cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Juli 2019" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI MUTUN TERHADAP DAMPAK FISIK, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SUKAJAYA LEMPASING, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Tri Adi Wibowo; Hari Kaskoyo; Abdullah Aman Damai
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3316.447 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.83-90

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat pesisir. Pantai Mutun merupakan salah satu obyek wisata bahari di Provinsi Lampung yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Desa Sukajaya merupakan desa dengan pemukiman masyarakat yang berjarak tidak jauh dengan kegiatan pariwisata di Pantai Mutun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata Pantai Mutun ditinjau dari sektor perundang-undangan dan pengaruhnya terhadap kehidupan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sukajaya. Hasil penelitian menunjukkan dampak fisik, sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi akibat perkembangan pariwisata Pantai Mutun yaitu perubahan infrastrukur jalan, peralihan profesi masyarakat, hilangnya rasa percaya masyarakat Desa Sukajaya terhadap pemerintah dan pengelola, hilangnya rasa gotong royong antar masyarakat, peningkatan kesadaran pendidikan keluarga dan bertambahnya peluang kerja masyarakat. Pendapatan rata-rata masyarakat Desa Sukajaya per bulan yaitu Rp 815.000,00 dan peluang kerja masyarakat Desa Sukajaya yaitu sebesar 85%.
TRANSFORMASI SOSIO-SPASIAL KAWASAN PECINAN KOTA SEMARANG Tiara Rizkyvea Debby; Santy Paulla Dewi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4841.984 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.46-56

Abstract

Kawasan Pecinan adalah kawasan cagar budaya yang sejak awal terbentuknya di abad ke 18 hingga saat ini didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa. Di sisi lain, terjadi penurunan jumlah penduduk yang cukup signifikan selama 7 tahun terakhir. Singkatnya, transformasi demografi dan ekonomi mengakibatkan perubahan pola pemanfaatan ruang fungsional dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi nilai budaya kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis transformasi sosio-spasial Kawasan Pecinan Kota Semarang yang direncanakan sebagai salah satu lokasi wisata budaya. Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi sehingga dapat memahami isu-isu perkembangan kawasan Pecinan. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat migrasi masyarakat relatif tinggi yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas berdagang. Peningkatan aktvitas ini mempengaruhi kondisi fisik kawasan seperti pemanfaatan lahan dan fungsi bangunan. Namun demikian, perubahan fasade bangunan tidak banyak berubah, sehingga pola permukiman eksisting dapat dikatakan mengalami transformasi minor. Faktor kepercayaan dan memegang teguh prinsip adat juga melatarbelakangi masyarakat tetap mempertahankan desain bangunannya. Oleh karena itu, citra kawasan Pecinan sebagai kawasan cagar budaya tetap terjaga
URBANISASI DAN PERTUMBUHAN KOTA-KOTA DI INDONESIA: SUATU PERBANDINGAN ANTAR-WILAYAH MAKRO INDONESIA Fadjar Hari Mardiansjah; Paramita Rahayu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.098 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.91-108

Abstract

Indonesia telah mengalami proses urbanisasi cepat dengan memiliki perbedaan karakter di setiap wilayahnya. Perbedaan tersebut juga tampak pada jenis dan sebaran kota-kota yang tumbuh dan berkembang di wilayahnya. Artikel ini ditujukan untuk menganalisis perbedaan proses urbanisasi yang terjadi antar wilayah di Indonesia, melalui pemahaman terhadap perbedaan pertumbuhan kota-kota yang ada di setiap kawasan makro di Indonesia. Metoda analisis yang digunakan adalah metoda deskriptif, dengan menggunakan data statistik kependudukan hasil Sensus Penduduk tahun 2000 dan Survey Penduduk Antar-Sensus (SUPAS) tahun 2015, yang dijelaskan dengan mempertimbangkan karakter dan sejarah pembangunan wilayahnya, serta peran-peran yang dimiliki oleh kota-kota yang tumbuh dan berkembang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses urbanisasi di Indonesia masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya di bagian barat, dimana besarnya konsentrasi urbanisasi dan pertumbuhan kota-kotanya mendorong kebutuhan untuk memperluas proses urbanisasi dan pertumbuhan kota-kota Indonesia ke kawasan-kawasan lainnya, termasuk ke Kawasan Pulau-pulau lain yang relatif masih kecil tingkat urbanisasi dan pertumbuhan kota-kotanya.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN E-LEARNING PEMETAAN DALAM INVENTARISASI ASET TANAH DESA (STUDI KASUS: PETA ASET TANAH DESA ASINAN, KECAMATAN BAWEN, KABUPATEN SEMARANG) Fikrah Elhifzi Harahap; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.397 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.1-14

Abstract

Ketidakjelasan aset tanah di Desa Asinan menyebabkan Pemerintah Desa sulit dalam melakukan perencanaan dan pengembangan desanya. Metode pemetaan partisipatif dipilih agar tidak terjadi perselisihan ketika melakukan inventarisasi aset tanah desa dan memberikan suatu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam melakukan pengelolaan pemetaan. Saat ini dan masa mendatang, penggunaan teknologi dapat menjadi solusi dalam peningkatan kemampuan seseorang melalui pendekatan e-learning pemetaan. Dalam mengetahui keberlanjutan dari e-learning pemetaan di Desa Asinan, maka perlu diketahui prospek dan strategi pengembangan terhadap e-learning tersebut, sehingga dilakukan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis internal dan eksternal factor analysis summary. Berdasarkan hasil IPA, penerapan e-learning pemetaan dalam inventarisasi desa memiliki tingkat kepuasan 76,82%, berarti e-learning pemetaan memiliki prospek yang tinggi. Dalam mendukung prospek dibutuhkan strategi pengembangan berupa analisis internal dan eksternal factor analysis summary (IFAS dan EFAS) agar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Desa Asinan dalam Inventarisasi Aset Tanah Desa dapat diwujudkan.
PEMAKNAAN PENGHUNI TERHADAP KAMPUNG BUSTAMAN DI KOTA SEMARANG R. Rafii Bisatya Rahmat; Retno Widjajanti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.932 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.57-67

Abstract

Kampung Bustaman merupakan salah satu kampung lama yang berada di pusat Kota Semarang. Keberadaan Kampung Bustaman tidak terlepas dari ancaman akibat dari perkembangan kota. Penting bagi masyarakat Kampung Bustaman untuk memaknai tempat tinggalnya. Pemaknaan masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya dikenal dengan istilah sense of place. Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali sense of place masyarakat Kampung Bustaman di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of place masyarakat Kampung Bustaman memiliki karakter dan identitas tersendiri yang memberikan ciri khas lingkungan (place identity). Masyarakat juga memiliki keterikatan (place attachment) terhadap Kampung Bustaman karena adanya ikatan secara personal seperti ikatan biografi terhadap Kampung Bustaman dimana masyarakat menganggap Kampung Bustaman bukan sekedar tempat tinggal saja namun juga sebagai tempat yang memiliki arti baginya. Selain itu ketergantungan masyarakat (place dependence) yang tinggi terhadap Kampung Bustaman sebagai tempat yang mampu untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM NEIGHBORHOOD UPGRADING AND SHELTER PROJECT PHASE-2 (NUSP-2) DI KELURAHAN KUNINGAN, KOTA SEMARANG Cyndiana Pawestri; Mohammad Muktiali
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.28 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.15-25

Abstract

Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP-2) merupakan salah satu program penanganan kawasan permukiman kumuh diperkotaan dengan tujuan untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak huni dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan pemerintah, masyarakat dan swasta. Tujuan penelitian adalah menganalisis partisipasi masyarakat dalam penanganan permukiman kumuh pada program NUSP-2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring, deskriptif kuantitatif dan tabulasi silang. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Bentuk partisipasi yang paling dominan adalah buah pikiran berupa sumbangan ide, saran serta kritik dan sumbangan barang berupa konsumsi. Tingkat partisipasi masyarakat secara keseluruhan berada pada tingkat informasi. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yaitu faktor internal, eksternal dan psikologis individu. Berdasarkan analsis tabulasi silang ditemukan bahwa faktor internal, eksternal dan psikologis individu yang mempengaruhi bentuk dan tingkat partisipasi.
THE MODE CHOICES AND COMMUTING STRESS: EMPIRICAL EVIDENCE FROM JAKARTA AND DENPASAR Ismatulloh Rosida; Dyah Wulan Sari; Amelia Dertta Irjayanti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.261 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.68-76

Abstract

Jabodetabek and Sarbagita have the highest worker commuter population in Indonesia. However, Jabodetabek has various and larger coverage of public transport than Sarbagita. This study also analyzes the relationship between the usage of specific transport modes and commuting stress. Multiple logistic regression models have been estimated using data of both Jabodetabek Commuter Survey and Sarbagita Commuter Survey. Using logistic regressions, the results show that mode choices, gender, and travel time have a significant effect on commuting stress. The analysis also indicates that both in high impedance and low impedance metropolitans, car commuting is perceived to be more stressful than non-car commuting. In a condition of restricted mode choices, commuters who use cars have a greater probability of commuting stress. Furthermore, the findings of this study imply limitation of car usage and as an evaluation of the policy of opening toll roads as a solution to urban congestion.
TRANSFORMASI KAMPUNG PENDRIKAN KIDUL PADA KAWASAN PENDIDIKAN Adhista Putri Pressilia; Nany Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.743 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.26-33

Abstract

Kampung Pendrikan Kidul merupakan salah satu kampung lama di pusat kota. Sejak berdirinya Universitas Dian Nuswantoro di Kampung Pendrikan Kidul terjadi perkembangan, baik secara fisik maupun non fisik. Keberadaan universitas yang dengan sendirinya mengundang migrasi dari luar daerah, secara tidak langsung juga menyebabkan gentrifikasi. Hal ini menimbulkan terjadinya perubahan yang membawa peneliti pada pertanyaan penelitian “Bagaimana transformasi sosial, ekonomi, dan fisik suatu kampung lama di pusat kota akibat gentrifikasi pada kawasan pendidikan?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deduktif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan skala likert. Transformasi sosial terjadi sebesar 14% yang termasuk dalam minor transformation dan cenderung berubah ke arah negatif. Transformasi ekonomi terjadi sebesar 33% yang termasuk dalam minor transformation dan cenderung berubah ke arah positif. Sama halnya pada fisik lingkungan, terjadi minor transformation sebesar 15% yang cenderung berubah ke arah negatif. Sedangkan pada fisik spasial terjadi minor transformation sebesar 6% yang perubahannya cenderung ke arah positif
TRIP RATE DAN POLA PERGERAKAN PADA TRANSMART SETIABUDI SEMARANG SEBAGAI SALAH SATU PUSAT PERBELANJAAN BERKONSEP MULTI-AKTIVITAS Yudi Basuki; Sri Rahayu; Maestri Gritanarum
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.553 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.77-82

Abstract

Maraknya pembangunan pusat perbelanjaan mendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi, salah satunya adalah konsep 4 in 1 pada Transmart Setiabudi Semarang. Pembangunan ini akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah tarikan perjalanan. Tujuan penelitian ini mengetahui trip rate sebagai model tarikan perjalanan dan pola pergerakan. Metode yang digunakan untuk membentuk model tarikan perjalanan dalam penelitian ini adalah trip rate dan analisis pola pergerakan. Metode ini menggunakan data kedatangan pengunjung dibagi dengan luas aktivitas guna lahan, sedangkan pola pergerakan diperoleh  dari data sebaran tempat asal pengunjung. Hasil dari penelitian ini adalah trip rate dan pola perjalanan. Trip rate total yaitu jumlah pengunjung dibagi luas area Transmart didapat 0,057 orang/m2. Trip rate tiap aktivitas terdiri dari trip rate area aktivitas belanja yaitu 0,035 orang/m2, trip rate area aktivitas bersantap 0,152 orang/m2, trip rate area aktivitas bermain 0,072 orang/m2, trip rate area aktivitas menonton 0,298 orang/m2. Pola pergerakan pengunjung Transmart berasal dari dalam dan luar Kota Semarang dan terdiri dari tujuan perjalanan satu aktivitas dan multi-aktivitas. Pusat perbelanjaan dengan konsep 4 in 1 memiliki trip rate yang rendah karena karakteristik perjalanan pengunjung dengan multi-aktivitas yang dilakukannya.
FRAMEWORK FOR MEASURING URBAN ENERGY SECURITY : CITIZEN PERSPECTIVE Yudha Prambudia; Arief Rahmana; Anita Juraida
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.053 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.34-45

Abstract

The ever increasing urban energy consumption has always been an important issue of urban energy security. Citizen plays critical role in shaping the energy consumption. Therefore, citizen perspective can give significant impact to urban energy security evaluation. This research aims to provide a systematic framework to measure urban energy security taking into account the perspective of citizen and showcase its implementation in a case of Bandung city. The proposed framework is a straight five stages process as follow; (1) establishing the urban context, (2) defining energy security relevant to the context, (3), determining dimensions of energy security , (4) determining indicators and and metrics, and (5) the final stage is calculating energy security. The implementation case shows Bandung’s energy security is at Middle Low status. It also verify that the framework is operationally viable and it can capture the significance of citizen perspective.

Page 1 of 1 | Total Record : 10