cover
Contact Name
Nelfiyanti
Contact Email
nelfiyanti@ftumj.ac.id
Phone
+6281363155951
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ)
ISSN : 23552085     EISSN : 2550083X     DOI : 10.24853/jisi
Core Subject : Engineering,
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Jurusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, industri, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri bersifat terbuka. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit 2 kali dalam setahun. Secara berkala JISI UMJ: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit setiap bulan Februari dan Agustus.
Articles 211 Documents
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DENGAN PEMBOBOTAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT. ABC, TBK Andreas Tri Panudju; Andi Hasryningsih Asfar; Fitri Fauziah
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 3, No 2 (2016): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.3.2.%p

Abstract

Balanced Scorecard (BSC) merupakan salah satu metode pengukuran kinerja perusahaan  yang meninjau kinerja perusahaan  tidak hanya dari sisi keuangan, namun juga dari sisi non keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengukuran kinerja (SPK) PT. ABC, Tbk yang meliputi perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pembobotan   elemen-elemen   yang   terdapat   dalam   pengukuran   kinerja dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan sofware Expert Choice. Dengan demikian, diharapkan PT. ABC, Tbk dapat  mengetahui dengan tepat prioritas perbaikan yang harus dilakukan. Hasil penelitian ini adalah pada perspektif proses bisnis internal merupakan perspektif terpenting dari perspektif-perspektif yang lain, hal ini ditunjukkan dengan perspektif proses bisnis internal mempunyai bobot terbesar yaitu sebesar 0,350. Hal ini berarti PT. ABC, Tbk lebih memfokuskan pada meningkatkan bisnis internal, meningkatkan kualitas produk dan efektivitas operasi dalam menghasilkan produk serta pengembangan jaringan rantai pasok. Pada perspektif pelanggan dengan bobot 0,292 dengan fokus pada peningkatan pangsa pasar kemudian baru diikuti dengan menurunkan keluhan pelanggan. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan bobot 0,235 lebih memfokuskan pada meningkatkan kemampuan karyawan kemudian baru diikuti dengan meningkatkan produktivitas karyawan. Pada perspektif keuangan yang merupakan perspektif dengan bobot terkecil yaitu sebesar 0,123 fokusnya merata pada peningkatan keuntungan perusahaan, peningkatan efisiensi dan efektivitas aset, serta pertumbuhan penjualan. Kata kunci: Analytical Hierarchy Process,  Balance  Scorecard  (BSC), Kinerja,pembobotan.
USULAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN PADA PERISHABLE PRODUCT UNTUK MEMINIMASI OVERSTOCK DAN BIAYA PEMBEKUAN PRODUK DI CV.XYZ Akbar Muflih Z
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 6, No 1 (2019): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.6.1.1-10

Abstract

CV.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pemotongan ayam yang memproduksi ayam broiler yang terdiri dari beberapa jenis produk yaitu ayam karkas, ayam parting (paha atas, paha bawah, dada, dan sayap) danayam beku. Pada CV.XYZ penjualan produk beku (sisa) sangat banyak dan merugikan perusahaan karena biaya pembekuan yang tinggi.Banyaknya penjualan produk beku terjadi karena peramalan permintaan yang tidak akurat dan perusahaan juga belum memiliki kebijakan persediaan yang tepat dan pengambilan keputusan dalam menentukan jumlah pemesanan bahan baku. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode peramalan single moving average dan single exponential smoothing karena data permintaan memiliki plot horizontal dan memiliki kesalahan peramalan terkecil. Data peramalan menjadi input untuk optimasi model matematika yang memiliki fungsi tujuan memaksimasi profit. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan jumlah pemesanan ayam hidup yang optimal untuk minggu ke 1 sampai minggu ke 4 adalah 57263, 84910, 101753 dan 100557 kg ayam. Sehingga didapatkan profit sebesar Rp.59.485.152 lebih banyak 1% dari kondisi awal dan biaya pembekuan turun sebanyak 23%.
SIX SIGMA DMAIC SEBAGAI METODE PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KURSI PADA UKM Fandi Ahmad
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 6, No 1 (2019): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.6.1.11-17

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat dengan pendekatan metode six sigma DMAIC  kemudian  untuk mengetahui usulan penerapan pengendalian kualitas dengan mengalisis penyebab  cacat  pada proses produksi kursi  kemudian  mengupayakan perbaikan berkesinambungan dengan konsep 5W+1H, Tahap define akan menetukan objek penelitian yang memiliki tingkat defect tertinggi berdasarkan voice of costumer (VOC), Pada tahap Measure menemukan jenis cacat yang dominan terjadi pada setiap proses dengan menggunakan pareto diagram untuk mengetahui penyimpangan produksi tertinggi, kemudian mengukur DPMO (DefectPer Million Opportunities) yang dikonversikan kedalam tingkat sigma.Pada tahap analyze akan menganalisis CTQ dengan Pareto Diagram untuk menganalisis sumber masalah dengan fishbone diagram. Pada tahap improve membuat usulan perbaikan dengan metode 5W+1H. dari pengolahan data didapat nilai DPMO sebesar. Saat ini perusahaan berada pada tingkat 3.31-sigma dengan CTQ (Critical of Quality) adalah jenis cacat kursi lecet dan penyok, ukuran tidak standar dan jahitan tidak rapi.Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kecacatan adalah faktor manusia dan berdasarkan analisis 5W+1H maka kebijakan utama yang harus di lakukan oleh pihak perusahaan yaitu pengawasan atau kontrol dengan pembuatan SOP dan adanya training untuk meningkatkan kompetensi operator   
Pemilihan Pemasok terhadap Tingkat Rendemen Daun Nilam Bethriza Hanum
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 3, No 1 (2016): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.3.1.45-58

Abstract

Peluang usaha pasar konsumsi dan kebutuhan minyak nilam di Indonesia semakin meningkat, hal tersebut kemudian menjadi pemicu munculnya perusahaan-perusahaan pengolah minyak nilam yang mengolah tanaman nilam, sehingga dapat memenuhi permintaan minyak nilam yang berkualitas untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri tersebut dan juga dapat dijadikan produk ekspor. Pemilihan pemasok yang dibahas adalah mempertimbangkan kuantitas barang yang ditawarkan oleh pemasok, permintaan, budget dan batasan penerimaan tingkat rendemen. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, maka perlu dikembangkan model pemilihan pemasok yang mempertimbangkan batasan kuantitas barang yang ditawarkan oleh pemasok dan penerimaan tingkat rendemen dengan menggunakan metode Linear Programming (LP). Penelitian ini merancang model tingkat rendemen dengan mempertimbangkan kriteria daun nilam dan nerancang model pemilihan pemasok yang baik untuk memaksimalkan  keuntungan perusahaan dengan pertimbangan penerimaan tingkat rendemen minyak nilam.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Model penentuan tingkat rendemen yang dikembangkan dapat menentukan persentase TR dari tiap bahan baku yang dipasok oleh pemasok, sehingga perusahaan dapat mengetahui kualitas daun nilam berdasarkan tipe jenis daun nilam.Hasil analisa perhitungan contoh numerik menunjukkan bahwa pemasok yang terpilih bukan pemasok yang memiliki kriteria daun nilam yang baik, hasil analisis perubahan parameter permintaan minyak dan budget menunjukkan bahwa ketika permintaan minyak dinaikkan melebihi data patokkan output model tidak sensitif, tetapi ketika permintaan diturunkan dibawah data patokkan otuput model terlihat sensitif.     Saran dari penelitian ini adalah pengembangan model dengan menambahkan beberapa variabel biaya lainnya yang berpengaruh kepada keuntungan yang diperoleh, pengembangan model dengan mempertimbangkan kriteria tipe daun nilam yang berasal dari daun nilam basah dan daun nilam kering dan entitas yang terlibat tidak hanya pemasok dan pemanufaktur  saja, tetapi juga melibatkan entitas konsumen (produsen parfum, sabun, alat kosmetik, dan sebagainya). 
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWAT (SUBJECTIVE WORKLOAD-ASSESSMENT TECHNIQUE) Henni Henni; Nurina Nurina; Syifa Fauziah Abbas
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 1, No 2 (2014): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.1.2.%p

Abstract

Paper ini berisi tentang kajian pengaruh shift kerja terhadap beban kerja pekerja denganmenggunakan metode SWAT. Permasalahan dalam penelitian ini adalah PT Toyota MotorManufacturing Indonesia (TMMIN), mempunyai ketetapan Zero Accident dalam setiapkegiatan produksi maupun kegiatan bekerja. sehingga perusahaan dihadapkan denganmasalah bagaimana memenuhi ketetapan Zero Accident tersebut. Aspek keselamatan dankesehatan kerja sangat perlu diperhatikan, agar tercipta kondisi kerja yang baik sehinggadidapatkan output yang optimal. Jam kerja karyawan produksi PT TMMIN terdapat 2 shiftkerja (red dan white), PT TMMIN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadiperbedaan beban kerja mental terhadap shift kerja sebagai faktor penunjang kesehatan dankeselamatan kerja karyawan line AA di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia denganmenggunakan Metode SWAT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah MetodeSWAT. Metode SWAT merupakan metode pengukuran beban mental secara subjektif yangdidasarkan pada persepsi pekerja, dengan menggunakan kombinasi dari tiga dimensi dengantingkatannya.Dimensi tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental dan beban tekananpskologis. SWAT sebagai sebuah skala multidimensional melakukan 2 (dua) tahapanpekerjaan, yaitu : pembuatan skala dan pemberian nilai terhadap hasil penelitian.Pengujiandata kuesioner menggunakan Uji Anova hasil nilai probabilitas sebesar 0,213. Karena nilaiprobabilitas lebih besar dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan tidak terdapat perbedaanyang signifikan dari beban kerja terhadap shift kerja. Dapat disimpulkan bahwa rata-ratabeban kerja mental shift pagi dan shift malam hanya terjadi perbedaan sebesar 19%, dantepatnya beban kerja shift malam lebih tinggi dibandingkan beban kerja shift pagi.
DAMPAK SYSTEM PENGONTROLAN LALU LINTAS CERDAS PADA PERSIMPANGAN JALAN Agus Sofwan; Atjep Sudaryanto; Agus Priyono
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 2, No 2 (2015): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.2.2.39-46

Abstract

Kebiasaan tabiat untuk melakukan pelanggaran terhadap waktu menyala lampu lalu lintas cenderung meningkat. Saat lampu merah masih menyala, pengendara sudah melintas dan cenderung tidak perduli dengan peraturan lalu lintas. Keadaan ini terutama pada jam sibuk sehingga menyebabkan kemacetan. Kurangnya disiplin penyebab utama terjadinya pelanggaran di persimpangan lampu lalin.Di sisi lain, penerapan kontrol lampu lalin cerdas, membutuhkan tingkat kedisiplinan tinggi dari para pengguna.Sistem ini akan melakukan penghitungan waktu lampu sesuai dengan kondisi kepadatan kendaraan pada jalan utama. Jika ruas jalan persimpangan mempunyai kepadatan yang lebih banyak maka secara otomatis penentuan waktu diberikan porsi yang lebih lama pada ruas jalan tersebut dibandingkan dengan jalan lainnya. Sistem kontrol ini diprogram untuk secara akurat memberikan waktu menyala lampu la lin dan pada saat bersamaan kamera akan menangkap gambar para pelanggar la lin dan mengirimkan hasilnya ke kantor Polisi untuk melakukan siasatan lanjutan dengan memberikan denda. Metode Penelitian yang dilakukan menggunakan kajian literatur dan penelitian lapangan termasuk pengumpulan data melalui quisioner kepada pengendara kendaraan dan seterusnya dibandingkan dengan kondisi sebelum dan setelah implementasi dari Sistem Kontrol Cerdas. Awalnya menimbulkan kekacauan karena perubahan pengaturan lampu lalin,namun lama kelamaan akan terjadi perubahan dengan meningkatnya kedisiplinan para pengendara. Ada peningkatan kecenderungan disiplin dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini akan berdampak lebih positif sekiranya dalam aplikasinya aparat kepolisian lalu lintas tegas menerapkan sanksi tilang tanpa pandang bulu.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Siswa-Siswa SMU/SMK Terhadap Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta Wiwik Sudarwati; Desta Erlando Tikwalau
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 1, No 1 (2014): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.1.1.%p

Abstract

Perguruan tinggi swasta merupakan salah satu alternatif pilihan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi selain perguruan tinggi negeri. Jumlah PTS sangat banyak dan menyebar diseluruh wilayah, sehingga siswa bebas dalam melakukan pemilihan PTS mana yang akan dituju. Untuk mengetahui faktor – faktor apa yang mempengaruhi keputusan siswa dalam memilih PTS maka dilakukan penelitian ini.Penelitian dilakukan diwilayah kabupaten bekasi. Penelitian ini menggambil 4 sampel SMAN di Kabupaten Bekasi yaitu SMAN 2 Tambun Selatan, SMAN 1 Tambun Utara, SMAN 1 Cikarang Pusat dan SMAN 1 Babelan. Responden dalam penelitian ini adalah siswa dengan jumlah total 1.260 siswa. Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistik multivariat yaitu analisis faktor dengan bantuan software SPSS.Hasil analisis menunjukan kuesioner dengan 20 variabel digunakan untuk mencari faktor yang mempengaruhi siswa dalam memilih Perguruan Tinggi Swasta. Faktor yang mencakup pada variabel tersebut adalah faktor ekonomi, faktor Perguruan Tinggi, faktor lingkungan dan faktor promosi. Terdapat 2 komponen sesuai hasil bobot faktor yaitu alasan utama dan daya tarik. Dari kedua faktor alasan tersebut maka diperoleh bahwa faktor utamanya adalah media dalam mencari perguruan tinggi dengan nilai faktor 0,953 dan faktor daya tariknya adalah transportasi menuju kampus dengan nilai faktor 0,904.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI MESIN PRESS PADA PANEL FRONT DOOR OUTER RH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PRESS SHOP PADA INDUSTRI OTOMOTIF Leola Dewiyani; M. Kosasih; Doni Setiawan
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 6, No 1 (2019): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.6.1.37-43

Abstract

Dengan diberlakukannya peraturan lalu lintas tentang ketentuan ganjil genap untuk kendaraan roda empat, maka diperkirakan terjadi pula peningkatan terhadap unit kendaraan roda empat tersebut.  Hal ini juga menjadi salah satu pemicu makin maraknya industry otomotif. PT ABC merupakan salah satu perusahan yang bergerak dalam industry otomotif yang tentunya mengambil porsi dalam kebijakan dan aturan pemerintah seperti tersebut di atas. Pada kenyataannya PT ABC mengalami permasalahan produktivitas di  department press yang merupakan tempat pembuatan atau pembentukan sheet metal body mobil dimana produktivitas saat ini  93% dimana nilai ini lebih rendah dari target perusahaan sebesar 98% sehingga perlu dilakukan perbaikan.Metode yang digunakan untuk melakukan analisis yaitu menggunakan metode PDCA dengan langkah-langkah diantaranya mencari gap produktivitas terbesar, menentukan besarnya target yang akan dicapai, mencari penyebab terjadinya masalah produktivitas, merencanakan perbaikan dalam rangka meningkatkan produktivitas, melakukan perbaikan, analisis hasil perbaikannya.Dari hasil pengolahan data awal diperoleh bahwa penyebab rendahnya produktivitas pada mesin press adalah rendahnya kapasitas produksi pada  panel front door outer RH , hal ini disebabkan karena cycle time robot 1 dan 2 pada panel tersebut bekerja cukup lamban sebagai akibat adanya proses yang tidak sinkron pada dies. Setelah dilakukan  analisa dan perbaikan dengan menggunakan metode PDCA  kapasitas produksi per jam yang semula   506 stroke/jam menjadi 557 stroke/jam dan cycle time robot 1 & 2 mengalami penurunan dari 5,5 detik menjadi 4.5 detik dan produktivitas mesin press meningkat menjadi 92,8%.
PENERAPAN METODE 5S UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION PADA PROSES PRODUKSI KERUDUNG INSTAN DI CV. XYZ DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Nadia Fairuz Havi; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 5, No 2 (2018): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.5.2.123-130

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pakaian. Penelitian ini berfokus pada produksi kerudung instan. Berdasarkan data perusahaan, CV. XYZ tidak mampu mencapai target produksi sehingga adanya keterlambatan pengiriman produk kerudung instan pada periode pemesanan di tahun 2017. Permasalahan tersebut diindikasi adanya waste pada proses produksi. Dengan pendekatan lean manufacturing, dilakukan pemetaan dan identifikasi pada value stream mapping dan process activity mapping. Pada pemetaan value stream mapping didapatkan nilai lead time pembuatan kerudung instan sebesar 4727,55 detik. Dan pada identifikasi process activitymapping didapatkan adanya waste motion sebesar 24% pada proses produksi kerudung instan. Sehingga perlu adanya suatu perbaikan untuk meminimasi waste motion yang terjadi pada proses produksi kerudung instan. Selanjutnya mengindentifikasi akar penyebab waste motion menggunakan tools lean manufacturing, yaitu fishbone diagram dan 5 whys. Pada tahap selanjutnya untuk menyelesaikan penyebab dari waste motion adalah dengan menerapkan metode 5S. Pada usulan rancangan perbaikan untuk meminimasi waste motion adalah dengan menerapkan seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke hampir di seluruh workstation. Dari usulan rancangan perbaikan yang dibuat, kemudian memetakan proses produksi pada value stream mapping future state dan didapatkan hasil lead time  yang berkurang menjadi 4561,60 detik.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DI PT. X DENGAN METODE SERVICE QUALITY Feridina Widi Astuti; Selamet Riadi; Muhammad Kholil
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 2, No 1 (2015): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.2.1.28-37

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan hal yang penting bagi perusahaan jasa, karena kepuasan pelanggan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi harapan pelanggan. Begitu halnya dengan PT. X sebagai salah satu perusahaan jasa asuransi kendaraan, pengukuran kepuasan pelanggan sangat penting untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan untuk meningkatkan pelayanan agar dapat sesuai dengan harapan pelanggan.Pengukuran kepuasan pelanggan dilakukan dengan kuisioner kepada 52 responden untuk mengetahui nilai harapan dan nilai aktual performance jasa yang diterima pelanggan atau score SERVICE QUALITY. Pengukuran kepuasan pelanggan dilakukan terhadap lima dimensi jasa yaitu reliability, assurance, responsiveness, empathy dan tangible. Dari hasil pengukuran diketahui nilai rata-rata harapan pelanggan yaitu sebesar 4,19 dengan nilai rata-rata aktual performance jasa yang diterima sebesar 3,53 sehingga terdapat gab pelayanan sebesar – 0, 65.Dari gab tersebut masing-masing atribut dikelompokkan menjadi empat kuadran berdasarkan prioritas perbaikan dengan menggunakan diagram IPA (Importance Performance Analysis). Kuadran I merupakan kuadran yang perlu diprioritaskan perbaikannya yaitu proses dan penyelesaian klaim. Kuadran II berisi atribut yang harus dipertahankan pelayanannya yaitu keamanan dalam berasuransi, ketelitian dan bengkel rekanan yang berkualitas. Kuadran III berisi kuadran yang perlu dipertimbangkan untuk perbaikan karena tidak terlalu mempengaruhi kepuasan pelanggan yaitu kelengkapan brosur dan kebersihan kantor. Kuadran IV berisi atribut yang tidak perlu diperbaiki yaitu rate premi. Kata Kunci : Kepuasan pelanggan, asuransi kendaraan, SERVICE QUALITY, diagram IPA

Page 4 of 22 | Total Record : 211