cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PEMBERDAYAAN KADER DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN GIZI DI DESA PAKUWON DAN SIMPANGSARI KEC. CISURUPAN KAB. GARUT Kosasih, C.E -; Rakhmawati. W. -; Solehati. T. -
Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.105 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v1i1.8190

Abstract

Balita merupakan kelompok yang cukup rawan untuk terjadi gangguan gizi. Angka kekurangan giziyang dialami anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Garut terdapat 27.283 balita mengalamikekurangan gizi. Upaya untuk mengatasi masalah gizi, perlu dukungan dari pusat pelayanan kesehatanjuga dari peran kader yang tergabung dalam posyandu. Program peningkatan atau pencegahan gangguangizi yaitu berupa program pemberdayaan dan pendampingan kader kesehatan posyandu di Desa Pakuwondan Desa Simpangsari. Kegiatan dilaksanakan sejak bulan Juni sampai dengan bulan September 2011.Khalayak sasarannya adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki balita serta para kader kesehatan yangada di kedua desa tersebut dan tergabung di dalam posyandu di masing masing desa. Kegiatan inimeliputi; melakukan pendataan, melakukan pelatihan keluarga sadar gizi dan pendampingan keluargadan evaluasi bagi kader kesehatan. Kegiatan pemberdayaan kader dan pendampingan keluarga bagiibu yang memiliki balita memerlukan dukungan yang efektif baik dari pemerintahan desa maupun daripuskesmas baik material, mupun dukungan moral bagi para kader kesehatan dan posyandu yang beradadi daerahnya masing-masingKata kunci: pemberdayaan kader, pendampingan keluarga, gizi balita.
PKM: PAUD PKK Al IKHSAN DESA PANGGUNGREJO –WUJUD SINERGI DESA DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Eny Yuniriyanti
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.048 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.22758

Abstract

PAUD PKK AL IKHSAN Melayani program PAUD dengan Jenjang Kelompok Bermain ( KB) dan Taman Kanak – Kanak (TK) yang bertempat di JL Pandan RT 03 RW 03 Dusun Tula’an Desa Panggungrejo, meskipun berada di wilayah Dusun Tula’an Namun PAUD PKK AL IKHSAN di upayakan dapat melayani 2 dusun yang lain yakni dusun panggung dan dusun tegaron yang berada dalam wilayah desa Panggungrejo. Permasalahan mitra diantaranya belum terurusnya ijin operasional lembaga dengan nama Lembaga baru karena perubahan Lembaga naungan, manajemen pengelolaan lembaga yang belum tertata dan perencanaan pembelajaran yang belum tersusun dengan baik .Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah pendampingan dan konseling penyusunan akreditasi PAUD, Memberikan Pelatihan pembuatan media pembelajaran dari bahan daur ulang, pelatihan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif berbasis pelatihan dan Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menyekolahkan anak usia diniDari hasil kegiatan peserta tidak hanya mampu mengisi secara manual setiap butir pada setiap standar ( 8 standart), tetapi juga cara mengunggah dokumen-dokumen tersebut secara on line  karena pengajuan akreditasi PAUD dilaksanakan terpusat hanya dengan on line di SISPENA 2-0, untuk login menggunakan password yang dimiliki oleh masing-masing PAUD. Peserta mampu membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif berbasis bahan dari daur ulang dan komputer. Dengan sosialisasi semakin banyak masyarakat yang mempercayakan anak usia dini dididik/ di sekolahkan di PAUD PKK Al IkhsanKata Kunci : Akreditasi,media pembelajaran,sosialisasi
PENINGKATAN KUALITAS SDM PETERNAK SAPI RANCAH KAWASAN BUFFER ZONE HUTAN MELALUI PEMBENTUKAN VILLAGE BREEDING CENTRE DAN KONSEP EXSITU FARMING DALAM POLA PEMIBIBITAN DI JAWA BARAT Darodjah, S. -; Indrijani,H. -; Cipto, D.B. -; Anang, A. -; Arifin. J. -
Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.204 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v3i2.8351

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada masyarakat dengan judul Peningkatan Kualitas SDM Peternak Sapi Rancah Kawasan Buffer Zone Hutan melalui Pembentukan Village Breeding Centre dan Konsep Exsitu Farming dalam Pola Pembibitan di JawaBarat telah dilakukan selama empat bulan terhitung dari bulan September sampai Desember 2013. Kegiatan ini berlokasi di dua tempat, yaitu diKabupaten Kuningan Jawa Barat dan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Unpad. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan PRA Participatory Rural Appraisal). Hasil dari kegiatan ini adalah: Peningkatan pemahaman peternak tentang manajemen pembibitan di kelompok Girikarya sangat baik;Tersusunnya pola integrasi hutan-ternak secara selaras menjadi bagian dariekosistem alam dan sosial; Pendirian training centre sapi Rancah di Unpad;dan Pelatihan calon peternak baru sapi Rancah bagi Pesantren Asatid sekitarTanjung-sari. Berdasarkan hasil kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM Prioritas mampu meningkatkan peran peternak sapi Rancahwilayah buffer zone hutan di wilayah Kuningan menjadi subyek VBC atau pusat pembibitan pedesaan sebagai penghasil elite stock, berdasarkan pemahaman hasil introduksi pengetahuan tentang pola pemuliaan ternak. Fasilitasi dan peran kampus Unpad dalam menjembatani integrasi ternakhutan mampu melahirkan konsep agrosilvopastural dengan pemanfaatan hutan sebagai basis kapasitastampung lahan hijauan makanan ternak. Limpah keterampilan manajemen pemeliharaan sapi Rancah pola intensif rendah input bagi calon peternak disekitar kampus Universitas Padjadjaran,diharapkan mampu melahirkan peternak baru Sapi Rancah.Kata kunci: Sapi Rancah, buffer zone hutan, training centre Sapi Rancah
PEMANFAATAN BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH UNTUK PESTISIDA NABATI DI DESA CIPANAS DAN DESA NANGELASARI KECAMATAN CIPATUJAH, KABUPATEN TASIKMALAYA Nurzaman, M. -; Mutaqin, A.Z. -; Wulandari, A.P. -
Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.677 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v2i1.8213

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sistem pertanian di Indonesia yang diterapkan oleh pendudukIndonesia saat ini beragam, ada yang bercorak modern, tradisional, atau perpaduan keduanya. Namun,yang paling dominan adalah sistem pertanian modern yang sudah diterapkan terutama sejak konsepRevolusi Hijau. Sistem pertanian modern ternyata mempunyai banyak dampak negatif. Berdasarkanpengamatan di Desa Cipanas dan Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, salah satudampak yang muncul akibat program tersebut adalah masih adanya ketergantungan petani terhadappestisida sintetis yang dapat menjadi beban tersendiri bagi petani secara ekonomis. Dengan demikian,perlu adanya pelatihan teknis pembuatan pestisida nabati untuk mengatasi permasalahan tersebut.Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membuat pestisidanabati sebagai salah satu sumber daya hayati potensial yang mudah didapat. Pelatihan ini melibatkanmasyarakat terutama yang terlibat langsung dengan kegiatan usaha pertanian. Bahan dasar untuk pestisidanabati ini berupa bawang merah dan bawang putih. Secara teknis, proses pembuatannya mudah, murah,dan dapat dilakukan oleh siapapun. Melalui pelatihan ini masyarakat dapat meningkatkan pengetahuandan keterampilan dalam membuat pestisida nabati. Selain itu, karena pembuatan peptisida nabati inisecara teknis mudah dan murah, sehingga masyarakat dapat menekan ongkos produksi usaha pertanian.Di samping itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami dan memaknai arti penting dari sistempertanian ramah lingkungan.Kata kunci: Desa Cipanas dan Nangelasari, pestisida nabati, bawang merah, bawang putih
PENCEGAHAN PENULARAN ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT) DAN PERAWATANNYA PADA BALITA DIRUMAH DI KABUPATEN PANGANDARAN Wiwi Mardiah
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.734 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14853

Abstract

Upaya Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit ISPA (P2ISPA) merupakan hal yang sangat penting karena penyakit ini mudah menular dan dapat menyebabkan kematian. Menurut WHO tahun 2012, sebesar 78% balita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan adalah akibat ISPA. Hal-hal yang bisa terjadi antara lain perdarahan paru-paru, gagal napas akut (acute respiratory distress syndrome/ARDS), hingga kematian, sebelum hal ini terjadi maka diperlukan upaya pencegahan penularan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan Perawatannya pada Balita di Rumah. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan orang tua dan kader kesehatan tentang ISPA, mengidentifikasi kejadian ISPA  dan mengidentifikasi target capaian imunisasi pentabio di kabupaten Pangandaran. Metoda yang digunakan dalam PKM ini adalah penyuluhan dan Focus Grouf Discustion(FGD) serta pengkajian data data tentang ISPA di Puskesmas Cikambulan Pangandaran, Data dianalisis dari pre dan post tes penyuluhan,serta hasil FGD di dapatkan beberapa masalah dan penyelesaiannya. Peserta penyuluhan sebanyak 41 orang terdiri dari petugas puskesmas, kader dan orang tua balita pasien anak dengan ISPA yang berkunjung ke poli MTBS Puskesmas Pangandaran. Hasil pelaksanaan PKM yang telah lakukan berdasarkan output PKM yaitu teridenfifikasi pengetahuan petugas kesehatan puskesmas,  kader kesehatan, orangtua pasien balita tentang ISPA melalui hasil pre test rata rata 85,2 dan post test rata-rata 88,71. Hasil FGD dengan kader kesehatan dan petugas kesehatan Puskesmas Pangandaran didapatkan beberapa metode pencegahan dan perawatan balita dengan ISPA di rumah yaitu pengunaan tanaman obat tradisional digunakan secara turun temurun untuk mengatasi batuk pilek dan penurunan daya tahan tubuh, melakukan kebiasaan hidup sehat seperti selalu mencuci tangan setelah merawat pasien ISPA, mengunakan masker saat terkena ISPA serta mendeteksi gejala ISPA sejak dini. Adapun angka kejadian ISPA  pada Balita terutama yang non pneumoni setiap bulannya berpariasi dari 40-87 kasus (10,2%-52,5%) rata-rata 63 kasus per bulan. sedangkan capaian imunisasi pentabio tercapai 80-90%. Simpulan dan saran; Berdasarkan hasil PKM tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kasus ISPA terutama non pneumoni  masih tinggi sedangkan pengetahuan pencegahan penularan ISPA (Infeksi Saluran  Pernafasan Akut) perawatannya pada balita dirumah di Kabupaten Pangandaran sudah cukup baik sehingga saran yang dapat diberikan adalah mempertahankan dengan terus memeliharan kesehatan dan selalu melakukan deteksi dini ISPA pada kader kesehatan  dan orangtua balita dilakukan secara rutin.   
CERDAS DAN BIJAK DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH ERA LITERASI DAN INFORMASI DI KECAMATAN CILAKU KABUPATEN CIANJUR PROPINSI JAWA BARAT Mochamad Ali Mauludin
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.988 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14751

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini di sangatlah pesat, teknologi komunikasi yang diiringi dengan kehadiran media massa dan media sosial juga telah memberi banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Literasi informasi diterima oleh masyarakat sebagai keterampilan yang penting untuk dikuasai selain kemampuan teknologi informasi. Di era di mana informasi serba mudah didapat dan serba melimpah, maka keterampilan tersebut menjadi kemampuan mendasar yang diperlukan untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahannya atau menyelesaikan tugas-tugasnya dengan memanfaatkan informasi secara etis dan efisien. Kemampuan mendasar ini idealnya menjadi modal yang dimiliki oleh masing-masing individu untuk melaksanakan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi pada berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan ataupun desa. Hasil Penerapan PKM ini menunjukkan bahwa Kepala Desa, penggerak PKK dan Perangkat Kecamatan sebagian besar sudah mulai terbiasa dalam penggunaan media sosial serta cerdas dan bijak dalam literasi informasi untuk pengembangan masyarakat di desa atau kecamatan.
PEMBERDAYAAN SANGGAR BUDAYA LOKAL DI KANAGARIAN KAMANG MUDIAK KECAMATAN KAMANGMAGEK KABUPATEN AGAM Romi Isnanda; Hidayati Azkiya; Syofiani .
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.158 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.21495

Abstract

Artikel ini menjelaskan permasalahan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pemberdayaan sanggar budaya lokal di Kanagarian Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Hal tersebut mengingat kemujauan dan perkembangan zaman yang makin pesat dan berdampak pada kebudayaan daerah. Bentuk pemberdayaan dilakukan adalah berupa pelatihan tentang penataan sanggar budaya lokal. Pelatihan merujuk pada dua aspek, yaitu teoetis dan praktis sehingga kebudayaan atau kesenian rakyat tidak fokos pada tataran teoretis, melainkan memahamai secara keseluruhan aspek. Dengan demikian, masyarakat, khususnya generasi muda memahami hakikat dan nilai-nilai yang terdapat dalam kesenian daerah yang akan menjadi cikal-bakal aset kebudayaan nasional yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.
KERAMBA JARING APUNG UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN NELAYAN SELAM DI DAERAH PARIGI PANGANDARAN Firdaniza Firdaniza; Nurul Gusriani; Iin Irianingsih
Dharmakarya Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i4.19005

Abstract

Di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terdapat komunitas nelayan selam (spearfishing), yaitu nelayan yang menangkap ikan dengan menombak ikan sambil menyelam. Nelayan spearfishing hanya menangkap ikan dengan ukuran tertentu saja, agar ikan-ikan bisa berkembang biak untuk menjaga kelangsungan populasi ikan di laut. Namun, keadaan musim angin muson di Indonesia menjadi salah satu faktor penghambat kegiatan mereka dalam menangkap ikan, karena mereka tidak bisa menyelam, sehingga perekonomian nelayan ini jadi menurun. Tujuan dari PPM ini adalah untuk membantu para nelayan yang sangat bergantung pada keadaan musim, supaya mereka memiliki pendapatan yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian mereka. Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan keramba jaring apung untuk budidaya ikan sekaligus menjadi spot wisata bagi wisata memancing dan spearfishing di daerah Parigi Pangandaran. Dengan adanya keramba apung ini, nelayan dapat membudidayakan ikan atau udang, sehingga di saat cuaca buruk, mereka dapat memanen ikan hasil keramba untuk dijual. Keramba telah dilengkapi dengan lantai atas yang dapat digunakan untuk memasak ikan dan tempat istirahat bagi para wisatawan. 
SOSIALISASI COOKIES SORGUM SEBAGAI CEMILAN SEHAT DI DESA SAYANG JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Endah Wulandari
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.292 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14780

Abstract

Pada saat ini, kebutuhan tepung terigu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan meningkatnya laju impor gandum sehingga meningkatkan devisa negara untuk mengimpor gandum. Tepung terigu adalah salah satu bahan pangan paling penting di Eropa dan Amerika Utara, dan merupakan bahan utama dalam pembuatan roti, kue, dan pastry (Wikipedia, 2008). Pembuatan cookies dari tepung sorgum adalah salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan gandum di Indonesia (Ahza, 1983).PPM Prioritas OKK akan dilaksanakan di desa sayang RW 01 Jatinangor yang dilaksanakan selama 6 bulan bertujuan untuk mensosialisasikan hasil-hasil penelitian di program studi teknologi pangan yang berbasiskan sorgum. Hal ini bertujuan untuk mensosialisakan pada masyarakat terutama di desa sayang tentang pentingnya diversifikasi produk pangan. Kegiatan yang dilakukan berupa ceramah dan demo produk pangan berbasis sorgum.yang dilakukan selama 3 kali yaitu pada bulan september hingga novemver 2017.Hasil proses pengabdian masyarakat memberikan respon yang baik, dimana aparat desa sayang dan RW 01 serta ibu PKK RW 01 baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas RW 01 desa sayang. Hasil evaluasi sosialisasi produk pangan berbasis sorgum pun  baik dengan persentase kesukaan terhadap produk sebesar 84%
PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR DI DESA CISAUK, TANGERANG Wijayanti, S.H. -; Efendi -; Warmiyati, M.M.T. -
Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.189 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v1i2.8204

Abstract

Belum banyak sekolah dasar yang beruntung mempunyai perpustakaan. Kendatipun sudah ada,perpustakaan belum ditangani secara profesional karena guru belum pernah mendapatkan pendidikan danpelatihan mengelola perpustakaan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkantiga SDN di Kecamatan Cisauk dan menghasilkan luaran berupa tersedia sarana perpustakaan di SDNKedokan, adanya modul pengelolaan perpustakaan, publikasi kepada masyarakat melalui promosi, danadanya peningkatan minat baca siswa. Dari hasil kuesioner, FGD, dan wawancara diketahui terdapatpeningkatan pengetahuan dan pemahaman guru dan siswa tentang pengelolaan perpustakaan setelahmengikuti pelatihan. Tumbuh motivasi guru dan siswa untuk memanfaatkan koleksi meskipun koleksiyang ada belum dapat dipinjam atau dibawa pulang. Kendala yang masih dihadapi adalah gurusebagai koordinator dan siswa sebagai duta perpustakaan masih belum dapat sepenuhnya menanganiperpustakaan karena waktunya tersita untuk belajar-mengajar dan tidak ada anggaran khusus untukmembiayai petugas perpustakaan. Meskipun demikian, perlu ada kerja sama antara kepala sekolah,guru, dan siswa agar minat baca yang tinggi, yang diperlihatkan setelah adanya perpustakaan, dapatditingkatkan sehingga membudayakan membaca sejak usia dini dapat tercapai dan perpustakaan dapatdimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran.Kata kunci: perpustakaan, sekolah dasar, minat baca, pelatihan, sumber daya manusia

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue