cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Mata Kuliah Perkembangan Hewan Suryanti Suryanti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find the perceptions of students on the implementation of learning subjects of animal development semester IV FKIP Pekanbaru Lesson 2016/2017. The method used survey method. The population of this study is the entire semester III which amounted to 198 people. The process of sampling is by simple random sampling. The highest pedagogic competence (97,78) with the excellent group that is communicating effectively, empathic and polite with the learners and the lowest score (74,71) with good group. As for the professional competence to Mastering the materials, structure, concepts and mindset of scholarship that support the subjects (86.19). It can be concluded for pedagogic competence that communicate effectively, empathic and courteous with learners and master the characteristics of learners from the physical, moral, spiritual, social, cultural, emotional and intellectual aspects. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Perkembangan Hewan semester IV FKIP. Metode yang digunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh semester III yang berjumlah 198 orang. Proses pengambilan sampel yaitu dengan cara simple random sampling. Hasil penelitian yaitu kompetensi pedagogik nilai tertinggi (97,78) dengan katagori sangat baik yaitu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan nilai yang terendah (74,71) dengan katagori baik yaitu tentang menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual. Sedangkan untuk kompetensi professional untuk menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu (86,19). Dapat disimpulkan Untuk kompetensi pedagogik berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual.Kata kunci : kompetensi pedagogik, kompetensi professional,persepsi mahasiswa
PROFIL KETERAMPILAN BERTANYA SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMAN 1 BANDAR LAMPUNG Rizky Lestari; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The researchs purpose was to find out students questioning skills in biology subject. It was a descriptive research with sample of X IPA 1, X IPA 2, X IPA3 XI IPA 3, XI IPA 4, and XI IPA 5 that were took from random sampling method. Qualitative data contains of students questioning skills and questions quality. All data for research was collected from observation using observation sheet and documentary video of class activity. The results showed that the students questioning skills category was medium (68.64%) with question quantity category was low(33.93%) and questioning procedures was high (77.32%). The questions dominated by low level question cognitive (79.54%). Female students was able to propose questions up to analyzing level (C4) whereas male students was able to propose questions up to construct level (C6).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas X IPA 1, X IPA 2, X IPA 3, XI IPA 3, XI IPA 4, XI IPA 5 yang dipilih dengan teknik random sampling. Data kualitatif berupa keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan siswa. Data mengenai keterampilan bertanya siswa dan kualitas pertanyaan siswa diperoleh dari kegiatan observasi menggunakan lembar observasi dan dokumentasi proses pembelajaran dalam bentuk video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya siswa berkategori sedang (68,64%) dengan kuantitas pertanyaan yang berkategori rendah (33,93%) dan tata cara bertanya yang berkategori tinggi (77,32%). Kualitas Pertanyaan didominasi oleh pertanyaan tingkat kognitif rendah (79,54%). Siswa perempuan dapat mengajukan pertanyaan sampai dengan tingkat menganalisis (C4) sedangkan siswa laki-laki mampu mengajukan pertanyaan sampai dengan tingkat mencipta (C6).Kata kunci: keterampilan bertanya, kualitas pertanyaan, taksonomi Bloom revisi
Gaya Belajar Berdasarkan Gender dan Hubungannya dengan Hasil Belajar IPA Danu Andiyanto; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aim was to describe the learning style based on gender ang ats corelation with students learning achievement. Design research was a qualiative descriptive. The research samples were 120 students of class IX SMP Kedaton sub-district that were selected by purposive sampling.the research data were learning styles and learning achievement, that were obtained from questionnaries and written tests, data were analyzed descriptively and stastistically using different test Mann-Whitney U and Kendalls Tau correlation test. The result showed, that were three learning styles, that were visual, auditory, and kinesthetic. The auditory learning style was more dominant than the others. On test Mann-Whitney U there was no significant difference between students learnng styles of male and female students. There was no significant correlation between learning styles with learning achievement of male and female students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar berdasarkangender dan hubungan dengan hasil belajar siswa. Desain penelitian berupa deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah 120 siswa kelas IX SMP se-Kecamatan Kedaton yang dipiih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis, dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji beda Mann-Whitney U dan uji korelasi Kendalls Tau. Hasilnya, diketahui ada tiga gaya belajar yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Gaya belajar auditorial lebih dominan dibandingkan gaya belajar yang lain. Dalam uji Mann-Whitney U tidak terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar siswa laki-laki dan perempuan. tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar
PROFIL KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA SD NEGERI 2 RAJABASA DALAM PEMBELAJARAN IPA Sherly Aprillia Putri; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purpose was to describe the ability of cooperative and the cooperative pattern among students at grade IV and V in Elementary School 2 Rajabasa Bandar Lampung in 2015/2016. This research used simple descriptive design. The sample of the research were fourth grade and fifth grade that were 94 students that chosen by using purposive sampling. The qualitative data were cooperative ability and students cooperative pattern that were obtained from observation sheets, students questionnaire, teachers interview, and documentation. Data was analyzed descriptively. The result of the research showed that students cooperative ability in science learning has high criteria and the score was 72,23%. Aspect of obey the rules was the highest percentage of students cooperative ability that was 77,49% with high criteria. There were four pattern of students cooperative pattern formed. The dominant cooperative pattern was spontaneous.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kerjasama dan pola kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung tahun ajaran 2015/2016. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV dan V berjumlah 94 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kualitatif berupa kemampuan dan pola kerjasama siswa, diperoleh dari lembar observasi, angket siswa, wawancara guru, serta dokumentasi, data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA berkriteria tinggi dan total skor sebesar 72,23%. Aspek taat aturan merupakan aspek kemampuan kerjasama siswa dengan persentase tertinggi yaitu 77,49% berkriteria tinggi. Pola kerjasama siswa yang terbentuk terdapat empat pola kerjasama. Pola kerjasama paling dominan yaitu pola kerjasama spontan.Kata kunci: diskusi, kemampuan kerjasama, pembelajaran IPA, pola kerjasama
ANALISIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM DAN PERMASALAHANNYA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN SE-KECAMATAN KEDATON Atikah Nur Azizah; Berti Yolida; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to analyze the problems which arise in implementation of practical work of living organization materials in Kedaton region. The samples of this research were science teachers who conduct the practical work of living organization materials. The samples were taken by using purposive sampling technique. Research data were qualitative data which were taken from questionnaire, interview, photo, research observation sheets, and practical work implementation steps, such as students practical work sheet and biodata science teachers.This research was analyzed descriptively by using Miles and Huberman models. The result of the research showed that implementation practical work of living organization materials which was done by teachers and students had very good criteria. The step of implementation practical work sheet had good criteria.Thus, it can be concluded that the implementation of practical work of living organization materials had very good criteria, and the problem which occured in implementation of practical work was the limit of practical work instruments such as microscope.Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan dan permasalahan yang terjadi dalam praktikum materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII se-Kecamatan Kedaton.Sampel penelitian adalah guru IPA yang melakukan praktikum materi organisasi kehidupan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian berupa data kualitatif yang diperoleh dari angket, wawancara, foto, lembar observasi permasalahan dan tahapan pelaksanaan praktikum, perangkat pembelajaran seperti LKS praktikum dan biodata guru IPA. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan yang dilakukan oleh guru dan siswa memiliki kriteria sangatbaik. Tahapan pelaksanaan praktikum memiliki kriteriabaik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan memiliki kriteria sangat baik dan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan praktikum yaitu keterbatasan alat praktikum seperti mikroskop.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktikum
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN Kartika Fandiyani; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim wasto describe students' misconception in the concept of plants photosynthesis and respiration and all factors that affected students' misconception. This research used descriptivedesign. The Samples were 351 SMP students of VIIIgrade at Tumijajar district academic year 2015/2016 which were chosen by using purposive sampling technique. Data were collectedby multipkle choicetest and student questionnaire. The test result were analyzed using the CRI, while the student questionnaire were analyzed using Pearson correlation test. The result of dataanalysis showed that students get misconception that was 57,30% with "adequate" criteria. The misconception was commonly on respiration concept with the "high" criteria (62,10%). Pearson correlation test results showed that the factors correlated to studentS misconceptions that was motivation factor. There are only 16,24% students who have learned about plant photosynthesis and respiration concept on their home before learning with teacher of the school. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran miskonsepsi siswa pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan, serta faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi siswa. Desain penelitian dengan desain penelitian deskriptif. Sampel terdiri atas 351 siswa kelas VIII SMP se- Kecamatan Tumijajar pada tahun ajaran 2015/2016 yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes CRI dan angket siswa. Hasil analisisdata menunjukkan rerata miskonsepsi siswa kelas VIII se-kecamatan tumijajar sebesar 57,30% dengan kriteria sedang. Miskonsepsi paling sering terjadi pada konsep respirasi dengan kriteria tinggi (62,10%). Hasil uji korelasi pearson angket siswa menunjukkan faktor yang berkorelasi terhadap miskonsepsi siswa yaitu faktor motivasi siswa. Hasil angket menunjukkan hanya sebesar 16,24% siswa yang belajar konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan dirumah sebelum belajar bersama guru disekolah. Kata kunci : CRI, miskonsepsi, fotosintesis, miskonsepsi, respiras
Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Pengembangan Buku Peserta Didik Bertema IPA Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung; Tri Jalmo; Ismi Rakhmawati
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was intended to provide an overview of the actual conditions of local wisdom in the West Coast, then inserted to the books of learners. The design used in this research was simple descriptive. Data collecting technique using triagulation that was questionnaire to obtain the attractiveness books from 31 students, interviews of community leaders in West Coast about repong damar, interview of IV grade teachers about implementation of local wisdom in school, literature search about broad repong damar and field notes to obtain supporting information in the field. Data were analyzed using qualitative descriptive technique. The overall exposure sourced from the data obtained describe the local wisdom and the importance of preservation efforts of local wisdom in West Coast. The results of the book's attractiveness test criteria was 97.1% "interesting". Penelitian ditujukan untuk memberikan gambaran kondisi yang sebenarnya tentang kearifan lokal di Pesisir Barat, selanjutnya disisipkan dalam buku peserta didik. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif sederhana. Teknik pengumpulan data menggunakan triagulasi data yaitu angket untuk memperoleh data kemenarikan buku dari 31 peserta didik, wawancara tokoh masyarakat tentang repong damar, wawancara guru kelas IV tentang implementasi kearifan lokal di sekolah, studi literatur mengenai repong damar, dan catatan lapangan untuk memperoleh informasi pendukung di lapangan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pemaparan secara menyeluruh yang bersumber dari data yang diperoleh sehingga mengambarkan kearifan lokal serta pentingnya upaya pelestarian kearifan lokal di Pesisir Barat. Hasil uji kemenarikan buku peserta didik berkriteria “menarik” 97,1%.Kata kunci: buku peserta didik, IPA, kearifan lokal, pelestarian lingkungan
Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas VIII Nala Rahmawati; Arwin Surbakti; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study was to determine the significance correlation between the contribution of environment knowledge and environmental care attitude. The design of this research was correlational study. The subjects of this study were 106 students of VIII grade of Junior High School 7 Metro was determined by cluster random sampling technique. Data were environment knowledge and data of environmental care attitude that was taken using multiplechoice and questionnaire. Data analysis technique used was simple linear regression. The result showed that (1) there was a positif correlation between the environment knowledge and environmental care attitude the direction of the correlation between the knowledge with the attitude was positive which was shown through the regression line equation, that was 67,69 + 0,29X; and (2) there was no strong contribution from the knowledge to the attitudes that shown by the coefficient of determination, which was 25%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan siswa. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIISMP Negeri 7 Metroberjumlah 106 siswa yang dipilih secara cluster random sampling. Data pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan siswa diperoleh dari instrumen soal dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan siswa yang ditunjukkan melalui persamaan garis regresi Y = 67,69 + 0,29X. (2) tidak ada kontribusi yang kuat dari pengetahuan terhadap sikap yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi, yaitu sebesar 25%.Kata kunci: pengetahuan lingkungan, sikap, siswa
Identifikasi Hambatan Pembelajaran Biologi dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Bagi Pendidik Biologi SMA Vinika Asmarani; Arwin Achmad; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aim was to identify the obstacle of the biology teachers on implementation of 2013 curriculum. The type of research used was qualitative research with descriptive method. The subject in this research were all the biology teachers which was implemented curriculum 2013. The researcher used tecnique purposive sampling in collected the subject.  Open-ended questionnaire and interview were used to collected the primary data, and for secondary data were collected from teachers education background. Data from ended questionnaire showed that the teachers obstacles were classified in the low criteria that was 75% and classified sufficient that was 40% from open interwied teachers responded. The result showed that the obstacles from the planning aspect was composed lesson plan, the implemantation aspect was matched the method and model with the core competence and assesment aspect was psychomotoric assesment in composed assesment instrument.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan pendidik biologi SMA Negeri se-Kotamadya Bandar Lampung dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif  dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pendidik biologi di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dari angket tertutup dan angket semi terbuka serta wawancara tanggapan guru yang dianalisis dengan kriteria deskriptif kualitatif, sedangkan data sekunder diperoleh dari data latar belakang pendidikan guru. Hasil angket tertutup menunjukkan hambatan yang dialami oleh pendidik tergolong dalam kriteria hambatan rendah dengan persentase di atas 75% sedangkan hasil angket semi terbuka tanggapan guru tergolong cukup menghambat dengan persentase di atas 40%. Hambatan yang utama pada aspek perencanaan adalah penyusunan RPP, hambatan utama pada aspek pelaksanaan adalah sulit menentukan metode dan model yang sesuai dengan Kompetensi Dasar dan hambatan utama pada aspek penilaian adalah penilaian psikomotorik dalam menyusun instrumen penilaian. Kata kunci: hambatan, pelaksanaan Kurikulum 2013, pendidik biologi
Identifikasi Kearifan Lokal di Sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan sebagai Sumber Belajar IPA SMP/MTs Bella Anjelia; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was a descripttive research that aimed to identify the local wisdom that can be used as learning resource of science in junior high school. The subjects of this research were 10 teachers by using purpossive sampling and 421 students by using clustered sampling. The data collection technique was used triangulation, analyzed by descriptively. The results showed that local wisdom can be used as learning source that were non-standart measurement, classification of typical fishes and plants, river management (Grade VII), typical dance movements analyzed in motion system, natural additive, analysis the concept of waves on the musical instrument of Gambus and Sahilin guitar (Grade VIII), the utilization of typical fish and durian in conventional biotechnology and the way in treating swamplands (Grade IX). In conclusion, there were 18 local wisdom can be used as a learning resource science in junior high school.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber belajar IPA. Subyek penelitian yaitu 10 guru dengan menggunakan purpossive sampling dan 421 siswa dengan clustered sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan triangulasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kearifan lokal yang dapat dijadikan sumber belajar yaitu, pengukuran tidak baku, klasifikasi ikan dan tumbuhan khas, pengelolaan sungai Musi (Kelas VII), ragam gerak tarian yang dianalisis dalam sistem gerak, penggunaan zat aditif alami, analisis konsep gelombang pada alat musik gambus dan gitar sahilin (Kelas VIII), pemanfaatan ikan khas dan buah durian dalam bioteknologi konvensional dan cara dalam mengolah tanah rawa (Kelas IX). Kesimpulannya, terdapat sebanyak 18 kearifan lokal yang sesuai untuk dijadikan sumber belajar IPA SMP. Kata kunci: IPA, kearifan lokal, sumber belajar 

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue