cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Desember 2018" : 11 Documents clear
PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI DI KELURAHAN AIR MANIS, KECAMATAN PADANG SELATAN Rizky Dwi Gustina; Mussadun Mussadun
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.555 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.144-154

Abstract

Pantai Air Manis merupakan salah satu wisata yang sedang dikembangkan oleh pengelola wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Kondisi dan ketersediaan atraksi maupun fasilitas wisata yang tersedia masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stakeholder dalam pengelolaan  wisata Pantai Air Manis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan wisata yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PU, dan Dishub sebagai stakeholder kunci dan masyarakat lokal sebagai stakeholder primer. Stakeholder kunci berperan sebagai koordinator dan fasilitator dalam mengelola atraksi, akomodasi, aksesibilitas serta informasi dan promosi wisata. stakeholder primer berperan sebagai fasilitator dan pelaksana dalam atraksi, akomodasi serta aksesibilitas wisata. Disbudpar memiliki kapasitas yang rendah karena belum mampu mengcover pengelolaan wisata. Oleh karena itu wisata dicover oleh masyarakat lokal sehingga menyebabkan kondisi atraksi serta fasilitas wisata kurang baik dan kurang terawat.
KAJIAN TATA KELOLA PENYEDIAAN TAMAN KOTA RAMAH HAM DI KABUPATEN WONOSOBO Fikri Farkhana; Mardwi Rahdriawan
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.099 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.96-107

Abstract

Kabupaten Wonosobo menjadi Kota Ramah Hak Asasi Manusia pada tahun 2014. Hal tersebut mengacu pada Deklarasi Gwangju guna mewujudkan kovenan HAM internasional. Bentuk implementasinya adalah melalui pembangunan taman kota ramah HAM yaitu Taman Kartini dan Taman Fatmawati. Permasalahan yang terjadi pada kedua taman adalah belum optimalnya tata kelola taman kota pada beberapa aspek seperti minimnya sosialisasi taman ramah HAM kepada masyarakat dan minimnya perawatan fasilitas taman yang rusak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji tata kelola taman kota di Kabupaten Wonosobo. Tata kelola yang dimaksud adalah bentuk manajemen pembangunan dengan kerjasama dan pelibatan sluruh stakeholder. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui kegiatan telaah dokumen, observasi, kuisioner, dan wawancara terstuktur. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tata kelola antara Taman Kartini dan Taman Fatmawati pada tahap pemeliharaan khususnya pada pihak yang bertanggung jawab. Tata kelola taman kota ramah hak asasi manusia yang baik dapat diwujudkan melalui pemenuhan prinsip-prinsip pada tiap tahapan pembangunan meliputi tahap perencanaan, implementasi dan pemeliharaan. Prinsip utama yang harus diakomodir adalah prinsip partisipatif, prinsip akuntabilitas dan prinsip transparansi.
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI DAN ASOSIASINYA TERHADAP LALU LINTAS DI KORIDOR SIMPANG TIGA K.H.SIROJUDIN-MULAWARMAN RAYA Dearny Aggryeva Sihaloho; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.17 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.155-163

Abstract

Pusat pertumbuhan baru dengan fungsi utama pendidikan tinggi memicu munculnya aktivitas pendukung kawasan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Aktivitas pendukung kawasan membawa perubahan fungsi bangunan serta perubahan lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun di sekitar kampus terutama pada lahan di sisi akses utama karena memiliki aksesibilitas yang tinggi. Perubahan ini didominasi oleh perdagangan dan jasa dengan bangkitan tarikan yang menambah beban pada jalan. Lahan yang belum dilengkapi ruang parkir akan menambah hambatan samping dan dapat menimbulkan kemacetan. Tipologi perubahan pemanfaatan lahan di koridor terdiri dari warung makan, café, supermarket, toko ATK, toko pakaian, laundry, print/fotocopy, dan kost-an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi, analisis trip rate, dan analisis komparasi tingkat perjalanan dengan volume lalu lintas. Identifikasi perubahan pemanfaatan lahan 10 tahun terakhir (2008-2018) dilakukan untuk menentukan sampel yang akan dicari datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pemanfaatan lahan yang paling banyak terjadi adalah pada aktivitas warung makan. Jenis aktivitas tersebut berkontribusi 34% terhadap volume lalu lintas di koridor. Identifikasi tingkat perjalanan perdagangan dan jasa menunjukkan prediksi volume lalu lintas yang akan timbul jika perubahan pemanfaatan lahan di sisi akses utama menuju kampus masih terus berlanjut. Tingkat perjalanan aktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh stakeholders dalam mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan pendidikan tinggi.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA LINGKUNGAN PADA PROGRAM PLPBK DI KELURAHAN TAMBAKREJO, KOTA SEMARANG Dyah Putri Makhmudi; Mohammad Muktiali
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.839 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.108-117

Abstract

Participation is the participation of a person in a social group to take part of existing community activities, outside of their work. Community participation is needed in a development program because the success of the program is related to community participation in running the program. Tambakrejo village became one of the villages that run the PLPBK program in Semarang City because of a good achievement from BKM. The purpose of this study was to determine community participation in the development of environmental infrastructure in the PLPBK program in Tambakrejo Village. The quantitative approach was used in this study by distributing 87 questionnaires and conducting interviews, observation and document review. Forms of participation given by society such as money, goods, energy and thoughts. The level of community participation is at the level of notification, meaning that in the development of environmental infrastructure in the PLPBK program there is a provision of information to the public. The sustainability of the PLPBK program in Tambakrejo Village is closely related to the level of community participation and the role of the parties involved in implementing the PLPBK Program.
PENGEMBANGAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT PADA KAMPUNG HOMESTAY BOROBUDUR Abid Affandi Wedatama; Fadjar Hari Mardiansjah
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.389 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.135-143

Abstract

Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991 yang memberikan potensi pengembangan aktivitas ekonomi serta pariwisata. Masyarakat Dusun Ngaran 2 Desa Borobudur memanfaatkan potensi pariwisata dengan melakukan pengembangan homestay berupa Kampung Homestay Borobudur yang hingga saat ini mencapai 27 homestay dengan melibatkan elemen masyarakat dan para pengelola homestay Dusun Ngaran 2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan eksploratif untuk menjelaskan proses pengembangan homestay serta analisis triangulasi dan penarikan kesimpulan untuk mengetahui peran masyarakat dan teknologi informasi di dalamnya.  Pengembangan homestay yang berbasis pada masyarakat ini melibatkan dua aspek kegiatan yaitu peningkatan mutu pelayanan dan penyedia kegiatan pariwisata. Selain itu, terdapat juga peran teknologi informasi yang digunakan untuk sistem pemesanan yang terkomputerisasi pada media booking.com atau melalui situs yang dibangun khusus oleh pengurus homestay pada www.kampunghomestayborobudur.com sebagai bagian dari pengembangan aktivitas pariwisata, ekonomi dan teknologi untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
DAMPAK TRANSPORTASI DARING TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DI KOTA SEMARANG Subianto, Muhammad Hendardi; Rakhmatulloh, Anita Ratnasari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.752 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.127-134

Abstract

Ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sebuah kota. Kemajuan teknologi memberikan salah satu alternatif moda transportasi yang kemudian disebut dengan transportasi daring. Transportasi daring memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pergerakan. Kehadiran transportasi daring ini meembuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sebagai operator atau pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kehadiran transportasi daring terhadap penyerapan tenaga kerja dan kemungkinan terdapatnya peningkatan kesejahteraan yang dilihat dari pendapatan pengemudinya. Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, transportasi daring menyerap 2% tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Adanya transportasi daring dapat meningkatkan pendapatan pengemudi transportasi daring sebesar 28,86%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa transportasi daring memberikan dampak kecil pada penyerapan tenaga kerja namun secara keseluruhan tenaga kerja yang terserap mempunyai peningkatan kesejahteraan.
SEBARAN EMISI CO2 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENATAAN RUANG AREA INDUSTRI DI KABUPATEN KENDAL Dina Labiba; Wisnu Pradoto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.177 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.164-173

Abstract

Kabupaten Kendal adalah wilayah yang memiliki peran sebagai salah satu pusat aktivitas industri di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sumber emisi CO2 dari sektor industri serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan emisi tersebut sebagai dasar acuan dalam merumuskan implikasi kebijakan penataan ruang aktivitas industri di Kabupaten Kendal berdasarkan konsep low carbon city. Analisis dilakukan terhadap sembilan aktivitas industri skala besar yang besar tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu Kecamatan Kaliwungu, Boja dan Kangkung. Hasil dari analsisis terhadap kadar intensitas produksi emisi CO2 aktivitas industri menunjukkan bahwa industri PT. Sinar Bahari Agung di Kecamatan Kangkung memiliki menghasilkan emisi CO2 tertinggi. Sementara itu untuk hasil dari analisis potensi pertumbuhan pertumbuhan emisi CO2 dilihat dari faktor penghambat dan pemicu pertumbuhan emisi tersebut, menunjukkan bahwa hingga tahun 2031 pertumbuhan emisi CO2 sektor industri di Kabupaten Kendal akan terus mengalami peningkatan. Implikasi kebijakan penataan ruang yang dapat diterapkan adalah penambahan areal ruang terbuka hijau. Penambahan ruang terbuka hijau diprioritaskan pada aktivitas industri pada aktivitas industri PT. Sinar Bahari Agung dan PT. Rimba Partikel Indonesia. Selain itu, implikasi kebijakan lainnya yang dapat diterapkan ialah dengan membatasi pertumbuhan aktivitas industri di wilayah bagian selatan Kabupaten Kendal serta pengoptimalan pemanfaatan lahan industri dengan penerapan Industrial Symbiosis.
KAJIAN KONTRIBUSI UMKM BERBASIS RUMAH ECENG GONDOK MELALUI PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PENDAPATAN PELAKU USAHA DI KAWASAN RAWAPENING Onixtin Octarina Sianturi; Wido Prananing Tyas
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.988 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.118-126

Abstract

Rawapening merupakan danau semi alami dengan luas 2.670 hektare yang terletak di 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Sekitar 80% dari permukaan air di Rawapening ditumbuhi tanaman eceng gondok yang menyebabkan kondisinya semakin parah akibat penurunan daya tampung. Eceng gondok juga menyimpan potensi bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis rumah. Meskipun kerajinan eceng gondok berbasis bahan alam dan cenderung tradisional, namun adanya dukungan internet dalam hal kemudahan komunikasi, transaksi jual beli, dan penyebaran informasi sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HBE eceng gondok di sekitar Rawapening berbasis internet terhadap pendapatan pelaku usaha. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE non digital yaitu 75% dengan pendapatan Rp1.414.585. Berbeda kondisi, rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE digital yaitu 81% dengan pendapatan Rp5.162.500.
SIMULASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN KONSEP CELLULER AUTOMATA DI KOTA MATARAM Muhammad Rusdin Rangga Putra; Iwan Rudiarto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.8 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.174-185

Abstract

Dinamika perubahan penggunaan lahan dapat dipahami secara spasial dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan membangun model perubahan penggunaan lahan di Kota Mataram untuk memprediksi penggunaan lahan di Kota Mataram pada tahun2031. Model yang dibangun adalah hasil analisis spasial dari pola perubahan penggunaan lahan dari kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2017 dengan menggunakan konsep cellular automata. Penentuan aturan transisi dan faktor-faktor pendorong perubahan lahan serta nilai pengaruh (bobot) masing-masing faktor tersebut merupakan hal yang penting untuk membangun model prediksi perubahan lahan. Hasil perhitungan validitas model menujukkan tingkat akurasi model sebesar 84,18%. Dari tahun 2017 sampai tahun 2031  terjadi peningkatan secara signifikan luasan penggunaan lahan industri dan pergudangan, perdagangan dan jasa, dan permukiman di Kota Mataram berturut-turut sebesar 9,861 hektar, 355,354 hektar, dan 482,697 hektar. Pemanfaatan simulasi perubahan penggunaan lahan dengan konsep Cellular Automata ini dapat diterapkan untuk mengevaluasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota.
ANALISIS SEDIMENTASI DAN KONSENTRASI ATMOSFER PADA ZONA MANGROVE DI MUARAGEMBONG, BEKASI Tatan Sukwika; Hermansyah Putra
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.747 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.186-195

Abstract

Kondisi hutan mangrove di kawasan Muaragembong terus mengalami kerusakan dan telah memicu peningkatan erosi di daratan yang menyebabkan sedimentasi, seperti pendangkalan perairan pesisir dan kerusakan pada ekosistem mangrove. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan antara konsentrasi total dissolved solids (TDS) perairan dengan top of atmosfer (TOA), menyusun model persamaan pendugaan TDS, dan menentukan jenis spektral citra landsat yang terbaik. Metode penelitian ini berupa pengambilan data dan uji sampel kandungan sedimen, mengembangkan model pendugaan TDS pada acquisition imagery reflectance, dan terakhir, pengolahan data citra satelit Landsat-8 OLI. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara konsentrasi TDS di perairan dan TOA sebesar -0,782. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan kuat antara konsentrasi TDS perairan dengan TOA, model persamaan pendugaan TDS terbaik yaitu model eksponensial serta jenis spektral citra landsat yang terbaik adalah band-6. Rekomendasi kebijakan penelitian adalah melakukan rehabilitasi mangrove dan pembangunan breakwater di sekitar zona mangrove Muaragembong.

Page 1 of 2 | Total Record : 11