cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Matematika
ISSN : 23562684     EISSN : 24771503     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
BACK MATTER (Publication Ethics, Acknowledgment, Template, Author Guidelines) - -
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 2: November 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3723.025 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v4i2.18874

Abstract

-
Proses berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama melalui discovery learning Purnama Mulia Farib; M. Ikhsan; Muhammad Subianto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.708 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.21396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis matematis dan mengidentifikasi tingkat berpikir kritis matematis siswa yang diberikan pembelajaran discovery pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang siswa yang diambil dari 37 siswa kelas VII-E MTsN 3 Aceh Barat yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas penyelesaian masalah siswa lebih banyak melakukan proses specializing dan generalizing. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah yang disajikan serta menyusun langkah penyelesaian yang mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun pada proses conjecturing dan convincing, siswa masih perlu dilatih untuk menganalogikan masalah serta menyelesaikan masalah dengan cara yang beragam. Temuan penelitian ini dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran matematika yang melatihkan kemampuan berpikir kritis.The process of mathematical critical thinking of junior high school students through discovery learning AbstractThis study aimed to describe the process of mathematical critical thinking of students who were given discovery learning in mathematics learning. This study was classified as qualitative research. The research subjects were 6 students drawn from 37 students of class VII-E MTsN 3 Aceh Barat, Indonesia, and selected based on their initial mathematical abilities. The research instruments included researchers, critical thinking test, and interview guidelines. The data collection was carried out by giving a critical thinking test conducted after discovery learning and interviewing the research subjects after completing the test. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in solving problems, students were more dominant in the process of specializing and generalizing. Students have been able to identify the problem presented and arrange possible steps for solving the problem, but in the process of conjecturing and convincing, students still need to be trained in analogizing problems and solving problems in a variety of ways. The findings of this study could be used by teachers to design mathematics learning that exercises critical thinking skills.
Pengembangan perangkat pembelajaran statistika dan peluang dengan metode penemuan terbimbing berorientasi Kurikulum 2013 untuk siswa kelas X Dian Wijayanti
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 1: May 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.583 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v3i1.6449

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran statistika dan peluang untuk siswa SMA kelas X semester 2 dengan metode penemuan terbimbing yang terdiri atas RPP, LKS, dan instrumen penilaian yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model 4D, terdiri atas tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Analisis data kevalidan dan kepraktisan dilakukan dengan cara mengkonversi data kuantitatif berupa skor hasil penilaian menjadi data kualitatif skala lima. Analisis data keefektifan dilakukan dengan cara menentukan persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan hasil tes dan angket. Hasil validasi menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan memperoleh kategori baik, sedangkan LKS dan instrumen penilaian yang dikembangkan mencapai kategori sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran statisika mencapai 94,12% sedangkan peluang mencapai 84,29%. Berdasarkan hasil tes dan angket, perangkat pembelajaran termasuk dalam kriteria efektif.Kata Kunci: perangkat pembelajaran, penemuan terbimbing, statistika, peluang. Developing Statistics and Probability Teaching Kit with Guided Discovery Learning Method Oriented to Curriculum 2013 for Grade X AbstractThis research aimed to produce statistics and probability teaching kit for grade X students of Senior High School in 2nd semester with guided discovery learning consist of lesson plans, student worksheets, and assessment instruments which valid, practical, and effective. The developing model in this research was 4D model consist of define, design, develop, and disseminate. Validity and practicality were analyzed by converting the actual scores obtained into five scales of qualitative data. Effectiveness analyzed by determining the percentage of students’ completeness in a test and in the questionnaires. Validation result shows that the lesson plans have good category, the student worksheet and the assessment instrument have very good categories. The result of the application shows that the statistics application was 94,12% than the probability application was 84,29%. Based on the test and questionnaires result, the teaching kit was in effective term.Keywords: teaching kit, guided discovery, statistics, probability
Developing mathematics learning set for special-needs junior high school student oriented to learning interest and achievement Ai Sadidah; Ariyadi Wijaya
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 2: November 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.115 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v3i2.10866

Abstract

This study aims to produce a mathematics learning set for special-needs students (mathematical learning disability and mathematically gifted) of Junior High School Grade VIII Second Semester oriented to learning interests and achievement which is valid, practical, and effective. This study was a research and development study using the Four-D development model consisting of four stages: (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. The quality of learning set consisting of the following three criterions: (1) validity, (2) practicality, and (3) effectiveness.  The data analysis technique used in this study is a descriptive quantitative analysis. The research produced learning set consisting of lesson plans and student worksheets. The result of the research shows that: (1) the learning set fulfill the valid criteria base on experts’ appraisal; (2) the learning set fulfill the practical criterion base on teacher’s and students’ questionnaire, and observation of learning implementation; (3) the learning set fulfill the effectiveness criterion base on learning interest and achievement.
FRONT MATTER (Cover, Editorial Team, Focus & Scope, Table of Contents) - -
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 1: May 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.629 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v4i1.14366

Abstract

-
FRONT MATTER (Cover, Editorial Team, Preface, Focus & Scope, Table of Contents) - -
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 2: November 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.802 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v3i2.13430

Abstract

-
Keefektifan problem solving dan guided inquiry dalam setting TAI ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kedisiplinan diri Hesti Setianingsih
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 2: November 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.663 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v3i2.6143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan dan membandingkan keefektifan problem solving setting team assisted individualization (TAI) dengan guided inquirysetting TAI ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kedisiplinan diri siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lebaksiu yang terdiri atas 9 kelas. Dari populasi yang ada diambil secara acak dua kelas, yaitu kelas VII H dan kelas VII I sebagai sampel kelas penelitian. Kelas VII H diberi treatment dengan pendekatan pembelajaran problem solving setting TAI, sedangkan kelas VII I dengan guided inquiry setting TAI. Data dianalisis dengan menggunakan uji one sample t-test, uji MANOVA dengan T2 Hotteling’s dilanjutkan dengan uji t-Benferroni untuk menentukan pendekatan pembelajaran mana yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran problem solving setting TAI dan guided inquiry setting TAI keduanya efektif ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kedisiplinan diri; pendekatan pembelajaran guided inquiry setting TAIlebih efektif daripada problem solving setting TAI ditinjau dari masing-masing aspek.Kata Kunci: problem solving, guided inquiry, team assisted individualization, prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan diri The effectiveness of problem solving and guided inquiry viewed from students’ learning achievement, critical thinking skills, and self-discipline AbstractThis study aims to describe the effectiveness and compare the effectiveness of problem solving in team assisted individualization (TAI) setting with guided inquiry in TAI setting viewed from the students’ learning achievement, critical thinking skills, and self-discipline. The research population comprised all Class VII students, consisting of 9 classes of SMP Negeri 1 Lebaksiu. From the population, two groups (classes), class VII H and class VII I, were selected randomly as the research class sample. Class VII H was treated with the approach of learning problem solving in TAI setting, while class VII I was treated with the guided inquiry in TAI setting. The data were analyzed using one sample t-test, MANOVA with T2 Hotteling’s and then continued by t-Benferroni test to determine which the approach of learning is more effective. The results of study show that the approaches of learning problem solving in TAI setting and guided inquiry in TAI setting are both effective viewed from students’ learning achievement, critical thinking skills, and self-discipline, and the approach of learning guided inquiry in TAI setting is more effective than problem solving in TAI setting in terms of each aspect.Keywords: problem solving, guided inquiry, team assisted individualization, learning achievement, critical thinking skills, self-discipline
Penerapan model pembelajaran NHT-TGT untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA Alifiani Alifiani
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 1: May 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.799 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v4i1.13100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan NHT-TGT dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA dari mahasiswa Kelas 2C Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang kurang memuaskan. Skor motivasi mahasiswa tergolong dalam kriteria “sangat rendah” dengan skor 48,4. Hasil tes pemahaman konsep mahasiswa juga masih kurang memuaskan, hanya 22,6% mahasiswa “tuntas”, yaitu mahasiswa yang mendapatkan nilai Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas 4 pertemuan. Hasil dari siklus pertama menunjukkan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep mahasiswa meningkat menjadi 48,3%. Pada akhir siklus I, motivasi mahasiswa juga meningkat ke kategori “rendah” dengan skor 66. Selanjutnya, di siklus II motivasi kembali meningkat dan masuk kategori  “tinggi” dengan skor 84,8. Demikian juga dengan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep meningkat menjadi 90,3%. Jadi penerapan NHT-TGT terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi mahasiswa.Kata Kunci: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivasi, pemahaman konsep, materi matematika SMA Implementation of NHT-TGT Learning Model to Improve Motivation and Conceptual Understanding of Mathematics for Senior High SchoolAbstractThe study aims to describe the application of NHT-TGT to improve students of Class 2C Mathematics Education Program University of Islam Malang’s motivation and understanding of high school mathematics material concept. The study is motivated by the results of preliminary studies were less than satisfactory. Student motivation score belonging to the criteria of "very low" with a score of 48.4. Student conceptual understanding test results are still unsatisfactory, only 22.6% of the students "completes", that is student scores ≥60. The study is a classroom action research which performed in 2 cycles with each cycle consisting of 4 meetings. The results of the first cycle show the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 48.3%. At the end of the first cycle, the students’ motivation also increased to the category of "low" with a score of 66. Furthermore, in the second cycle motivation score increased and categorized of "high" with a score of 84.8. Likewise, the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 90.3%. So the application of NHT-TGT is proven to improve student understanding of concepts and motivation.Keywords: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivation, concept understanding
Pengaruh model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari gender Hodiyanto Hodiyanto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 2: November 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.967 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v4i2.15770

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik antara model pembelajaran problem solving (PS) dan model pembelajaran langsung. (2) manakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik antara kelompok laki-laki dan perempuan. (3) pengaruh model  pembelajaran PS terhadap kemampuan komuniksi matematis.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 02 Mojolaban Sukoharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan komunikasi matematis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis anova dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa diperoleh bahwa: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa lebih baik jika diberikan model pembelajaran PS dibandingkan model pembelajaran langsung (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa antara siswa laki-laki dan perempuan. (3) model pembelajaran PS berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. 
Pengembangan perangkat pembelajaran bangun ruang di SMP dengan pendekatan pendidikan matematika realistik Wiwin Rita Sari
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 1: May 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.678 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v3i1.10407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran bangun ruang SMP dengan pendekatan pendidikan matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif ditinjau dari ketercapaian kompetensi dasar, kemampuan koneksi matematis, dan minat terhadap matematika. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4-D yang terdiri atas empat tahap yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan tahap penyebaran. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran bangun ruang yang terdiri dari silabus, RPP, LKS, dan tes hasil belajar berupa tes ketercapaian kompetensi dasar (TKKD) dan tes kemampuan koneksi matematis (TKKM) yang valid, praktis, dan efektif. Kevalidan perangkat mencapai kategori sangat baik ditinjau dari penilaian ahli. Kepraktisan perangkat mencapai kategori sangat baik ditinjau dari penilaian guru, penilaian siswa, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Aspek keefektifan dipenuhi dari tercapainya minimal 80% siswa lulus KKM ditinjau dari ketercapaian kompetensi dasar dan kemampuan koneksi matematis, serta lebih dari 80% siswa mempunyai minat terhadap matematika dalam kategori minimal baik.Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, pendekatan pendidikan matematika realistik, bangun ruang SMP Developing Space Learning Kit in Junior High School with Realistic Mathematics Education Approach AbstractThis research aimed to produce space learning kits with realistic mathematics education approach in Junior High School which valid, practical, and effective viewed from achievement of basic competence, mathematical connection ability, and mathematics interest. This research was development research used 4-D model that consisted of four phases: defining, designing, developing, and  disseminating. This research produced space learning kit that consisted of syllabus, lesson plans, students’ worksheets, and assessment tests that included test of basic competence achievement and mathematical connection test which valid, practical, and effective. The validity of learning kit get very good category from expert assessment. The practicallity of learning kit get very good category from teachers assessment, students assessment, and observation of learning implementation. The aspect of effectiveness was seen from achievement minimum 80% of the student pass the minimum score for achievement of basic competence and mathematical connection skill, and more than 80% of student have mathematics interest in least good category.Keywords: development, learning kit, realistic mathematics education, space