cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Implementasi Google Maps API Dalam Pengembangan Sistem Informasi Geografis Taman Kota dan Kampung Tematik Berbasis Android di Kota Semarang (Studi Kasus: Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota Semarang) Winoto, Deto Adi; Christanto, Febrian Wahyu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan bentuk fasilitas sosial yang dikelola pemerintah kota dan kampung tematik merupakan program pemerintah kota Semarang yang memiliki tujuan mengatasi kemiskinan dan mendorong perekonomian lokal dengan menggali potensi ekonomi kemasyarakatan sebagai stimulus pembangunan wilayah. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai lokasi taman kota dan kampung tematik di kota Semarang yang sekarang ini memiliki potensi sebagai titik kunjungan baru. Untuk menjawab permasalahan tersebut Sistem Informasi Geografis berbasis Android dirasa perlu sebagai media informasi navigasi taman kota dan kampung tematik di kota Semarang. Dengan metode pengembangan sistem prototype yang dibangun menggunakan Android Studio diharapkan informasi taman kota dan kampung tematik sebagai titik kunjungan baru sarana rekreasi dan ruang publik terpadu ramah anak dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Diharapkan pula sistem informasi geografis taman kota dan kampung tematik berbasis android di kota Semarang yang setelah dilakukan pengujian beta mendapatkan hasil 85% pengguna terbantu dapat di terima pemerintah kota Semarang dalam program inovasi kota Semarang tahun 2018 di bidang digitalisasi pelayanan publik.
Penerapan Agent-Based Simulation dalam Memprediksi Penggunaan Berkelanjutan Sistem ERP Rizana, Afrin Fauzya; Ramadhan, Fadillah
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721817

Abstract

Kegagalan perusahaan dalam memperoleh manfaat dari penerapan sistem ERP umumnya disebabkan karena banyak perusahaan merasa cukup puas dengan keberhasilan pemasangan sistem ERP dan cenderung tidak menaruh perhatian besar terkait hal-hal yang terjadi setelahnya. Padahal, kesulitan terbesar dalam implementasi ERP adalah bagaimana sistem ERP digunakan secara berkelanjutan oleh pengguna. Pengguna sistem ERP tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu, perusahaan yang melakukan implementasi sistem ERP perlu melakukan identifikasi mengenai hal-hal yang dapat meningkatkan penggunaan berkelanjutan sistem ERP oleh penggunanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi terkait penggunaan berkelanjutan yang akan dilakukan oleh pengguna sistem ERP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah agent-based simulation. Pendekatan agent-based simulation dirasa cocok untuk mengidentifikasi perilaku penggunaan berkelanjutan yang dilakukan pengguna karena memungkinkan dilakukannya pengamatan terkait dengan perilaku agent yang memiliki beragam karakteristik. Pada penelitian ini beberapa skenario simulasi terkait dengan motivasi intrinsic (IM) dan daya serap dalam menerapkan (ACP) yang merupakan karakteristik individu pengguna sistem ERP dibangkitkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan berkelanjutan sistem ERP dalam suatu perusahaan dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh pengguna sistem. Apabila mayoritas pengguna sistem ERP memiliki IM dan ACP yang tinggi maka sistem ERP diprediksi tidak akan mengalami discontinuitas. Apabila mayoritas pengguna sistem memiliki IM dan ACP yang rendah, maka manajer perlu mengambil tindakan-tindakan untuk meningkatkan IM dan ACP pengguna.    AbstractThe failure of organization in realizing the benefit from ERP system implementation is caused by most organization thought that success installation of ERP system is enough and they don’t put into concern things happened in post-implementation stage. Even though, the greatest challenge in ERP implementation is on how to ensure that ERP system users use ERP continuously. It is obvious that ERP system user possess individual characteristic that might be differ one another and will affect their decision to continue use ERP system or not. Therefore, it is necessary to identify on aspect that can drive ERP system continuance usage by its user. Agent-based simulation approach is considered appropriate in identifying continuance usage performed by the user. It is because agent-based simulation approach allows observation related various behavior of an agent. Thus, this study aimed to predict continuance usage performed by the ERP users using agent-based simulation approach based on user’s individual characteristics.  Several scenarios related to user’s intrinsic motivation and absorptive capacity for applying generated in this study.  The result of this study found that continuance usage of ERP system in organization is influenced by user’s individual characteristics. When the majority of ERP system users have high IM and ACP then discontinuity of ERP system most likely will not happen. On the other side, special treatment must be performed when the majority of the ERP users have low IM and ACP. Further action that can be taken by manager with low IM and ACP on ERP users was discussed in this paper. 
Identifikasi Nada antara Suling Sunda dan Suling Rekorder dengan Menggunakan Metode Frequency Cpstral Coefficients (MFCC) dan Dynamic Time Warping (DTW) Suryadikarsa, Fawwaz Muhammad; Nurhasanah, Youllia Indrawaty; Dewi, Irma Amelia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suling adalah sebuah instrumen musik yang biasa digunakan oleh para pemain musik ataupun masyarakat pada umumnya. Suling sunda merupakan alat musik tradisional asal Pasundan ini mampu menghipnotis yang mendengarkannya karena nada khasnya yang indah, suling rekorder adalah alat musik modern dengan bunyi seperti peluit. Tetapi tidak banyak orang tahu bahwa nada pada suling sunda bisa juga dimainkan pada suling rekorder, sehingga pelajar yang mengikuti dengung (seni sunda) harus membawa 2 buah suling ke sekolah apabila bertepatan dengan kelas musik. Identifikasi nada antara suling sunda dan rekorder ini adalah sebuah sistem yang digunakan untuk membandingkan dan mencocokan frekuensi nada yang sama antara suling sunda dan suling rekorder, agar musik yang dimainkan di suling sunda bisa juga dimainkan di suling rekorder. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan algoritma Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) sebagai metode proses ekstraksi ciri dan algoritma Dynamic Time Warping (DTW) sebagai identifikasi nada dengan perbedaan waktu pada saat perekaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem mengidentifikasi nada suling sunda ke suling rekorder dengan total tingkat akurasi sebesar 70% dengan data latih diambil dari seorang ahli, dan sistem gagal  mengidentifikasi nada suling sunda ke suling rekorder dengan total 30%. Ketidaksesuaian identifikasi nada diakibatkan jarak ekstrasi ciri antar nada yang berdekatan dan karena suling sunda bisa menggunakan nada rendah, standar, dan tinggi dan untuk penelitian ini hanya nada standar saja yang digunakan dan pada saat pengambilan data uji semua peniup adalah orang awam terhadap meniup suling sehingga kerap terjadi kesalahan pada saat proses pengambilan data uji. AbstractFlute is a musical instrument commonly used by music players or public people. Sundanese flute is a traditional musical instrument from Pasundan that is can hypnotize people who hear it because of the beautiful special tone, flute recorder is a modern musical instrument with sounds like whistle. But not many people know the tone  Sundanese flute can be played using recorder flutes, so that students who follow the dengung (Sundanese art) must bring 2 flutes to school when it coincides with the music class. The identification between tone of Sundanese flute and flute recorder is a system to compare and match frequency same tones between Sundanese flute and recorder flute so the music that is usually played on Sundanese flute can also be played on the flute recorder. This research was made using an algorithm Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) to perform feature extraction and algorithm processes Dynamic Time Warping (DTW) is used to identify the time difference of recording. Based on results of research, the system can identifies Sundanese flute tones to refine recorders with total accuracy rate of 70% with training data taken from an expert, and the system fails to identify the tone flute Sunda to flute recorder with a total of 30%. Incompatibility matching tones caused by the distance between adjacent tones and because Sundanese flutes can use low, standard, and high tones and for this study only standard tones are used and when taking test data all blowers are laymen to blow flutes so that errors often occur during the process of taking test data.
Pembangunan Aplikasi Latihan Soal IPA SD dengan Gamifikasi dan Mersenne Twister Hayanto, Naufal Irfan; Hansun, Seng
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang dipelajari di Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan hasil penelitian, masih banyak siswa SD yang kurang memperhatikan saat pembelajaran mata pelajaran IPA. Hal ini membuat siswa membutuhkan suatu cara alternatif belajar, salah satunya melalui aplikasi latihan soal. Aplikasi latihan soal ini juga disajikan dengan metode gamifikasi dengan harapan pengguna akan semakin tertarik karena adanya tantangan-tantangan serta reward yang diberikan. Soal yang disajikan akan bersifat acak dengan menggunakan algoritma Mersenne Twister, sehingga kemungkinan mendapatkan soal yang sama dapat diperkecil. Uji coba Aplikasi Latihan Soal IPA dilakukan di SD Negeri Sukasari 4 Tangerang dengan metode Hedonistic Motivation System Adoption Model (HMSAM) dengan hasil nilai sangat baik untuk aspek  joy, perceived usefullness, perceived ease of use, control, dan curiosity dan nilai baik untuk aspek behavioral intention to use dan focussed immersion. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi latihan soal IPA SD yang dibuat dengan menyisipkan metode gamifikasi dan algoritma Mersenne Twister dapat memberikan kesenangan, faedah, dan ketertarikan para siswa untuk belajar materi IPA SD. AbstractNatural Science is one of the subject studied in the elementary school. Study shows that there are still a lot of students who do not pay attention when they are studying natural science. This means that the students need an alternative method for studying science, such as exercise application. This exercise application has implemented gamification method that hopefully can gain more interest from the user because of the challenges and the rewards given. The questions generated by this application will be randomly given with the use of Mersenne Twister algorithm so that the chance of getting the same question will be minimize. Testing of this application has been held in the public elementary school, Sukasari 4 Tangerang, with ‘very good’ results in aspect of joy, perceived usefulness, perceived ease of use, curiosity, control and ‘good’ results in aspect of behavioral intention to use and focused immersion. Therefore it can be concluded that elementary school natural science exercise application with gamification method and Mersenne Twister algorithm could give joy, usefulness, and intention for the students to learn the elementary school natural science materials.
Deteksi Objek menggunakan Dashboard Camera untuk Sistem Peringatan Pencegah Kecelakaan pada Mobil Sutjiadi, Raymond; Pattiasina, Timothy John
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020712520

Abstract

Saat ini penggunaan dashboard camera marak digunakan pada mobil untuk merekam kondisi sekitar kendaraan ketika berkendara. Dashboard camera adalah semacam kamera yang ditempatkan pada bagian dashboard mobil dengan kamera menyorot ke arah depan kendaraan yang berfungsi untuk merekam kondisi jalan. Di lain pihak, pada mobil premium saat ini sudah disematkan beberapa teknologi canggih untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau tabrakan yang biasa disebut dengan Forward Collision Warning System. Teknologi ini pada dasarnya berfungsi untuk mencegah terjadinya tabrakan dari arah depan, baik dengan cara aktif ataupun pasif. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah sistem terintegrasi dimana dashboard camera, yang diimplementasikan menggunakan kamera smartphone berbasis Android, tidak hanya digunakan untuk perekaman secara statis, tetapi juga digunakan untuk membuat sistem pencegah kecelakaan secara pasif. Adapun aplikasi ini dibuat dengan menggunakan metode pengolahan citra digital untuk mendeteksi keberadaan objek di depan mobil dengan menggunakan Tensorflow Open Source Machine Learning Library. Dari hasil pengujian tampak bahwa aplikasi ini mampu mendeteksi objek kendaraan berupa mobil penumpang, bus, dan truk, serta dapat memberikan peringatan baik secara visual maupun alarm apabila kendaraan di depan sudah berada pada jarak yang cukup dekat untuk memperingatkan pengemudi akan bahaya tabrakan. AbstractNowadays dashboard camera becomes familiar to be used in a car to record the condition around the vehicle while driving. Dashboard camera is a video camera placed in car’s dashboard faces in front of the vehicle to record the road condition. In the other side, premium cars now equipped with advanced technology to prevent collision called Forward Collision Warning System. This technology basically acts to prevent front collision, either in active or passive ways. In this research was built integrated system where dashboard camera, which implemented by camera of Android based smartphone, not only used as static recording, but also as passive collision avoidance system. This application was developed using Object Detection Method in Tensorflow Open Source Machine Learning Library. The research stage was started from problem analysis, literature study to search comparison from previous research, also software development and finalized with testing to measure system performance. From the testing result, this application was able to detect vehicle objects in form of passenger car, bus, and truck, also could provide both visual and alarm warning when there was a vehicle come closely from in front, to warn the driver about the danger of collision.
Model Sistem Pendukung Keputusan Kelompok untuk Penilaian Gangguan Depresii, Kecemasan dan Stress Berdasarkan DASS-42 Kusumadewi, Sri; Wahyuningsih, Hepi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721052

Abstract

Depresi, kecemasan dan stress merupakan tiga gangguan yang sering dijumpai di masyarakat. Ketiga gangguan tersebut memiliki gejala yang hampir mirip. Depression, Anxiety and Stress Scales (DASS) merupakan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keparahan ketiga gangguan tersebut. DASS dengan jumlah item/gejala sebanyak 42 item dikenal dengan nama DASS-42. Alat ukut ini membedakan dengan jelas item/gejala dari setiap gangguan. Setiap gangguan memiliki item yang mempengaruhi sebanyak 14 item. Pada penelitian ini dibangun model Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (SPKK) yang memungkinkan para psikolog untuk berkolaborasi memberikan preferensi terkait prioritas gangguan yang akan terjadi apabila diketahui item/gejala tertentu menurut DASS-42. Preferensi diberikan dengan format ordered vectors. Untuk memudahkan proses agregasi/komposisi, selanjutnya dilakukan transformasi preferensi ke relasi preferensi fuzzy. Operator Ordered Weighted Averaging (OWA) digunakan untuk melakukan agregasi peferensi menjadi satu matriks. Proses seleksi alternatif terbaik dilakukan dengan menggunakan Quantifier Guided Dominance Degree (QGDD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketepatan hasil SPKK terhadap DASS-42 adalah sebesar 71,43% (30 dari 42 item/gejala). Item/gejala yang beririsan secara signifikan antara gangguan kecemasan dan stress sebesar 16,67%. (7 dari 42), antara depresi dan kecemasan sebesar 9,52% (4 dari 42). Secara umum SPKK ini mampu mengakomodasi preferensi para pengambil keputusan dalam memberikan bobot pengaruh. Gangguan kecemasan dan gangguan stress memiliki gejala yang sangat mirip sehingga untuk beberapa item.gejala pada DASS-42 ada perbedaan yang cukup signifikan. AbstractDepression, anxiety and stress are three disorders that are often found in the community. These three disorders have almost identical symptoms. Depression, Anxiety and Stress Scales (DASS) is an psychological instrument that can be used to measure the severity of these disorders. DASS with a total of 42 items known as DASS-42. This instrument distinguishes clearly the symptoms of each disorder. Each disorder has 14 items affect. The three disorders have a number of symptoms that are similar, even a symptom may affect two or three disorders with different levels of influence. In this study, a Group Decision Support System (GDSS) model was developed so that psychologists can collaborate to give preference regarding priority of disorders that would occur if certain items / symptoms were identified by  DASS-42. Preferences are given in ordered vectors format. The preferences given by each decision maker aggregated to get a single preference. These preferences will be transformed to the fuzzy preference relation format. Ordered Weighted Averaging (OWA) operator used to aggregation process for all decision maker preference. The OWA operator are used to aggregate into one matrix. The best alternative selected by using Quantifier Guided Dominance Degree (QGDD). The test results show that the accuracy of the GDSS results on DASS-42 is 71.43% (30 of 42 items / symptoms). Symptoms that overlap significantly between anxiety and stress disorders are 16.67%. (7 of 42), between depression and anxiety by 9.52% (4 of 42). The GDSS is able to accommodate the preferences of decision makers in giving influence weight. Anxiety and stress disorder have very similar symptoms so that for some symptoms in the DASS-42 there are significant differences.
Routing Attacs pada Internet Of Things Berbasis Smart Intrution Detecion System Sofa, Eka Lailatus; Subiyanto, Subiyanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721926

Abstract

Internet of Things (IoT) telah memasuki berbagai aspek kehidupan manusia, diantaranya smart city, smart home, smart street, dan smart industry yang memanfaatkan internet untuk memantau informasi yang dibutuhkan. Meskipun sudah dienkripsi dan diautentikasi, protokol jaringan IPv6 over Low-Power Wireless Personal Area Networks (6LoWPAN) yang dapat menghubungkan benda-benda yang terbatas sumber daya di IoT masih belum dapat diandalkan. Hal ini dikarenakan benda-benda tersebut masih dapat terpapar oleh routing attacks yang berasal dari jaringan 6LoWPAN dan internet. Makalah ini menyajikan kinerja Smart Intrusion Detection System berdasarkan Compression Header Analyzer untuk menganalisis model routing attacks lainnya pada jaringan IoT. IDS menggunakan compression header 6LoWPAN sebagai fitur untuk machine learning algorithm dalam mempelajari jenis routing attacks. Skenario simulasi dikembangkan untuk mendeteksi routing attacks berupa selective forwarding attack dan sinkhole attack. Pengujian dilakukan menggunakan feature selection dan machine learning algorithm. Feature selection digunakan untuk menentukan fitur signifikan yang dapat membedakan antara aktivitas normal dan abnormal. Sementara machine learning algorithm digunakan untuk mengklasifikasikan routing attacks pada jaringan IoT. Ada tujuh machine learning algorithm yang digunakan dalam klasifikasi antara lain Random Forest, Random Tree, J48, Bayes Net, JRip, SMO, dan Naive Bayes. Hasil percobaan disajikan untuk menunjukkan kinerja Smart Intrusion Detection System berdasarkan Compression Header Analyzer dalam menganalisis routing attacks. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa IDS ini dapat mendeteksi antara serangan dan non-serangan. AbstractInternet of Things (IoT) has entered various aspects of human life including smart city, smart home, smart street, and smart industries that use the internet to get the information they need. Even though it's encrypted and authenticated, Internet protocol  IPv6 over Low-Power Wireless Personal Area Networks (6LoWPAN) networks that can connect limited resources to IoT are still unreliable. This is because these objects can still be exposed to attacks from 6LoWPAN and the internet. This paper presents the performance of an Smart Intrusion Detection System based on Compression Header Analyzer to analyze other routing attack models on IoT networks. IDS uses a 6LoWPAN compression header as a feature for machine learning algorithms in learning the types of routing attacks. Simulation scenario was developed to detect routing attacks in the form of selective forwarding and sinkhole. Testing is done using the feature selection and machine learning algorithm. Feature selection is used to determine significant features that can distinguish between normal and abnormal activities. While machine learning algorithm is used to classify attacks on IoT networks. There were seven machine learning algorithms used in the classification including Random Forests, Random Trees, J48, Bayes Net, JRip, SMO, and Naive Bayes. Experiment Results to show the results of the Smart Intrusion Detection System based on Compression Header Analyzer in analyzing routing attacks. The evaluation results show that this IDS can protect between attacks and non-attacks.
Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban (Studi Kasus: PT. XYZ) Vidianto, Agung Sirajuddin; Haji, Wachyu Hari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020701676

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai permasalahan yang terjadi ketika sebuah perusahaan mengerjakan sebuah proyek.  Banyak perusahaan menghadapi kesulitan dalam mengelola proyek, menyediakan informasi, dan memberikan hasil proyek yang berkualitas, hal tersebut sering kali terjadi bukan karena kurangnya sumber daya maupun kurang handal-nya SDM yang digunakan, namun lebih kepada sulitnya menentukan, merencanakan, dan melacak perkembangan proyek tersebut. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur peralatan rumah tangga dengan desain gambar tokoh kartun atau tokoh superhero berlisensi. Hal ini membuat PT. XYZ untuk mendesain bentuk produk dan bagaimana desain gambar decal atau stiker pada produk mengikuti tren di masyarakat sebelum tren tersebut berubah, sehingga setiap proyek desain yang harus diselesaikan sesegera mungkin. PT. XYZ juga memiliki bagian TI dimana setiap kegiatan pada bagian TI akan menyangkut banyak pihak dan memiliki deadline yang ketat, baik ketika melakukan peningkatan kinerja, perbaikan sistem, maupun pembaharuan sistem. Sehingga diperlukannya sebuah sistem manajemen proyek untuk mempermudah pengelolaan kegiatan proyek yang ada di PT. XYZ. Dengan menggunakan teknologi informasi, maka dibuatlah sebuah sistem manajemen proyek berbasis kanban, yang berfungsi memonitor perkembangan dan tingkat penyelesaian proyek, mengalokasikan sumber daya dan tugas, serta menyediakan laporan dari proyek yang ada.
Rancang Bangun Sistem Informasi Afiliasi Penjualan Tiket Seminar berbasis Website menggunakan Framework Laravel Pratama, Dimas Kurnia; Paramita, Adi Suryaputra
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjualan tiket sebuah acara dilakukan secara konvensional adalah dengan proses pertemuan antara penjual dan pembeli. Proses konvensional tersebut memiliki beberapa kendala, dimulai dari kontrol hasil penjualan tiket pada tiap tenaga penjual dan perhitungan pembagian hasil dari penjualan tiket (afiliasi). Kegiatan yang diselenggarakan di Indonesia sangat banyak mulai dari seminar, workshop dan camp. Dimana pada kegiatan tersebut membutuhkan data peserta pada saat proses pendaftaran, data tersebut diperlukan untuk pembuatan sertifikat pada akhir kegiatan. Kemajuan penggunaan teknologi internet pada sebagian besar masyarakat yang berada pada kota-kota besar pada saat ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Meninjau dari hal tersebut, teknologi internet dapat dimanfaatkan dengan untuk perhitungan afiliasi penjualan tiket acara pada internal perusahaan, sehingga mempermudah tenaga penjual untuk mengetahui akumulasi hasil yang didapat. Pada penelitian ini akan dikembangkan sebuah sistem penjualan tiket berbasis website sebagai sistem afiliasi penjualan tiket untuk mempermudah perhitungan dan kontrol hasil penjualan. Sistem yang dibangun menggunakan Framework Laravel dimana Framework tersebut berbasis PHP yang open source dan memiliki konsep model-view-controller. Sistem juga menggunakan database yang berfungsi menampung data-data acara, lokasi, tanggal dan konfirmasi peserta. Tujuan dari penelitian ini adalah sistem afiliasi diharapkan dapat menjadi solusi bagi penyelenggara acara dapat menggunakan sistem ini untuk membantu dalam perhitungan afiliasi penjualan tiket. Hasil akhir dari penelitian ini, sistem afiliasi mampu menjembatani kebutuhan penyelenggara acara dan penjual lepas dalam perhitungan penjualan tiket acara. AbstractConventional way to sell a ticket is by direct meeting with a customer. However there has been an obstacle starting from monitoring the result of ticket sales to every salesperson and do the calculation of revenue share from ticket sales (affiliation). Workshop training event that been held in Indonesia is numerous, whether it's a talkshow, workshop or camp. Where this workshop event need the data of participant at registration, which will used as a certificate submission at the end of the event. For the most part of indonesian especially big city, internet usability has became a daily part of their life. According to those factor, intenet usability and technology equity can be use as internet usability to calculate event ticket sales affiliation at internal company. Thus facilitate salesperson to understand the accumulation of the ticket sales. System that develop using web application as ticket sales affiliation system to simplify the calculation and monitoring sales result.To develop the system, researcher used laravel framework which it is a ipen source framework based on PHP  languange, using a model view controller concepts. Systems also used database to save the event data, location, date and participant confirmation. The purpose of this research is affiliation system that hopefully can be a solution to  all event entrepreneur  to help calculate the ticket sales affiliation. Based on research result, affiliation system is able to mediate the needs between eo and sales in event ticket sales calculation.
Perbandingan Tool Forensik Data Recovery Berbasis Android menggunakan Metode NIST Riadi, Imam; Sunardi, Sunardi; Sahiruddin, Sahiruddin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan smartphone tidak hanya memberikan dampak positif tetapi dapat berdampak negatif  ketika dimanfaatkan untuk melakukan tindakan kejahatan. Saat ini terdapat banyak kasus penghapusan barang bukti kejahatan untuk menghilangkan jejak pelaku. Barang bukti yang telah dihapus menjadi problem bagi pihak berwajib untuk membuktikan kejahatan pelaku dalam persidangan. Peneltian ini bertujuan membandingakan kinerja tool forensik  dalam mengembalikan data yang telah dihapus berupa data kontak, log panggilan, dan pesan yang  digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan. Penelitian ini menggunakan dua smartphone serta dua tool forensik Wondershare dr. Fone for Android dan Oxygen Forensics Suite 2014, dan menggunakan metode NIST yang memiliki kerangka kerja dan proses forensik terstruktur yang menjamin investigator mengikuti langkah penelitian agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Hasil penelitian ini bahwa Wondershare pada smartphone 1 berhasil mengembalikan data terhapus dengan persentase keberhasilan 31%, sementara Oxygen mencapai keberhasilan 67%.  Pada smartphone 2 Wondershare berhasil mengembalikan data terhapus dengan persentase keberhasilan mencapai 35% dan Oxygen memiliki persentase keberhasilan 69%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Oxygen Forensics Suite 2014 memiliki kinerja yang baik daripada Wondershare dr. Fone for Android dalam mengembalikan data yang telah dihapus, dan bukti digital yang diperoleh dengan Oxygen dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus kejahatan di persidangan. AbstractThe development of smartphones not only has a positive impact but can have a negative impact when it is used to commit a crime. At present, there are many cases of elimination of evidence of the crime to eliminate traces of perpetrators. Evidence that has been removed becomes a problem for the authorities to prove the crime of the perpetrators in the trial. This research aims to compare the performance of the forensic tool in returning deleted data in the form of contact data, call logs, and messages used as evidence in the trial. This research uses two smartphones as well as two Wondershare forensic tools from dr. Fone for Android and Oxygen Forensics Suite 2014, and use the NIST method which has a structured framework and forensic process that ensures investigators follow the steps of the research so that the results can be justified. The results of this research that Wondershare on smartphone 1 managed to restore deleted data with a success percentage of 31%, while Oxygen achieved 67% success. On Wondershare 2 smartphones, the data returned was deleted with a success rate of 35% and Oxygen having a success rate of 69%. From the results obtained it can be concluded that the Oxygen Forensics Suite 2014 has a good performance than Wondershare dr. Fone for Android in returning data that has been deleted, and digital evidence obtained with Oxygen can be used to resolve criminal cases in court.

Page 39 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue