cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017)" : 41 Documents clear
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Angela Lovena; Saptino Miro; Efrida Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.636

Abstract

Sirosis hepatis didefinisikan sebagai penyakit hati kronik yang menyebabkan proses difus pembentukan nodul dan fibrosis pada hati. Di RSUP Dr. M. Djamil Padang sirosis hepatis merupakan salah satu penyakit terbanyak yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik pasien sirosis hepatis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan menggunakan  data rekam medik pasien sirosis hepatis yang dirawat di ruang rawat inap Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2013, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 304 buah. Data yang diambil yaitu tes serologi untuk hepatitis B dan hepatitis C, kadar albumin, jumlah trombosit, kadar kreatinin serum dan komplikasi sirosis hepatis. Hasil penelitian ini mendapatkan penyebab sirosis hepatis terbanyak virus hepatitis B (51,0%), kadar albumin <3,0 g/dl (71,4%), jumlah trombosit normal (48,7%), kadar kreatinin normal (76,7%), komplikasi terbanyak asites (36,3%),dan klasifikasi Child pugh terbanyak adalah Clid pugh C (60,3%). Simpulan penelitian ini adalah hepatitis B sebagai penyebab tersering, kadar albumin terbanyak adalah <3,0 g/dl, jumlah trombosit terbanyak adalah jumlah trombosit dan kadar kreatinin terbanyak adalah yang normal, asites sebagai komplikasi terbanyak dan klasifikasi terbanyak adalah Child pugh C.
Gambaran Karakteristik Ibu, Penanganan Persalinan, dan Fetal Outcome pada Kehamilan Post-term Anita Yulistiani; Yanasta Moendanoe; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.659

Abstract

Kehamilan postterm berdampak besar pada janin dan juga ibu. Penyebab terjadinya belum jelas hanya ada beberapa faktor risiko, tetapi penyebab tersering adalah kesalahan penentuan usia kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu, penanganan persalinan dan fetal outcome pada kehamilan post-term di RS M.Djamil periode 1 Januari 2010 samapai 31 Desember 2012. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis di bagian obstetri ginekologi RS M.Djamil pada 40 orang pasien yang mengalami kehamilan postterm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami kehamilan postterm terbanyak berada pada umur 20-35 tahun (92,5%) dengan paritas 0 (47,5%), dan usia kehamilan 42-43 minggu (70%). Terdapat pasien yang memiliki riwayat mentruasi tidak teratur (7,5%), memiliki riwayat kontrasepsi hormonal 3 bulan terakhir (15%) dan tidak ada yang memiliki riwayat USG trimester pertama. Hanya 2,5% pasien yang memiliki riwayat postterm. Sebagian besar pasien memiliki skor bishop <5 (75%), hanya 6,67% yang dilakukan pematangan serviks. Teknik pematangan yang dilakukan sebanding antara farmakologis dan mekanis. Drip oksitosin diberikan pada 60% pasien, 83,33% diberikan saat skor bishop <5. Cara persalinan terbanyak menggunakan seksio sesarea (52,5%). Sebanyak 50% pasien yang diberi drip, melahirkan secara pervaginam. Ditemukan bayi makrosomia (7,5%). Jenis kelamin bayi menunjukan perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Terdapat 7,5% kejadian stillbirth. Ditemukan bayi asfiksia berat (2,7%) dan mild-moderate asphyxia (21,62%). Sebanyak 7,5% bayi memiliki sindrom postmaturitas.
Pengaruh Perbedaan Lama Kontak Sabun Ekstrak Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro Yonna Yolanda Y; Roslaili Rasyid; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.650

Abstract

Candida albicans adalah jamur penyebab kandidiasis vulvovaginalis dengan manifestasi klinis gatal pada vulva dan keputihan. Penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan cara mengusapkan sabun pada area genitalia dapat mengurangi keputihan. Ekstrak daun sirih yang terkandung pada sabun diketahui memiliki sifat fungistatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans secara invitro. Metode yang digunakan adalah Percentage Kill dengan tiga kali pengulangan.  Metode yang dilakukan untuk melihat persentase kemampuan sabun ekstrak daun sirih dalam membunuh Candida albicans dengan lama kontak 1 menit, 2 menit, dan 5 menit. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Nilai Persentase Kill yang baik (≥ 90%) pada menit 1, 2, dan 5 yaitu 97%, 95%, dan 93%. Disimpulkan bahwa penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan lama kontak 1 menit sudah memberikan hasil yang baik.
DNA MITOKONDRIA (mtDNA) SEBAGAI SALAH SATU PEMERIKSAAN ALTERNATIF UNTUK IDENTIFIKASI BAYI PADA KASUS INFANTISIDA Taufik Hidayat
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.673

Abstract

Forensik molekuler merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran forensik yang memanfaatkan perkembangan teknologi biologi molekuler dalam memecahkan berbagai kasus forensik seperti pencarian orang hilang, pelacakan pelaku pembunuhan, kasus ragu ayah dan infantisida. Infantisida atau pembunuhan anak sendiri merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap bayinya segera setelah bayi tersebut lahir karena takut ketahuan. Salah satu hal penting dalam pengelolaan kasus infantisida adalah pengungkapan identitas jenazah orok dan pelaku infantisida agar proses hukum terhadap tersangka pelaku menjadi jelas. Penggunaan DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) mitokondria atau mtDNA sebagai salah satu cara untuk mengetahui hubungan antara barang  bukti  medis  dengan  pelaku  berkembang  pesat  setelah  era  90an.  DNA  mitokondria memiliki beberapa kelebihan dalam identifikasi yaitu laju mutasi mtDNA lebih tinggi daripada nDNA (variasi tinggi dalam  populasi), mtDNA diturunkan hanya dari pihak ibu dan sel manusia dapat memiliki ribuan kopi mtDNA yang sama serta dapat diterapkan pada jenazah bayi dalam keadaan busuk lanjut. Perbandingan antara sampel DNA bayi dengan sampel DNA tersangka ibu menggunakan metode sekuensing PCR (Polymerase Chain Reaction). Pengambilan kesimpulan akhir pada pemeriksaan hubungan keibuan pada mtDNA harus dikombinasi dengan pemeriksaan forensik lainnya.
Identifikasi Boraks pada Cincau Hitam yang Diproduksi Beberapa Produsen Cincau Hitam di Kota Padang Rana Zara Athaya; Elmatris Elmatris; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.641

Abstract

Keamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya ilmu pengetahuan dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri rumah tangga. Salah satunya adalah produsen cincau hitam (Mesona palustris Bl.). Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, seperti boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada cincau hitam yang diproduksi beberapa produsen di kota Padang. Penelitian ini merupakan  studi deskriptif dengan teknik total sampling. Telah diteliti 18 sampel cincau hitam dari produsen berbeda yang dikumpulkan dari beberapa pasar tradisional yang ada di kota Padang. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Boraks yang terdiri atas cairan pereaksi dan kertas uji turmerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 sampel dari 18 sampel yang diidentifikasi positif mengandung boraks (88,89). Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh produsen cincau hitam menggunakan boraks pada produk mereka.
Pola Resistensi Bakteri Aerob pada Ulkus Diabetik Terhadap Beberapa Antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011 - 2013 Yohanna Eclesia Lumban Gaol; Erly Erly; Elmatris Sy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.664

Abstract

Ulkus diabetik adalah salah satu bentuk komplikasi kronik dari diabetes melitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang disertai dengan adanya kematian jaringan setempat. Bakteri aerob adalah bakteri patogen yang paling umum ditemukan pada ulkus diabetik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pola resistensi bakteri aerob pada ulkus diabetik terhadap beberapa antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2011- 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif yang dilakukan pada bulan April sampai Mei 2014 di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian sebanyak 148 kasus dengan menggunakan total sampling.  Hasil penelitian didapatkan dari 148 kasus, jumlah pasien laki-laki lebih banyak (54%) dibandingkan dengan perempuan (46%) dan rentang usia pasien terbanyak adalah 50-59 tahun (45%). Tiga bakteri aerob terbanyak pada ulkus  diabetik  adalah  Klebsiella  sp (34%),  diikuti  Staphylococcus  aureus  (30%),  dan Proteus  mirabilis  (12%). Hasil uji resistensi menunjukkan Klebsiella sp sensitif terhadap Meropenem (43%), Staphylococcus aureus sensitif terhadap Netilmicin (80%), dan Proteus mirabilis sensitif terhadap Sulbactam + Cefeperazone (100%). Simpulan penelitian ini adalah ulkus diabetes terbanyak terjadi pada usia 50-59 tahun dengan bakteri terbanyak Klebsiela sp.
RETRACTED: Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan Deby Nelsya Eka Putri; Ellyza Nasrul; Machdawaty Masri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.655

Abstract

Artikel ini ditarik dari daftar terbitan Vol. 6 No. 1 Tahun 2017 karena terjadi kesalahan dalam pengorganisasian artikel yang diterbitkan sehingga terjadi penerbitan ulang artikel ini.Artikel ini dapat diakses melalui link berikut: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/issue/view/11.
Hubungan Asuhan Antenatal dengan Preeklampsia di RSUP M. Djamil Padang periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2013 Larissa Ardelia Ulva; Putri Sri Lasmini; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.646

Abstract

Preeklampsia adalah sindrom spesifik pada kehamilan yang menyebabkan disfungsi organ serta ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah dan ditemukannya proteinuria. Preeklampsia ringan yang tidak dikontrol dengan baik melalui asuhan antenatal dapat berkembang menjadi preeklampsia berat. Asuhan antenatal merupakan asuhan yang diajurkan kepada wanita hamil untuk mencegah komplikasi dan menurunkan insiden perinatal dan maternal morbiditas/mortalitas. Asuhan antenatal sebaiknya dilakukan secara berkualitas dengan kuantitas yang sesuai. Kualitas asuhan antenatal ialah kemampuan tenaga kesehatan untuk melakukan konseling dan penyediaan layanan selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara kualitas asuhan antenatal dan preeklampsia. Penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang pasien preeklampsia yang melahirkan di RSUP Dr. M. Djamil periode 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013. Data dikumpulkan melalui catatan rekam medik yang kemudian di analisis melalui uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% (0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan insiden preeklampsia pada ibu melahirkan sebanyak 13,6%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara kualitas asuhan antenatal dan preeklampsia (p=0,106). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asuhan antenatal dengan preeklampsia.
Hubungan Infeksi Protozoa Intestinal dengan Status Gizi Murid Sekolah Dasar di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman Fitri Julianti; Selfi Renita Rusjdi; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.637

Abstract

Infeksi protozoa intestinal merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara di dunia, terutama di daerah tropik dan subtropik termasuk Indonesia. Infeksi protozoa usus dapat menyebabkan gangguan dalam penyerapan zat gizi sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan infeksi protozoa intestinal dengan status gizi. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Telah dilakukan penelitian terhadap 83 murid di SDN 02 dan 012 di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman pada Desember 2014 sampai Februari 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi infeksi protozoa intestinal adalah sebesar 16,9%. Berdasarkan indeks BB/U, anak yang tergolong gizi kurang yaitu sebesar 44,6%, sedangkan menurut indeks TB/U, anak yang tergolong pendek sebesar 45,8%. Anak yang kurus berdasarkan indeks BB/TB didapatkan sebesar 15,7%. Hasil uji statistik, didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian infeksi protozoa intestinal dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (p = 0,622), TB/U (p = 0,958) dan BB/TB (p = 0,620). Disimpulkan bahwa prevalensi gizi kurang masih tergolong tinggi pada murid SD di Kecamatan Ulakan Tapakis. Tidak terdapat hubungan antara infeksi protozoa usus dengan status gizi murid SD di Kecamatan Ulakan Tapakis.
Hubungan Asupan Fe dan Vitamin A dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Air Dingin Kota Padang Indah Lisfi; Joserizal Serudji; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.669

Abstract

Anemia adalah keadaan berkurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Air Dingin Kota Padang mencapai 32,5%. Faktor penyebab utama anemia ibu hamil pada umumnya adalah defisiensi zat besi. Anemia juga dapat disebabkan oleh defisiensi mikronutrien lain seperti vitamin A. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan asupan Fe dan vitamin A terhadap anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Air Dingin Padang. Desain penelitian ini adalah studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling dengan jumlah sampel 44. Data penelitian diperoleh melalui FFQ dan hemometer digital. Data dianalisis dengan chi-square strata bertingkat. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 56,8% responden mengalami anemia, 59,1% responden mempunyai asupan Fe dan vitamin A cukup. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai p=0,008 untuk asupan Fe dan anemia, sedangkan berdasarkan asupan vitamin A didapatkan nilai p1=0,399 dan p2=0,206. Simpulan penelitian ini adalah adanya hubungan bermakna antara asupan Fe dengan anemia ibu hamil trimester III, tetapi tidak terdapat hubungan bermakna asupan vitamin A dengan anemia ibu hamil trimester III berdasarkan.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue