Articles
343 Documents
Tafsir Al-Qur’an Al-Majid“Al-Nur” Karya T.M.Hasbi Ash- Shiddieqy (Corak Tafsir berdasarkan Perkembangan Kebudayaan Islam Nusantara)
Andi Miswar
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tafsir al-Qur’an al-Majid “al-Nur” is a work by T.M.Hasbi Al-Siddieqy, by applying tahlili writing method with tafsir fiqh characteristic, this work is present to meet the demands of Islamic culture development in Indonesia. With Indonesia nuanced interpretation (tafsir) provides convenience for those who do not understand Arabic well, so it can lead Indonesian people practicing the Qur'an and the Hadith, for the development of religion and nation.
Pemikiran Islam tentang Hubungan Negara dan Agama
Mohamad Harjum
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 11 No 2 (2011): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The relation between religion and state according to Islam can be classified into three categories; Integrity, that is a concept which views that state and religion are two integrated institution which can be hand and hand organizing a political state. Secularism, a concept which describes that religion only organizes its own internal rules (relation between followers and God) without being intervented by state power; Simbiosism-mutualism, a concept viewing that religion and state are two aspect different, but need mutual help and understanding.
Perkembangan Islam Di Prancis
Susmihara Susmihara
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 13 No 1 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This writing explored about the existence of Islam in France. The presence of Islam in France was due to the effort of imigrants of South Africa, Aljazair, Marocco, Tunis, Turkie, and other Muslim dominated countries. Their arrival in France had significant contribution toward Islamic development in France. Following the time, Islam more and more grew and plural, and its population reaches 4.6 percent from total citizens. Moslems in France are adequately apreciated by the goverment to establish their religiosity. It doesn’t mean that Islam is free from pressure, Islam sometimes paces complicated problems due to tribal and etnical problems.
The Factors Influencing The Student’s Motivation To Use Foreign Language (In Use English And Arabic)
Nurasia Natsir
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa yang bersekolah di dalam Asrama/ Pondok Pesantren di Makassar dalam penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan menginvestigasi faktor yang memengaruhi motivasi siswa dalam menggunakan dua bahasa tersebut dengan berfokus pada faktor intrinsik dan ekstrinsik. Metode yang digunakan adalah deskripsi. Populasi diambil dari beberapa siswa Pondok Pesantren yang terdapat di Makassar seperti Pondok Pesantren Annahdlah, Pondok Pesantren Madina and Pondok Pesantren Ummul Mukminin. Pada pengumpulan data, penulis menggunakan questionnaire yang dihitung menggunakan skala Likert. Penulis juga menggunakan statistic Descriptif yang berdasarkan pada pendekatan Jerremy Harmer dan teori Moslow’s dalam menganalisa data yang diperoleh. Penelitian ini menemukan bahwa adanya dua faktor yang memengaruhi motivasi seorang siswa saat mereka menggunakan dua bahasa yang mereka sudah ketahui, yaitu: faktor intrinsik and ektrinsik. Faktor intrinsik dalam menggunakan dua bahasa ada empat yaitu; kondisi fisik, metode, guru, dan kesusksesan. Sementara faktor Ektrinsiknya ada empat yaitu integratif, instrumental, hukuman, dan juga faktor orang tua. Hasil dari keseluruhan analisa pada penelitian ini menunjukkan bahwa faktor Ekstrinsik lebih besar memengaruhi motivasi siswa di Pondok Pesantren dari pada faktor Intrinsik. Implikasi pada penelitian ini agar supaya bisa memberikan deskripsi atau gambaran yang lebih banyak kepada para pembaca khususnya kepada Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris/Arab tentang Faktor yang dapat memengaruhi motivasi siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab yang sudah mereka ketahui dan bagaimana mereka mampu mengambil pelajaran untuk meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dari diri mereka sendiri.
Critizising a Novel
Syahruni Junaid
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 12 No 2 (2012): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam dunia sastra, kritik adalah sesuatu hal yang sama pentingnya dengan karya sastra itu sendiri. Kritik adalah suatu proses memberikan penilaian terhadap suatu karya baik itu fiksi maupun non-fiksi. Terkadang kritik disalah artikan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan penilaian negatif terhadap suatu karya, tapi sebenarnya tidak. Kritik justru dapat menggali keunggulan dari suatu karya, tapi tentu saja dengan mengikuti standar dan aturan yang sesuai dengan tujuannya.
Awal Munculnya Gerakan Inteliktualisme Islam di Indonesia Abad 20
Wahyuddin G
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 10 No 2 (2010): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In the early 20th century, intelectual movement of Islamic reformers comes to bring some changes. This movement was from Moddle East, then spread to all over the world. The main theme of this movement is to purify Islamic teaching from bid’ah, khurafat, etc. Considering the coming of modern atmosphere, Islamic reformers and institution began to consolidate and accomodate this penetration. Thus, through traditional institution, Islamic traditional thinkers tried to strengthen the main pillars of Islam.
Staregi Dan Pendekatan Pendidikan (Telaah Terhadap Konsep Pendidikan Lukman Al-Hakim) Barsihannor
Barsihannor Annur
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lukman al-Hakim merupakan tokoh yang membuat konsep pendidikan dasar berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Implikasi pendidikan Luqman al-Hakim meliputi unsur dan pendekatan pendidikan. Kedua faktor tersebut tidak terlepas dari aktivitas pendidikan, tujuan yang bersifat ukhrawi dan duniawi, serta penerapannya tidak ada perbedaan. Kepentingan ukhrawi maupun duniawi sama-sama penting, sehingga keduanya harus diwujudkan. Pendekatan pendidikan yang meliputi pendekatan filosofis, psikologis, dan religius terdapat dalam pendidikan Luqman al-Hakim yang memiliki peranan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Ketiga pendekatan itu memiliki dasar dan akar yang sangat kuat sebagai salah satu aspek yang harus menyertai proses pendidikan. Kisah Luqman al-Hakim memiliki implikasi yang positif terhadap dunia perkembangan pendidikan modern.
The Character Alteration of Maleficent From Sleeping Beauty into Maleficent Movie
Nurhalidasia Nurhalidasia;
Rosmah Tami;
Nasrum Nasrum
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 16 No 2 (2016): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/JAd.v17i116i2a4
This thesis studied about postmodernism from Sleeping Beauty movie into Maleficent movie. The objective of the research was to analyze the alteration of Maleficent in both movies. The writers conducted the research by using descriptive comparative method. Technique of data collection used note taking technique with theory of postmodernism by Linda Hutcheon. The writers found that there is a way that might others see character Maleficent movie is different from earlier in the Sleeping Beauty movie. It is in Historical Representation.
Perkembangan Tarekat Dalam Lintasan Sejarah Islam Di Indonesia
Muh Nasir S
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 11 No 1 (2011): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In Islam, tariqat is known as a ritual institution. It aims at getting nearer to Allah. The sufi orders believe that Thariqat was from Prophet Muhammad saw. In its progress, tariqat was then organized by a Syekh who teaches all his disciplines. In Indonesa, tariqat is devided generally into two categories, that is the mu’tabar tariqat and local tarikat. All tariqat considered mu’tabarah came from outside to Indonesia before the Independent day of Indonesia.
Perkembangan Pemikiran Islam Di Prancis
Barsihannor Annur
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di tengah isu global, ternyata Islam semakin mampu mengukuhkan dirinya sebagai agama dan kekuatan ideologi yang patut diperhitungkan. Besarnya jumlah umat Islam di Prancis merupakan bukti nyata bahwa Islam merupakan agama universal yang dapat diterima oleh siapapun, tidak dibatasi oleh suku dan ras. Meski demikian, tantangan utama Islam di Prancis juga tidak kalah dahsyatnya, terutama datang dari mereka yang merasa terancam, baik dari aspek politik, ekonomi maupun budaya.