cover
Contact Name
Wuri Handayani, Ph.D.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora No. 1, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : 20858272     EISSN : 23385847     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies. The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles 989 Documents
PENYARINGAN SP (SPECIAL PRODUCT) PERTANIAN DI WTO: SEBUAH MODALITAS DARI INDONESIA M. Husein Sawit; Adi Setiyanto; Helena J. Purba; Supriah Supriah
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jieb.6582

Abstract

Negara berkembang telah mengajukan sejumlah proposal penyempurnaan PerjanjianPertanian WTO, agar lebih berimbang dan adil. SP adalah salah satu perlakuan khususdalam Akses Pasar yang diminta oleh negara berkembang kelompok G-33. Denganfleksibelitas yang diberikan untuk sektor pangan di negara berkembang, diharapkandengan reformasi perdagangan mampu memperkuat produksi pangan domestik danketahanan pangan, mempercepat pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.Dalam makalah ini dibahas cara pemilihan SP, kombinasi antara metoda kuantitatifdengan metoda sederhana dan diharapkan dapat mencapai tujuannya. Hasilnya terpilihdelapan komoditas/produk yang pantas diajukan sebagai SP untuk Indonesia yaitupadi/beras, sayur-sayuran, buah-buahan, jagung/pakan ternak, ternak besar dan hasil-hasilnya, unggas dan hasil-hasilnya, kedelai/olahannya, dan tebu/gula. Kombinasi metodakuantitif dan sederhana ini diharapkan dapat juga dipakai oleh negara kelompok G-33,sebagai kontribusi dari Indonesia.Keywords: developing countries, agreement on agriculture, modality, flexiblelity, specialproduct,
PROBLEMS OF THE INDONESIAN SUGAR INDUSTRY: AN INSTITUTIONAL ECONOMICS PERSPECTIVE Ahmad Erani Yustika
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.908 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6583

Abstract

Diantara sekian banyak komoditas pertanian yang memainkan peran strategis di Indonesia, gula merupakan salah satu produk yang mendapatkan perhatian sangat besar dari pemerintah. Masalahnya, sejak beberapa dekade terakhir, industri gula di Indonesia mengalami kemerosotan yang luar biasa, baik karena faktor internal maupun eksternal. Akibat persoalan ini, Indonesia yang semula menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia, saat ini justru menjadi salah satu negara importer gula terbesar di dunia. Secara umum, bila dipetakan, masalah pada industri gula di Indonesia berakar dari empat faktor berikut: (i) inefisiensi pada level petani; (ii) inefisiensi pada tingkat pabrik gula (iii) kebijakan pemerintah yang tidak efektif; dan (iv) perdagangan produk gula sangat distortif dalam pasar internasional. Tulisan ini, dengan cara yang berbeda, berargumentasi bahwa sebagian dari penyebab kemunduran industri gula nasional disebabkan oleh inefisiensi kelembagaan (institutional inefficiency), baik pada level kebijakan kelembagaan (institutional environment) maupun kesepakatan kelembagaan (institutional arrangement). 
RETHINKING OF MY EXPERIENCE AS A MINISTRY OF FINANCE: STABILIZATION IN A PERIOD OF TRANSITION; INDONESIA 2001 –2004 Boediono Boediono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.4 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6584

Abstract

Artikel ini menggambarkan bagaimana proses kebijakan ekonomi dilakukan dalam praktek berdasarkan pengalaman di Indonesia sewaktu masa pemerintahan Megawati 2001-2004. Pada tahun 2001 ekonomi Indonesia mengalami ketidakstabilan makro yang bersumber dari hilangnya kepercayaan para pelaku ekonomi terhadap kebijakan pemerintah. Di sini ditunjukkan langkah-langkah apa yang diambil untuk mengembalikan kepercayaan tersebut, hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam praktek terutama karena Indonesia juga sedang mengalami masa transisi politk yang mendasar. Prinsip ekonomi yang melandasi kebijakan pemerintah cukup sederhana, namun yang rumit adalah penerapannya dalam praktek. Hambatan politik-ekonomi itu satu per satu diselesaikan dan hasilnya adalah ekonomi Indonesia yang stabil dalam tahun 2004. Satu hal yang belum dapat dicapai pada waktu itu adalah bagaimana meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Ini memerlukan pembenahan struktural untuk memperbaiki iklim usaha dan iklim investasi yang sifatnya berjangka menegah dan panjang. Inilah tantangan yang harus ditanggulangi oleh pemerintahan sekarang tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi yang sudah dicapai.
FACTORS AFFECTING ENTREPRENEURIAL INTENTIONS AMONG INDONESIAN STUDENTS Nurul Indarti
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.311 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi factor-faktor penentu intensi kewirausahaan (entrepreneurial intention) mahasiswa Indonesia. Empat variabel independen digunakanl untuk memprediksi intensi kewirausahaan. Keempat variabel tersebut adalah kebutuhan akan pencapaian (need for achievement), lokus kendali (locus of control), efikasi diri (self-efficacy), dan kesiapan instrumen (instrumental readiness). Menggunakan 130 sampel, penelitian menemukan bahwa dari variabel-variabel tersebut, efikasi diri dan kesiapan instrumen mempengaruhi intensi kewirausahaan secara signifikan, sedangkan lokus kendali dan kebutuhan akan pencapaian tidak mempunyai pengaruh terhadap intensi secara signifikan. Secara keseluruhan, semua variabel bersama-sama hanya dapat menjelaskan 23.6% dari variansi total. Selanjutnya, variabel demografis (umur, jender, pendidikan, dan pengalaman kerja) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap intensi kewirausahaan. Secara umum, penelitian menemukan bahwa intensi kewirausahaan mahasiswa Indonesia tidak terlalu tinggi (rata-rata= 4.46 dari 7; dan simpangan baku=1.39). Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa Indonesia sedikit lebih menyukai menjadi entrepreneur daripada bekerja di perusahaan. 
MENUJU SISTEM EKONOMI PANCASILA: REFORMASI ATAU REVOLUSI Mubyarto Mubyarto
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.648 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6586

Abstract

.... intellectuals are at their best when distant from politics and power... only when intellectuals step back from governing institutions will they be able to speak truth to power.... Intellectuals, therefore had to conceive of themselves as cultural worker, responsible not solely for generating ideas but also for ensuring that those ideas wound up in the minds and arguments of a thoughtful audience and public. (K. Mattson, 2002: 9, 267)Universities are introduced, without the intellectual spirit. A bureaucracy is introduced without the rigid and widespread adherence to the principal of promotion by merit, efficiency, and a public service attitude. Parliamentary democracy is introduced without the spirit of fair play, honest election, and a genuine commitment to principles. The sciences are introduced without the spirit of enquiry. The incomplete nature of the modernisation process, the substance without the spirit, is the cause of prevailing backwardness of the developing societies. (Alatas, 1977: 78-79). 
PERBEDAAN SPESIFIC VALUES ANTARA MAHASISWA AKUNTANSI DAN MAHASISWA KEDOKTERAN: STUDI EMPIRIS PADA UNIVERSITAS GADJAH MADA Siti Fathonah
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.508 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6587

Abstract

This study aims to analyze, to compare and to differentiate specific values of accounting and medical students. While the majority of previous studies used the Rokeach Instrument Survey, the current study employs the modified Rokeach and Schwartz Instrument. This modified instrument consists of thirty variables. However, a factor analysis indicates that the variables can be grouped into four constructs: individuality, theoretical, social, and esthetical. Overall, the study shows that personal values of accounting students are below those of medical students. Based on the finding, the study suggests that a certain subject or course with a high ethical contents should be taught in accounting programs.
PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN & PENGALOKASIAN BELANJA DI PEMDA KABUPATEN WONOGIRI H.M. Nuh Fadillah; Muhtar Muhtar
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jieb.6588

Abstract

This study evaluates the budget formulation process of Wonogiri regency, includingefforts to accommodate public aspiration and the roles of local parlement.The information used are secondary and primary data. Secondary data are Income andLocal Budget, consist of incomes (local income, balancing fund and various legal incomes),expenditures (expenditure for local apparatus and expenditure for public services) eachconsists of general administrative expenditure, maintenance and operational budget, andcapital/ investment expenditure) and funding (i.e. local income and local spending).Primary data were observation results conducted during budget meetings, interviews withthe head of budget division and the head of C Commission of local parlement. Analysisinstruments employed were qualitative-descriptive and proportional analysis.Keywords: budget formulation process, qualitative descriptive and proportional analysis,criteria of performance budget formulation, planning programming andbudgeting system.
THE ROLE OF COMPENSATION IN PROJECT’S MANAGER EVALUATION OF TERMINATING AN UNPROFITABLE PROJECT Indra Wijaya Kusuma
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.945 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6589

Abstract

Teori agensi mengindikasikan bahwa manajer proyek yang mempunyai informasi privat dan insentif untuk melakukan shirking akan melakukan tindakan yang disfungsional berupa meneruskan proyek yang diketahui tidak menguntungkan. Isu ini harus diteliti secara luas dengan setting/skenario dan sampel yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perilaku shirking dari manajer proyek ketika mereka harus menghentikan proyek yang tidak menguntungkan. Tujuan berikutnya adalah untuk menguji peran konpensasi untuk mencegah perilaku shirking.Penelitian ini menggunakan metoda eksperimental dengan memanipulasi dua kondisi yaitu informasi privat dan insentif untuk melakukan shirking. Partisipan dalam eksperimen ini adalah 138 mahasiswa kelas eksekutif program Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian tidak mendukung perilaku yang diprediksi oleh Harrell dan Harrison (1994). Manajer yang mempunyai informasi privat dan insentif untuk shirking menghentikan proyek yang tidak menguntungkan (walaupun terdapat kecenderungan namun tidak signifikan secara statistis). Bertentangan dengan harapan, penelitian ini juga menemukan bahwa kompensasi (bonus dan pinalti) meningkatkan kecenderungan manajer untuk melanjutkan tindakan yang disfungsional ini. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa wanita, usia muda, kurang berpengalaman, mempunyai latar belakang pendidikan bisnis pada level strata satu, dan belum menikah mempunyai kecenderungan untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan. Hasil yang demikian mungkin disebabkan oleh faktor risiko yang mempengaruhi perilaku mereka.Penelitian selanjutnya harus dilakukan untuk memeriksa ketidakkonsistenan dalam isu ini dengan mempertimbangkan beberapa kelemahan. Penggunaan sampel yang berupa manajer akan memberikan hasil yang lebih kuat daripada menggunakan proksi mahasiswa eksekutif magister manajemen. Penggunaan skenario lain (terutama skema konpensasi yang berbeda) untuk menguji isu ini juga diperlukan. Penelitian selanjutnya juga perlu mempertimbangkan faktor preferensi terhadap risiko dan locus of control. Seseorang yang mempunyai locus pegawasan internal akan cenderung untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan karena ia merasa mampu untuk mengubah keadaan.
THE ROLE OF GOVERNMENT IN ECONOMIC GROWTH: EVIDENCE FROM ASIA AND PACIFIC COUNTRIES Heni Wahyuni
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 1 (2004): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.393 KB) | DOI: 10.22146/jieb.6590

Abstract

Artikel ini menganalisis peran pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang di sebagian besar negara Asia Pasifik yang mempunyai kesamaan latar belakang ekonomi, periode 1980-2000. Studi yang menggunakan “unbalanced panel method”ini memberikan hasil bahwa koefisien pangsa pengeluaran pemerintah terhadap GDP adalah negatif signifikan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Hubungan negatif ini menunjukkan bahwa komponen konsumsi mendominasi pengeluaran anggaran pemerintah. Hasil ini sejalan dengan kenyataan bahwa sebagian besar negara-negara di kawasan ini menemui masalah dalam manajemen pengeluaran pemerintah. Jadi pengeluaran yang besar untuk konsumsi bagi kepentingan pemerintah sendiri menutupi efek positif investasi publik. Namun demikian, koefisien penerimaan pajak menunjukkan tanda positif. Hasil yang signifikan menjelaskan adanya hubungan yang kuat antara penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi di mana meningkatnya penerimaan pajak mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah sebaiknya mendukung akumulasi penerimaan pemerintah yang mempunyai peran potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, studi empiris ini juga menunjukkan bahwa di antara variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, menurut argumen teori pertumbuhan neoklasik, hanya variabel investasi modal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi untuk negara di kawasan Asia Pasifik dalam analisis. Akhirnya, dalam artikel ini juga direkomendasikan studi lebih jauh yaitu analisis peran kebijakan fiskal dalam pertumbuhan ekonomi yang memisahkan antara kebijakan fiskal untuk kepentingan yang produktif, seperti investasi publik, dan kepentingan yang tidak produktif, seperti konsumsi rutin. 
ANALISIS PENENTUAN HARGA ASET PADA PASAR MODAL ASIA PASIFIK: LOKAL ATAU GLOBAL? Sukasmanto Sukasmanto
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 19, No 2 (2004): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jieb.6591

Abstract

The purposes of this study are to identify the empirical evidence whether the pricingerror from using domestic CAPM when the use of global CAPM is appropriate, whether thesecurity risk that is diversifiable domestically is also diversifiable globally, and whether theuse of domestic CAPM result in the same expected return as the use of global CAPM.This research is based on the previous research on the cost of capital in theinternational capital market conducted by Koedijk et al. (2002) and Karolyi and Stulz(2001) without the control variable the foreign exchange rate. The researcher did not usethis variable because it is assumed here that the perfect international financial market and “the law of one price”. This research focused on 413 stock from the eight Pacific Asiancapital markets during 1998 to 2003 periods. The research used purposive sampling andsimple regression statistic method. The research was conducted on the market level andindividual securities.The result of the research shows that on the most of the securities of the eight PacificAsian capital markets, there is no pricing error from the use of domestic CAPM when theuse of global CAPM is more appropriate. The security risk that is diversifiable domesticallyis also diversifiable globally. Consequently, the domestic market portfolio contains allinformation that is relevant to price assets. Generally, it can be concluded that the assetpricing of the Pacific Asian capital markets was priced domestically. The use of domesticCAPM is still relevant also shows a better performance than the global CAPM. Theimplication is that independent of the issue whether international capital markets are fullyintegrated, the domestic CAPM resulted in the same estimated return that the globalCAPM.Keywords: Estimated return, domestic CAPM, global CAPM, and pricing error, domesticmarket portfolio.

Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 36, No 1 (2021): January Vol 35, No 3 (2020): September Vol 35, No 2 (2020): May Vol 35, No 1 (2020): January Vol 34, No 3 (2019): September Vol 34, No 2 (2019): May Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): January Vol 32, No 3 (2017): September Vol 32, No 2 (2017): May Vol 32, No 1 (2017): January Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 2 (2016): May Vol 31, No 1 (2016): January Vol 30, No 3 (2015): September Vol 30, No 2 (2015): May Vol 30, No 1 (2015): January Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 29, No 1 (2014): January Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue