cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jrk@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan
ISSN : 22525068     EISSN : 24611026     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019" : 10 Documents clear
ARTEFAK ALIASING CITRA MRI HUMERUS MENGGUNAKAN BODY COIL PADA PENGATURAN VARIASI FREQUENCY ENCODING DIRECTION DAN PHASE OVERSAMPLING Rini Indrati; Ahmad Ali Hamdan; Dartini Dartini; Marichatul Jannah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.274 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4439

Abstract

Pemeriksaan MRI humerus menggunakan body coil sering ditemukan artefak aliasing. Terdapat dua cara untuk menghilangkan artefak aliasing yaitu  dengan pengaturan frequensi encoding direction dan phase oversampling. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan artefak aliasing pada gambar MRI humerus dengan menggunakan body coil dalam variasi pengaturan frequensi encoding direction dan phase oversampling serta menentukan pengaturan terbaik frequensi encoding direction dan phase oversampling. Penelitian adalah eksperimental one shot case study. Variasi frequensi encoding direction adalah head to feet dan feet to head sedangkan phase oversampling adalah 0%, 50% dan 100%. Penilaian gambar dari 16 volunteer dilakukan oleh dokter spesialis radiologi meliputi kejelasan artefak aliasing. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dilanjutkan uji Wilcoxon pada tingkat kesalahan 5%. Ada perbedaan artefak aliasing gambar MRI humerus menggunakan body coil dengan variasi pengaturan frequensi encoding direction dan phase over sampling dengan nilai p kurang dari 0,001. Frequensi encoding direction head to feet pada phase oversampling maksimum menghasilkan gambar yang paling baik. Ada perbedaan artefak aliasing gambar MRI humerus menggunakan body coil dengan variasi pengaturan frequensi encoding direction dan phase over sampling. Gambar terbaik diperoleh dengan frequensi encoding direction head to feet dan phase oversampling 100%.
STUDI FENOMENOLOGI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Siti Rofi'ah; Sri Widatiningsih; Arfiana Arfiana
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.873 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3844

Abstract

Mual muntah adalah gejala yang normal dalam kehamilan. Namun, apabila berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk yang disebut hiperemesis gravidarum dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin.  Tujuan penelitian ini adalah menggali berbagai hal tentang kejadian hiperemesis gravidarum yang dialami oleh ibu hamil trimester I. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah lima belas orang terdiri dari ibu hamil, suami ibu hamil, bidan rumah sakit dan bidan desa. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan analisa menggunakan teknik induktif. Penelitian ini mengidentifikasi tujuh tema yaitu 1) Persepsi tentang hiperemesis gravidarum;  2) Faktor - faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum;  3) Kronologi hiperemesis gravidarum; 4) Pengobatan baik farmakologis maupun non farmakologis yang diterima ibu hamil dalam mengatasi hiperemesis gravidarum dari sejak keluhan awal; 5) Bentuk dukungan yang diterima ibu baik dari keluarga maupun tenaga kesehatan pada saat mengalami hiperemesis gravidarum; 6) Harapan ibu terhadap keluarga dan tenaga kesehatan untuk hiperemesis gravidarum; 7) Hambatan dalam mengatasi hiperemesis gravidarum. Harapannya agar bidan lebih aktif dalam memberikan informasi tentang hiperemesis gravidarum beserta cara mengatasinya; bagi ibu hamil supaya mencari informasi tentang hiperemesis gravidarum dari berbagai sumber dan mencari sumber dukungan untuk mengatasi hiperemesis gravidarum.
LOCUS OF CONTROL: PENGENDALIAN DIABETES MELITUS PADA PENDERITA DM TIPE 2 Yusran Haskas; Suryanto Suryanto
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.942 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3892

Abstract

Tingginya prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia mengharuskan adanya upaya pengendalian diabetes melitus yang dilakukan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya pelaksanaan pengendalian diabetes melitus yang dilakukan penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan background factor (personality traits, pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan status ekonomi) terkait locus of control yang dimiliki. Jenis penelitian explanatory research dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebesar 143 responden. Pengujian dilakukan menggunakan uji regresi linear berganda dengan metode backward. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa personality traits berpengaruh signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus (α = 0.06, ρ = 0.004), pendidikan berpengaruh tidak signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus (α = 0.06, ρ = 0.919), pengalaman berpengaruh signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus (α = 0.06, ρ = 0.043), pengetahuan berpengaruh tidak signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus (α = 0.06, ρ = 0.640) dan status ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus (α = 0.06, ρ = 0.119). Berdasarkan background factor yang dilihat, determinan yang berpengaruh signifikan terhadap locus of control penderita diabetes melitus dalam upaya mengendalikan diabetes melitus adalah personality traits dan pengalaman. Locus of control yang lebih dominan adalah internal locus of control.
HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KEPERAWATAN BERBASIS SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Dyah Wiji Puspita Sari; Retno Issroviatiningrum; Rantika Shela Soraya
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.978 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4077

Abstract

Tingkat kepuasan perawat sangat mempengaruhi kinerja perawat dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.  Pelayanan keperawatan berbasis Spiritual menjadi salah satu penyebab dari kepuasan kerja perawat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan keperawatan berbasis  spiritual dengan kepuasan kerja perawat di RSI Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian  ini  merupakan  penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data  dilakukan dengan menggunakan alat ukur kuesioner kepuasan kerja perawat dan lembar observasi. Pengambilan sampel  dilaksanakan dengan menggunakan total sampling sebanyak 99 responden. Metode analisis data menggunakan spearmen rank. Hasil  penelitian  menunjukkan karakteristik perawat pelaksana di ruang rawat inap RSI Sultan Agung Semarang didominasi pada kelompok umur 26-35 tahun yaitu sebanyak 67 responden (67,7%) dengan masa kerja selama 6-10 tahun yaitu sejumlah 43 responden (43,4 %) dan berjenis kelamin perempuan yaitu 75 responden (75,8%) serta tingkat pendidikan terakhir adalah D3 Keperawatan dengan 15 responden (15,2%). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan keperawatan berbasis spiritual dengan kepuasan kerja perawat yang ditandai dengan nilai ρ value 0,000 (ρ value ≤ 0,05) dan koefisien korelasi 0,696 yang menunjukan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi kuat. 
FAMILY CENTERED CARE PADA PERAWATAN ANAK DI RSUD SOE TIMOR TENGAH SELATAN Gito Hardani Tanaem; Mariana Dary; Emi Istiarti
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.97 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3918

Abstract

Family centered care merupakan hal terpenting dalam hospitalisasi anak yang mengharuskan anak untuk tinggal dan dirawat di Rumah Sakit dan harus menjalani perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan konsep family centered care  dari tenaga kesehatan ke keluarga di ruang melati di RSUD SOE, NTT. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Analisa data yang digunakan dimulai dari tahap reduksi data dengan mengumpulkan data yang kemudian diberi kode dan dibuat kata kunci. Kemudian dibuat matrix kejenuhan dari kata kunci sehingga didapatkan data jenuh selanjutnya dikategorikan untuk dianalisa menjadi subtema dan menghasilkan sebuah tema. Hasil yang didapatkan tiga tema yaitu perawat melibatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak hanya secara lisan, bahasa dan inisiatif keluarga menjadi faktor kendala penerapan FCC, penerapan FCC bermanfaat pada kepuasan klien dan efisiensi asuhan keperawatan.
PAJANAN LOGAM BERAT (Pb) PADA SEDIMEN ALIRAN SUNGAI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) M. Choiroel Anwar; Hari Rudijanto I.W; Tri Cahyono
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.698 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4440

Abstract

TPA Kaliori yang merupakan pengganti dari TPA Gunung Tugel di Kabupaten Banyumas, mulai beroperasi pada tahun 2013. Setiap hari menampung sampah yang dihasilkan oleh kota Purwokerto dan diperkirakan sekitar 40 – 50 truk/hari. Terjadinya longsor sampah ke tempat penampungan lindi menyebabkan lindi tidak terwadahi dan menyebabkan terjadinya pencemaran badan air serta sumur penduduk yang menjadikankan masyarakat sekitar berdemo untuk menutup TPA . Tujuan penelitian untuk mengetahui pajanan logam berat pada sedimen aliran sungai tempat pembuangan akhir. Jenis penelitian  merupakan penelitian observasional dengan rancangan  cross sectional study. Populasi penelitian  adalah : Lindi, badan air, air sumur dan darah. Pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada tanggal  16 dan 19 Oktober 2018. Parameter pencemaran yang diteliti meliputi :   pH, suhu air, TDS, Kekeruhan, warna dan Pb. Alat yang di gunakan yaitu pH meter, termometer, TDS dan untuk pengujian kandungan timbal (Pb), BOD dan COD dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Purbalingga serta laboratorium Prodia untuk mengukur kadar Pb di darah. Hasil penelitian didapatkan  rerata hasil Pb pada IPAL yaitu 0,260 mg/l. Rerata hasil Pb dalam badan air/ saluran terbuka yaitu 0,204 mg/l. Rerata hasil Pb dalam air sumur 1 dengan jarak 100m adalah 0,061 mg/l, sumur 2 dengan jarak 135m adalah 0,052 mg/l dan sumur 3 dengan jarak 120 m adalah 0,047 mg/l. Rerata hasil Pb dalam darah manusia 5,6 µg/dL dari empat responden dengan jarak rumah yang berbeda. Hasil penelitian dapat disimpulkaan  bahwa kadar Pb pada IPAL dan Badan air  melebihi baku mutu yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/l dan dari tingkat pajanan pencemaran sudah berada dalam darah manusia. Dari hasil penelitian ini dapat kami sarankan untuk dilakukan perbaikan pada tempat pengolahan Lindi
PEMERIKSAAN FUNGSI HATI PADA PENDERITA HIV DENGAN TERAPI ARV ≥ 6 BULAN DI RUMAH SAKIT MARTHEN INDEY (RSMI) JAYAPURA Herlando Sinaga; Muhammad Husin Hasim
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.329 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3853

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS yaitu dengan layanan Antiretroviral/Pengobatan Anti Virus HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan fungsi hati dalam hal ini kadar SGOT dan kadar SGPT pada penderita HIV dengan terapi ARV ≥ 6 bulan di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura. Penelitian ini akan dilakukan selama 1 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Sampel yang digunakan adalah sampel serum dari penderita HIV dengan diagnosa HIV yang melakukan terapi ARV ≥ 6 bulan. Metode pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT adalah fotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 sampel penderita HIV pada pemeriksaan kadar SGOT didapatkan pasien dengan kadar normal sebanyak 70,8%, sedangkan pasien dengan kadar SGOT meningkat sebanyak 29,2%. Pemeriksaan kadar SGPT dari 24 sampel penderita HIV didapatkan hasil dengan kadar SGPT normal sebanyak 83,3%, sedangkan pasien dengan kadar SGPT meningkat sebanyak 16,7%.
GAMBARAN KADAR FLUORIDA DALAM AIR MINUM DAN SKOR DMF-T ANAK 12 TAHUN DI SUNGAI PEDADO PALEMBANG Siti Rusdiana Puspa Dewi; Yeza Safitri; Lasma Evi Lany; Rosada Sintya Dwi
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.296 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4089

Abstract

Masyarakat di Sungai Pedado, Palembang sehari-hari mengonsumsi air minum yang berasal dari air sungai. Kadar fluorida yang terkandung dalam air sungai umumnya rendah sehingga masyarakat yang mengonsumsi air minum dari sungai lebih rentan terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar fluorida dalam air minum dan skor DMF-T anak usia 12 tahun di Sungai Pedado. Penelitian deksriptif menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada 36 orang anak berusia 12 tahun. Sampel air minum diambil dari empat titik lokasi yang berbeda yang kemudian kandungan fluorida dalam air minumnya di ukur menggunakan spektrofotometri. Status karies gigi diukur menggunakan indeks DMF-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karies gigi pada anak usia 12 tahun memiliki DMF-T 5,49 dan rata-rata kadar fluorida yang terdapat dalam air minum adalah kurang dari 0,05 ppm. Skor DMF-T anak perempuan ditemukan lebih tinggi (5,58) dari anak laki-laki (5,42) dan skor DMF-T juga bernilai lebih tinggi pada anak yang tidak bersekolah (5,88) dibandingkan anak yang bersekolah (5,37). Kesimpulan yang didapat adalah DMF-T anak usia 12 tahun di Sungai Pedado yang menggunakan air sungai sebagai air minum tergolong tinggi dan rata-rata kadar fluorida air sungai di Sungai Pedado tergolong sangat rendah.
ANALISIS EFEKTIFITAS PICTORIAL HEALTH WARNING PADA KEMASAN ROKOK DI INDONESIA Yonata Putri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.965 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.3772

Abstract

Merokok adalah salah satu penyebab kematian terbesar karena gaya hidup. Pada abad 20 tercatat lebih dari 100 juta orang meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan dari merokok. Oleh karena itu banyak kajian dan kebijakan yang dicetuskan untuk mengurangi konsumsi tembakau dan kebiasaan merokok. Salah satu kebijakan yang diterapkan di banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia adalah Pictorial Health Warning (PHW). PHW di Indonesia telah berlaku sejak tahun 2014 dan penelitian ini ingin melihat apakah kebijakan PHW sudah cukup efektif untuk menurunkan persentase perokok aktif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan satu variabel yaitu persentase perokok aktif di Indonesia tahun 2015 hingga tahun 2017 hasil data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional oleh Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menemukan bahwa setelah tiga tahun berjalan, kebijakan PHW belum cukup efektif menurunkan persentase perokok aktif di Indonesia dan perlu adanya kajian lanjutan mengenai metode yang tepat untuk mengurangi perokok aktif di Indonesia.
PERBANDINGAN HASIL HITUNG JUMLAH ERITROSIT DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN HAYEM, LARUTAN SALINE DAN LARUTAN REES ECKER Ardiya Garini; Muhammad Yusuf Semendawai; Olivia Andini; Venny Patricia
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.4 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4107

Abstract

Hitung jumlah eritrosit metode manual dapat menggunakan larutan pengencer yaitu larutan Hayem, larutan Saline dan larutan Rees Ecker. Diantara larutan pengencer tersebut larutan Hayem lebih sering digunakan karena dianggap memenuhi kriteria yang ideal, sedangkan larutan pengencer Rees Ecker biasanya lebih sering digunakan dalam hitung jumlah trombosit, tetapi dapat juga untuk menghitung eritrosit. Namun dari sisi ekonomis, larutan saline lebih murah dibandingkan dari kedua larutan pengencer tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah eritrosit yang dihitung dengan menggunakan larutan Hayem, larutan Saline dan larutan Rees Ecker. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random acak sederhana (random sampling). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 184 Mahasiswa dengan jumlah sampel sebesar 30 mahasiswa. Hasil pemeriksaan hitung jumlah eritrosit yang diperoleh dilakukan analisa data dengan uji kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukaan hitung jumlah eritrosit dengan larutan Hayem memberikan rata-rata 4,90 juta/mm3 ±0,68, dengan larutan Saline memberikan rata-rata 4,95 juta/mm3 ±0,84 dan dengan larutan Rees Ecker memberikan rata-rata 4,91 juta b/mm3 ±0,96. Berdasarkan uji statistik tidak ada perbedaan yang signifkan antara hasil hitung jumlah eritrosit yang diperoleh menggunakan ketiga metode pemeriksaan yang diteliti.

Page 1 of 1 | Total Record : 10