cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Kajian Analisis Terhadap Konsep Pemikiran John Dewey Maiaweng, Peniel C.D.
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i2.29

Abstract

John Dewey dikenal oleh karena konsep pemikirannya tentang pragmatisme, relativisme, dan active learner. Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang riwayat hidup John Dewey sebagai dasar pemunculan konsep pemikirannya (yang tertuang dalam konsep filsafat, agama, dan pendidikan), sumbangsihnya dalam dunia pendidikan, dan kritik terhadap konsep pemikirannya berdasarkan perspektif Krisren.
Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Transformatif Berdasarkan Kitab Nehemia dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Rohani Masa Kini Lola, Sail; Tuhumury, Petronella
Jurnal Jaffray Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v8i2.48

Abstract

Kepemimpinan adalah suatu proses atau cara yang dilakukan oleh seorang pemimpindalam mempengaruhi, mengajak, mendorong dan melibatkan orang lain (bekerja sama), sertamemberdayakan potensi yang dimiliki orang lain dalam pencapaian tujuan bersama.Kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan dalam hal berkelompok baiksecara formal, non formal, dan informal untuk mencapai suatu keteraturan dan keharmonisandalam menetapkan dan mencapai tujuan bersama.Hal kepemimpinan Nehemia patut menjadi pedoman bagi pemimpin-pemimpin masa kini.Prinsip-prinsip kepemimpinan Nehemia dapat diimplikasikan oleh pemimpin-pemimpin rihanipada masa kini untuk membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik melalui beberapaaspek yaitu aspek spiritual : setia berdoa, taat pada firman Tuhan dan mengandalkan kuasaAllah; aspek intelektual mempunyai wawasan yang luas dan punya perencanaan yang baik;aspek integritas, dan aspek sosial.Inilah rahasia kekayaan dalam kepemimpinan Nehemia sebagai pemimpin transformatif. Iaberhasil mengadakan perubahan secara fisik dengan menyelesaikan pembangunan tembokYerusalem. Dalam hal rohani ia mampu mengadakan kebangunan rohani. Suatu prestasi yangluar biasa.
Pemimpin Yang Memiliki Integritas Menurut 2 Timotius Pasal 2 Rukku, Maria; Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.87

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan suatu konsep mengenai pemimpin yangmemiliki integritas yang diperlukan pada masa kini. Dalam penulisan penulisan inisebagai suatu karya ilmiah dibutuhkan suatu metode penelitian yang tepat gunamendapatkan data yang konkret.Kaitannya dengan itulah maka di sini penulis akan menguraikan sumber data danteknik pengumpulan data yang dipakai dalam penyusunan penulisan ini sebagai berikut:Pertama, yaitu pengambilan data melalui eksposisi Alkitab yang dijabarkan secaradeskriptif. Kedua, yaitu pengambilan data melalui buku-buku perpustakaan yang adakaitannya dengan pokok penulisan ini sebagai penunjang eksposisi Alkitab. Alkitabmenjadi sumber utama dalam penulisan penulisan ini. Ketiga, yaitu pengambilan datamelalui penelitian lapangan yaitu melalui wawancara dengan tujuan menunjang eksposisiAlkitab.Setelah pembahasan yang relatif panjang tentang pemimpin yang memilikiintegritas, maka dapat disimpulkan bahwa integritas sungguh sangat penting bagiseorang pemimpin. Integritas perlu bagi para pemimpin supaya pilar-pilarnya menjadisuperstruktur. Integritas adalah kekuatan konstruksi kepemimpinan.Bahwa dalam kehidupan seorang pemimpin tidak hanya harus memiliki suatukehidupan kerohanian yang tinggi tetapi juga harus ditunjang oleh integritas diri dalamkepemimpinannya. Bobot kepemimpinan tidak ditentukan oleh tingginya pendidikansemata atau banyaknya jam terbang dalam pelayanan, melainkan oleh integritas diri.Pecahnya Kerajaan Israel, hancurnya Kerajaan Yehuda adalah karena rapuhnyaintegritas para pemimpinnya. Keruntuhan masyarakat juga diawali dengan pemimpinyang kehilangan integritasnya, yang berakibat runtuhnya sendi-sendi normamasyarakat, seperti ayah tidak menjadi teladan, anak-anak mencari figur dari film,televisi dan media lainnya.Bahwa pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang selalu mematutkanhidupnya dengan Firman Tuhan, bergantung penuh pada pimpinan Roh Kudus,mengusahakan karakter yang baik, dan selalu menunjukkan sikap kerendahan hati.
Peran Gembala Jemaat Terhadap Pengembangan Pelayanan Holistik Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Yegar Sahaduta Jayapura Berhitu, Reinhard Jeffray
Jurnal Jaffray Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini antara lain: Pertama, membahas peranan gembala jemaat terhadap pengembangan pelayanan holistik. Kedua, menemukan bentuk-bentuk pelayanan holistik yang efektif untuk memenuhi kebutuhan jemaat GKII Jemaat Yegar Sahaduta Jayapura. Ketiga, membahas hambatan dan penerapan pelayanan holistik di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Yegar Sahaduta Jayapura. Peranan Gembala Jemaat dalam pelayanan holistik adalah menentukan visi dan misi gereja, mendelegasikan tugas, memberi pertimbangan, pelayanan mimbar, menjaga kebutuhan dan persekutuan jemaat dengan Allah.Kata-kata kunci: Peran gembala, pelayanan holistik, mimbar, persekutuanThe goals, among others, which are hoped to be achieved in this article are: First, to discuss the role of the congregational pastor in the development of a holistic ministry. Second, to discover the forms of holistic ministry which are effective for meeting the needs of the Yegar Sahaduta Church of the Gereja Kemah Injil Indonesia in Jayapura. Third, to discuss the obstacles and application of holistic ministries in the Yegar Sahaduta Church of the Gereja Kemah Inji Indonesia in Jayapura. The roleof the congregational pastor in  holistic ministries includes establishing the vision and mission of the church, delegating responsibilities, giving opinions, ministering in the pulpit, and caring for the needs and fellowship of the church with God.Keywords: pastoral role, holistic ministry, pulpit, fellowship
Strategi Pertumbuhan Gereja Melalui Pendidikan Anak Usia Dini Selfina, Elisabet
Jurnal Jaffray Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v11i1.65

Abstract

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, mengintegrasikan kurikulum PAUD khususnya dalam pendidikanTK Kristen sebagai jenjang pendidikan formal yang tertuang dalam Kegiatan BelajarMengajar (KBM) dengan iman Kristen. Kedua, menggunakan kurikulum PAUDdalam jenjang pendidikan formal yaitu TK Swasta Zion di mana GKKA-UP sebagaipenyelenggara bagi strategi pertumbuhan gereja lokal dapat mendukung pertumbuhangereja khususnya gereja pemilik institusi PAUD, dalam hal ini institusi dalam jenjangpendidikan formal yaitu TK Kristen Zion yang dimiliki oleh GKKA-UP.Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah:Pertama, penulis melakukan kajian pustaka yaitu dengan mengumpulkan datatentang pendidikan anak usia dini dan korelasinya bagi perkembangan iman sertakerohanian anak, juga bagaimana PAUD menjadi strategi pertumbuhan gereja.Kedua, melalui wawancara ke obyek kajian. Ketiga, melalui angket terbuka (openended questions) yang disebarkan kepada alumni TK Swasta Zion dan guru-guru TKtersebut, serta kepada orang tua murid TK Kristen Zion.Adapun kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan karya ilmiah iniadalah: Pertama, gereja dapat bertumbuh melalui dua cara, yaitu penginjilan danpemuridan. Penginjilan adalah pemberitaan kabar baik kepada orang yang belumpercaya kepada Tuhan Yesus agar mereka menjadi percaya dan kemudian menjadianggota tubuh Kristus, yaitu gerejaNya. Pemuridan adalah pengajaran bagi orangorangpercaya agar mereka bertumbuh dan berfungsi dengan baik sebagai anggotatubuh Kristus. Kedua, ada berbagai metode pertumbuhan gereja melalui penginjilan.Salah satunya adalah melalui sarana pendidikan formal, yaitu sekolah yangdiselenggarakan oleh gereja. Ketiga, PAUD pada jenjang pendidikan formal yaitu TK,dalam hal ini TK Kristen yang diselenggarakan oleh gereja lokal dapat dijadikansebagai salah satu strategi bagi pertumbuhan gereja. Keempat, anak usia dini yangmengikuti pendidikan TK, yaitu usia 4-6 tahun adalah ladang misi yang luar biasa.Karakteristik murid TK sangat terbuka terhadap pengajaran tentang kasihYesus/Allah.
Tinjauan Teologis Tentang Mimpi Berdasarkan Kitab Kejadian 37:11 dan Relevansinya dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini Ardila, Fini
Jurnal Jaffray Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk memberikanpemahaman teologis tentang mimpi berdasarkan kitab Kejadian 37:1-11. Kedua, untukmenjelaskan relevansi mimpi bagi kehidupan orang percaya masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini metode penelitian yang digunakan antaralain adalah: Pertama, metode penulisan Hermeneutik. Kedua, eksegesis. Ketiga,metode kepustakaan. Keempat, metode analisis data dalam karya ilmiah inimenggunakan metode interpretasi. Hal ini didasarkan pada analisis kitab denganmenggunakan pendekatan hermeneutik eksegesis pada kitab Kejadian 37:1-11.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang tinjuan teologistentang mimpi berdasarkan kitab Kejadian 37:1-11 maka penulis menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, mimpi adalah alat penyataan Allah, di mana dalampenglihatan itu Allah menyampaikan informasi, memberikan petunjuk dan memimpinumat-Nya kepada jalan yang Allah kehendaki. Kedua, Allah berkomunikasi kepadamanusia bukan hanya kepada orang-orang dalam Perjanjian Lama tetapi zamansekarang pun Allah masih menggunakan mimpi sebagai sarana untuk berkomunikasikepada manusia untuk memperingati dan menyampaikan maksud Allah kepadamanusia. Ketiga, Allah berbicara kepada manusia dalam mimpi, sehingga manusialebih mengenal bahwa Allah berdaulat memberikan informasi tentang masa depanseseorang. Keempat, melalui penglihatan, Allah memberikan peringatan-peringatankepada manusia. Memperingati orang-orang tertentu yang hidupnya tidak berkenankepada Allah, sehingga orang tersebut bertobat. Kelima, Allah bisa menyampaikanmaksudnya kepada manusia bisa bersifat pribadi dan bersifat universal. Keenam,Mimpi dapat digunakan oleh Allah untuk menyatakan visi bagi orang-orang tertentudengan memberikan suatu penglihatan akan masa depannya.
Historicity of The Resurrection: A Theological Approach of Evidence of The Resurrection of Christ In The New Testament Astika, Made
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.58

Abstract

Jesus is the resurrection and the life. Hell never wear grave clothesagain. When he appeared to his disciples after the resurrection, heappeared not in a shroud of death, but walking in endless life.The Lord Jesus is the Son of God who became man. He is very Godand very man. He was crucified, he died and was buried, and he wasraised from the dead on the third day according to the Scriptures.The proofs of resurrection can be found both in the Scripture andalso in the history. Historically, the empty tomb and Jesus appearancesto His disciples and many of His followers are clear proving that theresurrection of Chris is real. Biblically, it was the main preaching andteaching of the apostles. Beside that Jesus Himself prophesied andteaches about His resurrection.These three great facts--the resurrection appearances, the emptytomb, and the origin of the Christian faith--all point unavoidably to oneconclusion: The resurrection of Jesus. Today the rational man can hardlybe blamed if he believes that on that first Easter morning a divine miracleoccurred. Further fact is, if no resurrection, there will no church, therewill no Christianity. Because of Jesus resurrection, the believers haveassurance future life. Because He lives, there is hope for the future; thereis certain hope for the salvation of the believers.
Kepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini Djadi, Jermia; Thomassoyan, Yoseph Christian
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.91

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: Pertama, untukmemperoleh pengertian yang benar mengenai kepemimpinan rohani berdasarkan petunjukAlkitab. Kedua, untuk menyelidiki dan mengungkapkan prinsip – prinsip kepemimpinanYesus berdasarkan Injil Sinopsis dan bagaimana relevansinya bagi kepemimpinan rohanimasa kini.Metode yang penulis gunakan untuk mengumpulkan dan memperoleh data adalahstudi kepustakaan (library research) yaitu penelitian terhadap buku – buku yangmendukung dan yang berkaitan dengan materi – materi yang dibahas dalam karya ini.Penelitian ini juga bersifat eksigesis yaitu menafsirkan suatu bagian Alkitab yangmenjadi bahan penulisan karya ilmiah ini.Seorang pemimpin rohani harus mencontoh dan meneladani kehidupan danketeladanan Tuhan semasa hidup dan pelayanan-Nya. Setiap pengajaran-pengajaranyang diberikan kepada setiap orang yang mendengar, haruslah dapat merubah hiduporang yang mendengarkan berita keselamatan itu dan menjadikan mereka ciptaan baruseperti yang Tuhan Yesus ajarkan. Dalam bidang organisasi gereja, haruslah terdapatpembaruan, terutama dalam sikap dan perilaku seorang pemimpin kepada bawahan.Tuhan Yesus adalah Allah dan Tuhan, rela untuk melayani sebagai seorang hamba agardapat menyelamatkan seluruh umat manusia.
Teori Individuasi Carl Gustav Jung Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i2.24

Abstract

Masyarakat pada masa kini adalah masyarakat yang telah beralih dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarakat modern punya ciri khas tersendiri begitu pula dengan masyarakat pasca modern. C. G. Jung membahas tentang masyarakat yang berindividuasi. Apakah masyarakat yang berindividuasi itu adalah termasuk dalam salah satu ciri dari masyarakat modern.Individu yang mampu mengatasi persoalan masyarakat moderen ialah individu yang mencapai tahap-tahap proses individuasi ini atau yang disebut pula sebagai individu yang berindividuasi.
Model Penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan Implementasinya pada Masa Kini Abrahamsz, Stefany John Risna; Tuhumury, Petronella
Jurnal Jaffray Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i2.55

Abstract

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk mengetahui model penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dapatditerapkan. Kedua, untuk mengetahui implementasi model penginjilan pada masa kini.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan adalah: Metode yang dipakai oleh penulisdalam penelitian ini adalah metode hermeneutik Alkitab, yaitu metode penelitiankepustakaan (library research) terhadap berbagai sumber data atau naskah-naskahyang mendukung serta memiliki korelasi dengan judul, di mana Alkitab merupakansumber utama serta menggunakan metode eksigesis yang disusun secara deskriptifuntuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Berdasarkan uraian penulis dalam penulisan karya ilmiah tentang modelpenginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan implementasinya pada masa kini, maka penulisdapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, penginjilan adalah tugas utamabagi setiap gereja dan orang percaya secara pribadi yang telah menerima keselamatandari Allah. Kedua, penginjilan adalah wujud kasih orang percaya kepada Allah dankepada sesama manusia. Ketiga, penginjilan adalah pekerjaan yang mulia, sebabmembawa setiap manusia mengenali akan dosanya lalu bertobat menerima Yesussebagai juruselamat, dan percaya dengan sungguh bahwa di dalam Yesus adakeselamatan, pengharapan dan kepastian hidup yang kekal. Keempat, Penginjilanmerupakan pelayanan yang memiliki kekuatan Kuasa Allah, dan hal ini hanya dapatdilakukan oleh Roh Kudus (Lukas 24:49). Kelima, Sebelum memulai pemberitaanInjil terlebih dahulu haruslah menerima kuasa Roh Kudus. Keenam, Penginjil harusmengalami perjumpaan dengan Kristus terlebih dahulu sebelum menjadi saksi bagiKristus dan menjadi berkat bagi hidup sesama.

Page 6 of 46 | Total Record : 458


Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue