cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Kadar 25-Hidroksivitamin D Serum dengan Latensi Tidur pada Perempuan Remaja Akhir Elwitri Silvia; Elliza Nasrul; Cimi Ilmiawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.980

Abstract

Tinjauan sistematis dan metanalisis melaporkan bahwa defisiensi vitamin D berhubungan dengan gangguan tidur yang lebih tinggi. Reseptor vitamin D terdapat pada area batang otak yang dikenal sebagai pacemaker cells yang berperan dalam tahap pertama tidur (latensi tidur). Studi epidemiologi menyatakan bahwa perempuan lebih berisiko mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan laki-laki. Kondisi kesehatan generasi mendatang bergantung pada keadaan kesehatan perempuan mulai dari masa pranikah. Berdasarkan data statistik menunjukkan perkawinan sering terjadi pada usia 19-24 tahun yang tergolong pada kelompok usia remaja akhir. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan kadar 25-Hidroksivitamin D (25(OH)D) serum dengan latensi tidur pada perempuan remaja akhir. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sepertiga (32,6%) subjek penelitian memasuki fase tidur lebih dari 15 menit. Lebih dari separuh (65%) pernah mengalami sulit tidur yaitu tidak memasuki fase tidur dalam waktu 30 menit sebanyak kurang dari 1 kali sampai dengan 3 kali dalam seminggu. Lebih dari separuh (60%) subjek penelitian mengalami defisiensi vitamin D (<11 ng/ml). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar 25(OH)D serum dengan latensi tidur (p<0,001; r=-0,437) pada perempuan remaja akhir. Simpulan studi ini ialah semakin rendah kadar vitamin D maka akan semakin buruk latensi tidur individu tersebut.
Analisis Karakteristik Pasien Trauma Mata di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016 Eldisha Nofityari; Fitratul Ilahi; Novita Ariani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.971

Abstract

Trauma mata termasuk salah satu kasus kegawatdaruratan bagian mata, jika tidak segera ditatalaksana dapat menyebabkan kebutaan yang menimbulkan kerugian fisik, psikologi, dan sosioekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jenis kelamin, usia, pekerjaan, lateralisasi, dan visus terhadap jenis trauma mata pada pasien di IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr M Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di bagian rekam medis RSUP Dr.M.Djamil Padang mulai bulan Oktober 2017 sampai Februari 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien trauma mata yang datang ke IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2016 dengan sampel minimal sebanyak 51 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Lambda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar trauma mata terjadi pada laki-laki (77,6%), usia 22-45 tahun (27,6%), profesi pelajar (44,7%), unilateral (94,7%) dan menimbulkan kebutaan (64,47%). Diagnosis yang paling sering ditemukan ruptur kornea (21,05%) dan jenis trauma tersering adalah trauma tajam (60,5%). Terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, lateralisasi dan visus pasien trauma mata dengan jenis trauma mata, tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin pasien trauma mata dengan jenis trauma mata.
POTENSI ANTOSIANIN DALAM MANAJEMEN MENOPAUSE I Wayan Sugiritama; I Nyoman Adiputra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.985

Abstract

Menopause yang ditandai oleh berhentinya siklus menstruasi dianggap sebagai awal proses penuaan pada wanita. Penurunan kadar estrogen pada menopause menyebabkan penurunan perlindungan berbagai sistem/organ tubuh wanita. Penurunan aktivitas antioksidan estrogen dapat menyebabkan munculnya stres oksidatif pada menopause, yang akan memunculkan beberapa gejala pada menopause seperti gangguan psikogenik, gejala vasomotor dan genitourinary. Beberapa penyakit yang terkait menopause juga bisa terjadi seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, radang sendi, diabetes mellitus, kanker, obesitas dan penyakit hati. Hormone Replacement Theraphy (HRT) dengan estrogen dapat diberikan untuk mengatasi gejala dan penyakit pada menopause. Walaupun terbukti efektif, HRT dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Alternatif pengganti estrogen yang efektif dan lebih aman adalah fitoestrogen dan antioksidan. Antosianin yang memiliki struktur mirip dengan estrogen, menunjukkan aktivitas fitoestrogen baik in vitro maupun in vivo dan telah terbukti sebagai antioksidan yang efektif. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa antosianin efektif dalam mengatasi gejala–gejala menopause. Pada makalah ini dibahas potensi antosianin dalam mengatasi gejala menopause dan penyakit terkait menopause, melalui aktivitasnya sebagai fitoestrogen dan antioksidan.
Perbedaan Rerata Indeks Cephalic dan Indeks Frontoparietal antara Suku Minangkabau dan Suku Jawa Gilang Muhammad Fauzan; Citra Manela; Taufik Hidayat
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.976

Abstract

Indeks Kefalometris merupakan nilai yang menggambarkan morfologi bentuk kepala manusia. Indeks cephalic dan indeks frontoparietal termasuk dalam indeks kefalometris dan dapat menunjukkan perbedaan suku dan jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan indeks cephalic dan indeks frontoparietal pada laki-laki dan perempuan antara suku Minangkabau dan suku Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional pada 18 laki-laki dan perempuan dari suku Minangkabau dan suku Jawa yang tinggal di Kota Padang, Sumatera Barat. Indeks cephalic dan indeks frontoparietal ditentukan dari perhitungan hasil pengukuran panjang kepala, lebar kepala dan lebar dahi responden. Pada data dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t tidak berpasangan untuk melihat perbedaan rerata pada kedua kelompok. Rerata indeks cephalic pada suku Minangkabau adalah 75,98 ± 0,77 untuk perempuan dan 77,41 ± 1,42 untuk laki-laki. Rerata indeks cephalic pada suku jawa adalah 86,10 ± 1,05 untuk perempuan dan 87,58 ± 1,52 untuk laki-laki. Rerata indeks frontoparietal pada suku Minangkabau adalah 91,30 ± 4,25 untuk perempuan dan 91,54 ± 4,38 untuk laki-laki. Rerata indeks frontoparietal pada suku jawa adalah 92,02 ± 3,23 untuk perempuan dan 92,04 ± 2,22 untuk laki-laki. Simpulan studi ini adalah terdapat perbedaan rerata indeks cephalic yang signifikan antara suku Minang dan Suku Jawa, juga terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dengan perempuan Minangkabau dan laki-laki dan perempuan Jawa, tetapi tidak terdapat perbedaan rerata indeks frontoparietal yang bermakna pada laki-laki dan perempuan suku Minangkabau dan Jawa.
Profil Penderita Stenosis Mitral Reumatik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2012-2016 Mentari Brillianti Permataranny; Mefri Yanni; Hendra Permana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.967

Abstract

Penyakit Jantung Reumatik (PJR) masih memiliki prevalensi serta tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Stenosis Mitral Reumatik (SMR) merupakan salah satu penyakit katup jantung yang paling sering terjadi pada PJR, namun data penelitian yang tersedia mengenai SMR di Indonesia masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita SMR di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2012 sampai 2016. Ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang dilaksanakan sejak September 2017 sampai Januari 2018 di RSUP. Dr. M. Djamil Padang di bagian rekam medis. Yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Proporsi SMR pada penelitian ini adalah 62% dari seluruh kasus stenosis mitral (SM), mayoritas pasien SMR memiliki stenosis derajat berat (rerata MVA 1±0,5 cm2). Pasien SMR mayoritas adalah perempuan, berusia 31-40 tahun (rerata 39,7±12,8), tidak bekerja, berpendidikan terakhir SMA, memiliki keluhan utama dispnea, dan memiliki NYHA functional class II. Seluruh pasien menerima pengobatan medis dan hanya enam pasien yang menjalani BMV atau operasi. Komplikasi yang paling banyak diderita pasien SMR adalah hipertensi pulmonal dan kelainan katup reumatik lain yang paling sering menyertai SMR adalah regurgitasi mitral. Simpulan studi ini ialah terdapat kesamaan karakteristik pasien SMR pada penelitian ini dengan tren karakteristik dari negara berkembang lainnya.
Tata Laksana Anestesi pada Sectio Caesar Pasien G4P3A0H3 gravid aterm 38-39 minggu dengan Hipertiroid Muhammad Zulfadli Syahrul; Nabila Jasmine
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.990

Abstract

Hipertiroidisme merupakan peningkatan abnormal konsentrasi serum dari hormon tiroid bebas. Kelainan tiroid merupakan abnormalitas endokrin kedua tersering dalam masa kehamilan dan telah diketahui bahwa disfungsi tiroid dapat mengakibatkan efek yang merugikan baik bagi ibu maupun janin. Pasien hipertiroid memiliki risiko khusus apabila menjalani operasi, yakni badai tiroid, yang dapat dieksaserbasi oleh beberapa kondisi termasuk anestesia, pembedahan, perdarahan, kehamilan dan melahirkan anak (baik kelahiran normal ataupun dengan operasi caesarean). Pada pasien yang diketahui mengidap hipertiroidisme, terdapat beberapa pertimbangan dan tindakan khusus yang harus dilakukan, baik pada fase preoperatif, intraoperatif maupun postoperatif. Laporan kasus ini akan membahas pelaksanaan anestesi dan pembedahan pada seorang pasien wanita (42 tahun) dengan kehamilan cukup bulan dan riwayat hipotiroidisme terkontrol yang menjalani sectio caesarea di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Analisis Dimensi Budaya Keselamatan Pasien Oleh Petugas Kesehatan di RSUD dr Rasidin Padang Tahun 2018 Essy Mandriani; Hardisman Hardisman; Husna Yetti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.981

Abstract

Keselamatan rumah sakit saat ini telah menjadi isu global. Terdapat lima komponen penting yang terkait dengan keselamatan rumah sakit yang salah satunya adalah keselamatan pasien. Keselamatan pasien dipengaruhi oleh bagaimana budaya individu dan sistem yang berjalan di dalam organisasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis budaya keselamatan pasien di RSUD dr Rasidin Padang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian mix method. Pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner AHRQ (Agency Health Research and Quality) tahun 2004 sedangkan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan instrumental case study. Subjek penelitian adalah seluruh petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien sebanyak 250 sampel. Data kualitatif didapatkan melalui indepth interview kepada informan untuk menggali secara mendalam hambatan penerapan budaya keselamatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan dimensi yang paling tinggi respon positifnya adalah dimensi supervisi (78%) dan dimensi yang paling rendah adalah frekuensi pelaporan (31%). Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan budaya keselamatan pasien adalah perilaku dari petugas kesehatan dan dukungan dari manajemen yang belum maksimal. Rekomendasi yang diberikan adalah pembentukan tim KPRS, edukasi dan monitoring evaluasi.
Pengaruh Jus Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Gambaran Mikroskopis Hepar Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Diet Hiperkolesterol Andina Dwinanda; Nita Afriani; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.972

Abstract

Kadar kolesterol berlebihan dalam tubuh akan mengakibatkan penumpukan lemak di hepar. Salah satu alternatif obat tradisional yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah tanaman seledri. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa fraksi air herba seledri dapat menurunkan kadar kolesterol total pada keadaan hiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian jus seledri terhadap gambaran mikroskopis hepar yang diinduksi diet hiperkolesterol pada tikus percobaan. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain post test control group. Sampel berjumlah 25 ekor tikus yang terdiri atas 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3. Masing-masing perlakuan diberikan diet hiperkolesterol yang dibuat dari minyak babi sebanyak 2 gram dan kuning telur puyuh rebus 1 gram selama 14 hari. Selanjutnya diberikan jus seledri dengan dosis masing-masing kelompok perlakuan yaitu 0,72ml/200gBB; 1,44ml/200gBB; dan 2,16ml/200gBB yang diberikan dua kali sehari selama 14 hari berikutnya. Histopatologi hepar tikus diamati dengan menghitung jumlah sel yang mengalami perlemakan. Analisis data menggunakan uji one way Anova terhadap semua kelompok. Hasil analisis memperlihatkan terjadi perubahan jumlah sel berlemak yang bermakna secara statistik antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian ini adalah jus seledri dapat mengurangi perlemakan sel hepar akibat penumpukan lemak dengan dosis efektif yaitu 0,72ml/200gBB.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG GERAKAN NAGARI PEDULI TUBERKOLOSIS DI KENAGARIAN MAGEK KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM TAHUN 2018 Novfattra Novfattra; Hardisman Hardisman; Rima Semiarty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.1009

Abstract

Angka penemuan penderita Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Agam dari tahun 2015 sampai tahun 2017 mengalami penurunan. Kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli Tuberkulosis diwujudkan sebagai suatu Kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam untuk penanggulangan penyakit Tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pencapaian dan kendala yang dihadapi dalam Imlmementasi tentang Gerakan Nagari Peduli Tuberkulosis di Kenagarian Magek Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara lima orang informan yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kepala Seksi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kepala Puskesmas Magek, Pemegang Program Tuberkulosis Puskesmas Magek dan Wali Nagari Magek. Komponen yang diteliti mengenai Input (kebijakan, tenaga, dana, sarana prasarana, dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), output (pencapaian program penemuan penderita Tuberkulosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Gerakan Nagari Peduli TB belum berjalan dengan baik. Penyediaan sarana prasarana dan alokasi anggaran khusus yang belum memadai dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Magek menjadi penyebabnya.
Analisis Pelaksanaan Program Pengawasan Kedatangan Kapal Laut dari Luar Negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang Tahun 2017 Fitra Gusfriyanto; Rizanda Machmud; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.1000

Abstract

Indonesia terletak di jalur lalu lintas perdangan internasional dengan banyaknya pintu masuk ke wilayah Indonesia, hal ini merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan. Jumlah kedatangan dan jenis negara asal kapal dari luar negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pelaksanaan pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, standar operasional prosedur, tenaga, dana, metode dan sarana), proses (perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, kepatuhan petugas, kerjasama lintas sektor, monitoring dan evaluasi dan Output (pelaksanaan program pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri di KKP Kelas II Padang sesuai/ tidak dengan standar operasional prosedur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi berupa Undang-Undang No.1 Tahun 1962 sudah tidak relevan karena sudah lama, jumlah tenaga masih kurang dari segi kualitas/ kompetensi, jumlah sarana dan peralatan masih kurang terutama di wilayah kerja, pelaksanaan kegiatan belum sesuai standar operasional prosedur, tingkat kepatuhan petugas masih rendah dan montoring belum terlaksana dengan baik. Program pengawasan kedatangan kapal laut dari luar negeri belum terlaksana sesuai standar operasional prosedur.

Page 78 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue