cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
OPTIMALISASI WAKTU ALIR TERHADAP ADSORPSI HIBRID SILIKA KITOSAN PADA SIMULTAN ION LOGAM Ni (II) DAN Cd (II) DENGAN METODE EKSTRAKSI FASE PADAT (EFP) Simatupang, Lisnawati; Dewi, Ratna Sari; Samosir, Sri Rezeki
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preparation of hybrid silica chitosan adsorben and used toadsorb heavy metals Ni(II), Cd(II) have been done. The research aims tofind out effeciency and selectivity of the hybrid silica chitosan to adsorbsheavy metals Ni(II) and Cd(II) using solid phase extraction method. Silica used is rice husk ash while chitosan used material is essentialy the shrimp shell. Previous research data shows that the optimum hybrid silica chitosan ratio is 20:4% ( 20 mL of sodium silicate solution : 0.4g chitosan in 10 mL of acetate 2%) with surface area of 189.405 m²/g. To determine the level of effectiveness and selectivity of adsorben was carried out on the variation of flow time (20,40,60,80,100) minutes. Result showed that the amount of metals ions tend to increased the following increase the flow time. The optimum condition at the time of 60 minutes, after wich the amount of metals ion adsorbs decreased. At the flow time of 60 minutes the amount of metal adsorbs for Ni(II) 58.1755 mg/L, Cd(II) 49.7392 mg/L . Solid phase extraction (SPE) method using hybrid silica more effective in adsorb chitosan adsorb was metal Ni(II) compared metal Cd(II) by order of the strenght of adsorptions Ni(II) > Cd(II)   
PENINGKATAN NILAI CBR TANAH LIAT YANG DISTABILISASI DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK BESI ., Sabani; Noor, Nasruddin M.; ., Eddiyanto
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 16, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan limbah serbuk besi yang ditambahkan pada bahan penstabil tanah (soil stabilizer) yang terdiri atas semen Portland tipe I, serbuk PVC dan serat polipropilena dengan tujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan nilai CBR tanah liat. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian sifat fisik tanah liat sebelum tanah distabilisasi dengan menambahkan limbah serbuk besi, yang terdiri dari pengujian batas Atterberg, berat jenis, permeabilitas tanah. Selanjutnya diuji sifat mekanik tanah yaitu dengan pemadatan tanah dan nilai CBR sebelum dan sesudah dicampur dengan menggunakan limbah serbuk besi. Dari hasil pengujian terhadap tanah liat diperoleh data indeks plastisitas (PI) sebesar 15,76% dengan batas plastis 36,57%, ini menunjukkan bahwa tanah ini merupakan tanah liat yang berjenis tanah lempung lanau. Untuk pengujian mekanik terjadi perubahan kadar air dari berat isi kering dengan nilai tertinggi 1,92 gr/c pada campuran limbah serbuk besi sebesar 1%. Untuk nilai CBR juga terjadi perubahan dari tanah liat sebelum distabilisasi dengan menambahkan limbah serbuk besi sebesar 66,35% menjadi 85,31% setelah distabilisasi dengan menambahkan limbah serbuk besi 1%.
PEMANFAATAN SARI TEBU DAN JENIS PEG DENGAN VARIASI KOMPOSISI TERHADAP SIFAT MEKANIK POLIURETAN Sutiani, Ani; Nauli, Rahmat; ., Nurmalis
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reaksi polimerisasi pembentukan perekat poliuretan pada temperatur kamar dengan memvariasikan komposisi sukrosa dari sari tebu, dengan perbandingan PEG dan MDI dibuat tetap yaitu 1:2. Jenis polietilen glikol (PEG) yang digunakan yaitu PEG400, PEG600 dan PEG1000. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa proses pembentukan poliuretan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencampurkan sari tebu dengan polietilen glikol berbagai jenis kemudian diaduk sampai diperoleh larutan homogen (larutan I). Tahap berikutnya mencampurkan larutan I (Campuran sari tebu - PEG) dengan MDI, sampai diperoleh campuran homogen. Proses pencampuran atau polimerisasi dilakukan pada temperatur kamar selama 15 menit, dan dialiri dengan gas Nitrogen. Komposisi Poliuretan yang menghasilkan kekuatan tarik, perpanjangan dan kekuatan lentur maksimal diperoleh pada perbandingan PEG1000 : MDI : Sari tebu (1:2:2) sebesar 52,62 x 10^4 Kgf cm-2 , 27,183%, dan 801,6 x 10^2 Kgf cm-2.
STRUKTUR BANGUNAN TRADISIONAL MANDAILING Luthan, Putri Lynna A.; Nasution, Irma Novrianty; Jeumpa, Kemala
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu yang diangkat dalam penelitian adalah adanyakekhawatiran atas nilai-nilai kearifan lokal yang perlahan-lahanhilang/punah akibat perkembangan budaya. Hal ini ditandai denganmunculnya fenomena membangun kembali bangunan tradisional olehsebagian masyarakat yang memiliki kemampuan secara finansial sebagaiusaha menjunjung tinggi identitas dan jati diri budayanya, namunbentuk baru sangat jauh berbeda dari bentuk tradisionalnya Etnis yangmenjadi perhatian dalam penelitian ini adalah etnis Mandailing yangmendiami wilayah pantai barat Sumatera. Etnis ini mengalamikepunahan dari segi nilai-nilai budaya, serta pengetahuan tentangartefak budaya yang kian punah dan perlahan hancur dimakan waktu.Adanya keinginan masyarakat etnis untuk mendirikan rumah tinggalberbasis etnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktoryang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestariankebudayaan tradisional. Perkembangan rumah tinggal di wilayahMandailing saat ini telah bergerak ke arah yang lebih modern denganbentuk dan gaya bangunan yang beragam. Sebelum proses kemodernanyang terlalu besar mempengaruhi masyarakat di Mandailing makapenelitian ini berkontribusi memberikan wawasan, pemahaman, danpanduan mengenai prinsip-prinsip struktur bangunan yangdilatarbelakangi oleh nilai-nilai tradisi atau budaya sebagai warisanleluhur yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Pendekatan melalui penelusuran nilai budaya bertujuan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi tradisi dan mempertahankan keberadaannya sampai kepadagenerasi selanjutnya. Struktur bangunan terdiri dari jenis konstrusksiseperti pondasi, balok dan tiang, pintu dan jendela serta rangka atap.
IMPLEMENTASI ORNAMEN PADA KERAJINAN KERAMIK Atmojo, Wahyu Tri; ., Misgiya; ., Sriwiratma
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian HibahBersaing pada tahun kedua (tahun 2014) yang berjudul”Penciptaan Karya Seni Kerajinan Keramik Berbasis Seni EtnikBatak Sebagai Unggulan Lokal Dan Nuansa Global” yangbertujuan untuk menghasilkan karya seni kerajinan keramikdengan mengimplementasikan ornamen tradisional etnik BatakSumatera Utara. Pada tahun pertama (tahun 2013) telahdihasilkan struktur desain kerajinan keramik sejumlah 30 buahdan sketsa desain ornamen etnik Sumatera Utara. Penelitian inimerupakan formula baru yang berkaitan dengan seni kerajinankeramik berbasis seni etnik Batak sebagai unggulan lokalnuansa global.Pada tahun kedua (2014) ini merupakan implementasidesain ornamen tradisional etnik Sumatera Utara pada strukturbentuk kerajinan keramik. Pelaksanaan implementasi desainornamen yang merupakan bagian dari penelitian HibahBersaing pada tahun kedua ini ditempuh melalui tiga tahap.Tahap pertama adalah menerapkan desain ornamen padastruktur benda seni kerajinan keramik menggunakan pensil.Tahap kedua adalah melakukan finishing dengan memberikanwarna cat poster pada desain ornamen etnik Batak denganwarna khas etnik Batak, yakni merah, hitam, dan putih. Tahapketiga adalah memberikan lapisan acrylic spray paint warnaclear lacquer agar warna cat poster tidak mudah tergores.Dengan demikian pada tahun kedua ini telah dihasilkanproduk seni kerajinan keramik yang telah dihiasi dengan motifornamen etnik Sumatera Utara. Oleh karena penelitian HibahBersaing ini 3 (tiga) tahun, maka rencana pada tahun ketiga(tahun 2015) adalah melaksanakan pameran produk karya senikerajinan keramik dan melakukan focus group discussion (FGD)dengan melibatkan perajin, dosen dan mahasiswa Jurusan SeniRupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan dengan mengundang praktisi seni dan media massa. 
EFEK PEMBERIAN MIE GOMAK MENGANDUNG BORAKS TERHADAP JUMLAH TOTAL LEUKOSIT TIKUS PUTIH ZANTAN (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR Sidabutar, Sihar E.
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie gomak merupakan kuliner khas samosir yang sangat diminati oleh masyarakat dikawasan Kabupaten Samosir. Berdasarkan uji pendahuluan , mie gomak merek x yang digunakan dalam penelitian ini mengandung kadar boraks 2.298 %. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui efek pemberian mie gomak mengandung boraks terhadap profil darah Tikus putih wistar. Penelitian ini berlangsung selama 21 hari dengan menggunakan 20 ekor tikus wistar yang dibagi kedalam 5 kelompok secara acak : Tanpa pemberian mie gomak berboraks (P0), mie gomak berboraks 0.57 % (P1), mie gomak berboraks 1.14 % (P2), mie gomak berboraks 1.72 % (P3), mie berboraks 2.298 % (P4). Pengabilan sampel darah dilakukan setiap minggu melalui vena coronalis dan diuji leukosit total (WBC) dengan menggunakan Hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar 0.92 antara mie gomak berboraks dengan jumlah total leukosit tikus.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI JUS HATI AYAM DAN KALIUM OKSONAT Hidayah, Nurul; Hasanah, Fenny; Gunawan, Muhammad; Lestari, Anggun
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 18, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia disebabkan oleh sintesa purin berlebihan dalam tubuh karena pola makan yang tidak sehat dan proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh yang mengalami gangguan. Penggunaan obat-obat sintesis untuk hiperurisemia bukan tanpa risiko efek samping yang merugikan, sehingga diperlukan terapi alternative dari alam. Daun salam dipercaya dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi efektivitas ekstrak air daun salam terhadap penurunan kadar asam urat mencit jantan yang diinduksi dengan jus hati ayam 0,2% dan kalium oksonat 250 mg/kg BB. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tanaman, pembuatan simplisia dan ekstrak, standarisasi dan skrining fitokimia, serta pengujian efek antihiperurisemia. Hewan uji yang digunakan sebanyak 24 ekor, yang dibagi menjadi 6 kelompok uji. Pembagian kelompok hewan uji terdiri atas kelompok normal, induksi, pembanding, ekstrak air daun salam (EADS) dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB. Parameter efek antihiperurisemia yang diamati adalah kadar asam urat darah hewan uji. Data yang diperoleh selanjutnya diolah secara statistik dengan interval confidency 95%. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan EADS mengandung tannin, flavonoid, saponin, glikosida, dan alkaloid. Semua kelompok dosis EADS menunjukkan potensi antihiperurisemia yang tidak berbeda signifikan dengan kelompok pembanding yang digunakan.
ANALISIS UJI BIOLOGIS BISKUIT DAUN KATUK PELANCAR ASI SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN IBU MENYUSUI Mutiara, Erli
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 16, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini: 1) mempelajari aspek keamanan makanan tambahan pelancar ASI untuk ibu menyusui melalui pengamatan kondisi fisiologis binatang percobaan; 2)Menganalisis pengaruh pemberian biskuit daun katuk pelancar ASI terhadap peningkatan volume ASI binatang percobaan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Mei-November 2014. Lokasi penelitian di laboratorium percobaan hewan Fakultas Farmasi USU.Sampel penelitian 12 ekor tikus yang menyusui. Tikus di intervensi dengan biskuit daun katuk pelancar ASI selama 28 hari. Tikusdibagi 2 kelompok. K1 : diberi biskuit daun katuk pelancar ASI sebanyak 4 gr/hari. K2 : diberi ransum standar. Pengukuran volume ASI melalui pengamatan frekuensi lama menyusu dalam 24 jam dengan asumsi volume ASI: lama menyusu <15 menit volume ASI 20 ml, dan lama menyusu ≥15 volume ASI 60 ml. Penimbangan volume ASI 2 kali sebelum dan setelah pemberian biskuit. Penimbangan berat badan bayi tikus sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji t untuk melihat perbedaan volume ASI tikus yang diberi biskuit daun katuk pelancar ASI dan tikus yangdiberi ransum standar (sebagai kontrol). Hasil penelitian menunjukkan konsidi fisiologis tikus diberi biskuit daun katuk pelancar ASI tidak menunjukkan kelainan selama pengamatan, seluruh tikus mengalami pertumbuhan normal dan tidak ada yang mati, keadaan feses, kerontokan bulu, keadaan bulu dan flek-flek dalam keadaan normal baik induk tikus maupun bayi tikus.Berdasarkan hasil ujit terdapat perbedaan signifikan antara volume ASI tikus yang diberi biskuit pelancar ASI dengan volume ASI tikus yang tidak diberi biskuit pelancar ASI baik pada penimbangan I, II dan ke III.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian biskuit daun katukpelancar ASI dapat meningkatkan volume ASI tikus yang menyusui.
KEMAMPUAN IMMUNOGLOBULIN Y (IGY) KUNING TELUR AYAM YANG TELAH MEMPEROLEH SUPLEMENTASI PIRIDOKSIN MENCEGAH KELAINAN YANG DIAKIBATKAN OLEH TOKSIN TETANUS Silitonga, Pasar Maulim; Silitonga, Melva
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untukmenemukan metode meningkatkan produksi IgY kuningtelur dengan cara suplementasi piridoksin,secara khususuntuk menguji kemampuan IgY antitetanus dalam kuningtelur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksindalam mencegah kelainan yang diakibatkan oleh toksintetanus. Produksi IgY spesifik anti tetanus dilakukan padaayam petelur dengan memberikan suplementasi piridoksindosis 3 mg/kg. Pada uji kemanjuran IgY, digunakan 12 ekortikus putih dewasa umur 2-3 bulan berat badan 140-200gram. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap(RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan diberitiga ulangan. Tikus dibagi menjadi empat kelompok yaituK1,K2, K3 dan K4 dan ditempatkan dalam kandang, selamapercobaan semua tikus putih diberi ransum berupa peletstandar sebanyak 6 gram/ ekor/hari, air minum diberikansecara ad libitum. Tikus putih diberi kuning telur ayam yangtelah memperoleh suplementasi piridoksin per oralsebanyak 1 mL/ekor/hari untuk K1,K2, K3 berturut-turutselama dua, empat dan enam hari, kenudian disuntikdengan toksin tetanus 0,2 IU/0,5mL/ekor. Kelompok K4(kontrol) tidak diberi kuning telur tetapi disuntik dengantoksin tetanus 0,2 IU/mL/ekor. Peubah yang diamati adalahgejala klinis khas tetanus yang muncul dan gangguanterhadap metabolisme protein yang diukur dari kadarhemoglobin darah, kadar albumin dan globulin serum tikusputih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasipiridoksin pada ayam petelur dapat diaplikasikan sebagaisuatu metode praktis,murah dan efektip untukmeningkatkan produksi IgY spesifik dalam kuning telur ayam. IgY antitetanus yang terkandung dalam kuning telurayam yang diproduksi dengan suplementasi piridoksin,cukup efektif mencegah kelainan yang diakibatkan olehtoksin tetanus dan mampu mempertahankan kadarhemoglobin darah dan globulin serum sebagaimana padakondisi normal. Pemberian kuning telur produk ayam yangtelah memperoleh suplementasi piridoksin pada tikus putihselama 2 ; 4 ; dan 6 hari memberikan rataan kadarhemoglobin darah berturut-turut sebesar 12,20 ± 0, 316 ;13,30 ± 0,255 dan 13,96 ± 0,122 g/dL dan rataan kadarglobulin serum berturut-turut 3,31 ± 0,0933 ; 4,06 ± 0,7286 ;4,01 ± 0,6018 g/dL. Tikus putih yang tidak diberi kuningtelur ayam memberikan rataan kadar hemoglobin sebesar9,56 ± 0,404 g/dL dan kadar globulin serum sebesar 6,11 ±0,2052 g/dL.
LOCALIZATION OF NON-ABELIAN FIELD IN FIVE-DIMENSIONAL BRANEWORLD MODELS Wulandari, Dewi; ., Triyanta
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We study the localization properties of non-Abelian field in the representation of SU(2) group both in the modified Randall-Sundrum (MRS) and in the original Randall-Sundrum (RS) models. We investigate the conditions of localization for each model. We derive the equation of motion for the field. We solve the field equation corresponding to the extra dimension and analyze the localization properties of the field on the brane. We obtain that the MRS model has different field localization properties compared to the RS model. We find that non-Abelian field is localizable on the brane of the MRS model with specific conditions but the field is not localizable on the brane of the RS model.

Page 11 of 15 | Total Record : 146