cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2024): Desember 2024" : 2 Documents clear
The Significance and Motif of Lombok Weaving : A Comparative Analysis of Tradisional and Automated Machine Techniques as a Culture Diversity Learning Elnawati, Elnawati; mayasari, deviana; muttaqin, zedi
Sosial Budaya Vol 21, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v21i2.32926

Abstract

Handwoven fabrics, commonly known as "kain tenun," have been an enduring part of the cultural heritage of the Sasak community, passed down through generations and frequently utilized in various traditional and religious ceremonies. Cultural tourism has played a pivotal role in inspiring the younger generation to delve into the tradition of weaving due to their increasing interest in the popular trend of cultural tourism. This research aims to explore and compare the meanings of traditional Lombok weaving motifs with the outcomes of automated machine production as part of cultural diversity education in the textile context. A qualitative method is employed, utilizing the Informant Technique determined through purposive sampling to obtain in-depth perceptions of the cultural values inherent in traditional Lombok weaving and machine-produced textiles. Research instruments include observation sheets and interview guidelines. Data are analyzed using the Miles and Hubberman method to compare and present the meanings of traditional Lombok weaving motifs with machine-produced outcomes. The research findings reveal that traditional Lombok weaving motifs hold strong cultural, historical, and symbolic values for the local community. Pringgasela village exhibits a diverse array of motifs, with Sri Menanti, Sundawa, Pucuk Rebong, Ragi Bayanan, and Pancor Boros emerging as motifs most sought after by tourists and serving as distinctive features of Pringgasela. The positioning of motifs or symbols in weaving acts as a symbolic intermediary between human thought and the surrounding reality. These motifs can be utilized as educational tools to shape the profile of Pancasila students, aligning with the philosophical meanings inherent in each weave. For instance, the Pucuk Rebong motif embodies characteristics of faith and piety towards the Almighty, while Sri Menanti signifies creativity, Ragi Bayanan represents independence, and motifs such as Sundawa represent a blend, reflecting global diversity. This insight can be considered a national perspective or a new realm of knowledge for external communities.
Lunturnya Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Pernikahan Marpadan Pada Masyarakat Batak Toba Perantauan Di Kota Bengkulu Elsa, Pesta Repaya; Nopianti, Heni; Widiyarti, Diyas
Sosial Budaya Vol 21, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v21i2.32202

Abstract

Artikel ini membahas temuan mengenai penurunan nilai-nilai kearifan lokal adat pernikahan Batak Toba di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Trigulasi data dilakukan dengan wawancara data sekunder, dan informan ditentukan melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Teori Tindakan Sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan nilai-nilai kearifan lokal adat pernikahan marpadan pada masyarakat Batak Toba perantau terlihat dari berkurangnya nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap tradisi. Hal ini disebabkan oleh modernisasi dan globalisasi yang memperkenalkan nilai-nilai baru yang sering bertentangan dengan kearifan lokal. Selain itu, kebiasaan orang Batak perantau yang sering memisahkan diri dari akar budaya dan tradisi turut memperparah kondisi tersebut. Kurangnya pengetahuan generasi muda tentang kearifan lokal dan rendahnya minat mereka terhadap pelestarian adat juga berkontribusi pada perubahan nilai. Selain itu, implementasi sanksi perkawinan marpadan di Kota Bengkulu yang tidak diterapkan menyebabkan berkurangnya kepercayaan terhadap karma atau sanksi adat.

Page 1 of 1 | Total Record : 2