cover
Contact Name
Adizty Suparno
Contact Email
adizty.suparno@mercubuana.ac.id
Phone
+6281310303548
Journal Mail Official
pasti@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Meruya Selatan No. 1, Kembangan, Jakarta Barat 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI)
ISSN : 20855869     EISSN : 25984853     DOI : 10.22441/pasti
The Journal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) receives scientific papers on research that are closely related to the research and application of Industrial Systems and Engineering.
Articles 403 Documents
Pengujian Waktu Reaksi Sebelum dan Sesudah Simulasi Kerja di Laboratorium sebagai Indikator Kelelahan Kerja Anisah Haidar
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.010

Abstract

Kelelahan kerja harus segera diatasi mengingat adanya dampak buruk bagi pekerja, misalnya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai penanda kelelahan adalah menurunnya waktu respon. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran waktu respon sebelum dan sesudah simulasi kerja di laboratorium dengan responden mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah terdapat perbedaan waktu respon saat sebelum diberikan simulasi kerja dan sesudah pemberian simulasi kerja. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ergonomi Teknik Industri Universitas Mercu Buana dengan responden 10 mahasiswa. Pengukuran dengan menggunakan Reaction timer. Metode yang digunakan adalah Analisa statistik deskriptif dan Wilcoxon. Hasil dari pengolahan data di dapatkan sig.0.023< p(0.05) dimana data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah, namun data tersebut tidak sejalan dengan teori yang mengindikasikan bahwa waktu reaksi akan menurun saat terjadi kelelahan. Rata-rata waktu reaksi sebelum bekerja adalah sekitar 0.596 detik dan sesudah bekerja 0.478 detik, sehingga waktu respon sesudah bekerja memiliki rata-rata jauh lebih cepat. dan Hal ini di karenakan ada faktor dari study curve yang menyebabkan data yang dihasilkan tidak mencerminkan kondisi aktual dan penggunaan beberapa signal sebagai stimulus dalam pengujian perlu diperhatikan. Penggunaan single stimulus dirasa lebih mudah bagi responden dalam menjalankan tes.
Analisis Peramalan Permintaan Produksi Pada Pembuatan Smart Trolley dengan Single Exponential Smoothing Indra Setiawan; Bennedictus Abimanyu; Muhammad Daffa Arlianto; Ignasius Septian Pandiangan; Muhammad Rafi; Muhammad Aziz Fitroryan
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.012

Abstract

Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan (PPIC), khususnya pada aspek peramalan (forecasting), berperan penting dalam mendukung ketepatan perencanaan produksi. Pada proses pembuatan Smart Trolley, perubahan permintaan yang dinamis menjadi tantangan dalam menentukan kebutuhan material, jumlah produksi, dan jadwal produksi secara tepat. Berdasarkan data historis periode Januari–Desember, permintaan Smart Trolley meningkat dari 5 unit menjadi 25 unit atau sebesar 400%. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian dalam perencanaan produksi. Oleh karena itu, sistem peramalan yang mampu menghasilkan estimasi permintaan yang andal sangatlah penting sebagai landasan pengambilan keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola permintaan produksi Smart Trolley dan menentukan pengaturan ideal menggunakan metode Single Exponential Smoothing yang menghasilkan tingkat kesalahan terendah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data historis selama 12 bulan dengan variasi nilai (α) sebesar 0,3 dan 0,5. Evaluasi akurasi dilakukan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 memiliki akurasi terbaik dengan prediksi permintaan periode berikutnya sebesar 23,05 unit. Hasil yang diperoleh dari metode tersebut dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk menyusun rencana produksi Smart Trolley yang lebih efisien.
Penurunan Downtime Akibat Plug System Error pada Proses Helium Leak Test 3 Menggunakan Metode Eight Steps di PT Pakoakuina 4W Nicholas Ego Guarsa; Mutawally Asy Sya’roqie
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.011

Abstract

PT Pakoakuina Car Wheel, bagian dari Pako Group yang merupakan anak perusahaan PT Astra Otoparts dan Triputra Group, memproduksi velg berbahan baja dan aluminium untuk pasar OEM dan aftermarket, termasuk merek global seperti Toyota, Honda, dan Perodua. Salah satu tahapan penting dalam proses produksinya adalah Helium Leak Test 3 (HeLT3), yang bertujuan untuk mendeteksi kebocoran pada wheel. Proses ini memerlukan kebersihan wheel dan penutupan lubang valve, yang dilakukan secara manual maupun otomatis. Namun, sering terjadi downtime akibat kekosongan valve pada unit in-plug, karena valve bekas pengujian tidak secara otomatis kembali dan harus dipindahkan secara manual oleh petugas quality gate. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan downtime akibat Plug System Error pada proses Helium Leak Test 3 menggunakan metode Eight Steps. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kondisi aktual, menentukan akar penyebab masalah, serta merumuskan tindakan perbaikan yang sesuai. Berdasarkan hasil analisis, dilakukan perbaikan melalui perancangan dan implementasi conveyor transfer valve yang berfungsi mengotomatisasi pemindahan valve dari unit un-plug menuju unit in-plug. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan yang diterapkan berhasil menghilangkan kebutuhan pemindahan valve secara manual dan menurunkan downtime akibat Plug System Error hingga 100%.