cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
"Utuslah Aku": Eksposisi Yunus Pasal 3-4 Tentang Pengutusan Nabi Yunus Berdasarkan Perspektif Allah Menyesal Peniel C.D. Maiaweng
Jurnal Jaffray Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i2.51

Abstract

mereka yang seharusnya dipanggilTuhan untuk pergi ke Niniwe (1:1-2), tetapi melarikan diri ke Tarsis (1:4-14), dan saat ini sedang berdoa dalam perut ikan besar dengankebingungannya (Yun. 2:1-9), akan kembali kepada panggilannya, yaituberbalik arah menuju ke Niniwe (3:1-2), untuk melaksanakanpelayanannya (3:4-9), karena Allah yang memanggil, walaupun Iadisebut Allah yang menyesal, tetapi Ia adalah Allah yang menyerukananugerah, Allah menerima pertobatan, dan diakui dalam pemberitaanPerjanjian Lama. Sebagai Allah yang menyesal, Ia adalah Allah yangterbuka terhadap orang-orang yang belum diselamatkan; Ia adalah Allahyang berdaulat untuk melakukan yang terbaik bagi manusia; Ia adalahAllah yang Mahatahu yang mengantisipasi segala perubahan sikap hidupmanusia di masa yang akan datang; Ia adalah Allah yang konsistenterhadap firman yang telah dinyatakan-Nya; dan Ia adalah Allah yangkonsisten terhadap sifat-sifat-Nya, sebagai Allah yang penyayang danpengasih serta panjang sabar dan berlimpah kasihs setia (4:2).
Tren Pendidikan Teologi Di Dunia (Perspektif C&MA) “Quality Control”: Keunggulan Dalam Pendidikan Teologi Andrew Scott Brake
Jurnal Jaffray Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v13i1.103

Abstract

Artikel ini membahas tentang tren-tren baru dalam pendidikan tinggi teologi di dunia hari ini dari perspektif C&MA. Pendidikan teologi telah mengalami perubahan, yang dulunya hanya dibatasi pada beberapa orang di abad ke-18 dan ke-19, sampai saat ini di mana pendidikan terbuka bagi orang-orang dari bermacam-macam latar belakang. Ada beberapa isu keunggulan yang harus dihadapi oleh sekolah-sekolah teologi. Pertama adalah keunggulan dalam kepemimpinan, termasuk menentukan masa depan sekolah dan memimpin dengan rendah hati serta menjadi teladan. Yang kedua adalah keunggulan dalam bahan akademis, termasuk kepentingan penerbitan, khususnya dari “Dunia Selatan”, kepentingan tren oralitas, dan tren mengenai kepentingan mahasiswa. Yang ketiga adalah keunggulan dalam administrasi. Isu ini membahas tentang kejujuran dan integritas dan usaha untuk masuk dalam dunia teknologi abad ke-21. Yang keempat adalah keunggulan dalam karakter atau formasi rohani. Jika sebuah sekolah memerhatikan keempat isu mengenai keunggulan ini, maka akan ada masa depan yang penuh pengharapan.Kata-kata kunci: keunggulan, pendidikan teologi, kepemimpinan, formasi rohani, teladan, orality, adminstrasi, akademis, perspektif C&MA, sekolah tinggi, penerbitanThis article addressed recent trens in theological education in the world today from a C&MA perspective. Theological Education has changed over the many years, from being limited to a select few in the 18th and 19th centuries, to now be open to many different people from many backgrounds. There are areas of excellence that theological schools must address. These are, first of all, excellence in leadership. This includes shaping the future of the school and leading with humility and example. Secondly is excellence in the area of academics. This includes the importance of publishing, especially from the “Global South”, the important tren of orality, and the tren of “student-first” mentality. Thirdly is excellence in the area of administration. The speaks primarily to the area of honesty, integrity, and seeking to enter the technological world of the 21st century. Fourthly is excellence in the area of character, or spiritual formation. If a school attends to these four areas of excellence, the future will be promising.Keywords: Excellence, theological education, leadership, spiritual formation, example, orality, administration, C&MA perspective, higher education, publishing
Makna Bait Allah dalam 1 Korintus 3:16-17 dan Implikasinya bagi orang Percaya Masa Kini Herman Lesmana; Robi Panggarra
Jurnal Jaffray Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v12i1.35

Abstract

Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah adalah: Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benartentang konsep orang percaya adalah bait Allah seperti yang dijelaskan dalam 1Korintus 3:16-17. Kedua, untuk memberikan gambaran implikasi makna Bait Allahdalam kehidupan orang percaya masa kini.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Bait Allah berarti kumpulanorang percaya. Sebagai kumpulan orang percaya, maka Bait Allah terdiri dari orangorangyang percaya kepada Kristus. Kedua, Bait Allah adalah tempat kediamanAllah. Dalam surat Korintus ini, kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nyadiungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Ketiga, Bait Allah itu harus dipelihara. BaitAllah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkandengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannyasebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Keempat, Bait Allah itu kudus.Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allahdan Allah berdiam di dalam mereka.Implikasi makna Bait Allah tersebut bagi orang percaya masa kini adalah:Pertama, Orang percaya masa kini patut hidup dalam kesatuan. Kedua, hidup dalampenyembahan. Ketiga, hidup dalam kekudusan. Sebagai Bait Allah rohani, orangpercaya masa kini patut hidup dalam kekudusan yang sejati. Keempat, hidup dalampelayanan. Pelayanan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orangpercaya sesuai dengan karunia yang dimilikinya.
Conflict In The Church: The Uncomfortable Reality John Paul Lathrop
Jurnal Jaffray Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v13i2.177

Abstract

The apostle Paul, writing to Timothy, said “If anyone sets his heart on being an overseer, he desires a noble task” (1 Tim. 3:1, NIV). The work is definitely noble but the task is not always easy. Timothy knew that because he was in the troubled church of Ephesus at the time when Paul wrote to him. Paul also knew that the ministry is difficult. Conflict is all too often a part of Christian ministry. In this brief article, we explore three kinds of conflict that a minister may encounter in the church. Paul was experienced in all of them and so I will focus our attention on his experience.Rasul Paulus menuliskan kepada Timotius, katanya “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah” (1 Tim. 3:1, ITB). Pekerjaan ini memang sangat mulia namun tugas ini tidak selalu mudah. Timotius mengetahui hal itu karena ia berada dalam gereja yang bermasalah di Efesus pada saat itu Paulus menuliskan surat ini kepadanya. Paulus juga tahu bahwa pelayanan ini tidaklah mudah. Konflik yang terjadi merupakan bagian dari pelayanan orang Kristen. Dalam artikel ini, kita menyelidiki tiga jenis konflik yang mungkin akan dihadapi seorang pelayan di gereja. Saat itu Paulus mengalami semua konflik tersebut dan penulis akan fokus memberikan perhatian pada pengalaman pelayanannya.
Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini Tison Tison; Jermia Djadi
Jurnal Jaffray Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v11i1.67

Abstract

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadahmenurut Ibrani 10:19-25. Kedua, Untuk membahas bagaimana mengimplementasikanpengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitiannaskah Alkitab yaitu: Pertama, Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakanmetode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untukmemahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Ibrani 10:19-25. Danmenggunakan metode penelitian literatur. Kedua, Komparasi, yaitu mengadakanperbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajarantentang ibadah.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai pengajarantentang ibadah berdasarkan surat Ibrani 10:19-25 dan implimentasinya dalamkehidupan orang percaya pada masa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadahorang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang jugatelah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah danYesus sebagai Imam Besar. Kedua, dalam ibadah setiap orang percaya harusmemiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh danberpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Ketiga, dalam ibadah, setiaporang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah halyang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karya-Nya bagi hidup orang percaya. Keempat, dalam ibadah, setiap orang percaya harushidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapanAllah.
Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Simon Rumante
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.93

Abstract

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research) yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan.
Model Pelatihan Berbasis Produk Untuk Meningkatkan Kinerja Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah Junihot M Simanjuntak; Udin Syaefuddin Sa’ud; Aan Komariah
Jurnal Jaffray Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v17i1.291

Abstract

This paper aims to develop a product-based training model to improve the performance of research, and publication of scientific work. This research was carried out with R & D covering two stages. In the preliminary study phase, a literature review and field survey were conducted on the training models used so far. At the development stage, drafting the model, validation carried out expertand limited field testing were. Data analysis techniques using thedifferent test techniques Mann-Whitney U test. The R & D results show findings: 1) the training model is carried out through analysis, planning, development, implementation, and evaluation; 2) the validity level of the model is in the good category; and 3) the products produced by lecturers, namely the results of research and publication are higher than before using the model.
Musik Kontemporer Yohan C. Tinungki
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i2.25

Abstract

Tulisan ini menunjukkan betapa musik berubah dan tidak sama dari tempat ke tempat, dari waktu ke waktu, pada lingkungan yang berubah. Perubahan-perubahan itu pada toleransinya yang berbeda, baik secara kelompok maupun individu, dipengaruhi oleh kesadaran estetikdalam ruang budaya masing-masing
Peranan Perempuan Dalam Mengembangkan Pelayanan Di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah III Nabire Papua Frans Geras; Elisabet Selfina
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.64

Abstract

Setiap tindakan yang kita lakukan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan yang ingin di capai dari penulisan karya ilmiah ini adalahsebagai berikut. Pertama, untuk menjelaskan sejauh mana peranan perempuandalam mengembangkan pelayanan di gereja pada umumnya dan khususnya diGKII Daerah Nabire. Kedua, mengupayakan strategi pelayanan dalammeningkatkan peranan perempuan dalam mengembangkan pelayanan di gereja.Untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan denganpenulisan karya ilmiah ini, maka penulis menggunakan beberapa metode sebagaiberikut: Pertama, mengadakan observasi atau pengamatan lapangan, adalah carapengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standaruntuk keperluan tersebut”. Kedua, mengedarkan angket kepada beberapa anggotajemaat GKII Daerah III Nabire Papua. Ketiga, mengadakan wawancara denganbeberapa anggota jemaat dan juga gembala dari beberapa gereja GKII Daerah IIINabire Papua. Kempat, riset perpustakaan dengan mengumpulkan data atauinformasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan Sekolah Tinggi TeologiaJaffray Makassar serta internet.Hasil yang didapat dari penulisan karya ilmiah ini adalah: tidak semuagereja atau jemaat yang ada di gereja GKII Daerah III Nabire, menolak perempuanuntuk terlibat dalam pelayanan di gereja, hanya ada di gereja tertentu saja yangmenolak perempuan untuk melayani di gereja.
Ulasan Buku: MENJALANKAN MISI BERSAMA YESUS: Pesan-pesan bagi Gereja dari Kisah Para Rasul Armin Sukri Kanna
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.214

Abstract

Berbeda dengan buku-buku kajian tentang misi gereja yang lain, “Menjalankan Misi Bersama Yesus” pertama-tama bukanlah merupakan sebuah textbook yang melulu berisi tentang berbagai konsep atau petunjuk teoritis mengenai misi gereja, tetapi buku ini lebih cocok dikatakan sebagai buku refleksi atau praksis misi gereja. Pengalaman penulis sebagai pendeta, akademisi dan sekaligus praktisi dalam bidang misi gereja sangat memperkaya dan memperluas wawasan pembaca dalam memahami panggilan misi sebagai amanat Tuhan Yesus bagi gereja yang hidup dan menjalankan misinya di abad ke-21. Dengan mengacu kepada Kisah Para Rasul sebagai kitab yang mengisahkan karya Kristus dalam kehidupan dan pelayanan umat-Nya, penulis membawa pembacanya kepada pemahaman seperti apakah gereja itu? Apa yang harus dilakukan oleh gereja? Nilai apakah yang harus dipegang sebagai orang percaya? Siapakah yang seharusnya disembah dan dimuliakan dalam pelaksanaan misi gereja?

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue