cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 120 Documents
Analisis Daya Cerna Pakan Alami pada Larva Ikan Koi Nanik Retno Buwono; Mohammad Mahmudi; Siwi Oktafia Sabtaningsih; Evellin Lusiana
The Indonesian Green Technology Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2019.008.01.03

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan koi adalah ketidaksesuaian jenis  pakan yang diberikan. Ikan koi saat larva memerlukan pemberian pakan yang tepat  yaitu pakan alami karena sistem pencernaannya belum sempurna. Kelebihan dari pakan alami yaitu mempunyai ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva ikan, memilki kandungan protein tinggi dan mudah dicerna. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan larva pada pembenihan ikan koi dengan pemberian pakan alami planktonik yang berbeda dan mengetahui tingkat kecernaan pakan alami plantonik pada ikan koi.  Pakan planktonik yang digunakan untuk perlakuan pada larva koi yaitu Chlorella sp, Artemia salina dan Daphnia magna. Hasil penelitian menunjukkan  nilai Spesific Growth Rate (SGR) atau laju pertumbuhan spesifik larva ikan koi diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan pemberian pakan Daphnia magna dengan nilai sebesar 2,7%/hari. Nilai survival rate (SR) atau kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan pemberian Daphnia magna sebesar  50,67% dan hasil kecernaan pakan yang tertinggi pada perlakuan  pemberian Daphnia magna sebesar  53,55%. Kualitas air pada perlakuan pemberian pakan planktonik untuk ikan koi masih pada kondisi optimal.Kata kunci: kecernaan pakan, ikan koi, pakan alami, plankton
Pendidikan Arsitektur dan Edukasi tentang Bambu sebagai Material Ramah Lingkungan Luluk Maslucha; Yulia Eka Putrie; Aisyah Nur Handryant; Sukmayati Rahmah
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of education about bamboo in architectural education is closely related to various problems and contemporary phenomena in the field of settlement and the environment. As an environmentally friendly alternative material, bamboo has various potentials that are generally still underestimated by common people and society. Architecture education students and graduates have an important role in the exploration of this potential, as well as its dissemination to the public at large. However, positive changes and solutions to the problems above will not be achieved without serious efforts in architectural education to instill knowledge, abilities, and awareness about the potential of bamboo to their students. This research is an evaluation of bamboo education to architecture undergraduate students, especially in the Department of Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. An evaluation of the level of knowledge, abilities, and sensitivity of students regarding various bamboo potentials is carried out with the aim of formulating various strategies and learning methods that are more appropriate.
Community Perception About Roof Garden in Malang City Building Bachtiar Rachmad Sugiyono; Bambang Tri Rahardjo; Bagyo Yanuwiadi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The research is about perception of community about roof garden in Malang City. In this research, identification of perception is from benefits of roof garden variables, that is : ecology variable, aesthetics variable, economy variable, 3R variable, cultivation variable, and plant pests and diseases variable. The result of this research is most of  the perspondents have agrees about benefit of roof garden variable and doubt in economy variable and 3R variable. The research is useful for parties who will do the making of roof garden in multi-storey building.
Exploration of Gel Method For Crystal Growth Media of Functional Coordination Polymers Yuniar Ponco Prananto; Mohammad Misbah Khunur
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthesizing new functional materials, instead of exploring minerals is one way of creating sustainable development and reducing environmental impact due to irresponsible human exploitation on natural resources. For the last few decades, coordination polymers (CPs) have been emerge as new functional materials with promising features, such as porosity, magnetism, and catalytic activity, CPs have been developed for gas storage, adsorbents, catalysts, magnetic materials, etc. Some common synthetic methods to prepare CPs includes solvo-thermal, bench-top, and melting method. These methods sometimes are unique and the only option to get the targeted CPs. Meanwhile, gel method has been extensively used to grow various crystalline organic and inorganic materials and yet less explored for obtaining CPs. Based on literature review, with some examples from our previous research, this paper is exploring the potential used of gel method for growing crystalline functional CPs, their limitation, as well as advantages and disadvantages. General information about CPs and gel techniques are also presented. Upon discussion, although this method is not the most favourable techniques at this stage, it is suggested that incorporating gel method for growing crystalline functional CPs might be useful and in some cases crucial, especially for low-water soluble inorganic materials.
Penggunaan Model Pembelajaran ICARE di Materi Termodinamika dalam Upaya Mendukung Pengenalan Teknologi Hijau: Studi kasus di SMA Negeri 2 Pulau Punjung Kota Dharmasraya Musri Musri
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep termodinamika dapat berperan dalam meningkatkan bakat dan minat siswa untuk mempelajari sains di sekolah. Dengan memahami konsep termodinamika, siswa juga diharapkan dapat memahami pengembangan teknologi hijau di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika dengan topik Termodinamika dengan menerapkan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extention) dan mempelajari respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ICARE tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI-MIPA1 SMA Negeri 2 Pulau Punjung tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 22 orang siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik deskriptif, dengan desain penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri dari 2 siklus, data yang dikumpulkan adalah hasil belajar dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ICARE. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes kognitif sedangkan data respon siswa dikumpulkan dengan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan klasikal siswa yang diperoleh pada siklus I sebesar 4,54%, sedangkan siklus II sebesar 90,90%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 86,36%. Rata-rata respon siswa terhadap terhadap penerapan model pembelajaran ICARE tergolong positif dengan nilai 70,1. Berdasarkan pengujian hipotesis didapat nilai thitung (10,167) > ttabel (2,088), yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ICARE berpengaruh positif terhadap hasil belajar materi termodinamika siswa di SMAN 2 Pulau Punjung.
Studi Potensi Fotokatalis dari Material Kerangka Logam-Organik (Metal-Organic Framework) untuk Degradasi Zat Pewarna Limbah Batik Winda A Annisaputri; Anisah N Azzah; Rafi Dwiasis Wibisono
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat pewarna baik alami maupun sintetik dari industri tekstil seperti industri batik adalah salah satu sumber pencemar air yang berbahaya. Zat pewarna ini dapat menurunkan kualitas air, sehingga konsentrasi zat pewarna dalam perairan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar zat pewarna di air limbah antara lain adsorpsi, fotodegradasi, dan ozonolisis. Naskah ini mengkaji perkembangan material berbasis MOF sebagai kandidat katalis dalam fotodegradasi zat pewarna dalam air limbah. Penggunaan material berbasis MOF untuk fotokatalis masih relatif baru namun memiliki potensi besar untuk degradasi air limbah. Material ini dapat dikembangkan dari mineral alam yang banyak tersedia di Indonesia. Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dimana artikel-artikel yang digunakan sebagai literatur utama diperoleh dari jurnal internasional berbahasa Inggris dengan tahun terbit mulai tahun 2000. Berdasarkan hasil kajian, MOF dapat dijadikan sebagai kandidat fotokatalis dari berbagai zat pewarna seperti MB (metil biru), MO (metil orange), MV (metil violet), RhB (rhodamine biru), dll dengan hasil efisiensi degradasi yang bervariasi hingga 100%. Namun, penggunaan fotokatalis MOF dalam sampel air limbah nyata belum pernah dilaporkan. Selain itu, meskipun fotokatalis berbasis MOF dapat diperoleh dari berbagai metode seperti solvotermal (hidrotermal), larutan, dan/atau metode gel, kajian tentang produksi MOF yang ramah lingkungan skala massal tetap diperlukan.
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Fe3O4 termodifikasi Biokompatibel Polimer serta Potensinya sebagai Penghantar Obat Ika Oktavia Wulandari; Lale B Rahayu; Imam Riva’i; Hermin Sulistyarti; Akhmad Sabarudin
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel sebagai agen penghantar obat berbasis Fe3O4 dalam penelitian ini disintesis dengan dua metode, yakni metode kopresipitasi dan metode sonikasi. Permukaan Fe3O4 selanjutnya dimodifikasi dengan penambahan biokompatibel polimer berupa Polivinil Alkohol (PVA) yang terikat silang dengan Glutaraldehid. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh komposisi PVA terhadap sifat fisik dan magnetik material yang meliputi ukuran kristal, parameter kisi, dan faktor g-lande. Metode kopresipitasi dengan lama waktu reaksi 30 menit mampu menghasilkan nanopartikel dengan ukuran lebih kecil dibandingkan dengan metode sonikasi dalam durasi waktu reaksi yang sama. Namun demikian, apabila waktu sonikasi diperpanjang yaitu selama 60 menit, maka akan diperoleh nanopartikel bare Fe3O4 dengan ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya penambahan PVA dan GA sebagai capping agent pada permukaan Fe3O4 dimaksudkan untuk mereduksi pembentukan agregat dan proses oksidasi dari Fe3O4 untuk menghasilkan fasa besi oksida lainnya. Penambahan polimer PVA meningkatkan ukuran kristal nanopartikel dibandingkan nanopartikel Fe3O4 tanpa PVA. Namun peningkatan ukuran yang terjadi tidak lebih dari 20 nm. Modifikasi permukaan juga mempengaruhi ukuran parameter kisi. Selain itu pelapisan permukaan Fe3O4 dengan PVA dapat mereduksi proses oksidasi nanopartikel Fe3O4 yang dihasilkan. Hal ini terbukti dari intensitas puncak difraktogram yang lebih tinggi dibandingkan bare nanopartikel pada posisi hkl yang sesuai untuk Fe3O4. Penambahan PVA juga mempengaruhi nilai faktor g-lande, dimana faktor ini berkorelasi dengan sifat magnetik dari material. Secara umum penambahan PVA dapat menurunkan nilai faktor g-lande, namun material masih tetap memiliki rekativitas terhadap medan magnet eksternal.
Potensi Pengembangan Agen Antibakteri dari Senyawa Kompleks Logam Transisi di Indonesia Nadia Cikita Handayani; Putri Nuzilla Shafira; Sasti Gona Fadhilah
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, resistensi terhadap agen antimikroba telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit akibat infeksi bakteri masih menjadi masalah yang penting karena meningkatnya jumlah bakteri yang resistan terhadap berbagai obat menyebabkan munculnya berbagai penyakit baru. Salah satu agen antibakteri yang dapat dikembangkan potensinya dengan mekanisme yang berbeda dari agen antibakteri yang lain adalah senyawa kompleks logam. Beberapa logam terbukti dapat menjadi agen antibakteri karena memiliki fungsi biologis dan ditemukan dalam enzim dan kofaktor yang diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa kompleks logam dengan sifat antibakteri antara lain metode larutan, solvothermal, hidrothermal, refluks, dan hidrogel. Naskah ini mengkaji perkembangan material berbasis SKLT (Senyawa Kompleks Logam Transisi) sebagai kandidat agen antibakteri terutama berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff. Penggunaan material berbasis SKLT sebagai agen antibakteri masih relatif baru namun memiliki potensi besar untuk mencegah perkembangan berbagai bakteri serta kemunculan penyakit baru akibat dari resistensi bakteri. Material ini dapat dikembangkan dari mineral alam yang banyak tersedia di Indonesia. Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dimana artikel-artikel yang digunakan sebagai literatur utama diperoleh dari jurnal internasional berbahasa Inggris dengan tahun terbit mulai tahun 2010. Berdasarkan hasil kajian, SKLT berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff dapat dijadikan sebagai kandidat agen antibakteri dari berbagai jenis bakteri seperti E. coli, P. Aeruginosa, B. Subtilis, S. aureus, C. albicans, S.pneumoniae dan masih banyak lagi dengan hasil yang cukup efisiensi dan bervariasi. Selain itu kajian tentang sintesis SKLT yang ramah lingkungan skala massal tetap diperlukan.
Biosorption of Lead (Pb) from Aqueous Solution by Immobilized Aspergillus niger: A Green Technology for Heavy Metals Removal Avander Alexander Nuban; Anna Safitri; Ulfa Andayani
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead has very toxic properties and cannot be degraded in waters that leads to health problems, such as disorders of the nervous system, heart, kidneys, digestive tract, and causing memory loss. One of the environmentally friendly methods that can reduce and even eliminate Pb is the biosorption. One of the microorganisms that can be utilized in biosorption technology is Aspergillus niger. In the current study, Pb biosorption was carried out by modifying Aspergillus niger which was immobilized in the Ca-alginate matrix. This study aims to determine the optimum biosorption conditions which include pH, contact time, initial Pb concentration, and amount of adsorbent. Results showed that the optimum conditions for Pb biosorption were pH 6.0, with contact time of 4 h, Pb concentration was 80 ppm, and at adsorbent concentration of 3 g, with the percentage of Pb adsorbed was 98.40%. FTIR spectra results show that the Pb biosorption process causes shifts in certain wavenumbers, from 1296.16 cm-1 to 1307.74 cm-1 which was a characteristic of the amine amide (CN) group, and a shift in wavenumber from 1122.57 cm-1 to 1168.86 cm-1 which was from carboxyl functional group. The interaction between Pb and the adsorbent surface was suggested through a physical adsorption, and hence the adsorption process was reversible.
Pengembangan Metode Hijau untuk Analisis Sulfametoksazol dan Trimetoprim Pada Produk Sultrim di Lembaga Farmasi Puskesad, Bandung TPH Simorangkir; Iis Yuliani; Adhitami Kurnia Wulan Dewi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulfametoksazol dan trimetoprim yang saling berkombinasi memiliki efek sinergis karena kedua obat tersebut mempengaruhi bakteri folik sintesis asam. Kadar dari dua zat tersebut dapat dianalisa dalam suatu sampel dengan 2 metode menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yaitu metode I yang mengacu pada standar Farmakope Indonesia V dan metode II merupakan pengembangan dari metode dari perusahaan Thermo Fisher Sientific. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan metode analisis sulfametoksazol dan trimetoprim di produk Sultrim yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan. Fase gerak yang digunakan di metode I adalah campuran air:NEt3:CH3CN sedangkan di metode II adalah campuran buffer fosfat dan metanol yang lebih ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan waktu retensi sulfametoksazol dan trimetoprim dengan metode II lebih cepat dibandingkan dengan metode I dan juga biaya penelitian dengan metode II lebih sedikit dibandingkan metode I. Hasil vaidasi metode II setiap parameter validasi telah memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian, metode II lebih efisien dibandingkan dengan metode I dengan validasi yang memenuhi syarat.

Page 8 of 12 | Total Record : 120