cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PENGEMBANGAN PROTOTIPE MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH ., Yuniarto
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancangbangun mesin pengupas kulit kacang tanah berbasis teknologi tepat guna yang menyatukan proses pemecahan kulit dan pemisahan kulit dengan biji kacangtanah menggunakan satu motor bensin sebagai penggerakmekanisme pemecahan kulit dan pemisahan kulit denganbiji kacang tanah; (2) menguji prototipe mesin pengupaskulit kacang tanah tersebut dalam rangka mengetahuikapasitas efektif mesin; dan (3) memproduksi mesinpengupas kulit kacang tanah hasil rancang bangun. Metodepenelitian yang digunakan adalah eksperimen rekayasarancang bangun (manufakturing) dalam menghasilkanprototipe mesin pengupas kulit kacang tanah denganindikator kinerja tercapainya kapasitas produksi rencana 75kg/jam. Spesifikasi teknis mesin adalah : sumber dayamotor bensin 16 PK, 2.600 rpm dengan mekanismetransmisi sabuk ganda.
PEMURNIAN ASAM LINOLEAT TERKONJUGASI HASIL SINTESA DARI RISINOLEAT CASTOR OIL DENGAN KROMATOGRAFI KOLOM SILIKAGEL PERAK NITRAT Sitorus, Marham; Nainggolan, Bajoka
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conjugated Linoleic acid (CLA) was sepereted by usingcolomn chromatography with silicagel – AgNO3 as stationaryphase. Seperation based on the differences reversibility ofcoordination bond between double bond and silver ion. Theindreasing number of double bond and trans isomers morestrongly the molecule is retained. Gradien elution was carried outby various n-hexane (H) and Acetone (A) (v/a) e. g: 97.5/2.5; 95/5;90/10; 80/20; 70/30 and 60/40 in 8 vial x 2.5 mL. Each of fractionwas analyzd by using GC,FTIR, UV and GC-MS and It’s comparewith authentic CLA standard and the best was ratio (v/v) of eluen(H/A) 95/5. The composition of product ratio of CLA/linoleic was0,85 : 1 or 77.6 % compared to the authentic standar 1.45/1. 
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR PADA KOLAM BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) DI DUA KONDISI KOLAM BERBEDA Hutabarat, Alexro M.A.; Crishmadha, Tjandra; Sitanggang, Rony; Gultom, Tumiur
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Kualitas air adalah suatu sifat air yang ditentukan oleh sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi. Sifat fisik meliputi warna, bau, rasa, suhu, kekeruhan (Turbiditas) serta total zat padat terlarut (TDS). Sifatkimia meliputi pH, Salinitas, Nitrat (NO3-), Nitrit (NO2), Amoniak (NH3 N). Sifat biologi meliputi kandungan bakteri coliform total. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di kolam benih ikan mas yang berada di dua kondisi berbeda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey meliputi pengukuran Suhu, pH, Dissolved oxygen (DO), Turbiditas, Salinitas, Resistivity, Total Dissolved Solids (TDS) dan Konduktivitas air pada kolam benih ikan di dua kondisi berbeda yaitu kolam dengan menggunakan terpal atau disebut DOM dan kolam yang tanpa menggunakan terpal. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Juni 2016 sampai dengan 22 Juli 2016 di Balai Benih Ikan Harian Boho – Samosir. Ditemukan perbedaan pada kualitas air yang sangat mempengaruhi benih ikan mas diantaranya fluktuasi suhu pada dataran tinggi sangat ekstrim khususnya pada kolam yang tidakmenggunakan terpal hal itu sering membuat benih ikan mas mengalami kematian. Berbeda dengan kolam yang menggunakan terpal, pada kolam ini dapat menjaga kestabilan suhu dalam cuaca ekstrim.
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA DIARE AKUT ANAK RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG KECAMATAN TAPAKTUAN Hasanah, Fenny
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 18, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian diseluruh dunia. Diare telah menyerang jutaan jiwa pertahun dan menyerang semua usia. Dari keseluruhan kejadian diare, sebagian besar penderita adalah anak-anak. Diare terdiri dari 3 jenis yaitu diare akut, diare kronik, dan disentri. Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari, dapat disebabkan oleh banyak faktor antara lain, infeksi, pengaruh makanan, pengaruh obat, imunodefisiensi dan keadaan-keadaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan gambaran penggunaan antibiotik pada penderita diare akut anak di UPTD  (Unit Pelaksana Teknik Dinas) Puskesmas Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat non eksperimental dengan mengumpulkan data secara retrospektif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 152 sampel pada pasien diare akut anak paling banyak terjadi pada anak laki-laki sebesar 56,6%, dengan kelompok usia terbanyak terjadi pada usia 2 tahun sebesar 23,0%, berdasarkan waktu kejadian menurut bulan dalam tahun angka kejadian diare akut anak paling banyak pada bulan April sebesar 11,2%. Pada  hasil penelitian ini terapi antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cotrimoxazole sebesar 96,7%.
FILTRASI JERUK NIPIS YANG DITAMBAHKAN NaCl + Na-EDTA SEBAGAI ELEKTROLIT BATERAI DENGAN CHARGER SOLAR CELL Mungkin, Moranain; Ikhsan, Tulus
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 16, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi filtrasi air jeruk nipis yang ditambahkan NaCl +Na-EDTA sebagai elektrolit baterai. Selama ini elektrolit baterai dipakai H2SO4. Karena H2SO4mengakibatkan gatal-gatal dan luka, bahkan bersifat racun bagi tubuh bila terhirup, maka sayamencari elektrolit alternatif yang ramah lingkungan dari nabati yaitu menggunakan filtrasi airjeruk nipis (FJN) sehingga didapat tegangan sampai 7,40 Volt sedangkan elektrolit H2SO4 sampaidengan 12 Volt. Untuk kedepan akan dilanjutkan bagaimana dapat meningkatkan karakteristikelektrolit FJN sehingga sampai sama dengan elektrolit H2SO4.
INDUKSI TUNAS NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) IN VITRO DENGAN PEMBERIAN DOSIS AUKSIN DAN SITOKIN YANG BERBEDA Harahap, Fauziyah; ., Nusyirwan
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) pada mulanya hanya diketahuisebagai tanaman pekarangan, sekarang penanamannya sudahmenjadi tanaman perkebunan. Nanas merupakan tanaman yangperlu dikembangkan dalam skala perkebunan karena buahnyabernilai ekonomi, permintaan pasar, komoditi buah ekspor ketigadidunia setelah Negara Filipina dan Thailand. Komoditi nanastelah lama dibudidayakan di Indonesia, memiliki potensi eksporsangat besar, dapat dikembangkan sebagai buah segar maupununtuk diversifikasi olahan dengan bahan dasar, namunketersediaan tanaman ini masih kurang. Satu alternatif untukmeningkatkan pertumbuhan nanas yaitu dengan menerapkantehnik kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui 1) Pengaruh pemberian dosis Zat Pengatur Tumbuh(ZPT) Sitokinin (BAP) terhadap pertumbuhan nanas (Ananascomosus L.) in vitro, 2) Pengaruh pemberian dosis ZPT Auksin(IAA) terhadap pertumbuhan nanas (Ananas comosus L.) in vitro, 3)Pengaruh interaksi ZPT auksin (IAA) dan sitokinin (BAP)terhadap pertumbuhan nanas (Ananas comosus L.) in vitro.Rancangan penelitian ini adalah factorial complete random design(CRD) dengan perlakuan yaitu 1). Dosis ZPT BAP terdiri dari 4taraf perlakuan yaitu, 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm dan 6 ppm dan 2)Dosis ZPT IAA yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0 ppm, 0,5ppm, 1 ppm. Parameter pengamatan penelitian ini adalah datapertumbuhan yang diambil pada minggu ke 14 sesudahpenanaman, yaitu 1) Jumlah tunas, 2) Jumlah daun, 3) Jumlah akar.Hasil penelitian menunjukkan 1) ZPT Sitokinin, auksin tidakberpengaruh terhadap jumlah tunas, interaksi keduanya mempengaruhi jumlah tunas. 2) ZPT Sitokinin, auksin berpengaruh terhadap jumlah daun, interaksi keduanya tidakmempengaruhi jumlah daun. 3). ZPT Sitokinin berpengaruhterhadap jumlah akar, Auksin dan interaksi keduanya tidakmempengaruhi jumlah akar. Semakin tinggi konsentrasi sitokininyang diberikan akan semakin menurunkan jumlah akar yangterbentuk.