SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode konvensional, mengisi lembar form, sehingga tidak efektif, efisien dan tidak berintegrasi dengan sistem lain. Transformasi digitalisasi diperlukan dengan merubah bisnis proses pelaporan dari konvensional ke aplikasi website atau mobile Apps. Hasil dari penelitian ini terjadi peningkatan kinerja operasional keselamatan kerja dengan program Hazob (i) pengisian form secara manual bertransformasi ke system digitalisasi aplikasi website dan mobile Apps; (ii) leading indikator pelaporan hazob meningkat menjadi 1.364 dari seluruh lokasi. Ini bermakna, bahwa perusahaan telah mengidentifikasi bahaya sejumlah tersebut dalam kuran waktu 3 bulan, dan melakukan tindakan koreksi sebelum terjadi kecelakakan. Data persentasi kontribusi menunjukan bahwa semua pihak bagian di perusahaan berkontribusi untuk melakukan pelaporan hazob. Hal ini menunjukan komitmen semua tingkatan untuk melakukan pecegahan kecelakaan. Angka terbesar pada tingkatan karywan ( 63 %) berkontribusi ; (iii) dampak implementasi berupa tingkat penurunan angka kecelakaan dengan Lagging Indikator sebagai berikut : LTIR = 0 (Nol), TRIR, yang sebelumnya 0.87 di bulan juni, turun menjadi 0 (nol) dari bulan Juli sampai September 2020, dan IFT, turun terus setiap bulan dan di bulan September di angka 12.33.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018"
:
16 Documents
clear
Optimalisasi Rute Distribusi Produk Menggunakan Metode Traveling Salesman Problem
Karina Auliasari;
Mariza Kertaningtyas;
Diah Wilis Lestarining Basuki
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6109
Permasalahan yang sering terjadi dalam proses pendistribusian produk pada perusahaan ini adalah belum optimalnya rute pendistribusian produk sehingga seringkali terjadi perubahan rute dan penjadwalan ulang pengiriman produk. Hal ini terjadi karena pihak manajemen pemasaran belum mengaplikasikan suatu metode optimalisasi dan belum adanya dukunga terkomputerisasi untuk menghasilkan informasi yang mendukung dalam pengambilan keputusan rute distribusi. Tujuan diterapkannya metode traveling salesman problem (TSP) adalah memberikan pilihan solusi rute distribusi yang dapat meminimalisir keterlambatan pengiriman barang dan mengoptimalkan sarana transportasi, sumber daya manusia, waktu dan biaya yang dimiliki untuk mengirimkan produk. Berdasarkan hasil uji performa penerapan metode TSP menunjukkan bahwa menggunakan parameter jarak dan waktu tempuh maka dapat dihasilkan pilihan dua rute pengiriman yang berbeda. Pilihan dua rute yang dihasilkan dari komputerisasi menggunakan metode TSP dengan teknik branch and bound dilengkapi dengan penyajian pohon keputusan dari titik awal hingga titik tujuan yang pada akhirnya membentuk rute yang optimal.
Evaluasi Mutasai Jabatan Anggota Kepolisian Menggunakan Metode Profile Matching dan Multi Attribute Utility Theory
Chairun Nas;
Sarjon Defit;
Julius Santony
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6734
Mutasi jabatan bertujuan untuk menunjang operasional dan meningkatkan efektifitas kerja dari institusi kepolisian. Tujuan dari penelitian ini membantu dalam pengambilan keputusan untuk mutasi jabatan dengan mengevaluasi nilai kriteria setiap anggota kepolisian. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data kriteria penilaian dan data personel kepolisian yang diperoleh melalui hasil wawancara bersama kepala bagian sumber daya serta pengisian quisioner oleh 15 anggota kepolisian. Dari data tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan metode Profile Matching dan Multi Atribute Utility Theory. Hasil dari pengujian metode-metode tersebut adalah dihasilkan sebuah keputusan pada sebuah alternatif dengan nilai total sebesar 83,3%. Maka metode ini dibutuhkan untuk mengevaluasi penentuan mutasi jabatan sehingga menghasilkan keputusan terbaik.
BALANCE HALAL FOOD SUPPLY CHAIN: A MATHEMATICAL MODEL APPROACH FOR HALAL FOOD SUPPLY CHAIN SUSTAINABILITY
dwi agustina kurniawati
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6093
As the demand for halal food becomes raising and the supply of halal food is limited, it is required a strategy to optimize the halal food supply chain. The optimization of halal food supply chain can support its sustainability. Therefore, study about halal food supply chain optimization is required. This paper try to develop a mathematical model, entitled as Balance Halal Supply Chain (BHSC) model. This model propose a distribution strategy for halal food supply chain from limited halal slaughterhouses to several halal markets so as the total cost of distribution becomes minimize. It is assumed that all halal market demands must be fulfilled, so the lack ness cost becomes zero. The model try to fulfill all the halal market demands and minimize the oversupply and transportation costs. BHSC is modeled as MILP. Numerical experiment is performed to validate the model and it is solved by CPLEX Solver Version 12.6.3. Based on the experiment result, it is shown that the model can be used by halal supply chain decision maker as the decision making tool to design the best strategy for distributing the limited number of halal meat to many halal markets for its supply chain sustainability. The BHSC model can minimize the total cost of distribution that consists of oversupply and transportation costs, in the case of all halal market demands must be fulfilled. In conclusion, the proposed model becomes an alternative method to support the halal food supply chain sustainability.
Penerapan Metode 5S Untuk Kenyamanan Operator di Laundry X
Danu Ari Hidayat;
elty sarvia
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6427
Sebuah laundry dapat bertahan apabila dapat bersaing dengan laundry lainnya, salah satunya dengan cara memberikan pelayanan baik, agar konsumen merasa puas, namun kenyamanan kerja untuk karyawan perlu diperhatikan juga, agar suasana kerja aman dan nyaman, dimana rasa aman dan nyaman bekerja dilihat dari fasilitas fisik, kondisi lingkungan kerja, lingkungan fisik dan juga kesehatan dan keselamatan kerja laundry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan usulan mengenai fasilitas fisik kondisi lingkungan kerja, lingkungan fisik, serta kesehatan dan keselamatan kerja laundry. Digunakan data antropometri sebagai acuan dalam analisis dan perbaikan fasilitas fisik laundry, kondisi lingkungan kerja dianalisis dan diperbaiki dengan mengacu pada 5S. Selanjutnya, kondisi lingkungan fisik dianalisis dan diperbaiki dengan mengacu pada studi lingkungan fisik, serta diagram fishbone dalam menganalisis kesehatan dan keselamatan kerja. Fasilitas fisik yang diusulkan memiliki dimensi yang sesuai dengan data antropometri, dimana dimensi meja setrika baru adalah 123 cm x 67 cm x 90 cm, dimensi meja packing baru adalah 65 cm x 44 cm x 81 cm, dan dimensi rak penyimpanan baru adalah 140 cm x 35 cm x 147 cm. Tata letak usulan merubah letak fasilitas fisik yang ada, sehingga tidak mengakibatkan backtrack. Berdasarkan data kecelakaan kerja, diusulkan tempat penyimpanan alat setrika pada meja setrika usulan dan pengadaan keranjang baru dengan handle.
Pemilihan Supplier Obat yang tepat dengan Metode Simple Additive Weighting
Cyntia Trimulia;
Sarjon Defit;
Gunadi Widi Nurcahyo
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6735
Apotek adalah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi berupa obat-obatan. Obat-obatan bersumber dari beberapa supplier. Dengan banyaknya supplier menyebabkan sulit dalam menentukan supplier yang bagus. Untuk menentukan supplier yang baik, maka dibutuhkan sebuah sistem pengambilan keputusan. Metode yang digunakan untuk mengambil keputusan dalam penelitian ini adalah Simple Additive Weighting (SAW). Data yang diolah berupa data-data kualitas, harga, petunjuk kegunaan, garansi, pemesanan, pemenuhan pesanan, dan pelayanan. Penilaian dapat dikembangan dengan kriteria yang akan di jadikan acuan untuk perengkingan supplier yang ada. Penilaian dari masing-masing kriteria diperoleh dari penilaian pemilik Apotek Mama Jakarta itu sendiri. Dengan adanya pemilihan supplier nantinya akan memudahan untuk membandingkan hasil kinerja supplier. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode ini mampu mendapatkan supplier terbaik. Pengambilan keputusan ini membantu pemilik apotek dalam melakukan evaluasi terhadap supplier.
ANALISA PENGARUH SISTEM INFORMASI EVALUASI KINERJA WARTAWAN (PT. INTI KHARISMA MANDIRI RIAU)
Irfaan Luqman Adi
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.6516
PT. Inti Kharisma Mandiri Riau (IKMR) or better known as Haluan Riau is one of the companies engaged in newspaper information. Information on each topic is derived from the facts of events and trusted sources covered by journalists. One of the constraints faced by Haluan Riau is the editorial section, which is the process of recapitulation of news that has not been integrated, namely the editorial secretary recapitulates every news published per day in Microsoft Excel. Then in the news recapitulation process published by every journalist who has not been in accordance with the Riau Procedure's permanent procedures. The prowess of Riau itself has a fixed procedure in the target news published from each of its reporters. Many reporters in the direction of Riau indirectly this causes difficulties in counting the number of news published by each journalist every month. So to overcome this problem will be built an information system for evaluating the performance of journalists in order to help in calculating the news published from each journalist quickly and accurately. Questionnaire data has an average value of 13 total respondents is 40.15 with a total standard deviation of 2,734. so that it can be concluded that the report on the performance of journalists is normally distributed.
Sistem Pakar Diagnosis Penggunaan Softlens dengan Metode Forward Chaining
rahmi putri kurnia
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.5826
Softlens is a medical device that is attached to the cornea to help vision as a substitute for glasses. Currently Softlens are used freely. But many users are not aware of the impact of using Softlens. So there are problems that are harmful to the eye. Meanwhile, to consult with eye experts requires a lot of time and money. This study aims to facilitate the consultation process so as to minimize the risk of eye problems that may occur. By using the forward chaining method, knowledge from experts or eye specialists in the form of disease names and symptoms will be processed to get the rule. Where rule will be used in diagnosing the use of Softlens. From the results of system testing that has been done with sample data as many as 10 patients, compared with the results of expert diagnosis obtained the value of system accuracy is 80%. This level of accuracy shows that an expert diagnosis system using Softlens can be used to assist doctors in providing a diagnosis based on symptoms and can provide early prevention for users who use this expert system
Analisa Postur Kerja dan Perancangan Fasilitas Penjemuran Kerupuk yang Ergonomis Menggunakan Metode Analisis Rapid Entire Body Assessmet (Reba) dan Antropometri
Muhammad Ihsan Hamdy;
Syam Zalisman
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.5388
Manusia merupakan titik sentral dari ilmu ergonomi. Keterbatasan manusia menjadi pedoman dalam merancang suatu sistem kerja yang ergonomis. Pada usaha kerupuk Agus Pekerja bekerja secara membungkuk dan berjongkok pada saat menjemur kerupuk dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan faslitas kerja yang ergonomi dan mengurangi kelelahan dan resiko cedera dalam bekerja. Metode yang digunakan untuk menganalisis postur tubuh adalah Rapid Entire Body Assesment (REBA) dan dilakukan pengujian hasil REBA secara manual dengan menggunakan software ergofellow. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada pekerja dan membagikan kuesioner Nordik Body Map (NBM) dan mengambil foto posisi tubuh pekerja pada saat aktivitas penjemuran kerupuk berlangsung. Data antropometri yang digunakan untuk mendesain alat bantu kerja yang dibutuhkan adalah data rata-rata ukuran antropometri orang Indonesia serta dimensionalnya yang diambil dari situs Atropometri Indonesia.org. Nilai skor Rapid Entire Body Assesment (REBA) postur kerja awal diperoleh skor 9, dengan level high atau tinggi posisi kerja ini berisiko tinggi terkena cedera pada otot dan diperlukannya perubahan posisi kerja segera mungkin. Perbaikan postur kerja dengan membuat alat bantu meja jemur kerupuk yang ergonomi, dan dilakukan penilaian portur kerja pekerja menggunakan alat bantu meja jemur kerupuk diperoleh hasil akhir skor REBA 2 dengan level low atau rendah menunjukkan posisi amat dan tidak menimbulkan cedera pada otot. Terdapat penurunan skor REBA sebesar 7 poin dari posisi kerja awal. Hal ini menunjuk meja jemur kerupuk sangat dibutuhkan sebagai alat bantu kerja karena dapat menghidari resiko cedera mosculuskeletal.
Analisis Tekno Ekonomi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan
Irna Ariska
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.5381
Kelurahan Tangkerang Barat merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Masyarakat Kelurahan Tangkerang Barat tepatnya di RW 004 RT 006 memiliki upaya untuk mengelola sampah rumah tangga dengan membentuk program Rumah Kelola Sampah. RKS ini dilakukan edukasi percobaan di 10 rumah warga. Setelah dilakukan edukasi pecobaan, hanya 3 rumah warga yang bersedia mengikuti program RKS mengolah pupuk organik cair. Hal ini dikarenakan dalam pengolahan pupuk organik cair berbau sangat busuk yang disebabkan proses pembuatan pupuk tersebut hanya diletakkan didalam tong komposter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pupuk organik cair, mengetahui nilai unsur hara Nitrogen (N), Fospor (P) dan Kalium (K), menghitung Harga Pokok Produksi dan Break Event Point pada pupuk organik cair. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Variable Costing untuk menghitung HPP dan metode Rancangan Rangkap Acak untuk menetukan perlakuan pada pupuk cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan pupuk organik cair meliputi proses persiapan bahan, pemilihan, pembersihan, penghalusan, penyaringan, pencampuran dan proses fermentasi. Dari hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair sampel C dengan larutan EM4 sebanyak 20 ml memiliki hasil yang baik dengan nilai Nitrogen 0,1585%, Fospor 0,1439% dan Kalium 0,0294%. Perhitungan harga pokok produksi pupuk organik cair sebesar Rp 11.000/Liter dan Break Event Point yaitu sebanyak 9 Liter dan dalam rupiah sebesar Rp 99.382,92.
Pengurangan Dwelling Time pada Aktivitas Pembongkaran Terminal Petikemas
Fitra Lestari;
muhammad iqbal rachman
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sitekin.v16i1.5810
Studi kasus ini mendeskripsikan aktivitas pada suatu terminal petikemas yang memiliki rata-rata dwelling time selama 8 hari. Hal ini memperlambat aktivitas pada terminal petikemas dan merugikan berbagai pihak meliputi pemilik barang dan pihak terminal peti kemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat seknariao perbaikan dalam mengurangi aktivitas dwelling time di terminal petikemas. Penelitian ini menggunakan pendekatan discrete event simulation untuk melakukan perbaikan aktivitas pembongkaran dengan membuat beberapa skenario perbaikan. Hasil yang diperoleh bahwa skenario pertama dengan penambahan 1 unit reach steker dan skenario kedua melakukan penanambahkan 1 unit reach steker dan 1 unit top loader. Dengan menggunakan Software Arena, diperoleh output truk pada skenario satu adalah 38 truk dan pada skenario dua adalah 37 truk. Dengan demikian, skenario satu lebih tepat untuk menjadi skenario terpilih. Lebih lanjut, rata–rata total biaya storage setiap bulan yang dibayar costumer adalah Rp 1.528.400 untuk container 20” dan Rp 3.437.950 untuk container 40”. Implikasi pada penelitian ini dapat meberikan usulan perbaikan pada aktivitas pembongkaran di petikemas. Penelitian selanjutnya di harapkan dapat menambah jumlah skenario perbaikan untuk pengurangan dwelling time.