cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Channel : Jurnal Komunikasi
ISSN : 23392681     EISSN : 26212579     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
IMPLIKASI BRAND IMAGE DAN KUALITAS LAYANAN HOTEL TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Fanny Oryzativa; Niken Febrina Ernungtyas
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15264

Abstract

The purpose of this study is to describe the influence of Brand Image and hotel service quality on customer satisfaction and intentions with four dimensions of service quality that increase the potential for increasing customer satisfaction, employee behavior, room facilities, protection, and food quality. The methodology in this study uses a questionnaire that was adopted and adapted from previous studies. The survey was conducted by issuing questionnaires to 30 Swiss-bel hotel customers which were then analyzed using simple linear regression to discuss Brand Image and service quality on customer satisfaction. The results showed that customer satisfaction and Brand Image produced the greatest influence at 0.920. Get the lowest results from physical evidence and customer satisfaction that only get results of 0.282. This study shows that service quality is important because it can lead to increased customer satisfaction, and it can also help increase motivation for others that can be realized. Hotel operators and decision makers in the hotel sector must get to improve service quality because they have the potential to gain customer satisfaction.
GASTRODIPLOMASI SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA YOGYAKARTA Rifdah Zulfa Ghina Nabilah; Didiet Kurniawan Bintoro; Yoga Refi Indrawan; Nunik Hariyanti
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15090

Abstract

Gastrodiplomasi atau pemanfaatan kuliner sebagai media berdiplomasi telah dilakukan oleh beberapa Negara, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Indonesia, terutama Yogyakarta dengan ragam kuliner dan budaya juga turut mengembangkan kuliner sebagai strategi dalam diplomasi. Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan potensi pariwisata kuliner Yogyakarta melalui gastrodiplomasi. Dengan melihat angka peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta sebagai pengaruh dari strategi gastrodiplomasi. Selain itu, penelitian ini meninjau bagaimana pengaruh gastrodiplomasi dalam meningkatkan nation branding dan brand awareness negara lain terhadap Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa gastrodiplomasi adalah suatu upaya atau strategi dalam pengembangan potensi pariwisata dan memberikan pengaruh dalam peningkatan kunjungan turis dan citra positif Yogyakarta.
WAYANG UKUR SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI INDONESIA Ajeung Nur Fauziah; Aklis Ali Rohman; Wa Ode Gina Monida; Nunik Hariyanti
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15096

Abstract

Wayang merupakan sebuah warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara internasional dan menjadi salah satu media representasi Indonesia di kancah internasional. Pertunjukan wayang merupakan proses komunikasi yang penyampaian pesannya dilakukan dalang kepada penonton. Wayang Ukur merupakan bentuk perwujudan evolusi kreatif dalam mempertahankan kebudayaan. Dalam proses tersebut, maka wayang ukur menggunakan penyampaian pesan secara global. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Wayang Ukur sebagai alternatif untuk mendapatkan bentuk wayang yang lebih presisi, wayang ditampilkan menggunakan bahasa Indonesia dan permainan cahaya. Jogja Cross Culture adalah komunitas yang mengembangkan wayang ukur dan mempromosikannya kepada masyarakat internasional.
Model Manajemen Produksi Film Dokumenter Bulu Mata Karya Tonny Trimarsanto Khalda Ahmad Muafa; Fajar Junaedi
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.14428

Abstract

This research discusses about production management of a documentary film Bulu Mata which was produced in collaboration between an organization called Suara Kita and Rumah Dokumenter to raised the issues of transgender. This research aim to find out how the production management model used in the pre-production, production, and post-production during the filmmaking process. This research used a positivistic approach with case study method. The research data obtained from in-depth interview, documentation, and literature. The result showed in the pre-production step are planning ideas, research, storytelling approach, and production design. Then in the production step, the production crew prepared tool, briefing with film subjects, and ready to takes the audio visual. And the finally, the post-production step are editing, discussion, preview, and correction until the film was finished. So, the conclusion of this research want to know the production management model used during the filmmaking process.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen CV Saga Selaras Pratama Hilda Yunita Wono; Michelle Angela; Michael Ivan Reinald
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15119

Abstract

Budaya Konsumen yang merupakan hubungan antara kekuatan pasar, proses konsumsi, serta karakteristik kunci dari suatu hal yang dipahami sebagai suatu budaya. Proses konsumsi pun erat kaitannya dengan hubungan antara konsumen dan perusahaan penyedia barang atau jasa. Salah satu hal penting dalam hubungan tersebut adalah loyalitas pelanggan yang dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kualitas pelayanan serta kepuasan dari konsumen. Kedua faktor ini yang menjadi obyek dalam penelitian ini. Sedangkan yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah CV. Saga Selaras Pratama atau biasa disebut Toko Saga yang bergerak bidang peralatan rumah tangga, alat tulis,  dan mainan anak yang berdiri pada 2014 dan berlokasi di Kota Malang. Penelitian ini ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh dari kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan yang merupakan faktor utama loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dari penelitian ini tidak diketahui karena keterbatasan data yang dimiliki Toko Saga. Sedangkan untuk sampel penelitian menggunakan metode non-probabilitas dengan metode sampling aksidental dengan taraf kesalahan sebesar 10%. Jumlah sampel data yang digunakan sebesar 272 responden. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif kualitas pelayan dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen.
Pembangunan Partisipasi Politik Generasi Muda Melalui Website dan Twitter Jejak Parlemen Imaddudin M.I.Kom; Tri Susanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15014

Abstract

 Pembangunan partisipasi politik generasi  muda saat ini sering dilakukan baik yang diselenggarakan pemerintah, swasta ataupun organisasi hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi politik di kalangan generasi muda sebuah organisasi yang diciptakan untuk menghilangkan kegundahan itu dengan harapan dapat membangun sistem demokrasi yang lebih matang di tahun pemilihan anggota legislatif tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran agen pendidikan politik dalam partisipasi generasi muda di era digital. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak jejakparlemen sebagai agen pendidikan politik generasi muda terhadap pelaksanaan partisipasi politik.Data penelitian diperoleh melalui hasil wawancara, observasi, dan juga studi literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian diatas. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan peran agen terhadap pelaksanaan partisipasi politik generasi muda belum berjalan secara baik. Selanjutnya, pendidikan politik generasi muda melalui akun @WikiDPR sebagai akun dari jejakparlemen belum memberi dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan partisipasi politik.Peneliti menyarankan perlunya mengintensifkan pelaksanaan sosialisasi politik kepada generasi politik. Perlunya pemerintah dan stakeholder mengoptimalkan peran setiap agen pendidikan politik sebagai mitra bagi pelaksanaan pendidikan politik. Perlunya generasi muda diberi kesempatan serta tanggung jawab yang lebih luas dalam ruang publik seperti halnya dilibatkan sebagai anggota partai politik, ataupun organisasi sosial politik lainnya. 
Kekuasaan Kiai Dalam Politik : Modal Fuad Amin Sebagai Bupati Terpilih di Kabupaten Bangkalan Wiwid Adiyanto; Rarashanti Wulandhari
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15147

Abstract

Kiai merupakan orang yang disegani, dihormati, dan kadang ditakuti. Bahkan seringkali mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Di Madura seorang Kiai sangat di junjung tinggi. Bahkan banyak orang yang menggunakan tokoh Kiai untuk mendapatkan jabatan. pertanyaan penelitian ini bagaimana kekuasaan Kiai dalam politik bupati Fuad Amin kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan adalah kualitatif deskriptif. Dengan teori modal budaya menurut pendapat Bourdieu. Kapital budaya sendiri dapat dilihat dari pendidikan, kecerdasan, cara berbicara, gaya berpakaian, penampilan fisik. Hasil dari penelitian ini bahwa Kiai merupakan sosok yang sangat di perlukan saat mencalonkan diri menjadi bupati. Fuad Amin dalam menjabat bupati selama dua periode, karena kultur masyarakat Madura sangat menghargai Kiai, sebaiknya diiringi dengan kinerja yang baik, maka akan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Pemimpin daerah seharusnya tidak tergila-gila dengan jabatan saja atau tidak ingin kehilangan jabatan ke tangan orang lain, tapi bila pemimpin hanya peduli dengan jabatan dan lalai dengan tugas untuk memimpin kabupaten maka masyarakat akan memberikan nilai negatif terhadap sosok Kiai yang sudah dimiliki oleh Fuad Amin, sehingga akan berpengaruh kepada sosok Kiai lain yang juga akan luntur dan tidak dihormati.
PROSES KOMUNIKASI PADA PENGGUNA APLIKASI WHASTAPP YANG MENONAKTIFKAN FITUR READ RECEIPTS Indah Wenerda
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.14461

Abstract

Perkembangan dalam dunia sistem komunikasi tentu mengubah pola komunikasi yang terjadi dalam masyarakat. Lompatan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga kemudian merubah pola komunikasi yang ada. New media yang menjadi bagian baru dalam kehidupan masyarakat dengan sendirinya memiliki kekhasan tersendiri pada proses komunikasi. Salah satu aplikasi dewasa ini yang mengakomodasi pertukaran multimedia adalah Whatsapp. Oleh Jan Koum, Whatsapp dilengkapi dengan berbagai fitur, salah satunya adalah fitur read receipts. Namun oleh beberapa pengguna fitur tersebut dinonaktifkan, sehingga dapat mengurangi atau menghambat proses komunikasi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian yang meliputi pengumpulan data empiris dari subjek penelitian yaitu aplikasi Whatsapp. Kemudian data tersebut dianalisis untuk mendapatkan pemahaman tentang subjek kajian yang dihadapi. Melalui penelitian ini peneliti mendapatkan hasil bahwa proses komunikasi yang terjadi pada pengguna aplikasi Whatsapp yang menonaktifkan fitur read receipts tidak seefektif jika dibandingkan dengan pengguna yang mengaktifkan fitur ini.  Motivasi pengguna yang menonaktifkan fitur read receipts saat menggunakan aplikasi Whatsapp di antaranya adalah sebagai bentuk negosiasi atas proses komunikasi mana yang akan dipilih untuk dilanjutkan. Dalam hal ini, praktik agensi dilakukan oleh pengguna untuk menentukan posisi pada setiap proses komunikasi yang diinginkan.
Manajemen Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang dengan Konsep Collaborative Governance Nabilla Larasati; Anggraeny Puspaningtyas
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengelola sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang serta menganalisis implementasi pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana dengan menggunakan konsep collaborative governance yang berpedoman pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Penulis menggunakan metode kualitatif studi literatur dan memperoleh data berdasarkan penelitian terdahulu. Edward III merupakan teori yang dipilih oleh penulis, berdasarkan teori kebijakan Edward III penulis mendapatkan hasil kerjasama antar daerah yang tertuang dalam Perjanjian Perubahan (addendum) perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi No. 25 Tahun 2016 dan No.444 Tahun 2016. Tujuan dilakukannya kerjasama ini adalah untuk meningkatkan fungsi TPST Bantar Gebang Kota Bekasi sebagai tempat pemrprosesan akhir yang akan dilakukan dengan penerapan teknologi pengolahan sampah modern serta ramah lingkungan. Namun, kerjasama antar daerah ini belum melibatkan pihak swasta, padahal pihak swasta mempunyai peran sangat penting dalam pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana alam yang disebabkan oleh sampah. Penulis merekomendasikan pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah yang ada di TPST Bantar Gebang serta menjaga hubungan yang baik antara kedua belah pihak, sehingga koordinasi yang dilakukan berjalan dengan mudah.AbstractThe purpose of this research is to know the collaboration between carried out between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government in managing garbage in Bantargebang (TPST) and also to analyse the implementation of environmental preservation and disaster prevention using the concept of Collaborative governance carried out by the DKI Jakarta Provincial Government and Bekasi  Government written in the Coorperation Agreement (PKS) between them.  The metode author use qualitative method of literature study, the author obtain data based on previous research. The autors choose Edward III Theory. Based on the implementation policy of Edward III autors getting a result interzonal collaboration in the treaty of change (addendum) treaty collaboration between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government number 25 of 2016 and Number 44 of 2014.  The purpose of this collaboration to increase function Bantar Gebang TPST Bekasi City as a place final processing that will do with the application of modern garbage processing is eco-friendly technology. But, this interzonal collaboration hasn’t involve the private yet, while the private has a very important to environmental preservation and disaster prevention caused by garbage.  The autors have a recommendation to the government, the government needs to do collaboration with private to garbage management in Bantar Gebang TPST and maintain good relationships between them, in which coordination done with ease.Key Words            : Collaboration, Management, Local Government, Local Government in province, TPST.       This is an open access article under the CC–BY-SA license.  
Akulturasi Budaya Pada Komunitas Virtual ‘Sobat Ambyar’ Ratna Puspita Sari; Suprihatin Suprihatin
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v8i1.15058

Abstract

Abstrak  Belakangan ini, sapaan ‘sobat ambyar’ begitu akrab di telinga. Istilah ini digunakan untuk menyebut penggemar penyanyi lagu-lagu campursari—Didi Kempot. Mereka adalah generasi Z yang sebelumnya lebih menggilai lagu-lagu Barat karena dianggap merepresentasi kelas sosial tertentu. Anak-anak muda itu kini membangun komunitas virtual penggila lagu-lagu Lord Didi, sapaan sang penyanyi selain jejuluk The Godfather of Broken Heartyang disematkan oleh penggemarnya. Di banyak konser, generasi Z dengan antusias hadir, menyanyi, berjoget dan larut dalam suasana yang emosional dari lirik-lirik lagu Didi Kempot yang umumnya berkisah tentang patah hati. ‘Patah hati, tapi nggak cengeng’. Begitu sanjungan para ‘sobat ambyar’ tentang lagu penyanyi idolanya itu. Mereka juga menjuluki dirinya sebagai sadboydan sadgirluntuk melegitimasi kesedihan yang mereka hayati dari lirik-lirik lagu Didi Kempot. Menarik untuk mengkaji apakah terjadi akulturasi budaya Jawa melalui lirik-lirik lagu yang dinyanyikan Didi Kempot dengan budaya asing yang sebelumnya digandrungi generasi milenial ini. Atau sebenarnya hal ini hanya fenomena sesaat yang kemudian luruh berbarengan waktu. Video lagu lawas sang maestro berjudul ‘Stasiun Balapan’ yang diunggah di media sosial, sudah ditonton tak kurang dari tujuh juta orang. Satu fenomena di dunia musik tanah air, seorang penyanyi dengan kekhasan lagu daerah yang selama ini dianggap kelas pinggiran ternyata mampu menarik perhatian anak-anak muda. Penelitian ini akan mengkaji akulturasi budaya yang terjadi dengan melihat relasi antara sosok Didi Kempot, lirik-lirik lagunya, dan fenomena terbentuknya komunitas virtual ‘sobat ambyar’ dengan pendekatan netnografi. Akulturasi budaya dalam konteks ini dilihat sebagai salah satu cara untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal dan mendekatkannya pada generasi milenial yang pada akhirnya dapat menjadi bagian dari identitas keindonesiaan yang nyaris punah. Kata kunci: Sobat ambyar, Didi Kempot, netnografi             Abstract The greeting 'sobat ambyar', lately is familiar to ears. This term is used to refer to fans of Campursari singer — Didi Kempot. They are Z generation who previously were more fond of Western songs because they were considered to represent certain social classes. The young people are now building a virtual community of Lord Didi's song enthusiasts, the singer's greeting in addition to the network of The Godfather of Broken Heart pinned by his fans. In many concerts, Generation Z enthusiastically attended, sang, danced and was immersed in the emotional atmosphere of the lyrics of the song Didi Kempot, which generally tells about heartbreak. 'Broken hearted, but not whiny.' Once the flattery the 'sobat ambyar' about the song of his idol singer. They also dubbed themselves as sadboy and sadgirl to legitimize the sadness they experienced from the lyrics of the song Didi Kempot. It is interesting to study whether there is acculturation of Javanese culture through the lyrics of songs by Didi Kempot with foreign cultures that were previously loved by this millennial generation. Or actually this is just a momentary phenomenon which then decays in unison with time. The maestro's old song video titled 'Stasiun Balapan' uploaded on social media, has been watched by no less than seven million people. One phenomenon in the world of music in the country, a singer with a distinctive regional song that has been considered a fringe class turned out to be able to attract the attention of young children. This study will examine the cultural acculturation that occurs by looking at the relationship between the figure of Didi Kempot, the lyrics of the song, and the phenomenon of the formation of a virtual community 'friend ambyar' with a netnographic approach. Cultural acculturation in this context is seen as one of the ways to revive local cultural values and bring them closer to millennial generations which can eventually become part of the endangered Indonesian identity. Keywords: Sobat ambyar, Didi Kempot, netnografi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10