cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Perencanaan Coverage Jaringan 5G Berdasarkan Propagasi Rugi Rugi Lintasan dan Shadowing Niama Dwi Susila, Made; Linawati, Linawati; Gunantara, Nyoman
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 2: April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021824485

Abstract

Permintaan dan kebutuhan terhadap layanan jaringan yang lebih cendrung ke arah layanan data yang cepat dan bergerak, maka mendorong diperlukannya penerapan teknologi 5G. Teknologi 5G belum diimplementasikan di Indonesia. Sehingga pada penelitian ini dilakukan perencanaan jaringan 5G menggunakan sistem 5G dengan frekuensi 869 MHz di Kota Denpasar memanfaatkan menara rooftop. Menara rooftop digunakan untuk menghemat ruang, lahan yang sifatnya terbatas, dan nilai estetika. Untuk itu lokasi menara ditempatkan pada bangunan yang bernama balai banjar. Ketinggian menara menyesuaikan dengan jumlah lantai dari balai banjar. Apabila balai banjar memiliki 1, 2, dan 3 lantai maka ketinggian menara juga menyesuaikan. Ketinggian menara secara berturut-turut adalah 13, 18 dan 22 meter. Pada perencanaan coverage menggunakan model propagasi rugi-rugi lintasan dengan pengaruh shadowing. Model propagasi ini digunakan dengan pertimbangan penggunaan frekuensi yang fleksibel dan kota Denpasar merupakan daerah urban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan lokasi menara rooftop dan coverage jaringan 5G di Kota Denpasar. Sehingga hasilnya dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan jaringan 5G yang menggunakan menara rooftop. Perencanaan jaringan 5G dilakukan melalui menghitung jari-jari sel dengan model propagasi rugi-rugi lintasan dengan pengaruh shadowing, menghitung coverage, menghitung jumlah lokasi menara rooftop, dan pemetaan pada google earth. Hasil analisis adalah jari-jari yang dihasilkan adalah 70,4479 m dengan luas coverage 0,0129 km2. Jumlah menara rooftop yang diperlukan adalah 366 ditempatkan di balai banjar dan 11.550 ditempatkan di luar balai banjar. Sehingga pemanfaatan lokasi balai banjar sebagai lahan lokasi menara rooftop adalah sebesar 3,07% dan di luar balai banjar sebesar 96,93%. AbstractThe demand for and the need for network services that are more inclined towards fast and mobile data services, encourages the need for the application of 5G technology. 5G technology has not been implemented in Indonesia. So that in this study, a 5G network planning was carried out using a 5G system with a frequency of 869 MHz in Denpasar City using a rooftop tower. Rooftop towers are used to save space, limited land, and aesthetic value. For this reason, the location of the tower is placed in a building called the balai banjar. The height of the tower adjusts to the number of floors of the balai banjar. If the balai banjar has 1, 2, and 3 floors, the tower height will also adjust. The tower heights are 13, 18 and 22 meters, respectively. In coverage planning using the path loss propagation model with shadowing effect. This propagation model is used considering the use of flexible frequencies and the city of Denpasar is an urban area. The purpose of this study is to determine the mapping of the rooftop tower location and 5G network coverage in Denpasar City. So that the results can be taken into consideration in planning a 5G network that uses a rooftop tower. Planning for the 5G network is done by calculating the cell radius with the path loss propagation model with the shadowing effect, calculating coverage, calculating the number of rooftop tower locations, and mapping on Google Earth. The result of the analysis is that the resulting radius is 70.4479 m with a coverage area of 0.0129 km2. The required number of rooftop towers is 366 placed in the balai banjar and 11,550 placed outside the balai banjar. So that the use of the balai banjar location as a rooftop tower location is 3.07% and outside the balai banjar is 96.93%.
Penggunaan Internet Dikalangan Siswa SD di Kota Ternate: Suatu Survey, Penerapan Algoritma Clustering dan Validasi DBI Tempola, Firman; Muhammad, Miftah; Mubarak, Abdul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722370

Abstract

Penggunaan internet dimasyarakat global terus tumbuh, tak hanya terjadi pada masyarakat dewasa melainkan juga pada anak-anak. Internet tidak hanya berdampak pada hal positif melainkan juga pada hal negatif. Di Ternate penggunaan internet terus tumbuh hal ini karena semakin mudah dalam mengakses internet. Namun laporan secara ilmiah mengenai penggunaan internet di Kota Ternate belum ada. untuk itu, bagaimana mengetahui penggunaan internet dikalangan anak SD di kota Ternate. Penelitian itu bertujuan untuk mencari tahu penggunaan internet di Kota Ternate dengan cara  survey secara langsung kepada kalangan anak SD di kota Ternate. Selain itu, data-data dari hasil survey kemudian di cluster dengan menggunakan algoritma k-means clustering. kemudian dilakukan validasi clustering dengan davies bouldin index. Hasil dari penelitian ini dari 933 responden diperoleh 51,45 % siswa SD di kota Ternate aktif di jejaring sosial dengan 53,70% di whatsapp, 40,30% di instagram dan 27,80% di facebook. Untuk aktivitas ketika membuka youtube terdapat 61,60% sering menonton video di youtube dengan 61,60% video karton, komedi 49,80% dan konten edukasi 28,40%. Sedangkan untuk game online, yang aktif dalam bermain game online yaitu 49,41%. Untuk penerapan algoritma clustering k-means pada 32 sekolah SD di Kota Ternate diperoleh cluster terbaik saat pembagian 4 cluster, hal ini berdasarkan nilai davies bouldin index yang diperoleh sebesar 0,773 lebih kecil dibandingkan dengan pembagian cluster lainnya. AbstractThe use of the internet in the global community continues to grow, not only in adults but also in children. The internet does not only have positive effects but also negative things. In Ternate the use of the internet continues to grow because it is easier to access the internet. However, scientific reports regarding the use of the internet in the city of Ternate do not yet exist. for that, how to find out the use of the internet among elementary school children in the city of Ternate. The research aims to find out the use of the internet in the city of Ternate by means of a direct survey among elementary school children in the city of Ternate. In addition, the data from the survey results are then clustered using the k-means clustering algorithm. Then the clustering validation was performed with the bouldin index davies. The results of this study of 933 respondents obtained 51.45% of elementary school students in Ternate were active in social networks with 53.70% on whatsapp, 40.30% on Instagram and 27.80% on Facebook. For activities when opening YouTube there are 61.60% often watching videos on YouTube with 61.60% cardboard videos, comedy 49.80% and educational content 28.40%. As for online games, those active in playing online games are 49.41%. For the application of the k-means clustering algorithm in 32 elementary schools in Ternate, the best cluster was obtained when the division of 4 clusters, this was based on the bouldin index davies value obtained by 0.773 smaller than the other cluster divisions.
Analisis Penerimaan SIMPUS Ditinjau dari Persepsi Pengguna di Puskesmas Mojoagung dengan Metode TAM Roziqin, Mochammad Choirur; Mudiono, Demiawan Rachmatta Putro; Amalia, Nuril
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0812907

Abstract

Puskesmas Mojoagung telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) hingga saat ini, akan tetapi dalam penggunaanya masih sering terdapat keluhan dari beberapa pengguna SIMPUS yang merasa tidak puas dengan SIMPUS yang telah berjalan, hal tersebut dapat dilihat dari ketidakpercayaan pengguna terhadap data pasien yang dihasilkan SIMPUS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis tehadap penerimaan SIMPUS ditinjau dari persepsi pengguna di Puskesmas Mojoagung dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu seluruh pengguna SIMPUS di Puskesmas Mojoagung berjumlah 33 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner guna memperoleh informasi mengenai persepsi pengguna SIMPUS. Tahap penelitian dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang ada pada SIMPUS di Puskesmas Mojoagung, lalu penyusunan instrument yaitu kuesioner yang selanjutnya disebarkan ke responden sebagai pengambilan data dan yang terakhir menganalisis data sehingga menjadi kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Perceived Usefulness dengan  Acceptance of IT atau Penerimaan Sistem di Puskesmas Mojoagung dengan nilai signifikansi lebih kecil dari p-value (Sig.) yaitu 0.031 yang. Begitu juga dengan variabel Perceived Easy Of Use terdapat hubungan yang signifikan dengan Acceptance of IT atau Penerimaan Sistem di Puskesmas Mojoagung yang meiliki nilai signifikansi lebih kecil dari p-value (Sig.) yaitu 0.012. Sehingga dapat diartikan bahwa  penerimaan SIMPUS di Puskesmas Mojoagung memiliki hubungan yang signifikansi terhadap persepsi kemanfaatan dan kemudahan penggunanya. Abstract Mojoagung Public Health Center had been using Public Health Center Management Information System (SIMPUS) until now, but in application there are still many complaints from several SIMPUS users who are dissatisfied with the system has been running, it can be seen from the user's mistrust of the data  that exist in SIMPUS. The purpose of this research are to analize and identify the success of SIMPUS in terms of user perceptions at the Mojoagung Public Health Center by using TAM method. The type of the research is quantitative analytic with cross sectional approach. Sample were all of SIMPUS users at the Mojoagung Public Health Center there are 33 users. The methods to collect data in this research used a questionnaire to obtain information about the perception of SIMPUS users. The research started identifying problem of SIMPUS at the Mojoagung Public Health Center and then composition of instrument is questionnaire that subsequently disseminated to  respondents as data retrieval and the last analyzed data to conclusion. Result of the research are significant correlation between the variable Perceived Usefulness with Acceptance of IT at Mojoagung Public Health Center with significance values is smaller than p-value (Sig.) of 0.031, as well as variable Perceived Easy Of Use is significant correlation with Acceptance of IT  with significance value is smaller than p-value (Sig.) of 0.012. So it can be interpreted that the acceptance SIMPUS at the Mojoagung Public Health Center has a significant relationship to the perception of the benefits and convenience of its users. 
Sistem Akuaponik untuk Peternakan Lele dan Tanaman Kangkung Hidroponik Berbasis IoT dan Sistem Inferensi Fuzzy Rozie, Fachrul; Syarif, Iwan; Al Rasyid, Muhammad Udin Harun; Satriyanto, Edi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0814025

Abstract

Akuaponik adalah penggabungan sistem budidaya akuakultur dan hidroponik yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan, keterbatasan sumber air serta meningkatkan ketahanan pangan. Pada sistem akuaponik, kualitas air pada budidaya ikan merupakan salah satu syarat utama dalam keberhasilan proses budidaya. Penelitian ini mengkombinasikan peternakan lele dengan penanaman kangkung hidroponik. Kotoran ikan lele dan sisa makanan terakumulasi di air dan dapat menjadi racun bagi ikan lele karena mengandung kadar anomia yang tinggi sehingga sangat berbahaya jika tidak dibuang. Air ini kemudian dialirkan ke tanaman kangkung hidroponik melalui biofilter yang bermanfaat sebagai pengurai air kotor dari kolam menjadi nitrat dan nitrit yang berguna sebagai nutrisi tanaman. Selanjutnya setelah air menjadi bersih dan mempunyai kadar oksigen yang tinggi, air tersebut dialirkan kembali ke kolam ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem cerdas pada budidaya akuaponik dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things yang dilengkapi dengan beberapa jenis sensor untuk memantau dan mengendalikan kualitas air dengan menerapkan algoritma Sistem Inferensi Fuzzy / Fuzzy Inference System (FIS) untuk mengatur kecepatan sirkulasi air kolam agar menghemat daya listrik pada pompa. Peralatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat diprogram sesuai kebutuhan. Sistem akuaponik ini dapat dipantau melalui web maupun ponsel pintar berbasis android. Pengujian yang dilakukan terhadap perbandingan keputusan oleh pakar dan sistem FIS pada kecepatan sirkulasi air sistem akuaponik menunjukkan nilai akurasi 83,33%, dan hasil dari pengujian ketepatan alat pemberi pakan yang dibuat secara otomatis terhadap ketepatan pemberian pakan secara manual memiliki nilai akurasi 90,97%. AbstractAquaponics is a combination of aquaculture and hydroponic cultivation systems that can be a solution to overcoming limited land, limited water sources and increasing food security. In the aquaponics system, water quality in fish farming is one of the main requirements in the success of the cultivation process. This research combines catfish farming with hydroponic kale cultivation. Catfish feces and food scraps accumulate in water and can be toxic to catfish because they contain high levels of anomia so it is very dangerous if not disposed of. This water is then flowed to hydroponic kale plants through a biofilter which is useful as decomposing dirty water from the pond into nitrates and nitrites which are useful as plant nutrients. Furthermore, after the water becomes clean and has high oxygen levels, the water is flowed back into the catfish pond. This study aims to develop a smart system in aquaponic cultivation by utilizing Internet of Things technology which is equipped with several types of sensors to monitor and control water quality by applying the Fuzzy Inference System (FIS) algorithm to regulate the speed of pool water circulation in order to save electric power on the pump. This equipment is also equipped with an automatic fish feeding service which can be programmed as needed. This aquaponics system can be monitored via the web or an Android-based smart phone. Tests carried out on the comparison of decisions by experts and the FIS system on the water circulation speed of the aquaponics system show an accuracy value of 83.33%, and the results of testing the accuracy of the feeder that is made automatically against the accuracy of manual feeding have an accuracy value of 90.97% .
Penerapan Euclidean Probability dalam Mendiagnosis Atopik Dermatis Ramadhan, Puji Sari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020752023

Abstract

Atopik Dermatis atau yang lebih dikenal dengan istilah Eksim Susu merupakan penyakit yang terjadi pada anak pada bagian kulit. Tingginya penyebaran penyakit ini terhadap bayi atau anak-anak, maka perlu melakukan antisipasi dengan cara membangun sebuah sistem yang mampu menghasilkan pengetahuan dan informasi tentang Atopik Dermatis, sehingga dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit ini serta dapat sesegera mungkin untuk dapat dilakukan penanganan dini terhadap penderita. Sistem yang akan dibentuk adalah dengan cara memindahkan segala bentuk informasi dan pengetahuan tentang Atopik Dermatis ke dalam aplikasi diagnosis  dengan menerapkan keilmuan Sistem Pakar yang menggunakan analisa Euclidean Probability. Penggunaan metode ini dalam melakukan diagnosis  nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan dan kebaruan dalam penggunaan metode pada keilmuan sistem pakar dalam menghasilkan kesimpulan diagnosis. Selain itu dengan penerapan metode ini kedalam aplikasi diagnosis  dapat membantu masyarakat luas dalam melakukan diagnosis  tentang Atopik Dermatis, hal ini didasari dengan banyaknya penggunaan metode ini dalam penelitian sebelumnya, serta terlihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa  Euclidean Probability menghasilkan  nilai akurasi 100%  dari data yang tervalidasi dan hasil diagnosis  Euclidean Probability lebih optimal dibanding dengan teknik konvensional serta metode sistem pakar lainnya. AbstractAtopic Dermatitis, better known as Milk Eczema, is a disease that occurs in children on the skin. The high spread of this disease to infants or children, it is necessary to anticipate by building a system that can produce knowledge and information about Atopic Dermatitis, to reduce the risk of spreading this disease and early treatment for sufferers as soon as possible. The system that will be formed is by transferring all forms of information and knowledge about Atopic Dermatitis into the diagnosis application using Euclidean Probability analysis. The use of this method in making a diagnosis later can contribute to the development and novelty of the use of techniques in scientific expert systems in generating diagnosis conclusions. Also, by applying this method into the application of diagnosis can help the broader community in making a diagnosis of Atopic Dermatitis. This is based on the many uses of this method in previous studies, and it can be seen from the results of testing that Euclidean Probability produces an accuracy value of 100 % of validated data and the effects of Euclidean diagnosis Probability is more optimal compared to conventional techniques and other expert system methods. 
Adopsi E-Commerce oleh Konsumen Milenial Pada Produk UMKM Di Kota Subang Menggunakan Model UTAUT In Consumer Contex Piarna, Rian; Fathurohman, Ferdi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020712635

Abstract

Penelitian ini berfokus pada konsumen milenial yang melakukan belanja online produk UMKM pada e-commerce. Konsumen milenial yang semakin meningkat menjadi peluang bagi UMKM dalam target pemasaran dengan mengetahui bagaimana perilaku dalam berbelanja online. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi adanya hubungan positif dan signifikan antara (1) performance expectancy, (2) effort expectancy, (3) social influence, (4) facilitating condition, (5) hedonic motivation, (6) price value dan (7) habit terhadap behavioral intention. Adanya hubungan positif dan signifikan antara (8) facilitating condition dan (9) habit terhadap use behavior. Serta hubungan positif dan signifikan antara (10)  behavioral intention berpengaruh signifikan terhadap use behavior. Pada hasil penelitian juga khusus melihat bagaimana usia sebagai variabel moderator mempengaruhi dalam adopsi penggunaan e-commerce. Metode pada penelitian ini  menerapkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang berfokus pada perilaku konsumen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 responden milenial. Pengolahan data menggunakan SMART PLS. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan anatara social influence dan habit terhadap behavioral intenion. Ada hubungan positif dan signifikan anatara facilitating condition dan habit terhadap use behavior. Serta Ada hubungan positif dan signifikan pada behavioral intention terhadap use behavior. Hasil ini bisa menjadi referensi pelaku UMKM untuk mengembangkan pemasaran dengan mengggunakan media sosial karena konsumen milenial memiliki fasilitas untuk mengakses internet  dalam aktifitasnya serta mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. AbstractThis research focuses on millennial consumers who shop online for MSMEs products on e-commerce. Millennial consumers are increasingly becoming an opportunity for MSMEs in marketing targets by knowing how to behave online shopping. This study aims to confirm the existence of a positive and significant relationship between (1) performance expectancy, (2) effort expectancy, (3) social influence, (4) facilitating conditions, (5) hedonic motivation, (6) price value and (7) habit of behavioral intention. There is a positive and significant relationship between (8) facilitating conditions and (9) habits on use behavior. And a positive and significant relationship between (10) behavioral intention has a significant effect on use behavior. The research also specifically looks at how age as a moderating variable influences adoption of e-commerce. The method in this study applies the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model that focuses on consumer behavior. The sample in this study were 150 millennial respondents. Data processing using PLS SMART. The results show that there is a positive and significant relationship between social influence and habit on behavioral intention. There is a positive and significant relationship between facilitating conditions and habits on use behavior. And there is a positive and significant relationship between behavioral intention and use behavior. These results can be a reference for SMEs to develop marketing by using social media because millennial consumers have the facility to access the internet in their activities and are easily influenced by their social environment.
Sistem Informasi Geografis Penyebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka Husni Santoso, Muhammad Darul; Jamaludin, Ikbal; Sri Mulyani, Evi Dewi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020752489

Abstract

Kabupaten Majalengka merupakan wilayah yang mengalami perkembangan pesat yang memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam yang dapat diolah menjadi bentuk berbagai produk. Dengan berkembangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka dapat menggerakan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor bawah, yaitu untuk usaha mikro kecil menengah. Pada saat ini, di Kabupaten Majalengka belum memiliki sistem yang mampu memberikan informasi yang ditampilkan secara spasial mengenai persebaran lokasi UMKM, dimana nantinya sistem ini bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan yang tepat dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka, seperti pengadaan pelatihan usaha, pemberian modal usaha dan lain sebagainya. Maka dari itu untuk membantu mengawasi pertumbuhan UMKM tersebut, diperlukan adanya sebuah sistem yang berbasis geografis yang dapat memberikan informasi lokasi  pertumbuhan UMKM secara spasial bagi Dinas terkait, yang direpresentasikan dengan sistem koordinat ditunjukan melalui penyimpanan titik longitude (long) dan latitude (lat)  dalam database pada setiap lokasinya sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan kebijakan Pemerintah di Kabupaten Majalengka. Pada penelitian ini, metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini menggunakan System Development Life Cycle (SDLC), sistem ini akan dirancang dengan berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) yang  menggunakan fasilitas dari Google Maps dan sistem ini diuji dengan menggunakan metode blackbox. Dengan dibangunnya sistem ini, maka informasi mengenai titik lokasi serta data UMKM yang sesuai dengan kegiatan usahanya dapat ditampilkan. Hasil penelitian ini berupa sistem informasi geografis, dimana sistem ini dapat memberikan informasi kepada Dinas Koperasi dan UMKM di Kabupaten Majalengka mengenai informasi lokasi penyebaran UMKM secara spasial yang dapat membantu dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap pertumbuhan usaha berdasarkan lokasi dan jenis UMKM tersebut. AbstractMajalengka Regency is a region that is experiencing rapid development that has diverse natural resources that can be processed into various forms of products. With the development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Majalengka Regency, it can move the community's economy, especially in the lower sector, namely for micro small and medium businesses. At present, Majalengka Regency does not yet have a system capable of providing information that is displayed spatially about the distribution of MSME locations, where later this system aims to provide information that can be used as appropriate consideration in determining policies relating to the growth of Micro, Small and Medium Enterprises ( MSMEs) in Majalengka Regency, such as procurement of business training, provision of venture capital and so on. Therefore to help oversee the growth of MSMEs, a geographic based system is needed that can provide spatial information on MSME growth locations for the relevant Dinas, represented by a coordinate system shown through storing longitude and latitude points at each location as a basis for consideration in determining Government policy in Majalengka Regency. In this study, the method used in the construction of this system uses the System Development Life Cycle (SDLC), this system will be designed with a Web-based Geographic Information System (WebGIS) that uses facilities from Google Maps and the system is tested using the blackbox method. With the construction of this system, information about the location points as well as MSME data in accordance with their business activities can be displayed. The results of this study are in the form of a geographic information system, in which this system can provide information to the Cooperative and MSME Service Offices in Majalengka Regency regarding spatial information on MSME distribution locations that can assist in the management and supervision of business growth based on the location and type of MSME.
Peningkatan Kinerja Protokol PEGASIS Dengan Pembagian Area Dan Pembentukan Chain Secara Adaptif Prasetya, Muhammad Riko Anshori; Wibisono, Waskhito
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020763638

Abstract

Wireless Sensor Networks (WSN) merupakan sebuah perangkat jaringan yang terdiri dari Base Station (BS) dan beberapa sensor node. WSN sendiri banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, kesehatan, militer, dan pengelolaan bencana. Penggunaan WSN ini sendiri ditunjukkan untuk mendapatkan informasi terkait suhu, intensitas cahaya, getaran, panas, dan lain-lain. Saat mengumpulkan informasi, sensor node membutuhkan energi, namun sensor node memiliki energi yang terbatas. PEGASIS merupakan salah satu algoritma routing protokol dengan sistem chain-based yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun dalam penggunaan berskala luas, protokol ini membutuhkan energi besar dalam melakukan transmisi data. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan sebuah pengembangan PEGASIS, yaitu VCLUS-PEGASIS. VCLUS-PEGASIS memodifikasi area PEGASIS dengan membaginya menjadi beberapa grid secara vertikal. Selain itu, chain dalam satu grid akan diubah apabila terjadi transmisi yang panjang antara satu node dengan node tetangganya yang masih dalam satu area menggunakan algoritma K-Means. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisasi pengiriman energi setiap transmisi. Hasil pengujian menujukkan jika protokol VCLUS-PEGASIS mampu untuk mempertahankan masa hidup node dan menurunkan transmisi energi daripada PEGASIS.
Analisis Keamanan Website Open Journal System Menggunakan Metode Vulnerability Assessment Riadi, Imam; Yudhana, Anton; W, Yunanri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 4: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020701928

Abstract

Open Journal System (OJS) merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai sarana publikasi ilmiah dan digunakan diseluruh dunia. OJS yang tidak dipantau beresiko diserang oleh hacker.  Kerentanan yang di timbulkan oleh hacker akan berakibat buruk terhadap performa dari sebuah OJS.  Permasalahan yang dihadapi pada sistem OJS meliputi network, port discover, proses audit exploit sistem OJS. Proses audit sistem pada OJS mencakup SQL Injection, melewati firewall pembobolan password. Parameter input yang digunakan adalah IP address dan port open access. Metode yang digunakan adalah vulnerability assessment. Yang terdiri dari beberapa tahapan seperti information gathering atau footprinting, scanning vulnerability, reporting. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi celah keamanan pada website open journal system (OJS). Penelitian ini menggunakan open web application security project (OWASP). Pengujian yang telah dilakukan berhasil mengidentifikasi 70 kerentanan high, 1929 medium, 4050 low pada OJS, Total nilai vulnerability pada OJS yang di uji coba sebesar 6049. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada OJS versi 2.4.7 memiliki banyak celah kerentanan atau vulnerability, tidak di rekomendasi untuk digunakan. Gunakanlah versi terbaru yang dikeluarkan oleh pihak OJS Public knowledge  project (PKP). AbstractThe Open Journal System (OJS) is A software that functions as a means of scientific publication and is used throughout the world. OJS that is not monitored is at risk of being attacked by hackers. Vulnerabilities caused by hackers will adversely affect the performance of an OJS. The problems faced by the OJS system include the network, port discover, OJS system audit exploit process. The system audit process on the OJS includes SQL Injection, bypassing the firewall breaking passwords. The input parameters used are the IP address and open access port. The method used is a vulnerability assessment. Which consists of several stages such as information gathering or footprinting, scanning vulnerability, reporting. This activity aims to identify security holes on the open journal system (OJS) website. This study uses an open web application security project (OWASP). Tests that have been carried out successfully identified 70 vulnerabilities high, 1929 medium, 4050 low in OJS, the total value of vulnerability in OJS which was tested was 6049. The results of tests conducted showed that in OJS version 2.4.7 had many vulnerabilities or vulnerabilities, not on recommendations for use. Use the latest version issued by the OJS Public Knowledge Project (PKP).
Pembangunan Aplikasi Mobile Pengenalan Objek Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Supriadi, Muhammad Fadhlan; Rachmawati, Ema; Arifianto, Anditya
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 2: April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021824363

Abstract

Penggunaan ponsel sudah sangat erat dengan kehidupaan anak usia dini sehingga menimbulkan beberapa dampak negatif bagi anak usia dini terutama berkurangnya interaksi dengan dunia sekitarnya. Salah satu teknologi yang dapat dikembangkan pada ponsel adalah computer vision. Salah satu penggunaan computer vision adalah object recognition yang memberikan solusi untuk membantu mengenali objek. Pada penelitian ini dibangun sistem pengenalan objek benda di dalam rumah yang diaplikasikan pada ponsel yang diharapkan membantu anak usia dini mengenali benda disekitarnya. MobileNet merupakan salah satu feature extraction yang memiliki kinerja yang baik dan ringan digunakan pada perangkat ponsel. Arsitektur MobileNet terdiri dari layer depthwise convolution dan layer pointwise convolution dalam mengekstraksi fitur. Percobaan ini juga menggunakan arsitektur Single Shot Multibox Detector (SSD) sebagai metode dalam mendeteksi objek. Pre-trained model dari dataset COCO digunakan pada eksperimen, untuk mengenali 20 jenis objek benda di dalam rumah. Dari hasil eksperimen, MobileNetV2 menghasilkan nilai mean Average Precision (mAP) yang lebih baik dibandingkan dengan MobileNetV1 dan InceptionV2, yaitu sebesar 99,34%. Abstract Mobile phone usage has been very close to early childhood life, so giving rise to some negative impact on early childhood, especially reduced interaction with the surrounding world. One of the technologies that can be developed on the cellphone is computer vision. One of the uses of computer vision is object recognition that provides solutions to help to recognize objects. This research builds a system for recognition objects inside in house that is developed on a cellphone that is expected to help early childhood recognize objects in the surrounding. MobileNet is one of feature extraction that has good performance and efficient use on a cellphone. MobileNet architecture consists of a depthwise convolution layer and pointwise convolution layer in extracting features. The experiment also uses the architecture of Single Shot Multibox Detector (SSD) as a method of detecting objects. We used MobileNet architecture as a pre-trained model that had previously been trained on COCO datasets, and implement transfer learning for 20 types of objects commonly found inside the house. The experimental result indicates that the mean Average Precision (mAP) of MobileNetV2 could exceed MobileNetV1 and InceptionV2 of 99.34%.

Page 45 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue