cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Peran Vitamin D pada Penyakit Respiratori Anak Finny Fitry Yani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.986

Abstract

Fungsi utama vitamin D yang telah lama dikenal adalah pada pengaturan metabolisme kalsium yang berefek pada tulang. Pengetahuan tentang fungsi ini berkembang karena banyak penemuan keadaan defisiensi vitamin D yang dihubungkan dengan berbagai penyakit. Penyakit pada organ respiratori merupakan salah satu kelompok penyakit yang mengalami keterkaitan dengan defisiensi dan insufisiensi vitamin D. Vitamin D dapat berperan sebagai imunomodulator pada sistem imun ilmiah maupun adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk suplemen terapi baik pada pencegahan maupun pengobatan penyakit yang berhubungan dengan respiratori, seperti tuberkulosis, infeksi respiratori akut, dan asma. Suplementasi vitamin D yang diberikan berupa dosis harian atau dosis tunggal. Vitamin D yang direkomendasikan adalah vitamin D3 tidak aktif yaitu kolekalsiferol.
Gambaran Tingkat Stres Berdasarkan Stressor pada Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2017 Rizkia Dwina Rahmayani; Rini Gusya Liza; Nur Afrainin Syah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.977

Abstract

Penyebab stres pada mahasiswa kedokteran terdiri kedalam enam kelompok yaitu stressor terkait akademik, stressor terkait hubungan interpersonal dan intrapersonal, stressor terkait hubungan belajar mengajar, stressor terkait hubungan sosial, stressor terkait keinginan dan pengendalian, serta stres terkait aktivitas kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat stres berdasarkan stressor pada mahasiswa profesi dokter tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan sampel sebanyak 188 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire yang telah di validasi. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat stres sedang (48,4%). Tingkat stres terkait akademik yang terbanyak adalah tingkat stres berat (51,6%). Tingkat stres terkait hubungan intrapersonal dan interpersonal yang terbanyak adalah tingkat stres berat (42,6%). Tingkat stres terkait hubungan belajar-mengajar yang terbanyak adalah tingkat stres sedang (42%). Tingkat stres terkait hubungan sosial yang terbanyak adalah tingkat stres sedang (53,2%). Tingkat stres terkait keinginan dan pengendalian yang terbanyak adalah tingkat stres sedang (39,9%). Tingkat stres terkait aktivitas kelompok yang terbanyak adalah tingkat stres sedang (45,2%). Stressor yang paling menyebabkan stres adalah yang terkait hubungan intrapersonal dan interpersonal.
KORELASI LAMA OPERASI DENGAN PERUBAHAN KADAR NATRIUM PASCA OPERASI TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Rani Novelty; Zelly Dia Rofinda; Etriyel Myh
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.968

Abstract

Transurethral Resection of the Prostate (TURP) pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dengan indikasi absolut operasi. menggunakan suatu cairan irigasi. Cairan irigasi tersebut dapat masuk ke sirkulasi yang menimbulkan suatu kondisi intoksikasi air. Kelebihan cairan, yang terserap karena proses operasi TURP, dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia akut, kejadian ini disebut sindroma TURP. Terjadinya sindroma TURP memang tergolong jarang, tetapi sindroma TURP memiliki komplikasi yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah dua puluh sampel yang diambil dari rekam medis pasien BPH yang melakukan TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata lama operasi TURP adalah 63,25 ± 18,59 menit dan rerata perubahan kadar natrium adalah 5,0 ± 3,4 mEq/L. Uji korelasi Pearson menunjukan terdapatnya hubungan tidak bermakna antara lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP dengan korelasi sangat lemah positif (r=0,141, p=0,552). Disimpulkan bahwa terdapat adanya korelasi sangat lemah dengan hubungan yang tidak bermakna antara lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Studi Anak Stunting dan Normal Berdasarkan Pola Asuh Makan serta Asupan Zat Gizi di Daerah Program Penanggulangan Stunting Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2S.991

Abstract

Anak di bawah lima tahun di seluruh dunia seperempatnya mengalami stunting. Stunting adalah dampak dari kondisi sistemik kekurangan gizi kronik. Indonesia merupakan negara dengan peringkat kelima yang mengalami stunting terbanyak di dunia yaitu sebanyak 7,6 juta (37%) anak mengalami stunting. Untuk itu, sejak tahun 2017 pemerintah berusaha menurunkan angka stunting di 100 kabupaten/ kota di Indonesia, khususnya Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat dengan angka stunting nasional di atas 46,1%. Penyebab stunting yaitu rendahnya angka sosial ekonomi, pola asuh makan, intake zat gizi, kebijakan negara, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik anak stunting dan anak normal berdasarkan pola asuh makan dan intake zat gizi. Data diperoleh dengan mewawancarai ibu responden dan melakukan dietary assessment 1 x 24 jam, kemudian data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan p<0,05 signigfikansi. Responden terdiri 94 anak stunting dan 91 anak normal di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Diketahui bahwa dalam penelitian ini, kejadian stunting berhubungan dengan panjang lahir anak dan bentuk keluarga, namun tidak berhubungan terhadap pola asuh makan dan intake zat gizi.
Analisis Kebijakan Program Bina Keluarga Balita (BKB) Holistik Terintegrasi Dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto Tahun 2016 Santi Hariani; Masrul Masrul; Fauziah Elytha
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.982

Abstract

Sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana kelompok BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto belum memadai. Capaian terhadap Kelompok BKB aktif dan keluarga balita aktif ke kelompok BKB Holistik terintegrasi masih dibawah target BKKBN. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan Program BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD sesuai dengan Peraturan Presiden no 60 tahun 2013 di Kota sawahlunto. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan studi kebijakan (Policy study). informan penelitian berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, focus grup discussion dan telaah dokumen. Analisa dilakukan sebelum, selama dan sesudah dilapangan penelitian. Hasil penelitian pada komponen masukan yaitu sumber daya manusia, dana, sarana prasarana kelompok BKB belum sesuai dengan ketentuan. Komponen proses yaitu belum berjalannya Pokjanal kecamatan dan desa untuk binaan, monitoring dan evaluasi. Komponen keluaran yaitu capaian kelompok BKB aktif dan keluarga balita aktif belum memenuhi standar minimal BKKBN, rendahnya pengetahuan kader BKB dan keluarga balita terhadap program BKB holisitik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto. Simpulan pelaksanaan program BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD Kota Sawahlunto tahun 2016 belum seluruhnya sesuai peraturan dan harapan yaitu pada komponen masukan, proses dan Keluaran.
Korelasi Tekanan Parsial Oksigen Dengan Jumlah Eritrosit Berinti Pada Neonatus Hipoksemia Cici Julia Sri Dewi; Rismawati Yaswir; Desywar Desywar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.973

Abstract

Tekanan parsial oksigen darah arteri (PaO2) sebagai penanda oksigenasi dalam darah arteri dapat diukur dari analisis gas darah. Hipoksemia ditandai dengan PaO2<80mmHg. Hipoksia menimbulkan peningkatan jumlah Eritrosit Berinti (EB) sebagai kompensasi kebutuhan oksigen yang meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi PaO2 dengan jumlah EB pada neonates hipoksemia di RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap neonatus yang dirawat di RSUP Dr M Djamil Padang dengan PaO2 < 80mmHg. Penelitian dilaksanakan Februari sampai Agustus 2016. Pemeriksaan PaO2 dilakukan melalui analisis gas darah dan EB dihitung dengan melihat sediaan hapus darah tepi melalui mikroskop. Hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan korelasi Spearman dan bermakna bila p<0,05. Hasil penelitian terhadap 30 sampel didapatkan rerata PaO2 (mmHg) pada hipoksemia ringan dan hipoksemia sedang–berat berturut-turut 71,40(5,36), 48,67(12,53) dan rerata EB/100leukosit 11,53(10,43), 26,87(15,25). Berdasarkan analisis korelasi Spearman didapatkan nilai r: -0,257 pada hipoksemia ringan. Nilai r: -0,280 pada hipoksemia sedang–berat. Korelasi PaO2 dengan EB berkorelasi lemah dan tidak bermakna secara statistik. Hasil PaO2 dengan EB berkorelasi lemah dan tidak bermakna secara statistik. Penelitian lebih lanjut dengan tambahan parameter lain seperti pH, pCO2 dan menghubungkan lama hipoksemia atau hipoksia dengan jumlah EB pada neonatus.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Dokter Jaga IGD tentang Penatalaksanaan Kasus Henti Jantung di Rumah Sakit Tipe C se-Sumatera Barat Sakinah Sakinah; M. Fadil; Firdawati Firdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.964

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dokter jaga IGD diataranya usia, lama kerja di IGD, sertifikat ACLS, masa berlakunya dan lulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan dokter jaga IGD tentang penatalaksanaan kasus henti jantung di rumah sakit tipe C di Sumatera Barat. Jenis penelitian ini adalah studi analitik bivariat dengan pendekatan survei dan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel . Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling pada beberapa kota dan kabupaten yang dianggap dapat mewakili wilayah Sumatera Barat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi untuk kemudian diisi oleh responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa umur, masa kerja, kepemilikan sertifikat ACLS, masa berlakunya serta lulusan masing-masing memilki nilai p sebesar 0,853 (p>0,05), 0,077 (p>0,05), 0,005 (p<0,05), 0,032 (p<0,05), 0,002 (p<0,05). Simpulan penelitian adalah ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dokter jaga IGD dalam penatalaksanaan kasus henti jantung antara lain kepemilikan sertifikat ACLS, masa berlaku ACLS dan lulusan perguruan tinggi sebelumnya.
Terapi Antibiotika pada Pneumonia Usia Lanjut Roza Mulyana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.987

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi yang sering ditemukan pada usia lanjut. Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko usia lanjut mengalami pneumonia, diantaranya perubahan sistem imun, multipatologi, dan penurunan status fungsional. Dalam memilih antibiotika bagi pasien usia lanjut dengan pneumonia, diperlukan berbagai pertimbangan diantaranya jenis pneumonia apakah di komunitas atau nosokomial, beratnya pneumonia yang dideritanya, dan status frailty pasien usia lanjut. Pilihan antibiotika awal yang diberikan tergantung jenis dan berat pneumonia, status frailty, dan faktor risiko yang mendasari penderita mengalami infeksi organisme tertentu. Dosis antibiotika yang diberikan disesuaikan dengan laju filtrasi glomerulus.
Gambaran Pola Asuh Psikososial Anak Stunting dan Anak Normal di Wilayah Lokus Stunting Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat Sumatera Barat Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.978

Abstract

Stunting mempengaruhi sekitar seperempat anak di bawah lima tahun di seluruh dunia. Kondisi sistemik kekurangan gizi kronik merupakan dampak dari stunting. Terdapat 7,6 juta (37%) anak Indonesia menderita stunting dan 46,1% angka penderita stunting di Sumatera Barat, angka ini sudah mengalami penurunan pada tahun 2018 sebesar 40,8%. Jumlah itu menunjukkan banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih, karena mereka tidak tumbuh dengan baik. Program intervensi nutrisi yang telah berjalan selama ini belum mampu secara optimal memperbaiki kondisi anak stunting. Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil pola asuh stimulasi psikososial anak stunting dan perbedaan dengan anak normal di wilayah lokus stunting Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Desain penelitian ini berupa penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 185 anak usia 0-3 tahun, terdiri dari 94 responden kelompok stunting dan 91 responden kelompok tidak stunting. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan data menggunakan kuesioner dan instrument HOME. Dari penelitian ini diketahui hampir semua sub indikator memperlihatkan keadaan yang masih kurang; pola asuh stimulasi psikososial masih kurang; tingkat sosial ekonomi kehidupan anak stunting lebih rendah daripada anak normal. Diharapkan di masa depan dapat dilakukan pencegahan terjadinya intrautrin dengan menjaga serta pola asuh terutama pola asuh psikososial yang optimal dari keluarga.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Miastenia Gravis Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Fadel Muhammad; Yuliarni Syafrita; Lydia Susanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.969

Abstract

Miastenia Gravis (MG) merupakan kelainan autoimun yang menyerang reseptor neurotransmitter di tautan neuromuskular dan menghambat terjadinya kontraksi otot. Kelemahan otot yang terjadi menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik serta mempengaruhi setiap aspek dari kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien miastenia gravis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional melibatkan 38 pasien yang telah menyetujui informed consent dan berusia 20-79 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Kualitas hidup baik jika didapatkan skor akhir 51-100 dan kualitas hidup kurang jika didapatkan skor akhir 0-50. Analisis data menggunakan analisis univariat. Pengumpulan data dilakukan pada data rekam medis.Hasil penelitian menunjukkan responden paling banyak berusia 20-49 tahun (76,3%), berjenis kelamin perempuan (84,2%), MGFA kelas II (63,2%), dan lama menderita rata-rata 56,87 bulan dengan median 45 bulan. Kualitas hidup 89,5% baik, rata-rata skor 63,7. Kesimpulan penelitian ini adalah secara umum kualitas hidup pasien MG adalah baik, terdapat kecenderungan penurunan skor akhir kualitas hidup seiring dengan lamanya mederita dan meningkatnya kelas MGFA.

Page 76 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue