cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Penerapan Contempt Of Court sebagai Terobosan dalam Membangun Efektivitas Eksekusi Riil dalam Perkara Perdata Yoyo Arifardhani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.20985

Abstract

AbstractThis study tried to parse the possibility of contempt of court application is a breakthrough to build for effectiveness of real execution of civil cases. The discussion in this study rests on two problem objects, namely; 1) What are the obstacles in the real execution of civil case decisions; and 2) How can a solution be proposed to encourage the effectiveness of the real execution of civil cases. This paper is used to normative legal research so that it rests on the statute approach. The results of this research to indicate that in addition to normative problems in execution arrangements, in practice it is often found that problems occur due to physical resistance from the losing party in the trial. Because of this reason, it is important to apply contempt of court as a legal formulation to create an effective and efficient execution system.Keyword: Contempt of court; Real Execution; Civil Case AbstrakKajian ini mencoba mengurai kemungkinan Penghinaan terhadap Pengadilan yang merupakan terobosan untuk membangun efektivitas eksekusi nyata dalam perkara perdata. Pembahasan dalam penelitian ini bertumpu pada dua objek masalah, yaitu; 1) Apa saja kendala dalam pelaksanaan putusan perkara perdata; dan 2) Bagaimana solusi yang dapat diajukan untuk mendorong efektivitas pelaksanaan perkara perdata yang sebenarnya. Tulisan ini digunakan untuk penelitian hukum normatif sehingga bertumpu pada pendekatan undang-undang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selain masalah normatif dalam pengaturan eksekusi, dalam praktiknya sering ditemukan masalah yang terjadi karena adanya perlawanan fisik dari pihak yang kalah dalam persidangan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan Penghinaan terhadap Pengadilan sebagai rumusan hukum untuk menciptakan sistem eksekusi yang efektif dan efisien.Kata kunci: Penghinaan terhadap Pengadilan; Eksekusi Nyata; Perkara Perdata
Analisis Pengaruh Kompensasi, Work life balance, Kesempatan Berkembang terhadap Employee Engagement Gen Y PT “X” Wahyu Widyawati; Alfatih Manggabarani; Faisal Marzuki
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22450

Abstract

This research aims to analyze the influence of compensation, work life balance, development opportunities of Employee Engagement Gen Y in PT “X”. Engagement is one of the factors that support business sustainability in a company and measure where the needs are given to the company. This type of research is quantitative, data collection techniques survey (questionnaires) with a research sample of 122 (one hundred and twenty-two) respondents who are employees of PT “X” with an age range of 25 to 40 years. Hypothesis testing in this study uses the Part Least Square (PLS) model and Multiple Linear Regression to determine simultaneously the influence of Compensation, Work Life Balance, development opportunities of Employee Engagement. The results of this research indicate that Compensation, Work Life Balance, development opportunities both partially and simultaneously have positively significant effect on the Employee Engagement Gen Y in PT “X”.Keywords: Employee Engagement; Compensation; Work Life Balance; Development Opportunities; Part Least Square; Multiple Linear Regression Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, Work life balance, kesempatan berkembang terhadap Employee Engagement Gen Y di PT “X”. Engagement merupakan salah satu faktor menjaga keberlanjutan bisnis suatu perusahaan dan mengukur sejauh mana kinerja yang diberikan karyawan pada perusahaannya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dengan sampel penelitian sebanyak 122 (seratus dua puluh dua) responden yang merupakah karyawan PT “X” dengan kisaran umur 25 sampai dengan 40 tahun. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model Part Least Square (PLS) dan Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh Kompensasi, Work life balance, Kesempatan Berkembang secara simultan terhadap Employee Engagement. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompensasi, Work life balance, Kesempatan Berkembang baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap Employee Engagement Gen Y PT “X”.Kata Kunci: Employee Engagement, Kompensasi, Work life balance, Kesempatan Berkembang, Part Least Square, Regresi Linier Berganda
Aspek Hukum Pengikatan Jual Beli Tanah Petok D Menurut Kuhperdata Alur Anzarwati Sekoningtias; Nynda Fatmawati Octarina
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22471

Abstract

The sale and purchase of land rights has been regulated in Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. Fulfillment of all requirements related to the implementation of buying and selling before a notary, a legal breakthrough was found and until now it is still carried out in the practice of buying and selling land, namely by making a binding deed of sale and purchase agreement (PPJB). This research is a type of normative legal research, namely research in which researchers examine document studies using various secondary data such as legislation on court decisions and legal theory. Based on the results of the study that the characteristics of the land sale and purchase agreement with the status of petok D follow the general provisions of the agreement law as regulated in Article 1457 of the Civil Code. It's just that the object of sale and purchase of land has the status of Petok D, then the procedure for the agreement is applied using provisions that are more specific in nature, namely guided by Government Regulation Number 24 of 1997 concerning land registration.Keywords: Sale and Purchase of Land Petok D, Sale and Purchase Binding Agreement. Abstrak Jual beli hak atas tanah telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Pemenuhan terhadap semua persyaratan yang berkaitan dengan pelaksanaan jual beli dihadapan notaris, maka ditemukan suatu terobosan hukum dan hingga kini masih dilakukan dalam praktek jual beli tanah yaitu dengan dibuatnya akta pengikatan perjanjian jual beli (PPJB). Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yakni penelitian dimana didalamnya peneliti mengkaji studi dokumen yakni menggunakan berbagai data sekunder seperti perundang-undangan keputusan pengadilan dan teori hukum. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Karakteristik perjanjian jual beli tanah yang berstatus petok D mengikuti ketentuan umum hukum perjanjian sebagaimana yang telah diatur didalam Pasal 1457 KUHPerdata. Hanya saja obyek jual beli tanah berstatus petok D maka diberlakukan tata cara perjanjian dengan menggunakan ketentuan yang sifatnya lebih khusus yaitu berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.Kata Kunci : Jual beli tanah petok D, Perjanjian Pengikatan jual beli
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Underpricing Saham pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering (Ipo) di Bursa Efek Indonesia Karina Cornelia; Jubaedah Jubaedah; Ni Putu Eka Widiastuti
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.21724

Abstract

This study aims to analyze the determinant factors on underpricing of company stock doing Initial Public Offering (IPO) in Indonesia Stocks Exchange.The data used in this study is a secondary data that collected by using proportional random sampling method in company which performed initial public offering period 2010-2018. This study used multiple regression for data analysis. The results of this research shows Financial Leverage, Profitability, Underwriter’s Reputation, Company Age, Intended use of Funds, Company Size, Market Condition,BI Rate and Inflation with significancy (α = 5%), simultaneously effect onunderpricing. Partially, Profitability, Underwriter’s Reputation, Company Size and Inflation  negatively related tounderpricing, while Financial Leverage, Company Age, Intended use of Funds, Market Condition and BI Rate didn’t significantly effect on underpricing of company stock doing Initial Public Offering (IPO) in Indonesia Stocks Exchange.Keywords: Underpricing, Financial Leverage, Profitability                                                                        AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Underpricing saham pada Perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling dengan populasi penelitian perusahaan yang melakukan Initial Public Offering di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2018. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Financial Leverage, Profitabilitas, Reputasi Penjamin Emisi, Umur Perusahaan, Tujuan Penggunaan Dana, Ukuran Perusahaan, Kondisi Pasar, BI Rate dan Inflasi berpengaruh terhadap underpricing. Sedangkan secara parsial Variabel Reputasi Penjamin Emisi, Ukuran Perusahaan, Kondisi Pasar, dan BI Rate terbukti berpengaruh secara signifikan dengan arah negatif terhadap underpricing dan Variabel Financial Leverage, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Tujuan Penggunaan Dana dan Inflasi terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing.Kata Kunci: Underpricing, Financial Leverage (DER), Profitabilitas (ROA)
Dampak Pengejawantahan Permenkumham Nomor; 10 Tahun 2020 di BAPAS Klas I Bandung Vivi Sylviani Biafri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.20918

Abstract

Efforts to anticipate the spread of Covid-19 in prisons are to provide social integration rights to prisoners and children according to applicable regulations. This was realized by the passing of a ministerial regulation related to Covid-19. This policy taken by the government caused anxiety in the community. This is because many prisoners who have been released have committed crimes again. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research question is how the impact of the implementation of Permenkumham No. 10 of 2020 in Bandung Prison, and what are the factors that cause PK to not be optimal in carrying out their duties? The results showed that the absence of community research (LITMAS) resulted in Community Guidance (PK) not being able to carry out their duties optimally.Keywords: BAPAS; Covid-19; Social Integration AbstrakUpaya antisipasi meluasnya Covid-19 di lapas adalah memberikan hak integrasi sosial kepada narapidana dan anak sesuai peraturan yang berlaku. Ini diwujudkan dengan disahkannya peraturan menteri terkait Covid-19. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini menimbulkan kecemasan di masyarakat. Hal ini disebabkan banyak napi yang sudah bebas kembali melakukan tindak pidana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pertanyaan penelitiannya bagaimana dampak pelaksanaan Permenkumham No. 10 Tahun 2020 di Lapas Bandung, serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan PK tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya?  Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya penelitian kemasyarakatan (LITMAS) mengakibatkan Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) tidak dapat melaksanakan tugas secara maksimal.Kata Kunci : BAPAS; Covid-19; Integrasi Sosial
Hubungan Hukum Antara Dokter dan Pasien dalam Pemberian Jasa Kesehatan Iman Imanuddin; RR Dewi Anggraeni; Maulin Nasikah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22530

Abstract

The health care system in Indonesia includes medical services and community services. In general, public health is a service substance that aims to achieve preventive (prevention) and promotive (health improvement) services. In addition, the target is for the community to receive curative (treatment) and rehabilitative (recovery) services. The legal relationship between doctors and patients has been regulated in Hospital Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals. This study uses a qualitative method with a literature approach. The results of the study stated that the need for supervision from the hospital to the doctors to provide health insurance according to the procedure should be as regulated in the Act.Keywords: Legal Relations; Doctor; Patient Abstrak:Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia mencakup pelayanan kedokteran dan pelayanan masyarakat. Secara umum kesehatan masyarakat merupakan subtansi pelayanan yang bertujuan untuk mencapai pelayanan prefentif (pencegahan) dan promotive (peningkatan kesehatan). Selain sasarannya agar masyarakat mendapat pelayanan kuratif (pengobatan) dan rehabilitasif (pemulihan). Hubungan Hukum antara Dokter dan Pasien telah diatur dalam Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlunya pengawasan dari pihak Rumah Sakit terhadap para dokter untum memberikan jaminan kesehatan sesuai prosedur seharunya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang.Kata Kunci: Hubungan Hukum; Dokter; Pasien
Ketahanan Keluarga Pedagang Kaki Lima dalam Pemenuhan Kebutuhan di Masa Pandemi; Studi Lapangan Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Kampus UIN Sunan Kalijaga Andri Amin Tawakal; Ahmad Budi Lakuanine; Farhan Zikry; Hamsah Hudafi; Ahmad Hasan Basri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.20940

Abstract

Abstract This article discusses the consequences of the Covid-19 pandemic. From health to economic factors, including the impact on street vendors in the vicinity of the UIN Sunan Kalijaga campus, The implementation of Work from Home (WFH), in which workers, lecturers, and students conduct lectures via online “Daring,” and schoolchildren learn from home, has had the greatest impact on street vendors on campus. The purpose of this research is to discover how street vendors maintain family resilience. This study is a descriptive analytical field study that provides an overview of family resilience for street vendors via interviews conducted on the UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta campus. According to the study's findings, performing the role and function of maintaining household resilience is an obligation even during the Pandemic.Keywords: Family Resilience; Role; Family Function Abstrak:Tulisan ini menjelaskan tentang Dampak pandemi Covid-19. Mulai dari faktor kesehatan hingga ekonomi, termasuk dampaknya bagi para pedagang kaki lima di sekitar kampus UIN Sunan Kalijaga. Pengaruh paling besar yang dirasakan oleh para pedagang kaki lima di sekitaran kampus ialah pemberlakuan Work from Home (WFH), dimana para pekerja, dosen, dan mahasiswa melakukan kuliah melalui online “Daring”, serta anak-anak sekolah belajar dari rumah.  Penelitian ini bertujuan mencari tahu cara para pedagang kaki lima dalam menjaga ketahanan keluarga. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang bersifat deskriptif analitis dimana memberikan gambaran tentang ketahanan keluarga bagi pedagang kaki lima melalui hasil wawancara di sekitaran kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa menjalankan peran dan fungsi terjaganya ketahanan rumah tangga adalah kewajiban bahkan di masa Pandemi.Kata Kunci: Ketahanan Keluarga; Peran; Fungsi Keluarga
WTO in History: a Ticking Bomb Nada Najiha
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22632

Abstract

The World Trade Organization, named for the multilateral trade institution, was struggling with various critical issues both in the past, and for the future. This research would explain how the history pace could have given some unanswered questions through looking back at the previous multilateral trade institution and given an underlined notes for some practical solutions. WTO is the highest accomplishment for the trade sector, yet. But unfortunately, the commitment of sticking through the principles were often weakening years by years, not in a quick move, but specifically, in the end, we would know that it becomes stagnant and no longer provides all the needs. Regional Trade Agreements (RTAs) were the best choice, yet, looking at Article XXIV GATT, it would help much more.Keywords: GATT; Trade Institution; World Trade Organization  AbstrakWorld Trade Organization, merupakan organisasi perdagangan internasional, yang kini, berada di tengah gejolak dengan berbagai isu yang berdampak pada iklim perdagangan dunia. Tulisan ini membahas mengenai bagaimana permasalahan yang terjadi pada tubuh World Trade Organization sekarang ini terjawab dengan melihat perkembangan organisasi itu sendiri dari tiap kurun waktu. World Trade Organization adalah pencapaian tertinggi yang dibangun pada bidang perdagangan dunia. Namun, komitmen untuk tetap berpegang teguh pada aturan-aturannya seakan menjadi semakin melemah dari tahun ke tahun. Hal ini tidak terjadi secara simultan, namun, kita dapat melihat bahwa organisasi ini cenderung bergerak di tempat dan tidak lagi mengakomodir negara-negara anggotanya. Perjanjian Perdagangan Regional merupakan solusi yang terbaik, untuk saat ini, merujuk pula pada Pasal XXIV GATT, tampaknya, ragam kesepakatan ini akan memberi jalan keluar.Kata Kunci: GATT; Organisasi Perdagangan; World Trade Organization
The implementation of Islamic Heritage Distribution in Community of Setu Subdistrict, South Tangerang Region Sodikin Sodikin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22224

Abstract

Islamic inheritance law is a law governing the distribution of inheritance left by the testator to the heirs, knowing the parts received from the inheritance for each heir who is entitled to receive it. In practice, what has happened in Setu Subdistrict, South Tangerang District, has not yet fully understood the inheritance system of Islam. The division of inheritance applied is a combination of Islamic inheritance with the customary inheritance of the local community, so that it still does not meet the requirements or conditions as an Islamic inheritance based on Sharia. Keyword: Division of Inheritance, Testator, Heir, Inheritance AbstrakHukum kewarisan Islam merupakan hukum yang mengatur tentang pembagian harta warisan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris, dengan mengetahui bagian-bagian yang diterima dari peninggalan untuk setiap ahli waris yang berhak menerimanya. Dalam prakteknya yang terjadi di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan belum sepenuhnya memahami secara utuh tentang sistem kewarisan Islam, hal ini terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. Pembagian warisan yang diterapkan merupakan perpaduan antara kewarisan Islam dengan kewarisan adat masyarakat setempat, sehingga masih belum memenuhi ketentuan atau syarat sebagai suatu kewarisan Islam yang berlandaskan Syariah.Kata kunci: Pembagian Warisan, Pewaris, Ahli Waris, Harta Warisan 
Hak Menerima Dan Menolak Vaksin Sinovac Ditinjau Dari Hak Asasi Manusia Dan Fiqih Siyasah (Studi Kasus Di Puskesmas Gantar) Azis Rijal Muklis; Siti Ngainnur Rohmah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22876

Abstract

The national vaccination program (Sinovac vaccine), which is intended for all Indonesian people, is one of the government's efforts to control the spread of the corona virus (covid-19). So to guarantee the rights of the people in receiving the vaccine, it is necessary to have an in-depth study of the program in terms of human rights and fiqh siyasa in order to prevent abuse of rights for all Indonesian people. This study aims to determine the right to receive and refuse the sinovac vaccine according to human rights and fiqh siyasah and to determine the implementation of the use of the right to receive and refuse the sinovac vaccine according to human rights and fiqh siyasah. The method used in this study is qualitative with a literature and empirical approach. The results of the study show that according to human rights, accepting and rejecting the Sinovac vaccine is flexible, people can still consciously choose whether they want to be vaccinated or not, because there are no criminal provisions that regulate sanctions for civil society if they do not get vaccinated. Meanwhile, according to siyasa fiqh, although the legal origin of vaccination is allowed, its legal status can change based on the reasons and conditions. The law can be mandatory, sunnah, haram and makruh according to the reasons and conditions.Keywords: Sinovac Vaccine; Human rights; Fiqh Siyasah AbstrakProgram vaksinasi nasional (vaksin Sinovac) yang ditunjukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pengendalian penyebaran virus corona (covid-19). Maka untuk menjamin hak-hak masyarakat dalam penerimaan vaksin tersebut, perlu adanya kajian yang mendalam mengenai program tersebut dari segi hak asasi manusia serta fiqih siyasah guna mencegah terjadi penyelewengan hak bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak menerima dan hak menolak vaksin sinovac menurut hak asasi manusia dan fiqih siyasah serta untuk mengetahui pelaksanaan penggunaan hak menerima dan hak menolak vaksin sinovac menurut hak asasi manusia dan fiqih siyasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan literatur dan empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut hak asasi manusia, menerima dan menolak vaksin sinovac hukumnya fleksibel,  masyarakat masih bisa memilih secara sadar ingin divaksin atau tidak, karena belum ada ketentuan pidana yang mengatur sanksi bagi masyarakat sipil bila tidak vaksin. Adapun  menurut fiqih siyasah meski asal hukum vaksinasi diperbolehkan, status hukumnya bisa berubah berdasarkan alasan dan kondisinya. Hukumnya bisa menjadi wajib, sunah, haram dan makruh sesuai dengan alasan dan kondisinya.Kata Kunci: Vaksin Sinovac; Hak Asasi Manusia; Fiqih Siyasah

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue