cover
Contact Name
Nelfiyanti
Contact Email
nelfiyanti@ftumj.ac.id
Phone
+6281363155951
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ)
ISSN : 23552085     EISSN : 2550083X     DOI : 10.24853/jisi
Core Subject : Engineering,
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Jurusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, industri, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri bersifat terbuka. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit 2 kali dalam setahun. Secara berkala JISI UMJ: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit setiap bulan Februari dan Agustus.
Articles 211 Documents
PROSES PENGAMBILAN DATA PADA AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) MENGGUNAKAN PRINSIP CLOSED LOOP CONTROL SYSTEM Rio Aurachman
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 6, No 1 (2019): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.6.1.55-64

Abstract

Analyical Hierarchy process adalah sebuah pendekatan dan metod eyang jamak digunakan peneliti dan awam dalam penentuan keputusan berdsarkan banyak kriteria. AHP menggunakan pendekatan matrix berpasangan yang beresiko membuat proses perhitungan inkonsisten. Hal itu dikarenakan proses perhitungan menggunakan skala rasio yang membandingkan antara dua alternative atau kriteria. Perbandingan tersebut mungkin sekali menjadi tidak konsisten karena keterbatasan dari kapasitas komputasi benak manusia. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode dan alat pengambilan data yang dapat memberikan langsung nilai konsistensi pada saat pengisian kuesioner AHP. Sehingga responden dapat melakukan koreksi dengan baik dan peneliti tidak perlu mengulang pengisian kuesioner yang membuat responden enggan. Proses perancangan dan perhitungan menggunakan spreadsheet baik itu Microsoft excel atau pun produk dari google. Hasil perancangan menunjukkan, proses pengisian dapat langsung memberikan informasi kepada responden apakah pengisiannya sudah konsisten atau belum sehingga dapat langsung dilakukan perbaikan.
PERANCANGAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN HOTEL XYZ MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Ilham Hadyan; Sari Wulandari; Rio Aurachman
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 5, No 1 (2018): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.5.1.31-39

Abstract

Saat ini industri pariwisata memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk industri pariwisata di Indonesia adalah wilayah Bandung. Hotel XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di dalam bidang jasa perhotelan di Bandung yang merupakan Hotel berbintang dua dengan tagline “Where Budget Meet Comfort” dimana tagline tersebut menginterpretasikan bahwa ini masih ke dalam kategori hotel budget dengan harga terjangkau. Namun, Hotel XYZ mengalami masalah dengan revenue yang tidak sesuai dengan target yang ditetapkan, khususnya pada bagian “room”. Hal ini terindikasi karena kualitas layanan yang kurang baik pada Hotel XYZ berdasarkan guest comment hotel dan nilai review di OTA (Online Travel Agent). Oleh karena itu, Hotel XYZ Akan melakukan pengembangan untuk peningkatan kualitas pada layanannya.Tujuan dan hasil dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi untuk meningkatakan kualitas layanan yang didasari oleh sebelas true customer needs. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Quality Function Deployment (QFD). QFD adalah salah satu metode yang berfungsi untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan dalam karakteristik produk dimana metode ini mempertimbangkan kapabilitas perusahaan untuk mengimplementasikannya.
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA BISNIS CASSAVA CHIPS DI PERUMAHAN MARDANI RAYA Utami Gunawati; Wiwik Sudarwati
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 4, No 1 (2017): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.4.1.35-44

Abstract

Berdasarkan hasil survey diperoleh kebutuhan terhadap keripik singkong sebanyak 517 kg di Perumahan Mardani Raya, dengan hasil sebanyak 187 kg berasal dari  Keripik Berkah. Masih terdapat GAP atau permintaan terhadap kebutuhan yang belum terlayani.Diketahui informasi, jumlah potensial pasar minat terhadap keripik singkong cukup banyak untuk melakukan usaha. Perlu diadakan studi kelayakan usaha ditinjau dari aspek produk, pasar/pemasaran, teknis operasi, manajemen SDM, sosial ekonomi, lingkungan, dan finansial untuk menunjukkan kelayakan dari usaha tersebut.Adapun hasil analisis yang dilakukan pada aspek pasar potensial pasar 11.292 kg / bulan = 135.504 kg/tahun dengan pemasaran manfaatkan media social. Aspek produk ada 5 varian rasa dengan kemasan yang terseal dan diberi label merk. Aspek teknis, pemasok supply bahan baku singkong didapat dari 3 alternatif pasar. Aspek Manajemen SDM dibutuhkan 3 tenaga kerja. Dari ekonomi social dapat membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan petani singkong. Aspek lingkungan terdapat limbah kulit singkong dapat dijadikan kerupuk kulit singkong. Aspek finansial untuk usaha selama 5 tahun dengan modal awal sebesar Rp. 56.434.317,- Hasil perhitungan terhadap kriteria penilaian investasi didapat nilai NPV sebesar Rp. 730.802.669, yang artinya selisih antara nilai kas yang akan datang dengan nilai investasi bernilai positif. Nilai IRR sebesar 14 %, lebih besar dari discount factor  sebesar 13 %, dan payback period selama 2 tahun 4 bulan. Maka dapat disimpulkan secara keseluruhan usaha bisnis Cassava Chips NR Jaya ini layak untuk dijalankan.
PERANCANGAN DAN ANALISA BIAYA ALAT PENGUJI KEKUATAN TEKAN GENTENG KERAMIK BERGLAZUR Ucok Mulyo Sugeng
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 2, No 1 (2015): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.2.1.17-27

Abstract

A quality of a product is a value that leads into customer satisfaction. Good Quality Control system is absolutely necessary as  a  solution to  guarantee  the  quality  of  a  product. One of the instruments to be used in the system  of  Quality Control is a test equipment.VDI 2221 design method is used to solve problems and to optimize the use of  materials and technology. Several stages of its design are the Clarification of the Task, Conceptual Design, Embodiment Concept and Detail Design.The equipment can be made with standard materials and using available equipment at the workshop. The process of assembly, installation and operation is relatively easy.  The chosen one is Varian 1 with maximum pressure 208 bar (212,2 kg/cm2) with total cost  Rp. 7.700.000,-.Keywords: customer satisfaction, quality control, VDI 2221
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PADA PT XYZ DENGAN METODE BALANCED SCORECARD Ghea Okta Audina; Christanto Triwibisono2; Atya Nur Aisha
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 4, No 2 (2017): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.4.2.93-98

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan teknologi yang mengembangkan solusi teknologi yang terkait dengan bisnis. Dengan usia perusahaan yang masih tergolong muda, memaksa perusahaan memiliki strategi dalam meningkatkan performansi bersaingnya baik secara eksternal maupun internal. Untuk peningkatan performansi internal, diperlukan perbaikan kinerja perusahaan, dapat dilakukan dengan cara merancang manajemen kinerja. Salah satu proses dari manajemen kinerja adalah pengukuran kinerja. Berdasarkan hasil observasi, saat ini perusahaan hanya melakukan pengukuran kinerja dari perspektif keuangan dan karyawan saja, dan pengukuran tersebut hanya dijadikan database saja oleh perusahaan, dan tidak dapat menjawab kebutuhan perusahaan dalam pencapaian visi misi perusahaan dengan kondisi tingkat persaingan yang semakin kuat. Oleh karena itu, diperlukannya pengukuran kinerja untuk meningkatkan performansi kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard.Untuk memperoleh usulan sistem pengukuran kinerja, diawali dengan merancang strategi berdasarkan analisis SWOT, mengelompokkan Critical Success Factors dari sasaran strategi, menyusun Key Performance Indicator sebagai indikator pengukuran, melakukan pembobotan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat 7 sasaran strategi, 13 CSF, dan 17 KPI. Bobot tertinggi terdapat pada perspektif pelanggan sebesar 36,41%, keuangan 24,13%, pertumbuhan dan pembelajaran 23,61%, dan internal proses bisnis 15,85%.
PENGUKURAN LINE BALANCING DAN SIMULASI PROMODEL DI PT. CATERPILLLAR INDONESIA Renty Anugerah Mahaji Putri; Wiwik Sudarwati
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 3, No 2 (2016): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.3.2.%p

Abstract

P.T. Caterpillar Indonesia  adalah suatu perusahaan yang sering disebut juga dengan nama PT. CIPT,  yang bergerak di bidang industri otomotif khusus alat berat. Pada lanita produksi PT. CIPT terdapat proses produksi perakitan part dengan cara pengelasan, pada lini produksi khususnya  Department  Fabrication  ada empat Section Department yaitu Boom, Stick, Swing Frame dan Base Frame. Pada proses Swing Frame akan dihitung keseimbangan lintasannya atau line balancing dengan urutan perhitungan adalah menghitung efisiensi lini, waktu mengangur, balance delay, smoothness index dan kapasitas produksi. Setelah dilakukan perhitungan didapat hasil efisiensi lini sebesr 58,25 %, balance delay 41,74%, idle time 592,3 menit, smoothness index 266,97 dan kapasitas produksi unit/hari/orang. Gambaran simulasi promodel didapat hasil 8 stasiun kerja, dengan utilization terhadap operator yang bekerja adalah sebesar 74.30%, Untuk area yang digunakan operator selama transportasi (In Travel To Use) didapatkan hasil keluaran sebesar 0,56%. Kata kunci: Balance Delay, Idle Time, Smoothness Index.
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PRODUK OLAHAN COKLAT “COKADOL” DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Endah Utami
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 5, No 2 (2018): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.5.2.91-100

Abstract

Cokadol merupakan salah satu produk olahan coklat UPPKS Karya Lestari Padukuhan Gumawang. Produk ini berupa produk coklat dengan berisi dodol coklat. Pada saat ini produk tersebut sudah dipasarkan, meskipun pemasarannya belum meluas namun dari konsumen mendapatkan respon yang positif. Mengingat produk ini telah mendapatkan ijin P-IRT  dan dengan adanya respon yang baik dari masyarakat maka pihak pengelola usaha berupaya meningkatkan kualitas produk. Adapun kualitas produk yang dimaksud adalah upaya pengembangan kemasan produk Cokadol. Pihak pengelola memandang perlu adanya perbaikan di dalam pengemasan produk demi menarik para konsumen terhadap produk ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang desain kemasan produk Cokadol dengan metode Quality Function Deployment. Langkah-langkah di dalam penelitian ini mengikuti tahapan pada metode Quality Function Deployment namun hanya sampai pada tahap Part Deployment. Adapun jumlah sampel menggunakan teori jumlah atribut dikalikan 5 hingga 10 sesuai pendapat Heirs et al Teknik sampling menggunakan purposive samping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan suara konsumen atribut desain kemasan yang diinginkan antara lain, jenis bahan kemasan, harga yang terjangkau, dibuat dengan warna yang menarik, dapat digunakan sebagai tas oleh oleh, mempunyai bentuk yang unik, terdapat dalam berbagai ukuran, dapat didaur ulang. Sedangkan respon teknis yang dilakukan antara lain  adanya penambahan logo, pemilihan bahan dengan kualitas baik, menambahkan warna dan motif yang unik dan desain yang multifungsi dan flexible
Perancangan Fasilitas Kerja yang Ergonomis pada Proses Pelarutan Printed Circuit Board (PCB) dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi kasus di IK-Tech) Adhi Susatyo; Choirul Bariyah
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 3, No 1 (2016): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.3.1.7-14

Abstract

       IK-Tech merupakan home industry  yang bergerak dalam pembuatan PCB. Proses produksi di IK-Tech masih dengan proses manual, terutama pada proses pelarutan PCB (proses Etching). Proses Etching di IK-Tech tumpah, proses yang lama dan penggunaan yang tidak ergonomis karena operator bekerja dengan menggunakan alat yang seadanya berupa nampan, sehingga dalam proses pelarutan, terdapat banyak kekurangan seperti pelarut mudah posisi jongkok membungkuk. Gerakan kerja yang berulang-ulang dengan frekuensi yang sering, mengakibatkan operator tidak nyaman dalam bekerja dan mudah lelah. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam proses Etching yaitu merancang fasilitas kerja.      Pada penelitian ini, dirancang fasilitas kerja dengan pendekatan Quality Function Deployment. Metode ini bertujuan mengakomodasi perancangan fasilitas kerja berdasakan kebutuhan pengguna. Selain itu, pendekatan ergonomis pada perancangan fasilitas kerja untuk memperkecil beban kerja operator sehingga menciptakan rasa nyaman dan aman bagi operator dalam bekerja.       Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, enumeration persentase keluhan operator sebelum perancangan sebesar 7% keluhan sakit, setelah perancangan turun menjadi 0% (tidak ada keluhan sakit). Rekapitulasi waktu pelarutan sebelum perancangan sebesar 22,66 menit/unit, waktu pelarutan setelah perancangan (penggunaan manual) sebesar 13,66 menit/unit dan waktu pelarutan setelah perancangan (penggunaan otomatis) sebesar 11,37 menit/unit. Dari rekap waktu pelarutan, diketahui penurunan waktu pelarutan sebelum dan setelah perancangan (penggunaan manual) sebesar 39,72 %, penurunan waktu pelarutan sebelum dan setelah perancangan (penggunaan otomatis) sebesar 49,82 %. 
PERANCANGAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMASARAN TAS PADA UKM LEVAYA MENGGUNAKAN METODE BENCHMARKING Bagas Praditya Yusuf Putra; Sari Wulandari; Boby Hera Sagita
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 6, No 2 (2019): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.6.2.71-79

Abstract

Usaha Kecil Menengah Levaya merupakan UKM yang memproduksi produk tas wanita dengan nama brandnya yaitu Levaya. UKM ini didirikan oleh Siska pada tahun 2017. Saat ini lokasi penjualan tas Levaya ini berada di daerah Kota Depok. Namun, untuk pabrik pembuatan produk tas ini berpusat di Kota Bandung. Produk tas Levaya ini mengikuti acara bazar di salah satu mall di Kota Depok sebagai pusat penjualan langsungnya. Hingga saat ini Levaya belum memiliki toko fisik tetap. Selain itu untuk komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh UKM Levaya ini sudah melalui beberapa bauran komunikasi pemasaran.Penelitian ini menggunakan metode benchmarking untuk membandingkan kinerja program komunikasi pemasaran yang sudah dilakukan oleh Levaya yang dijalankan antara produk tas Levaya dengan produk partner benchmark atau produk yang sejenis yang memiliki keunggulan dalam sisi kinerka program komunikasi pemasaran yang dilakukan. Namun untuk menentukan partner benchmark tersebut dilakukan penentukan partner benchmark terpilih dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penentuan partner benchmark dengan metode AHP ini berguna untuk mencari partner benchmark  yang sesuai. Setelah ditentukan partner benchmark dilakukan identifikasi mengenai program komunikasi pemasaran yang dilakukan, kemudian ditentukan indikator sebagai parameter dalam pengukuran praktik yang telah dilakukan, selanjutnya identifikasi gap untuk menemukan perbedaan, dan terakhir menentukan target perbakan untuk program komunikasi pemasaran yang baru bagi produk tas Levaya. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh rancangan program komunikasi pemasaran yang baru untuk UKM Levaya pada produk tas wanitanya. Rancangan program komunikasi pemasaran tersebut, diusulkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh UKM Levaya
RE-DESAIN UKURAN KURSI KERJA PADA STASIUN KERJA PENGELASAN LINI PRODUKSI LEMARI ES SECARA ERGONOMI DI PT. SHARP ELECTRONICS INDONESIA Mutmainah Mutmainah; Sofyan Apriyadi Saputra
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 1, No 2 (2014): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.1.2.%p

Abstract

PT. Sharp Electronics Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang elektronika, dalam kegiatan operasionalnya memproduksi alat-alat elektronika kebutuhan rumah tangga, terdapat permasalahan yang sering terjadi pada salah satu lini produksi yaitu pada lini pengelasan di bagian produksi lemari es, permasalahan tersebut adalah posisi kerja operator yang belum baik sehingga menyebabkan kelelahan kerja yang berakibat timbulnya keluhan sakit pada bagian tubuh, seperti nyeri punggung, nyeri paha, nyeri leher, dan lainnya sehingga mengakibatkan operator mengalami penurunan kondisi kerja atau kelelahan yang mengakibatkan tidak optimalnya hasil pekerjaan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi beban kerja fisik yang dialami oleh operator untuk mengetahui apakah kondisi kerja saat ini memberikan beban berlebih terhadap operator atau tidak dengan menggunakan pengukuran konsumsi energi berdasarkan perhitungan denyut jantung. Kemudian dilakukan identifikasi bagian tubuh mana saja yang sering dikeluhkan oleh operator menggunakan Kuisioner BADM ( Body Area Discomfort Map). Dari hasil penelitian didapat hasil pengukuran konsumsi energi adalah 5,3 Kkal/menit, data ini menunjukan beban kerja operator saat ini berada pada kondisi Heavy Work sehingga harus dilakukan perbaikan. Data kuisioner BADM menunjukan hasil bahwa kenyamanan kursi kerja yang digunakan berada pada tingkat kurang nyaman yaitu pada skor 3 (kurang nyaman). Setelah dilakukan perbaikan ukuran kursi kerja dan disimulasikan dengan software Manequin pro didapat hasil pada ukuran usulan sebesar 99 Nm, terjadi penurunan tingkat kelelahan dari sebelumnya 109 Nm

Page 2 of 22 | Total Record : 211