cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017" : 8 Documents clear
KONTRIBUSI SELOKO ADAT JAMBI DALAM PENGUATAN DEMOKRASI LOKAL Yudi Armansyah
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4158

Abstract

Diskursus tentang gagasan demokrasi dalam bingkai kearifan lokal menjadi kajian yang debatable. Sebab kedua gagasan ini mewakili ruang kajian yang sangat distingsif, di mana konsep demokrasi yang berasal dari pemikiran Yunani Kuno, kemudian dilanjutkan dalam tradisi keilmuan Barat pada abad pertengahan. Sebaliknya, seloko adat Jambi mewakili tradisi Nusantara lebih tepatnya kebudayaan Islam Melayu yang sangat menjunjung tinggi moral etik masyarakat. Penelitian ini mencoba melihat sisi lain dari seloko adat Melayu Jambi yang secara awam sering dipahami sebatas “tradisi lisan” semata. Padahal lebih jauh, seloko adat merupakan falsafah hidup masyarakat Melayu Jambi yang dimanifestasikan dalam tingkah kehidupan sehari-hari sekaligus sebagai alat kontrol sosial-politik di masyarakat, yang secara tidak langsung turut memperkuat demokrasi di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan berbagai pendekatan keilmuan. Persoalannya ialah apakah seloko adat Melayu Jambi kompatibel dengan konsep demokrasi. Kemudian jika kompatibel, bagaimana kontribusi seloko adat Jambi dalam penguatan demokrasi lokal di Jambi. Hasil temuan menunjukkan bahwa antara Islam, seloko adat dan demokrasi memiliki nilai universal yang saling memperkuat satu sama lain. Secara nyata seloko adat memiliki kontribusi signifikan dalam rangka penguatan prinsip-prinsip demokrasi lokal di antaranya: prinsip pengambilan keputusan dalam pemerintahan; prinsip keadilan; prinsip persamaan; kebijaksanaan pemimpin; prinsip musyawarah mufakat; dan manajemen dan tata kelola pemerintahan.
PESAN-PESAN KOMUNIKASI DAKWAH DALAM PETATAH-PETITIH MINANG Umar Abdur Rahim
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4358

Abstract

This paper focuses on the study of messages preaching communication that exist in cultural communication in Minangkabau society. About how the tradition of communication culture that exist in Minangkabau society is known as petatih-petitih, carrying messages of communication containing messages of da'wah in accordance with the teachings of Islam. The approach in this study uses a literature review approach, by studying, collecting and analyzing data sourced from several relevant, supportive literature, books and resources. The results show that the messages of communication that exist in Minangkabau society actually have relevance with messages of da'wah communication which contains messages of Islamic teachings that are sourced and refer to Al-qur'an and Hadith. In addition, petitih-petitih also has a very important role as a cultural communication that became a reference and became the handle of the life of Minangkabau society. Petitih is a form of oral communication in the form of a cultural proverb containing the counsels of parents passed down from generation to generation. So through the petitih-petitih loaded with Islamic values is created Minangkabau society is famous for the community that is identical to his religious values with the famous cultural culinary "customary basara syara 'syara basandi kitabullah".
TOLERANSI DI MASYARAKAT PLURAL BERBASIS BUDAYA LOKAL (Studi Kasus di Desa Klepu Kec. Sooko Kab. Ponorogo) Masduki Masduki
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4159

Abstract

Sebuah masyarakat plural dengan berbagai agama di dalamnya merupakan sebuah keadaan rawan akan konflik dan perpecahan, dikarenakan isu agama adalah isu yang mudah sekali menyulut konflik dan perpecahan dibandingkan dengan isu-isu yang lain. Penelitian ini akan menggambarkan tentang kehidupan sebuah masyarakat plural di desa Klepu kabupaten Ponorogo, masyarakat desa Klepu terdiri dari pemeluk Katholik dan Islam akan tetapi dapat hidup berdampingan dalam suasana kerukunan dan penuh toleransi dengan tetap menjaga dan merawat budaya lokal mereka. Penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan mengambil fokus penelitian tentang bentuk budaya lokal atau kearifan lokal yang terdapat di desa Klepu yang dapat mendukung terciptanya kerukunan antarumat beragama, serta akan menggali factor yang mendukung budaya lokal tersebut tetap terjaga. Dari hasil penelitian dapat ditemukan bahwa bentuk budaya lokal di desa Klepu adalah “Gawean”, “Sambatan”, “Ngelayat”, “Nggaduh”, “Baon”  dan budaya “Gendurenan”. Tradisi-tradisi ini bisa tercipta dikarenakan adanya kesamaan suku masyarakt Klepu yaitu suku Jawa dimana budaya-budaya local tersebut diserap dari budaya Jawa, selain itu tradisi-tradisi local tersebut relative bisa diterima oleh kedua agama yakni Islam dan Katholik di desa Klepu.
EDUCATION OF LOCAL WISDOM TO PREVENT FOREST FIRES IN RIAU PROVINCE: CHALLENGES, POTENTIALS, AND SOLUTIONS Rian Vebrianto; Zarkasih Zarkasih
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4359

Abstract

Forest fires are one of the most frequent environmental problems in Riau province, which often comes in large scale; thus, they cause forest degradation that damages economic, ecological and social aspects. The forest fires in Riau primarily caused by weak regulations and their enforcement and the lack of an optimum system or institutional mechanisms to address this issue. One alternative solution that is often forgotten is the role of education in forest fires prevention, particularly in the education of local wisdom. The education is required to minimize the risk of forest and land fires; hence it could be used a reference for the Riau government. This study aimed to identify and analyze local wisdom in the community to prevent forest and land fires, including the challenges, potentials, and solutions.
PERSEPSI DAN SIKAP PEREMPUAN TIONGHOA TERHADAP DINAMIKA POLITIK MASA REFORMASI DI KABUPATEN NGAWI Khoirul Huda
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap kaum perempuan Tionghoa terhadap dinamika politik masa reformasi di Kabupaten Ngawi pada pelaksanaan pemilu Tahun 2014. Metode penelitian ini adalah kualitatif  dengansumber data primer diperoleh melalui wawancara informan dan data sekunder berupa foto atau arsip/dokumen diperoleh ketika observasi masyarakat perempuanTionghoa Kabupaten Ngawi.Analisis data menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang bergerak pada tiga tahap yaitu reduksi, sajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi dan sikap perempuan pada masyarakat Tionghoa dalam dinamika politik masa Reformasi kurang memiliki pengaruh yang signifikan. Kemudian mereka menganggap bahwa masa reformasi pasca tahun 1998 masih mempunyai sikap nasionalisme yang tinggi, akan tetapiseiring berjalannya waktu nasionalisme tersebut berubah pada bentuk tidak nasionalis, sebab banyak kasus korupsi oleh petinggi negara. Di dalam hal ini perempuan pada masyarakat Tionghoa tidak berpihak terhadap kepemimpinan mana yang layak dan baik, karena semua pemimpin dengan segala kebijakannya terdapat unsur positif dan negatif.Masyarakat Tionghoa khususnya perempuan kurang mempunyai andil dalam dimensi politik.Hal tersebut disebabkan karena mereka mimiliki jiwa dagang (bisnis) yang tinggi dan sikap mereka dalamhal berpolitik dapat dilihat tatkala menggunakan hak suara dalam pemilihan umum yang dilakukan sejak masa reformasi hingga sekarang.
PEMELIHARAAN DIRI: PESAN-PESAN ETIK RAJA ALI HAJI KEPADA PENGUASA Alimuddin Hassan Palawa
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4361

Abstract

Raja Ali Haji meyebutkan bahwa penguasa dan pembesar kejaraan harus menjaga tiga unsur kedirian manusia, yaitu unsur al- jism (jasmani, raga atau fisik), al-nafs (nafsani, jiwa atau psikis), al-rūḥ (rohani, sukma atau spirit). Ketiga unsur ini merupakan satu susunan kesatuan yang tidak dapat dipisah (integral) dan utuh (totalitas) dalam membentukan kedirian manusia. Pertama, dalam pemeliharan rohani Raja Ali Haji menyebutkan penyebab awal terjangkitnya “penyakit” rohani bagi manusia (baca: penguasa dan pembesar kerajaan) dikarenakan “kedatangan beberapa bala’ dan susah atau anwū’ul balā’. Hebatnya lagi, setelah mengidentifikasi secara detail peneyebabnya, Raja Ali Haji juga memberikan solusi dalam mengeleminir, menanggulangi atau dalam mengobati penyakit rohani tersbut.Kedua, Pemeliharan jiwa manusia sedemikian penting, sehingga Raja Ali Haji mengungkap jiwa/hati sebagai “raja” bagi raga manusia. Artinya, kalau hati itu baik pula raganya, sebagaimana kalau raja itu baik akan di rasakan kebaikannya itu oleh masyarakat. Untuk itu, manusia harus senantiasa memelihara dirinya dengan cara menyucikan hatinya (tazkiyah al-Nafs). Dan pada gilirannya manusia yang sudah dan akan selalu menyucian diri akan melahirkan akhlak baik. Pemeliharan diri dikaitakan dengan akhlak yang baik disamakan dengan memeliharan/menjaga nama baik. Ketiga, dalam pemeliharan jasmani/indera-indera ragawi manusia: lidah, mata, telinga, tangan, alat kelamin, kaki dan hati, Raja Ali Haji melakukan dua pendekatan: (i) pendekatan  “indra batini” dan (ii) “indera zahiri”. Untuk pemeliharaan indra batini ia menekankan pendekatan sufistik, misilanya memelihara ketujuh anggota badan itu dari larangan-larangan agama. Untuk pemeliharaan indra zahiri adalah lewat olah raga, menjaga pola makan, waktu tidur yang cukup serta mengatur waktu dalam melakukan hubungan seksual.
KUASA ORMAS DI RANAH MINANG: PENOLAKAN ORMAS KEAGAMAAN TERHADAP PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT SILOAM DI KOTA PADANG Zulfadli Zulfadli; Beni Kharis Arrasuli
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4161

Abstract

Abstrak: Pembangunan Rumah Sakit Siloam Menuai pro dan kontra di Kota Padang. Bagi kalangan yang mendukung, bahwa pembagunan Rumah Sakit Siloam akan menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak perekonoam masyarakat sumbar. sementara bagi kalangan yang tidak setuju yaiut ormas Islam, mereka menolak keras pembangunan rumah sakit Siloam tersebut karena sarat dengan adanya agendang terselubung yaitu misi kristenisasi. Di satu sisi pemerintah dengan para stakeholdernya telah menyetujui pembangunan rumah sakit Siloam, namun rencana pembangunan tersebut kandas seiring dengan besarnya penolakan dari organisasi kaagamaan dalam menolak pembangunan rumah sakit tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kota Padang, ingin melihat secara komprehensif mengapa ormas Islam menolak pembangunan rumah sakit Siloam di Kota padang.
REPRODUKSI SALAFISME: Dari Kesunyian Apolitis Menjadi Jihadis Nafik Muthohirin
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4162

Abstract

Artikel ini membahas tentang satu dari sekian organisasi fundamentalisme Islam di Indonesia, yaitu Jamaah Salafi. Secara spesifik, naskah ini menyuguhkan diskusi menarik perihal perubahan ideologi dan gerakan Salafidari sebuah pergerakan Islam yang pada awalnya menghindari hiruk pikuk politik, kemudian berubah menjadi doktrin yang menginisiasi kemunculan benih-benih gerakan jihadis.Transformasi gerakan ini mulanya bertujuan sangat mulia ingin mengangkat kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan, namun doktrin jihadis yang dibenihkan justru berakhir dengan munculnya kekacauan global. Lebih jauh bahwa artikel ini juga menjelaskan tentang bagaimana kelompok Salafi Jihadis berbicara tentang geopolitik global, Khilafah Islam, serta ketidakadilan sosial yang dialami umat Islam. Dalam perspektif mereka, sudah waktunya bagi umat Islam untuk terlibat dalam percaturan politik global, sebab kemiskinan dan keterpurukan yang dialami negara-negara Islam pasca Perang Dingin usai, tidak lain diakibatkan kolonialisme melalui perekonomian dan politik global oleh bangsa-bangsa Barat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8