surya Ningrat; Armaidy Armawi; Djoko Soerjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.41866

Abstract

ABSTRACT In this study, it discussed the development of youth in the Indonesian Alumni Paskibraka organization in planting the values   of national defense and its implications for personal resilience. This research was conducted at the Purna Paskibraka Indonesia (PPI) organization in Bandung Regency. The purpose of this study were  to knew and analyzed the formation of youth in the Full Paskibraka Indonesia in Bandung Regency in the cultivation of values   of national defense during the education and training process, and to knew and analyzed the implications of internalizing the defense of the Bandung Regency in terms of personal resilience the paskibraka and alumni. This research used descriptive qualitative research method, where the subject of the researchwas Purna Paskibraka Indonesia, Bandung Regency and the object of research was PPI youth in activities to maintained the values   of state defense and its implications for personal resilience. Methods of data collection used the structured interviews, observation, literature studies, documentation studies, and online page search. Data analysis techniques in this study used data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study showed that understanding the concept of state defense was a matter that must be understood and carried out by every citizen according to the guidance of the Act. PPI as a youth organization consisting of selected elements of civil society and special education, must took responsibility for the country’s defense efforts in accordance with the capacity of their organization.Purna Paskibraka Indonesia (PPI) participating in the state defense activities in Bandung Regency was carried out through four models of activities which also produced pillars of commitment. From this participation, it provided an understanding of the values   of the nation and state, which then gave awareness to the obligation to defended the country, and also stated its commitment to defended the country. The youth who became the Alumni Paskibraka Indonesia of Bandung Regency showed a strong sense of belonging to the nation and state of Indonesia, showing the pride of identity as an Indonesian nation, having good personal character and showing nationalism at a real level. Therefore, the internalization of state defense must be improved, so that personal resilience could be realized and helped to createdthe national resilience in Indonesia.ABSTRAK Pada penelitian ini membahas tentang pembinaan pemuda dalam organisasi Purna Paskibraka Indonesia dalam penanaman nilai-nilai bela negara dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi. Penelitian ini dilakukan pada organisasi Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui dan menganalisis pembinaan pemuda Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Bandung dalam penanaman nilai-nilai bela negara selama mengikuti proses pendidikan dan latihan, danuntuk mengetahui dan menganalisis implikasi internalisasibela negara Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Bandung terhadap ketahanan pribadi para paskibraka dan alumninya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana subjek penelitian adalah Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Bandung dan objek penelitian adalah pemuda PPI dalam kegiatan untuk penanaman nilai-nilai bela negara dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara secara terstruktur, observasi, studi pustaka, studi dokumentasi, dan penelusuran laman online. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep bela negara menjadi suatu hal yang harus dipahami dan dilakukan oleh setiap warga negara sesuai tuntunan Undang-Undang. PPI selaku organisasi kepemudaaan yang terdiri atas unsur masyarakat sipil yang terpilih dan telah menempuh pendidikan secara khusus, harus turut bertanggung jawab atas usaha-usaha pembelaan negara sesuai kapasitas kemampuan organisasinya. Purna Paskibraka Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan bela negara di Kabupaten Bandung  dilakukan melalui empat model kegiatan yang juga menghasilkan pilar-pilar komitmen. Dari partisipasi tersebut memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai berbangsa dan bernegara yang kemudian memberikan kesadaran terhadap kewajiban bela negara, serta menyatakan komitmennya terhadap bela negara. Pemuda yang menjadi Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Bandung menunjukkan adanya rasa memiliki yang kuat terhadap bangsa dan negara Indonesia, menunjukkan adanya kebanggaan akan jatidiri sebagai bangsa Indonesia, memiliki karakter pribadi yang baik dan menunjukkan nasionalisme dalam tataran nyata. Oleh karena itu internalisasi bela negara harus terus ditingkatkan, sehingga ketahanan pribadidapat terwujud dan membantu terciptanya ketahanan nasional di Indonesia. 
Strategi Produksi “Bom P 100 Live” Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri Guna Mendukung Ketahanan Alat Utama Sistem Senjata (Studi Di PT. Dahana (Persero) Subang, Provinsi Jawa Barat) Deden Ependi; Agus Prasetya; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.42697

Abstract

 ABSTRACTIndependence in the Field of Major Weapons Systems, especially technology in the defense industry, the government through PT. Dahana in collaboration with PT. Sari Bahari Malang, had developed and produced P 100 Live Bombs. The P 100 Live bomb was a type of high explosive fragmented bomb but was not included in the smart bomb group. The presence of the P 100 Live Bomb was expected to strengthened the Sukhoi Air Force Combat Aircraft storefront for meeting domestic needs to supported the durability of the Weapon System Main Tool. At present the bomb had been mass produced but in its production there were still a number of obstacles this research needs. This study aimed to determined the role of PT. Dahana, knew the inhibiting and supporting factors and formulated strategies in the production of Live P 100 Bombs. The study was conducted using descriptive analysis methods that presented data and facts. Alternative strategies were analyzed by SWOT analysis. The results of the study showed that First, the role of PT. Dahana in the production of Live P 100 Bombs as a lead integrator. Second, six prominent aspects were found, namely technology / machine aspects,  regulatory aspects,  capital aspects, HR aspects,  management aspects, and  material aspects. The six aspects, which made the inhibiting factors were material aspects, HR, and capital, while those that made the driving factors were the aspects of technology / machinery, regulation, and management. Third, the SWOT analysis described Quadrant IV, namely the consolidation strategy, “optimizing opportunities and minimizing weaknesses”.ABSTRAKKemandirian dibidang Alat Utama Sistem Senjata khususnya teknologi industri pertahanan, pemerintah melalui PT. Dahana yang bekerjasama dengan PT. Sari Bahari Malang, telah mengembangkan dan memproduksi Bom P 100 Live.Bom P 100 Live adalah jenis bom berfragmentasi daya ledak tinggi tetapibukan termasuk kedalam golonganbom pintar.Hadirnya Bom P 100 Live diharapkan dapat memperkuat etalase senjata Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri guna mendukung ketahanan Alat Utama Sistem Senjata.Saat ini bom tersebut telah di produksi secara massal namun dalam produksinya masih menjumpai sejumlah kendala hal ini diperlukannya penelitian.Penelitian ini bertujuan mengetahui peran PT. Dahana, mengetahui faktor penghambat dan pendukung serta merumuskan strategi dalam produksi Bom P 100 Live. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang memaparkan data dan fakta. Strategi alternatif dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPertama, peran PT. Dahana dalam produksi Bom P 100 Live sebagai lead integrator. Kedua, ditemukan enam aspek yang menonjol yaituaspek teknologi/mesin, aspekregulasi,  aspek modal, aspek SDM, aspek manjemen, dan aspek material. Keenam aspek tersebut, yang menjadikan faktor penghambat yaitu aspek material, SDM, dan modal, sedangkan yang menjadikan faktor pendorong yaitu aspek teknologi/ mesin, regulasi, dan manajemen.Ketiga, analisis SWOT menggambarkan Kuadran IV, yaitu strategi Konsolidasi, “mengoptimalkan peluang dan meminimalkan kelemahan

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue