cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 15 Documents clear
Peran Preventif Pemimpin Dalam Pencegahan Penyebaran COVID-19; Strategi Syaykh Al-Zaytun di Ma’had Al-Zaytun dan Kontribusinya Terhadap Masyarakat Sekitar Imam Prawoto; Siti Ngainnur Rohmah; Fitri Rachmiati Sunarya
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15571

Abstract

AbstractLeaders have a very significant role in efforts to prevent the spread of the corona pandemic in the surrounding environment. Both leaders on a national and regional scale. Included in this are the leaders of CSOs, universities, schools and Islamic boarding schools. This article describes the strategy of Shaykh Al-Zaytun in preventing the spread of the Corona Pandemic in Ma'had Al-Zaytun and Al-Zaytun's Contribution to the Surrounding Communities. The method used is a qualitative method with a literature approach. The data obtained comes from lectures and public lectures, apart from various books and scientific journals.Keywords: Leader, Covid-19, Preventive Action AbstrakPara pemimpin memiliki peranan yang sangat signifikan dalam upaya tindakan preventif penyebaran pandemi corona di lingkungan sekitarnya. Baik pemimpin dalam skala nasional maupun daerah. Termasuk dalam hal ini adalah para pimpinan ormas, perguruan tinggi, sekolah dan pondok pesantren. Artikel ini memaparkan strategi Syaykh Al-Zaytun dalam pencegahan penyebaran Pandemi Corona di Ma’had Al-Zaytun dan Kontribusi Al-Zaytun terhadap Masyarakat Sekitar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan literature. Data yang didapat bersumber dari ceramah dan kuliah umum, selain dari berbagai buku dan jurnal ilmiah.Kata Kunci: Pemimpin, Covid-19, Tindakan Preventif
Kebijakan Pidana Dalam Pelanggaran Hak Cipta Yoyo Arifardhani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i4.15166

Abstract

AbstractThe legal relationship between the creator / owner of rights Associated with copyright infringers is essentially a "private to private" relationship (privaaatrechtelijk). However, in Law Number 28 Year 2014 concerning Copyrights, criminal sanctions for copyright infringement are regulated, because certain matters constitute a highly despicable act in which other mechanisms other than criminal are deemed ineffective. This research uses a qualitative research method with a literature approach and a statute approach. The results of the study stated that the application of criminal sanctions by the drafters of the law was placed as ultimum remidium because basically the victims of copyright infringement preferred to restore rights in the form of civil damages.Keywords: Criminal Law, Violation, Copyright AbstrakHubungan hukum antara Pencipta/pemilik Hak Terkait dengan pelanggar hak cipta pada hakikatnya adalah hubungan “privat to privat” (privaaatrechtelijk). Namun, dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta diatur sanksi pidana terhadap pelanggaran hak cipta, karena untuk hal-hal tertentu merupakan perbuatan yang sangat tercela dimana mekanisme lain selain pidana dianggap tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur (literature approach) dan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan sanksi pidana oleh penyusun undang-undang ditempatkan sebagai ultimum remidium karena pada dasarnya pihak korban pelanggaran hak cipta lebih memilih pemulihan hak dalam bentuk ganti rugi perdata.Kata Kunci: Hukum Pidana, Pelanggaran, Hak cipta
Identitas ‘Kota Santri’ Kabupaten Gresik melalui Tari Si’ar Wiwik Istiwianah; Haris Suprapto; Anik Juwariyah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i2.14866

Abstract

AbstractThis study aims to determine the aesthetic form of the Si'ar Dance movement which is a representation of Gresik Regency as ‘Kota Santri’. Furthermore, this study tries to embody the form of dance movements that symbolize the religious movement, especially the obligation to carry out Islamic prayer. This study uses a qualitative approach that combines textual and contextual approaches. The textuality of the Si'ar Dance is examined concerning the form of motion, structure, and style of the dance, while the contextuality of the Si'ar Dance is studied as a form of religious art identity from the Gesik Regency. The research data is presented descriptively about the identity that exists in the Si'ar Dance through clothes, movements, and historicity of the City of Santri. The results of the study show that the Si'ar Dance in its observations involves elements in the underlying explanation of the concept of the Si'ar Dance between others are ‘wiraga’, ‘wirama’, ‘wirasa’. The explanation of the practice of ‘wiraga’, ‘wirama’, ‘wirasa’ dancing is understood by the imitative movement of the prayer movement. The form and structure of the Si'ar Dance refers to the dance structure in which the techniques and ways of moving in the body parts of the dancer become a form of the dance manifestation as a whole in the regional identity of the Gresik Regency as the City of Santri as evidenced by the opinion of the Si'ar Dance audience.Keyword: Cultural Identity, Kota Santri, Gresik Regency, Si’ar Dance AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk estetis gerak tari Si’ar yang merupakan representasi Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri. Lebih lanjut, penelitian ini mencoba mengejawantahkan bentuk gerakan tarian yang melambangkan gerakan religius terutama kewajiban menjalankan rukun Islam yang kedua yaitu salat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan antara pendekatan tekstual dan kontekstual. Tekstualitas tentang Tari Si’ar dikaji berkaitan dengan bentuk gerak, struktur dan gaya tariannya, sedangkan kontekstualitas Tari Si’ar dikaji sebagai bentuk identitas kesenian religi dari Kabupaten Gesik. Data penelitian disajikan secara deskriptif tentang identitas yang ada dalam Tari Si’ar melalui pakaian, gerakan, dan historisitas dari Kota Santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Si’ar pada pencermatannya melibatkan unsur-unsur  pada penjelasan yang mendasari tentang konsep Tari Si’ar antara lain wiraga, wirama, wirasa. Penjelasan  tentang  pelakasanaan dalam menari wiraga, wirama, wirasa, dipahamkan dengan gerakan imitatif dari gerakan orang salat. Bentuk dan struktur Tari Si’ar mengacu pada struktur tari di mana teknik dan cara bergerak dalam bagian tubuh penari menjadi bentuk perujudan tarian secara utuh dalam identitas daerah Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri yang dibuktikan dengan pendapat masyarakat penikmat Tari Si’ar.Kata Kunci: Identitas Budaya, Kota Santri, Kabupaten Gresik, Tari Si’ar
Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 (Tinjauan Tindakan Sosial dan Dominasi Kekuasaan Max Weber) Muhamad Agus Mushodiq; Ali Imron
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15315

Abstract

AbstractThis paper aims to uncover the motives of the Indonesian Ulema Council (MUI) in issuing Muslim community religious edicts during the COVID-19 Pandemic. In exploring this motive, the writer uses the theory of social action and power domination initiated by Max Weber. This type of research is qualitative research, researchers do the description and interpretation of data from primary sources taken from the official MUI website and other data that supports the results of the study. The results of this paper are: First, MUI is an actor of social religious action. Second, the motives for MUI socio-religious actions through fatwas issued contain three dominant motives. Third, the instrumentally rational motives in the fatwa refer to various models of worship. Fourth, MUI uses the values of the Islamic Religion which originate from the Qur'an, Hadith, and Jurisprudence. Fifth, MUI seeks to continue the traditions of the Prophets and Friends. Sixth, the MUI's Domination of Power determines the mandatory and unlawful matters in worship. Seventh, the MUI has a very important role in the mitigation effort of the COVID-19 Pandemic.Keywords: Social Actions; Power Domination; COVID-19; Mitigation, MUI Fatwa. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkap motif-motif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menerbitkan fatwa peribadatan masyarakat muslim saat Pandemi COVID-19. Dalam mengeksplorasi motif tersebut, penulis menggunakan teori tindakan sosial dan dominasi kekuasaan yang digagas oleh Max Weber. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, peneliti melakukan deskripsi dan interpretasi data dari sumber primer yang diambil dari situs resmi MUI dan data lain yang mendukung hasil penelitian. Adapun hasil dari tulisan ini adalah: Pertama, MUI merupakan aktor dari tindakan sosial keagamaan. Kedua, motif tindakan sosial keagamaan MUI melalui fatwa yang diterbitkan mengandung tiga motif dominan. Ketiga, motif instrumentally rational dalam fatwa mengacu pada berbagai macam model peribadatan. Keempat, MUI menggunakan nilai-nilai dari Agama Islam yang bersumber dari Alquran, Hadis, dan Kaidah Fikih. Kelima, MUI berupaya untuk meneruskan tradisi para Nabi dan Sahabat. Keenam, Dominasi Kekuasaan MUI penentu hal wajib dan haram dalam peribadatan. Ketujuh, MUI sangat penting perannya dalam upaya mitigasi Pandemi COVID-19.Kata Kunci: Tindakan Sosial; Dominasi Kekuasaan; COVID-19; Mitigasi, Fatwa MUI.
Analisa Mekanisme Pasar Kalangan Pada Masyarakat Islam Melayu Di Kecamatan Gandus Palembang Meriyati, Meriyati; Choiriyah, Choiriyah; Mulyawisdawati, Richa Angkita
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i2.14700

Abstract

AbstractThe market is a mechanism of exchange of products in the form of goods and services that are natural and have been going on since the beginning of human civilization. Islam places the market at an important position in the economy, a meeting place between sellers and buyers and transactions of goods or services, is a natural mechanism of exchange of goods and services and has been going on since the beginning of human civilization. In Islam the market is very important in the economy. The market had taken place during the time of the Messenger of Allah and Khulafaur Rashidin and became the sunatullah that had lived for centuries.Keywords: Mechanism, Market, Malay Islam AbstrakPasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupun jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian, tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dan melakukan transaksi barang atau jasa, merupakan sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Dalam Islam pasar sangatlah penting dalam perekonomian. Pasar telah terjadi pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin dan menjadi sunatullah yang telah dijalani selama berabad-abad.Kata Kunci: Mekanisme, Pasar Kalangan, Islam Melayu
Dari Jabariyah, ke Qadariyah, hingga Islam Progresif: Respons Muslim atas Wabah Corona di Indonesia Nur Hidayah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i6.15365

Abstract

Abstract:WHO, The United Nation Health Agency, has declared COVID-19 as a global pandemic. The Indonesian government has issued some measures and policies to deal with this outbreak. Various elements of civil society have also been moving to deal with this pandemic. As the largest Muslim country, a question arises as to what extent Islam plays a role in tackling this corona outbreak. By analyzing the various responses of the Muslim community, based on primary and secondary data, this paper argues that Indonesian Muslims are polarized in responding to the COVID-19 pandemic. The spectrum extends from the 'fear zone' which considers this outbreak as having prevented them from worshiping God, to the 'learning zone', which is the majority, by accepting this outbreak as a disaster and attributing its cause to human actions damaging nature, to the 'growth zone' which takes active role in dealing with the outbreak. This diversity is influenced by the different theological believes spanning from the Jabbariyah to Qadariyah to Progressive Islam. The influence of Jabbariyah's theology leads to the attitudes of fatalism, while the influence of the Qadariyah theology leads to the attitude of accepting the plague as a disaster and attributing this pandemic to human’s excessive exploitation of nature. The influence of progressive Islamic theology leads to the flexibility of Islamic interpretations rooted in the concept of Maqasid Sharia to prioritize harm prevention over seeking benefits and Islamic teaching of amar ma'ruf nahyi munkar as a religion playing active role in social transformation.Keywords: Indonesia, Islam, Muslims, Pandemic, COVID-19, Jabbariyah, Qadariyah, Progressive Islam. Abstrak:WHO, lembaga kesehatan PBB, telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Pemerintah Indonesia mengambil serangkaian kebijakan untuk menanggulangi wabah ini. Berbagai elemen masyarakat sipil bergerak untuk membantu menanggulangi pandemi ini. Sebagai negara Muslim terbesar, timbul pertanyaan sejauh mana Islam memainkan peran dalam penanggulangan wabah corona ini. Dengan menganalisa berbagai respon komunitas Muslim terhadap wabah ini berdasarkan data primer dan sekunder, paper ini berargumen bahwa Muslim Indonesia terpolarisasi dalam merespon pandemi COVID-19 ini. Spektrum response ini terbentang dari ‘fear zone’ yang menganggap wabah ini telah menghalangi mereka dari beribadah kepada Allah, kepada ‘learning zone’ yang merupakan mayoritas dengan menerima wabah ini sebagai musibah dan teguran atas perbuatan manusia merusak alam, hingga ‘growth zone’ yang mengambil peran aktif untuk menangani wabah. Keragaman ini dilatari oleh perbedaan pengaruh teologis yang dianutnya dari spektrum Jabbariyah ke Qadariyah hingga Islam Progresif. Pengaruh teologi Jabbariyah membawa kepada sikap fatalisme, sedangkan pengaruh teologi Qadariyah membawa kepada sikap menerima wabah sebagai musibah dan mengatributkan pandemi kepada kesalahan manusia mengelola alam. Pengaruh teologi Islam progresif membawa pada kelenturan penafsiran Islam yang berakar pada konsep Maqasid Syariah untuk mendahulukan pencegahan madharat ketimbang pencarian maslahat dan ajaran amar ma’ruf nahyi munkar Islam sebagai agama yang aktif melakukan transformasi sosial.Kata Kunci: Indonesia, Islam, Muslim, Pandemi, COVID-19, Jabbariyah, Qadariyah, Islam Progresif
Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran Rizqon Halal Syah Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15314

Abstract

AbstractThe temporary closure of all educational institutions as an effort to prevent the spread of an outbreak of Covid-19 worldwide has an impact on millions of students, including in Indonesia. Disturbances in the teaching and learning process directly between teacher and students as well as the termination of the assessment of learning have an impact on the psychological of students, causing a decrease in the quality of skills. This burden is the responsibility of all elements of education, in particular the government, in facilitating the continuity of schools for all stakeholders in education to conduct distance education. How should Indonesia plan, prepare for and overcome co-recovery 19, to reduce the loss of education in the future.Keywords: Covid-19, school, Stakeholders, Indonesia AbstrakPenutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya menahan penyebaran pendemi covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan pelajar, tidak kecuali di Indonesia. Gangguan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru dan pembatalan penilaian belajar berdampak pada psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid. Beban itu merupakan tanggung jawab semua elemen pendidikan khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan sekolah bagi semua steakholders pendidikan guna melakukan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana mestinya Indonesia merencanakan, mempersiapkan, dan mengatasi pemulihan covid 19, untuk menekan kerugian dunia pendidikan di masa mendatang.Kata Kunci; covid-19, sekolah, steakhorders pendidikan, Indonesia
Pesona Tari sebagai Aset Pariwisata Budaya Indonesia Puspitaning Wulan; Warih Handayaningrum
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i4.14925

Abstract

AbstractDance has the complexity of the expression of aesthetic expressions that are correlated with other fields around it. This provides the opportunity for dance to be able to have an internal and external impact on individuals in and around the scope of dance. Therefore this study aims to explain (1) the charm in dance, (2) the need for self-expression that gives aesthetic experience, and (3) the long-term role of dance for tourism and cultural preservation. This study uses qualitative methods of dance and its potential in tourism. Alfred Gell's charm approach is used in which dancers process motion to attract the attention of the audience and give an aesthetic impact on the audience so as to bring up experiences that have implications for the field of tourism. The results showed that (1) the charm displayed in dance, whether through dancers' gestures, costumes, delivery or presentation, and ritual performances can provide cultural therapeutic elements, where these elements provide an aesthetic experience to the audience; (2) the need for aesthetic experience is ultimately able to provide tourist attraction for the audience so as to provide encouragement to enjoy dance performances as tourists; and (3) the government pays particular attention to dance as an agent and cultural tourism asset in Indonesia. The role of dance which is increasingly complex and routine opens opportunities for collaborative work with other disciplines to provide hope for the varied use of dance in Indonesia.Keyword: Enchantment, Dance, Cultural Tourism, Indonesia Abstrak Seni tari memiliki kompleksitas dari perujudan ekspresi estetis yang berkonstelasi dengan bidang lain disekitarnya. Hal tersebut memberikan peluang seni tari mampu memberikan dampak internal maupun eksternal individu dalam dan sekitar lingkup tari. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang (1) pesona dalam seni tari, (2) kebutuhan akan ekspresi diri yang memberikan pengalaman estetik, dan (3) peran jangka panjang seni tari bagi pariwisata dan pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terhadap seni tari dan potensinya dalam pariwisata. Pendekatan pesona milik Alfred Gell digunakan di mana penari mengolah gerak guna menarik perhatian penonton dan memberikan dampak estetis pada penonton sehingga memunculkan pengalaman yang berimplikasi pada bidang pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pesona yang ditampilkan dalam tari, baik melalui gerak tubuh penari, kostum, penyampaian atau penyajian, dan ritual pertunjukannya mampu memberikan unsur terapetik budaya, di mana unsur tersebut memberikan pengalaman estetik kepada penonton; (2) kebutuhan akan pengalaman estetik tersebut pada akhirnya mampu memberikan daya tarik wisata bagi penonton sehingga memberikan dorongan untuk menikmati pertunjukan tari sebagai wisatawan; dan (3) pemerintah memerhatikan seni tari secara khusus sebagai agen serta aset pariwisata budaya yang ada di Indonesia. Peran seni tari yang semakin kompleks dan rutin membuka peluang untuk terjadinya kerja kolaboratif dengan disiplin ilmu lain memberikan harapan akan variatifnya pemanfaatan seni tari di Indonesia.Kata kunci: Pesona; Seni Tari; Pariwisata Budaya; Indonesia 
Impact of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and Learning Activities in Indonesia Zaharah Zaharah; Galia Ildusovna Kirilova; Anissa Windarti
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i3.15104

Abstract

AbstractLately, the world community was shocked by the Coronavirus outbreak that originated in the city of Wuhan, China that occurred in November 2019 last year. Coronavirus is very dangerous because until now no cure or vaccine has been found. Coronavirus attacks the human respiratory tract quickly. Transmission of this virus through, airborne and air to fellow humans. Its spread is very fast and cross-continent, WHO determined the spread of this virus over the plague and endemic, most of the countries registered at the UN contracted this virus, including Indonesia. This article aims to explain the impact of the coronavirus on teaching and learning activities, which so far teaching and learning processes are held in schools or classes but with the co-19 pandemics, teaching and learning activity is moved at home by E-Learning using various technological devices, such as smartphones, computers, and notebooks. The impact caused by the coronavirus involves various aspects, such as social, cultural, and worse, economic aspects. This study is carried out through a literature study by looking at the results of surveys and studies of literature, journals, and documents of several prints and electronic media and books relating to teaching and social society, sociology and anthropology. The conclusion of this paper shows the government's step in issuing policies to the public not to do any activities outside the home, all work is carried out from home, including teaching and learning activities.Keywords: Impact, Plague, Virus corona, Teaching, and Learning Activities AbstrackAkhir-akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh terjadinya wabah Coronavirus yang berasal dari kota Wuhan, China yang terjadi di bulan November 2019 tahun lalu. Corona virus ini sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penanggulangannya. Coronavirus menyerang saluran pernapasan manusia dengan cepat. Penularan virus ini melalui, airborne dan udara kepada sesama manusia. Penyebarannya yang sangat cepat dan lintas benua, WHO menetapkan penyebaran virus ini diatas wabah dan endemic, sebahagian besar  negara yang terdaftar di PBB terjangkit virus ini, termasuk juga Indonesia.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak dari virus corona  terhadap kegiatan belajar mengajar, yang selama ini proses belajar mengajar diadakan di sekolah atau  kelas tetapi dengan adanya pendemi covid-19, KBM dipindahkan di rumah secara E-Learning dengan mengunakan berbagai alat technologi, seperti smartphone, komputer dan notebook. Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini menyangkut perbagai aspek, seperti aspek sosial, budaya, dan yang lebih parah adalah aspek ekonomi. Kajian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan melihat hasil-hasil survei dan studi literatur, journal dan document beberapa media cetak maupun elektronik serta buku yang berhubungan dengan pengajaran dan sosial masyrakat, sosiologi dan antropologi. Kesimpulan dari tulisan ini menunjukkan adanya langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun diluar rumah, semua pekerjaan dilaksanakan dari rumah, termasuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM.Keyword: Dampak, Wabah, Viruscorona, Kegiatan Belajar Mengajar
Pemuliaan Islam Terhadap Kaum Wanita Dalam Perspektif Alquran dan Hukum Positif Siti Ngainnur Rohmah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i4.14963

Abstract

AbstractThe phenomenon of cases of harassment and opposition to women in Indonesia is not in accordance with Islamic teachings. Because basically Islam is very glorifying women and upholds the dignity of women. There are several verses which are often wrong and are used as evidence to legitimize the action. This paper presents the interpretation of specific Qur'anic verses on the interpretation of adabi ijtima'i related to the equal rights of men and women in society. There are two interpretations that will be the object of this research, namely Safwah al-Tafasir by Muhammad ‘Ali al-Sabuni and Tafsir al-Misbah by Muhammad Quraish Shihab. This paper examines the analysis and critical discussion of Muhammad ‘Ali al-Sabuni and Muhammad Quraish Shihab on the correctional of women and equality of women in Islam.Keywords: Discrimination, Women, Men, and Breeding AbstrakFenomena kasus pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum wanita di Indonesia sesungguhnya tidak sejalan dengan ajaran Islam. Karena pada dasarnya Islam sangat memuliakan wanita dan menjunjung tinggi martabat wanita. Ada beberapa ayat yang sering salah dipahami dan dijadikan dalil untuk melegitimasi tindakan tersebut. Tulisan ini menyajikan penafsiran ayat-ayat Alquran khususnya tafsir adabi ijtima’i terkait dengan persamaan hak kaum laki-laki dan perempuan dalam bermasyarakat. Ada dua tafsir yang akan menjadi objek penelitian ini, yaitu Safwah al-Tafasir karya Muhammad ‘Ali al-Sabuni dan Tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Tulisan ini mengupas secara analitis dan mengeksplorasi secara kritis pandangan Muhammad ‘Ali al-Sabuni dan Muhammad Quraish Shihab terhadap pemuliaan perempuan dan persamaan hak kaum laki-laki dengan perempuan di dalam Islam.Kata Kunci: Diskriminasi, Perempuan, Laki-laki, dan Pemuliaan

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 9, No 1 (2022) Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue