cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Matematika
ISSN : 23562684     EISSN : 24771503     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: May 2019" : 11 Documents clear
Pengembangan perangkat pembelajaran geometri dengan mengadaptasi model CORE untuk meningkatkan efikasi diri Danis Agung Nugroho
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.11599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang diadaptasi dari model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa. Pengembangan perangkat menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi oleh peneliti dengan tahapan: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan rancangan produk awal, (4) uji coba terbatas, (5) revisi tahap I, (6) uji coba operasional, (7) revisi tahap II, dan (8) desiminasi produk akhir. Uji coba produk dilakukan di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman dengan melibatkan 52 siswa dan seorang guru matematika. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar penilaian guru terhadap kepraktisan perangkat pembelajaran, angket penilaian siswa terhadap kepraktisan LKS dan proses pembelajaran, dan angket efikasi diri siswa dalam belajar geometri. Hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP dan LKS dengan mengadaptasi model pembelajaran CORE yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa.This research aimed to produce a valid, practical, and effective learning kits adapted from CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending) model to improve student’s self-efficacy. The development refered to the modified Borg and Gall model which consists of: (1) preliminary studies, (2) plan, (3) initial product design development, (4) limited trial, (5) revision phase I, (6) operational trials, (7) revision phase II, dan (8) final product dissemination. The product was implemented at SMA Negeri 1 Prambanan Sleman which involved 52 students and the mathematics teacher. The instruments used in this research were validation sheets, the observation sheet of learning implementation, an evaluation sheet for practicality of lesson plans and worksheets by the teacher, the questionnaire for practicality of worksheets and learning process, and student’s self-efficacy in geometry learning questionnaire. The result was a valid, practical, and effective learning kits which consist of lesson plans and worksheets adapted from CORE instructional model to improve self-efficacy.
Muatan penalaran dan pembuktian matematis pada buku teks matematika SMA kelas X Kurikulum 2013 Tria Utari; Hartono Hartono
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.17002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan penalaran dan pembuktian matematis pada buku teks matematika SMA kelas X Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis analisis isi. Sumber data penelitian adalah buku teks Matematika kelas X Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pembacaan dan pencatatan dengan menggunakan instrumen yang telah divalidasi berupa pedoman analisis dokumen. Data penelitian dianalisis menggunakan skema Kripendorff yang meliputi pengumpulan data, penentuan sampel, perekaman/pencatatan, reduksi, penarikan kesimpulan dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian materi, siswa memiliki kesempatan yang besar untuk menalar dan membuktikan melalui membaca justifikasi namun memiliki kesempatan yang kecil melalui pengembangan justifikasi. Pada soal evaluasi, siswa belum memiliki kesempatan untuk menalar dan membuktikan melalui pengerjaan soal dengan indikator mengevaluasi argumen. Artinya, buku teks belum sepenuhnya memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar menalar dan membuktikan. AbstractThis study aimed to describe the content of mathematical reasoning and proof in the high school mathematics textbooks 10th grade Curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach type of content analysis. The source of research data was the high school mathematics textbook of 10th grade Curriculum 2013 edition of revision 2016 published by Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. Data collection techniques in this study was the reading and recording using instruments that had been validated in the form of document analysis guidelines. Research data was analyzed using Kripendorff scheme which included unitizing, sampling, recording/coding, reducing, inferring and narrating. The results showed that in the learning material section students had big opportunities to learn reasoning and proof through justification reading, but they had small opportunities in justification developing. In evaluation section, students had not opportunities to learn reasoning and proof through argument evaluation problem solving. Therefore, the textbook had not fully provided opportunities for students to learn reasoning and proof.
Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik Ahmad Lutfi
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.10231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembel-ajaran aljabar menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik yang valid, praktis dan efektif ditinjau dari keyakinan terhadap pelajaran matematika (KTM) dan kemampuan berpikir kreatif (KBK) siswa SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Hasil penelitian ini adalah perangkat pembelajaran aljabar menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik yang berorientasi pada keyakinan terhadap pelajaran matematika dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA berupa RPP dan LKS. Kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari aspek kevalidan, aspek kepraktisan dan aspek keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP dan LKS valid dan layak digunakan. Aspek kepraktisan berdasarkan penilaian guru terhadap RPP dan LKS adalah baik, dan skor kepraktisan berdasarkan hasil penilaian siswa adalah baik, dan persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu sangat baik untuk kelas XI IPA PI dan sangat baik untuk kelas XI IPA PA. Hasil angket KTM dan tes KBK juga mencapai kategori tinggi dan baik. Berdasarkan hasil tersebut, perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Developing algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach AbstractThis study aimed to produce algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach which was valid, practical, and effective viewed from belief in math and creative thinking skill of senior high school. This study was research and development which used Plomp’s model. The results of the research were algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach oriented to belief in math and creative thinking skill for senior high school which consisted of lesson plans and students worksheets. The quality of learning kits developed to cover all aspects of validity, practicality, and effectiveness. The assessment result for validity of the lesson plans and students’ worksheets was valid and proper to use. The assessment result for practicality aspect based on teacher assessment about lesson plans and students’ worksheets was good. The assesment result for practicality aspect based on students assesment was good. Meanwhile, enforceability of learning with an average is very good) for class XI IPA PI and very good for class XI IPA PA. The result of belief in math questionaire and creative thinking test reach high and good category. Based on those results, the learning kits that has been developed was valid, practical, and effective.
Proses metakognisi mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient (AQ) Setyaningsih, Rosana; Prihatnani, Erlina
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.23297

Abstract

Keberhasilan seseorang dalam memecahkan masalah, salah satunya bergantung pada kesadarannya tentang apa yang ia ketahui dan bagaimana ia menerapkannya. Kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya sendiri disebut metakognisi. Selain itu, diperlukan Adversity Quotient (AQ) dalam memecahkan masalah untuk mengubah kesulitan menjadi peluang keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses metakognisi mahasiswa yang ditinjau dari AQ. Subjek penelitian adalah 3 mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana yang memiliki AQ berbeda yaitu climbers, campers dan quitters. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, think aloud, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas metakognisi jenis awareness, evaluation, dan regulation terjadi pada semua subjek saat proses pemecahan masalah. Metakognisi membuat subjek tipe climbers memahami bagaimana mencapai tujuan dengan memeriksa keberhasilan pada setiap langkah proses pemecahan masalah. Metakognisi membantu subjek tipe campers mengenali keberadaan masalah dengan menyadari pola yang seharusnya diterapkan pada langkah perpindahan. Selain itu, metakognisi membuat pikiran subjek tipe quitters menjadi lebih efektif dengan mencari pola-pola untuk membuat langkah perpindahan dan cara mengevaluasi serta membantu memahami apa sebenarnya masalah.One's success in solving problems, one of which depends on his awareness of what he knows and how he applies it. A person's awareness of his own thought process is called metacognition. In addition, Adversity Quotient (AQ) is needed in solving problems to turn difficulties into opportunities for success. This study aims to describe the student's metacognition process in terms of AQ. The research subjects were 3 students in Satya Wacana Christian University in Mathematics Education who had different AQs, namely climbers, campers and quitters. Data collection in this study was conducted using a written test, think aloud, and interview. The results showed that metacognition activities of the type of awareness, evaluation, and regulation occur in all subjects during the problem solving process. Metacognition made climers type subjects understood how to achieve goals by checking success at each step of the problem solving process. Metacognition helped campers type subjects recognized the existence of a problem by realizing the pattern that should be applied to the movement step. In addition, metacognition made the quitters-type subject's mind more effective by looking for patterns to make the move and how to evaluate and help understand what the problem is.
Analisis kemampuan kognitif matematika berdasarkan task commitment siswa kelas khusus olahraga sekolah menengah atas Nurafni Retno Kurniasih; Idris Harta
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.902 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.23519

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif matematika, task commitment, dan hubungan antara kemampuan kognitif matematika dan task commitment siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA negeri se-DIY. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa KKO kelas X SMA negeri se-DIY yang berjumlah 319 siswa. Sampel sejumlah 132 siswa yang terbagi dalam 8 sekolah penyelenggara kelas KKO se-DIY ditentukan dengan teknik sampel acak proporsional sistematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif matematika siswa KKO SMA negeri se-DIY dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 40,62 dari nilai tertinggi ideal 100, task commitment siswa KKO SMA negeri se-DIY dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 95,63 dari nilai tertinggi ideal 150, dan terdapat hubungan yang cukup kuat antara kemampuan kognitif matematika dan task commitment siswa KKO SMA negeri se-DIY. Hal ini dibuktikan dari nilai koefisien kontingensi = 0,328 yang berada pada interval 0,30-0,59 dan nilai signifikansi sebesar 0,05. An analysis of mathematical cognitive abilities based on task commitment of senior high school athlete students AbstractThe purpose of this study was to describe the mathematical cognitive abilities, the task commitment, and  the relationship between mathematical cognitive abilities and task commitment of athlete students in Special Region of Yogyakarta Province, Indonesia. This study was survey research. The population of this study was 319 grade X athlete students of senior high school. A sample of 132 students were established using the systematical proportional random sampling technique. The results of this study showed that the mathematical cognitive abilities of athlete students in Special Region of Yogyakarta was in the medium category with the mean score 40.62 from the ideal score of 100, the task commitment of athlete students in Special Region of Yogyakarta was in the medium category with the mean score 95.63 from the ideal value 150, and there was a moderate association between mathematical cognitive abilities and task commitment of athlete students in Special Region of Yogyakarta. It could be seen by the value of contingency coefficient = 0.328 which was in interval 0.30 to 0.59 and a significance value of 0.05.
Pengaruh keterlibatan orang tua, perilaku guru, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa Abdoulaye Fane; Sugito Sugito
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.203 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.15246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan pengaruh keterlibatan orang tua, perilaku guru, dan motivasi belajar baik terhadap prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Yogyakarta, Indonesia, tahun ajaran 2016/2017. Sampel penelitian sejumlah 121 siswa ditentukan menggunakan simple random sampling technique. Pengumpulan data menggunakan studi dokumen hasil belajar matematika siswa dan angket yang telah dibuktikan validitas serta diestimasi reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan masing-masing variabel yaitu keterlibatan orang tua, perilaku guru, motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta; dan (2) secara bersamaan (simultan) variabel keterlibatan orang tua, perilaku guru, dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta.The effect of parental involvement, teacher behavior and learning motivation on students’ mathematics achievementAbstractThis research aimed to describe the effect of parental involvement, teacher behavior, learning motivation on students’ mathematics achievement in grade X of Junior High School. This research was ex post facto research. The population was grade X students of SMA Negeri 4 Yogyakarta, Indonesia in the 2016/2017 academic year. The sample of 121 students was established using the simple random sampling technique. The data were collected through documents study of students’ mathematics achievement results and using a questionnaire that had been proven its validity and estimated its reliability. The data analysis technique used is linear and multiple regression. The research finding shows that (1) there is a positive and significant effect of each variable namely parental involvement, teacher behavior, learning motivation on mathematics achievement of grade X students of SMA Negeri 4 Yogyakarta; and (2) parental involvement, teacher behavior, and learning motivation simultaneously provide a positive and significant effect on mathematics achievement of grade X students of SMA Negeri 4 Yogyakarta.
Pemanfaatan video pembelajaran berbasis Geogebra untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMK Erdawati Nurdin; Aulia Ma’aruf; Zubaidah Amir; Risnawati Risnawati; Noviarni Noviarni; Memen Permata Azmi
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.922 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.18421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pemanfaatan video pembelajaran berbasis Geogebra dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji U Mann-Whitney. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan video pembelajaran berbasis Geogebra lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Video pembelajaran berbasis Geogebra efektif dan berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Video pembelajaran berbasis Geogebra ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.The use of learning video-based Geogebra to improve students’ ability in understanding mathematical conceptsAbstractThis study aimed to describe the effectiveness of the use of learning video-based Geogebra to improve Vocational High School students’ ability in understanding mathematical concepts. This quasi-experimental research was a non-equivalent control group design. Data collection was done through interviews and tests of students’ ability in understanding mathematical concepts. The data analysis uses the U Mann-Whitney test. The results of this research show that the improvement of students’ ability to understanding a mathematical concept by using learning video-based Geogebra was better than students who learn by using conventional learning. Learning video-based Geogebra was effective and have a positive effect on improving students’ mathematical concepts. Learning video-based Geogebra could be used as one of the learning media to improve students’ mathematical concepts.
Proses berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama melalui discovery learning Purnama Mulia Farib; M. Ikhsan; Muhammad Subianto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.708 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.21396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis matematis dan mengidentifikasi tingkat berpikir kritis matematis siswa yang diberikan pembelajaran discovery pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang siswa yang diambil dari 37 siswa kelas VII-E MTsN 3 Aceh Barat yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas penyelesaian masalah siswa lebih banyak melakukan proses specializing dan generalizing. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah yang disajikan serta menyusun langkah penyelesaian yang mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun pada proses conjecturing dan convincing, siswa masih perlu dilatih untuk menganalogikan masalah serta menyelesaikan masalah dengan cara yang beragam. Temuan penelitian ini dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran matematika yang melatihkan kemampuan berpikir kritis.The process of mathematical critical thinking of junior high school students through discovery learning AbstractThis study aimed to describe the process of mathematical critical thinking of students who were given discovery learning in mathematics learning. This study was classified as qualitative research. The research subjects were 6 students drawn from 37 students of class VII-E MTsN 3 Aceh Barat, Indonesia, and selected based on their initial mathematical abilities. The research instruments included researchers, critical thinking test, and interview guidelines. The data collection was carried out by giving a critical thinking test conducted after discovery learning and interviewing the research subjects after completing the test. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in solving problems, students were more dominant in the process of specializing and generalizing. Students have been able to identify the problem presented and arrange possible steps for solving the problem, but in the process of conjecturing and convincing, students still need to be trained in analogizing problems and solving problems in a variety of ways. The findings of this study could be used by teachers to design mathematics learning that exercises critical thinking skills.
Efektivitas problem-based learning ditinjau dari keterampilan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematis Yuli Kurniyawati; Ali Mahmudi; Endang Wahyuningrum
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.657 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.26985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas problem-based learning ditinjau dari keterampilan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematis. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngadirejo Temanggung tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mengambil 3 kelas dari 7 kelas yang ada, dan terpilih kelas VIII A sebagai kelas ujicoba, kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIIIC sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan pemecahan masalah matematis dan skala kemandirian belajar matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem-based learning efektif ditinjau dari keterampilan pemecahan dan kemandirian belajar matematis. Terdapat perbedaan efektivitas antara problem-based learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari keterampilan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematis. Terdapat hubungan signifikan antara keterampilan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematis.The effectiveness of problem-based learning in terms of mathematical problem-solving skills and self-regulatedAbstractThis study aims to determine the effectiveness of problem-based learning in terms of mathematical problem-solving skills and self-regulated. This study is quasi-experimental with a population of students of grade VIII SMP Negeri 1 Ngadirejo Temanggung academic year 2017/2018. The sampling was done randomly by taking 3 of 7 classes, and the elected class was VIII A, VIIIB, and VIIIC. Then, the three classes were randomized to determine the tryout class, control, and experimental class. Class VIIIB was selected as an experimental class, VIIIC as a control class and VIIIA as a tryout class. The instrument used was the test of mathematical problem-solving skills, the scale of self-regulated learning and observation sheet of learning implementation. The results of this study showed that problem-based learning is effective in terms of mathematical problem-solving skills and self-regulated learning. There is a difference in effectiveness between problem-based learning and conventional learning in terms of mathematical problem-solving skills and self-regulated learning. There is a significant relationship between mathematical problem-solving skills and self-regulated learning.
Efektivitas worked example dengan strategi pengelompokan siswa ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load Muhammad Ferry Irwansyah; Endah Retnowati
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.751 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.21452

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan efektivitas strategi pembelajaran worked example dan problem solving dengan strategi pengelompokan siswa (kolaboratif dan individual) ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load. Penelitian ini melibatkan 64 siswa kelas 8 sebagai partisipan penelitian yang dibagi menjadi empat kelompok secara acak dengan menggunakan desain eksperimen 2 × 2 (worked example vs. problem solving) × kolaboratif vs. individual). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan penerapan strategi worked example dengan pengelompokan kolaboratif dan individual ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah. Ditinjau dari cognitive load, strategi worked example efektif ketika siswa belajar individual, namun tidak efektif ketika siswa belajar secara kolaboratif. Ketika siswa belajar secara individual, strategi worked example dapat mengaktifkan cognitive load lebih rendah daripada strategi problem solving, sedangkan ketika siswa belajar secara kolaboratif, strategi worked example dan problem solving tidak berbeda dalam mereduksi cognitive load. The effectiveness of worked example with students’ grouping strategy viewed from problem-solving abilities and cognitive load AbstractThe study aimed to describe and compare the effectiveness of learning strategies (worked example and problem-solving) with the strategy of grouping students (collaborative and individual) viewed from problem-solving abilities and cognitive load. There were 64 of 8th-grade students as study participants divided into four groups randomly using experimental design 2 × 2 (worked example vs. problem-solving × collaborative vs. individual). The results of the study indicate that there is no significant difference implementation of worked example strategy between the collaborative strategies and individuals viewed from problem-solving abilities. Viewed from the cognitive load, the worked example strategy was effective when students learn individually, but it was not effective when students learn collaboratively. When students learn individually, worked example strategies could activate cognitive load lower than problem-solving strategies, whereas when students learn collaboratively, worked example strategies and problem-solving were no different in reducing cognitive load.

Page 1 of 2 | Total Record : 11