cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Creating a Bureaucratic Culture to Promote Good Governance Nur Rohim Yunus; Annissa Rezki; Taryono Taryono
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i4.21435

Abstract

Bureaucracy is a modern organization that by default enforces the division of labor in its work process. The realization of good governance in Indonesia cannot be separated from the success or failure of the performance of the bureaucracy. The concept of governance simply refers to the decision-making process and its implementation. The realization of good governance or the effectiveness of local government can be seen from its ability to realize programs related to public services. During the new order, the bureaucracy had a big hand in the development process. In the public sector, the concept of bureaucracy is defined as processes and systems that are created rationally to ensure regular, definite and easy-to-control work mechanisms and systems. The role of the bureaucracy in providing services to the community is still not in accordance with the expectations and desires of the community. Bureaucracy develops in line with the political and economic development of a society. In this paper, the author uses a descriptive qualitative methodology.Keywords: Bureaucratic Culture; Good Government; Public AbstrakBirokrasi merupakan organisasi modern yang secara baku memberlakukan pembagian kerja dalam proses kerjanya. Terwujudnya good governance di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari berhasil tidaknya kinerja birokrasi. Konsep governance secara sederhana merujuk pada proses pembuatan keputusan dan dan implementasinya. Realisasi good governance atau efektivitas pemerintah daerah dapat dilihat dari kemampuannya dalam mewujudkan program-program yang berkaitan dengan pelayanan publik. Selama orde baru, birokrasi memiliki andil besar dalam proses pembangunan. Dalam bidang publik konsep birokrasi di maknai sebagai proses dan sistem yang diciptakan secara rasional untuk menjamin mekanisme dan sistem kerja yang teratur, pasti dan mudah di kendalikan. Peran birokrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat masih belum sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat. Birokrasi berkembang sejalan dengan perkembangan politik maupun ekonomi suatu masyarakat. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metodologi kualitatif deskriptif.Kata Kunci: Budaya Birokrasi; Good Government; Publik 
Etika Bisnis Unit Usaha Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Sahid Bogor dan Pondok Pesantren Ummul Qura’ Al-Islami Bogor) Dwi Irfan Cahyo
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i1.19383

Abstract

AbstractEthics in Islamic business cannot be separated, because without it there will be confusion in determining the truth in doing business and there will be many crimes in business, thus the purpose of this study is to determine the application of business ethics in the pesantren business unit. The research methodology used is qualitative descriptive with a case study of the Sahid Bogor modern Islamic boarding school and also the Ummul Qura al-Islami Islamic boarding school in Bogor. The results of the study indicate that Islamic boarding school is able to apply business ethics through Islamic boarding school business unit as a place for Islamic teaching values and values as well as the principles of business ethics as materials that can be taught to teacher, student and the community around Islamic boarding school.Key words: Islamic business ethics, business units, Islamic boarding school AbstrakEtika dalam bisnis Islam tidak dapat terpisahkan, karena tanpanya akan menjadikan kerancuan dalam menentukan kebenaran dalam berbisnis serta akan terjadi banyak kejahatan dalam bisnis. Dengan begitu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan etika bisnis pada unit usaha pesantren. Metodologi penelitian yang digunakan berupa kualitatif deskriptif dengan studi kasus pondok pesantren modern Sahid Bogor dan juga pondok pesantren Ummul Qura al-Islami Bogor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pesantren mampu menerapkan etika bisnis melalui unit usaha pesantren sebagai wadah dan nilai ajaran Islam serta prinsip etika bisnis sebagai bahan yang dapat diajarkan kepada asatidz dan santri serta masyarakat sekitar pesantren.Kata kunci: Etika bisnis Islam, Unit usaha, Pesantren
Eksistensi Antara Psikologi Islam dan Barat Modern Agus Handoko
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.22145

Abstract

Islamic psychology is one of the disciplines that helps a person to understand self-expression, self-actualization, self-realization, self-concept, self-image, self-esteem, self-awareness, self-control, and self-evaluation, either for oneself or for others. If in this self-understanding it is found that there are behavioral deviations, Islamic psychology tries to offer various concepts that have divine nuances, so that they can direct a better quality of life, which in turn can enjoy the happiness of life in all ages. This study uses a qualitative research method with a literature approach. The results of the study state that the existence of Modern Islamic and Western Psychology is influenced by philosophy, so that it becomes an entry point for those who want to understand discourses and debates about psychology in Islam and the western world and take advantage of the rich treasures of these studies in the development of modern Islamic and western psychology today.Keywords: Psychology; Islam; Modern West AbstrakPsikologi Islam merupakan salah satu disiplin ilmu yang membantu seseorang untuk memahami ekspresi diri, aktualisasi diri, realisasi diri, konsep diri, citra diri, harga diri, kesadaran diri, kontrol diri, dan evaluasi diri, baik untuk diri sendiri atau diri orang lain. Jika dalam pemahaman diri tersebut ditemukan adanya penyimpangan perilaku maka psikologi Islam berusaha menawarkan berbagai konsep yang bernuasa ilahiyah, agar dapat mengarahkan kualitas hidup yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat menikmati kebahagiaan hidup di segala zaman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa eksistensi Psikologi Islam dan Barat Modern dipengaruhi oleh filsafat, sehingga menjadi pintu masuk bagi yang mereka hendak memahami wacana dan perdebatan tentang kejiwaan dalam Islam dan dunia barat serta memanfaatkan kekayaan khazanah kajian tersebut dalam upaya pengembangan psikologi Islam dan barat modern dewasa ini.Kata Kunci : Psikologi; Islam; Barat Modern 
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Positif Indonesia Ahmad Mukri Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i1.7870

Abstract

Domestic violence is a form of human rights violation that must be overcome. It is not surprising then that the government issued a regulation on the elimination of domestic violence or what is called the PKDRT Law. This law regulates standard terms related to domestic violence, the principles that form the foundation for the formation of the PKDRT law and also other rules that are criminal in nature. The research method used in this research is a qualitative method with a form and literature juridical approach. The results of the study state that the government's support for the elimination of domestic violence is based on a sense of humanity and human rights not to receive violence in any form from other people, including the family.Keywords: Domestic Violence; Positive Law Abstrak: Kererasan dalam rumah tangga merupakan bentuk perlanggaran hak asasi manusia yang harus ditanggulangi. Tidak heran bila kemudian pemerintah mengeluarkan regulasi undang-undang penghapusan Kekekerasan Dalam Rumah Tangga atau disebut dengan UU PKDRT. Dalam undang-undang ini diatur mengenai istilah-istilah baku terkait KDRT, asas-asas yang menjadi pondasi pembentukan undang-undang PKDRT dan juga aturan-aturan lain yang bersifat pemidaana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis format dan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap penghapusan kekerasan dalam rumah tangga didasarkan adanya rasa kemanusian dan hak asasi manusia untuk tidak mendapat kekerasaan dalam bentuk apapun dari orang lain, termasuk pihak keluarga.Kata Kunci: KDRT; Hukum Positif
Peranan Perencanaan Bagi Pengembangan Masjid Raya Nurul Hidayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan Pachad Pachad; Sobirin Sobirin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20955

Abstract

The Great Mosque of Nurul Hidaya Kebayoran Lama, South Jakarta, is used as the center of local Muslim activities. Today the function of the mosque as a place to accommodate various religious activities and not just a place for ritual worship. This study uses descriptive qualitative research. The results of this study indicate that the role of planning for the development of the Nurul Hidayah Great Mosque includes several steps in compiling an activity program aimed at smoothing all existing activities, program of activities, consists of 10 to 25 years long term planning programs, 7 to 5 years medium term, and a year of short term planning program.Keywords: the role of planning for mosque development AbstrakMasjid Raya Nurul Hidayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan dijadikan sebagai pusat kegiatan kaum muslimin setempat. Dewasa ini fungsi masjid sebagai wadah untuk menampung berbagai kegiatan keagamaan dan bukan hanya tempat untuk ibadah ritual saja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peranan perencanaan bagi Pengembangan Masjid Raya Nurul Hidayah  mencakup beberapa langkah dalam menyusun program kegiatan yang bertujuan melancarkan semua kegiatan yang ada, program kegiatan yaitu perencanaan jangka panjang 10 sampai 25 tahun, perencanaan jangka menegah yaitu 7 sampai 5 tahun dan perencanaan jangka pendek selama 1 tahun.Kata Kunci: Peranan Perencanaan  Pengembangan Masjid
Dinamika Kepribadian Dalam Perspektif Psikologi Islam; Telaah Konsep Amarah, Lawwamah, dan Muthmainnah serta Korelasinya Dengan Iman, Islam, dan Ihsan Nur Khasanah; Achmad Irwan Hamzani; Havis Aravik
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i2.20031

Abstract

This article discusses the dynamics of personality from the perspective of Islamic psychology; study the concepts of anger, lawwamah, and muthmainnah, and their correlation with faith, Islam and Ihsan. With the aim of knowing the dynamics of personality in the perspective of Islamic psychology; study the concepts of anger, lawwamah, and muthmainnah, and their correlation with faith, Islam and Ihsan. This article uses qualitative research based on literature (library research) with a qualitative descriptive approach and technical descriptive analysis and content analysis. The results of this study indicate that personality is a unique arrangement of traits in a person that lasts a long time. In Islamic psychology, true humans consist of physical and spiritual elements, and are equipped and given the gift of reason, heart, and lust as provisions for living life. In the context of lust, human personality is contained in three passions, namely anger, lawwamah, and muthmainnah. The three of them must be able to be well optimized, anger must be able to be suppressed, lawwamah must be able to be cultivated and reach the degree of mutmainnah, so that they are able to become religious people (Islam), which is based on true and complete religious understanding and driven by a true belief (faith), so that the dedication carried out will result in useful behavior (Ihsan).Keywords: Personality, Anger, Lawwamah, Mutmainnah, Islam, Faith, Ihsan AbstrakArtikel ini membahas tentang dinamika kepribadian dalam perspektif psikologi Islam; telaah konsep amarah, lawwamah, dan muthmainnah, serta korelasinya dengan Iman, Islam dan Ihsan. Dengan tujuan untuk mengetahui dinamika kepribadian dalam perspektif psikologi Islam; telaah konsep amarah, lawwamah, dan muthmainnah, serta korelasinya dengan Iman, Islam dan Ihsan. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknis analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kepribadian adalah susunan yang unik dari sifat-sifat seseorang yang berlangsung lama. Dalam psikologi Islam manusia sejati terdiri dari unsur jasmani dan rohani, serta dilengkapi dan diberi anugerah akal, kalbu, dan nafsu sebagai bekal menjalani kehidupan. Dalam konteks nafsu, kepribadian manusia terdapat dalam tiga nafsu, yaitu amarah, lawwamah, dan muthmainnah. Ketiganya harus mampu dioptimalkan dengan baik, amarah harus dapat diredam, lawwamah harus mampu dipupuk dan mencapai derajat mutmainnah, sehingga mampu menjadi orang beragama (Islam),  yang didasarkan pada pemahaman keagamaan yang benar dan utuh dan didorong oleh sebuah keyakinan (Iman) yang benar, sehingga pengabdian yang dilakukan akan berbuah perilaku yang bermanfaat (Ihsan).Kata Kunci: Kepribadian, Amarah, Lawwamah, Muthmainnah, Islam, Iman, Ihsan
Peran E-commerce bagi Islamic Fashionpreneur Menuju Society Digital Di Era Pandemi Covid-19 Indriya Indriya; Farhan Zamzamy; Annisa Yasrien Algaisya; Dinda Rosaliana; Nurul Tari Rahmawati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.21680

Abstract

This article aims to discuss Islamic Fashionpreneurs (MSMEs) in adjusting to market their products in the digital era. In accordance with the direction of the Indonesian government, the E-commerce literacy MSME development scheme in the digital era is an alternative that saves business actors, especially in the midst of the Covid-19 pandemic. Every Islamic fashionpreneur (MSME) must be ready to face this cultural shift, where the fulfillment of needs must go hand in hand with technological developments. The research method using qualitative begins with data collection through observation, field surveys by presenting questionnaires, interviews. The results obtained from this study are; First, Islamic Fashionpreneurs (MSMEs) must be able to adapt to advances in digital technology (E-commerce), which has a significant influence on sales. Second, to support the acceleration of digital transformation, Islamic Fashionpreneurs (MSMEs) must be active and synergize with various parties, including the government, academics, communities and practitioners themselves. Third, there is digital literacy education through consistent training and assistance for Islamic Fashionpreneur MSME business actors from the government, academia, and the community.Keywords: E-Commerce; Islamic Fashion; Entrepreneur (UMKM); Digital Society; Covid-19 Pandemic Abstrak Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai Islamic Fashionpreneur (UMKM) dalam menyesuaikan memasarkan produknya di era digital. Sesuai dengan arahan pemerintah Indonesia, skema pengembangan UMKM melek E-commerce di era  digital menjadi alternatif yang menyelamatkan pelaku usaha, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Setiap Islamic fashionpreneur (UMKM) harus siap menghadapi pergeseran budaya ini, dimana pemenuhan kebutuhan harus beriringan dengan perkembangan teknologi. Metode penelitian menggunakan kualitatif diawali pengumpulan data melalui pengamatan, survei lapangan dengan menyajikan kuesioner, wawancara. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah; pertama, pelaku Islamic Fashionpreneur (UMKM) harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital (E-commerce), yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penjualan. Kedua, untuk mendukung percepatan transformasi digital para pelaku Islamic Fashionpreneur (UMKM), harus aktif dan bersinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, komunitas dan praktisi itu sendiri. Ketiga, adanya Edukasi literasi digital melalui pelatihan dan pendampingan secara konsisten bagi para pelaku usaha Islamic Fashionpreneur UMKM baik dari pemerintah, akademisi, serta komunitas.Kata Kunci : E-Commerce, Islamic Fashion, Entrepreneur (UMKM), Society digital, Pandemi Covid-19
Kajian Yuridis Efek Kebijakan Ganjil Genap M Makhfudz
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i4.21716

Abstract

The normative study is carried out by conducting library materials that are relevant to issues that focus on policies regarding the odd-even application of the Governor of DKI in the Jakarta area. This study is described descriptively qualitatively, with an empirical approach. This research is important because the understanding of the developing policy includes data, terms, pictures, and numbers. Subsequent developments so that the Governor's policy can be expanded in its application both to the area of application also include target objects. The next problem is the effort to tackle traffic violations related to the odd-even regulation in the DKI Jakarta area, through education, socialization to the driving community.Keywords: Effect; Policy; Odd even Abstrak Kajian normatif dilakukan dengan melakukan bahan-bahan kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang berfokus pada kebijakan mengenai penerapan ganjil-genap dari Gubernur DKI di wilayah Jakarta. Kajian ini di uraikan secara deskriptif kualitatif, dengan pendekatan empiris. Penelitian ini menjadi penting karena pemahaman terhadap kebijakan berkembang meliputi data, istilah, gambar, dan angka. Perkembangan berikutnya agar kebijakan Gubernur ini bisa diperluas penerapannya baik pada wilayah berlakunya juga meliputi obyek sasaran. Permasalahan berikutnya adalah Upaya Penanggulangan pelanggaran lalu lintas terkait peraturan Ganjil genap di Wilayah DKI Jakarta, melalui cara edukasi, sosialisasi kepada masyarakat pengendara.Kata Kunci: Efek; Kebijakan; Ganjil Genap
The Development of Fake News in the Post-Truth Age Muqsith, Munadhil Abdul; Pratomo, Rizky Ridho
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22395

Abstract

This study aims to provide a complete picture of the development of fake news during this post-truth era. Authors use a qualitative approach with a literature study method. Today's society uses social media for various needs and has considerable advantages. However, social media is also a mouthpiece for spreading fake news. Fake news today is a threat to society. In the post-truth era, people only believe in the truth of news based on belief, not objective facts. Society becomes polarized because of a relative definition of truth. This phenomenon is also supported by an algorithm that causes people to echo their own making. It is this echo that makes objective facts blurry and causes truth bias. Plus, with the development of technology, it is possible to make videos that resemble the original or deep fakes. Deep fakes become dangerous because people are becoming increasingly difficult to distinguish whether a video is real or fake. Many applications are able to create deep fakes video. This study concludes that fake news in this era is becoming increasingly dangerous. However, the public also plays a role in accelerating the development of fake news. Literacy skills, such as digital literacy, are very important to prevent the harmful effects of fake news.Keywords: Fake News; Digital Literacy; Deepfake; Post-Truth AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan berita palsu di era post-truth ini. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk berbagai kebutuhan dan memiliki keuntungan yang cukup besar. Namun, media sosial juga menjadi corong penyebaran berita bohong. Berita palsu hari ini adalah ancaman bagi masyarakat. Di era post-truth, orang hanya percaya pada kebenaran berita berdasarkan keyakinan, bukan fakta objektif. Masyarakat menjadi terpolarisasi karena definisi kebenaran yang relatif. Fenomena ini juga didukung oleh algoritma yang menyebabkan orang menggemakan buatan mereka sendiri. Gema inilah yang membuat fakta objektif menjadi kabur dan menyebabkan bias kebenaran. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan untuk membuat video yang menyerupai aslinya atau deep fakes. Kepalsuan yang dalam menjadi berbahaya karena orang semakin sulit membedakan apakah video itu asli atau palsu. Banyak aplikasi yang mampu membuat video palsu yang dalam. Studi ini menyimpulkan bahwa berita palsu di era ini semakin berbahaya. Namun, masyarakat juga berperan dalam mempercepat berkembangnya berita bohong. Keterampilan literasi, seperti literasi digital, sangat penting untuk mencegah efek berbahaya dari berita palsu.Kata Kunci: Berita Palsu; Literasi Digital; Palsu; Pasca-Kebenaran
Kontroversi Perda Berbasis Syariah Dalam Otonomi Daerah Di Indonesia Mufidah, Mufidah; Hejazziey, Djawahir; Sari, Novi Yuspita
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i5.22425

Abstract

Article 29 paragraph 1 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia states that "the State is based on the One Supreme Godhead." This means that the state has given legitimacy to Islamic law as formal law in the Indonesian constitutional system. Islamic law has a great opportunity to be formalized into regulations, because the majority of Indonesians are Muslims. Perda Syariah itself in its journey has shown significant developments. There have been 433 regional regulations issued in Indonesia since 1998, however, these regional regulations with Islamic nuances have generated pro-contra attitudes from various parties. This study uses a qualitative research method with a literature approach. The results of the study state that there are still some parties who feel that regional regulations were born only as political needs that are less effective in their implementation, and others think that sharia regulations are an effort to regulate people's behavior so that they are in accordance with living norms.Keywords: Sharia Regional Regulation; Regional Autonomy; Formalization of Islamic Law Abstrak: Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa “Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” Artinya negara telah memberikan legitimasi hukum Islam sebagai hukum formal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Hukum Islam memiliki peluang yang besar untuk diformalkan menjadi peraturan, karena mayoritas bangsa Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Perda Syariah sendiri dalam perjalanannya telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Telah ada 433 Perda lahir di Indonesia sejak tahun 1998, namun Perda-perda bernuansa Islam tersebut menimbulkan sikap pro-kontra dari berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa masih ada sebagian pihak merasa bahwa Perda lahir hanya sebagai kebutuhan politik yang kurang efektif dalam pelaksanaannya, dan  sebagian lain beranggapan bahwa Perda syariah adalah sebuah upaya untuk menertibkan perilaku masyarakat agar sesuai dengan norma-norma yang hidup.Kata Kunci: Perda Syariah; Otonomi Daerah; Formalisasi Hukum Islam

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue