cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Penyusunan Kerangka Konseptual Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akademik di Kampus STIKI Malang Berdasarkan Standart ISO 9126 Aditya, Addin; Purwiantono, Febry Eka
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020711513

Abstract

Perkembangan sistem dan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia Pendidikan khususnya Pendidikan tinggi. Hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia sudah mengadopsi teknologi informasi sebagai media untuk melakukan proses belajar mengajar. Salah satu teknologi yang sudah sering diadopsi adalah Sistem Informasi Akademik (SIA) yang berfungsi sebagai fasilitator IT dalam menyelenggarakan kegiatan yang bersifat akademik. Namun demikian, dengan penerapan Sistem Informasi Akademik ini pun masih meninggalkan berbagai macam pertanyaan terkait dengan pemanfaatan SIA tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah kerangka yang dapat memfasilitasi untuk mengukur kualitas sebuah perangkat lunak dari sisi Functionality (Fungsionalitas), Reliability (Keandalan), Usability (Kebergunaan), Efficiency (Efisiensi), Maintainability (Pemeliharaan) dan Portability (Portabilitas) dimana semua unsur ini terdapat pada ISO 9126 sebagai dasar acuan untuk menguji kualitas. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menyebar kuesioner serta melakukan wawancara terhadap beberapa stakeholder sistem. Atribut-atribut yang digunakan dalam pembuatan kuesioner nantinya akan dijadikan dasar untuk perbaikan kualitas pada perangkat lunak. Diharapkan model yang diusulkan dapat dijadikan kerangka acuan untuk perbaikan kualitas bagi perangkat lunak di lingkup akademik perguruan tinggi khususnya bagian akademik dan unit penunjang lain pada umumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem dinilai baik ditinjau dari semua karakteristik software berdasarkan ISO 9126. Abstract The rapid growth of information technology has brought a significant change to academic institution, especially to higher education. Almost all of Indonesia higher education has adopted the information technology as a learning media. Academic Information System is one of the technologies that adopted for academic purposes. However, there are still many gaps in developing and implementing the system. This research aims to build a conceptual framework that can measure the quality based on its functionality, reliability, usability, efficiency, maintainability and portability where all this element is exist in ISO 9126 as our guide for measuring the quality. We use a questionnaire and interview the stakeholders to collect data. The attributes in the questionnaire will used as a guidance to build a baseline framework. We hope this will be a good proposed model that can be a main reference for academic and other related units. The result shows that all system characteristic has a good point based on ISO 9126.
Peningkatan Kinerja Jaringan Dengan Menggunakan Multi-Rule Algorithm Tanwir, Tanwir; Rantelinggi, Parma Hadi; Widiastuti, Sri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0812676

Abstract

Algoritma pergantian adalah suatu mekanisme pergantian objek dalam cache yang lama dengan objek baru, dengan mekanisme  melakukan penghapusan objek sehingga mengurangi penggunaan bandwidth dan server load. Penghapusan dilakukan apabila cache penuh sehingga penyimpanan entri baru diperlukan. Secara umum algoritma FIFO, LRU dan LFU sering digunakan dalam pergantian objek, akan tetapi diperoleh suatu objek yang sering digunakan namun terhapus dalam pergantian cache sedangkan objek tersebut masih digunakan, akibatnya pada waktu klien melakukan permintaan dibutuhkan waktu yang lama dalam browsing objek. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan kombinasi algoritma pergantian cache Multi-Rule Algorithm, dalam bentuk algoritma kombinasi ganda FIFO-LRU dan triple FIFO-LRU-LFU. Algoritma Mural (Multi-Rule Algorithm) menghasilkan respon pada cache size 200 MB dengan waktu tanggapan rata-rata berturut-turut 56,33 dan 42 ms, sedangkan pada algoritma tunggal memerlukan waktu tanggapan rata-rata 77 ms. Sehingga Multi-Rule Algorithm dapat meningkatkan kinerja terhadap waktu penundaan, throughput, dan hit rate. Dengan demikian, algoritma pergantian cache Mural, sangat direkomendasikan untuk meningkatkan akses klien. AbstractSubstitution algorithm is a mechanism to replace objects in the old cache with new objects, with a mechanism to delete objects so that it reduces bandwidth usage and server load. Deletion is done when the cache is full so saving new entries is needed. In general, FIFO, LRU and LFU algorithms are often used in object changes, but an object that is often used but is deleted in the cache changes while the object is still being used, consequently when the client makes a request it takes a long time to browse the object. To overcome this problem a combination of Multi-Rule Algorithm cache replacement algorithms is performed, in the form of a double combination algorithm FIFO-LRU and triple FIFO-LRU-LFU. The Mural algorithm (Multi-Rule Algorithm) produces a response on a cache size of 200 MB with an average response time of 56.33 and 42 ms respectively, whereas a single algorithm requires an average response time of 77 ms. So the Multi-Rule Algorithm can improve the performance of the delay, throughput, and hit rate. Thus, the Mural cache change algorithm, is highly recommended to improve client access.
Analisa Strategi Teknologi Informasi Pemasaran UKM Kuliner di Media Sosial Menggunakan Metode SWOT Ajismanto, Fahmi; Widyanto, Andika
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020763791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai media promosi usaha kuliner kecil dan menengah di Palembang. Suatu teknik pengambilan keputusan dalam promosi usaha kuliner menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT). Dengan mengetahui keempat aspek tersebut pelaku usaha dapat memaksimalkan kekuatan dari pemasaran melalui sosial media, meminimalkan kelemahan dan ancaman sosial media marketing, dan membangun peluang-peluang di masa depan. Penelitian ini menganalisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden penelitian dengan menggunakan kuesioner, kemudian data tersebut dikuantifikasi agar dapat dianalisis lebih dalam. Tahapan nya dari pemberian bobot dan rating, perhitungan IFAS dan EFAS, diagram kartesius swot, matriks strategi kombinasi strategi, dan matriks SWOT. Kuesioner diberikan kepada 60 pelaku UMKM dan juga pelanggan yang melihat konten promosi UMKM di media sosial. Dilihat dari hasil analisis SWOT diagram kartesius coordinate point antara internal factor dan external factor sebesar 0,19;-0,43 terletak pada kuadran IV yang artinya strategi diversifikasi perlu diterapkan. Strategi yang perlu diterapkan adalah ST strategi seperti menyeleksi target audiens yang melihat iklan berdasarkan range usia, dan jenis kelamin, kemudian implementasi search engine marketing (SEM) dan search engine optimization (SEO) lebih mendalam (S1, T1). Membuat hashtag ataupun keyword yang relevan dengan produk yang ditawarkan,  membangun brand image (Personal Branding), dan membuat konten iklan yang menarik (S1, T1, T3). Terakhir, Lebih mengarahkan konsumen ke transaksi penjualan melalui marketplace ataupun website, dan gunakan rekening bersama (S4, T2). Penggunaan teknologi informasi sebagai media promosi di sosial media menjadi salah satu teknik pengambilan keputusan yang dibutuhkan dalam mempromosikan dan meningkatkan pendapatan UMKM di Palembang. AbstractThe aim of this study is to determine the use of social media as a culinary promotions in Palembang. The technique method for making decisions in the promotion of Small Medium Culinary Enterpraise (Culinary SME’s) used Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats Analysis (SWOT). By understanding these four aspects, opportunities for marketing improvement through social media are needed, discussing the weaknesses and challenges of social media marketing, and building opportunities in the future. This study analyzes data quantitatively and qualitatively. Qualitative data in this research is the form of questions asked to respondents using a questionnaire, then the data are quantified for in depth analysis. The stages are from weighting and rating every item in questionneire, IFAS and EFAS calculations, Cartesian SWOT diagrams, combined strategy matrice, and SWOT matrices. Questionnaires were given to 60 Culinary SME’s, and also customers who viewed promotional content on social media. From the results of the SWOT analysis the Cartesian coordinate point diagram between internal factors and external factors is 0.19; -0.43  in quadrant IV, which means that a diversification strategy needs to be applied. Strategies that need to be implemented are ST strategies such as selecting the target audience who see ads based on age range, and gender, then the implementation of search engine marketing (SEM) and search engine optimization (SEO) more deeply (S1, T1). Create hashtags or keywords that are relevant to the products offered, build a brand image (Personal Branding), and create interesting advertising content (S1, T1, T3). Finally, more direct consumers to sales transactions through the marketplace or website, and use a joint account (S4, T2). The used of information technology as a promotional media on social media is one of the decision-making techniques needed to promote and increase the income of Culinary SMEs in Palembang  
Evaluasi Faktor Manfaat Sistem Lingkungan Pembelajaran 3 Dimensi Berbasis Multi-User Virtual Reality (MuVR) Rizal, Adhi; Yusup, Dadang; Voutama, Apriade
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020752215

Abstract

Usabilitas suatu teknologi dalam pembelajaran merupakan salah satu isu yang paling menonjol dalam bidang pendidikan. Salah satu teknologi pembelajaran yang sedang berkembang saat ini adalah sistem lingkungan pembelajaran 3 dimensi berbasis Multi-user Virtual Reality (MuVR). MuVR merupakan perpaduan antara teknologi Virtual Reality (VR) dengan dunia virtual 3 dimensi di dalamnya. Suatu teknologi pembelajaran dapat dikatakan berhasil diterapkan ketika aspek usabilitas yang merupakan kunci keberhasilan dapat tercapai. Berdasarkan hal ini, maka penelitian ini berupaya untuk melakukan evaluasi usabilitas terhadap sistem pembelajaran yang yang telah dikembangkan, yaitu 3D-MuVLR (3-Dimensional Multi-user Virtual Learning Reality). Sistem ini merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi VR dengan jenis semi-immersive. Metode evaluasi usabilitas yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi 12 prinsip heuristik yang diusulkan oleh Sutcliffe. Evaluasi heuristik ini merupakan perpaduan antara aspek usabilitas dan keberadaan pengguna di dalam lingkungan virtual. Proses evaluasi dilakukan oleh tiga evaluator. Hasil evaluasi menunjukan bahwa secara keseluruhan 3D-MuVLR dapat merepresentasikan lingkungan pembelajaran dengan baik. Walaupun demikian terdapat beberapa permasalahan aspek desain terkait dengan minimnya petunjuk atau informasi di dalam sistem mengenai prosedur untuk masuk atau keluar sistem dan informasi mengenai cara melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selain itu ketika proses evaluasi dilaksanakan, ditemukan juga gejala cybersickness yang dialami oleh evaluator. Namun durasi penggunaan sistem yang menyebabkan cybersickness berbeda-beda untuk setiap pengguna. Walaupun demikian durasi penggunaan sistem kurang dari sepuluh menit, evaluator sudah mulai merasakan gejala cybersickness, seperti pusing.  Berdasarkan hal ini faktor yang dapat mempengaruhi munculnya gejala cybersickness adalah gerakan atau posisi kepala pengguna dan spesifikasi perangkat keras yang digunakan. AbstractUsability in learning technology is one of the most prominent issues in education. One of the emerging learning technologies is the 3-dimensional learning environment system based on Multi-user Virtual Reality (MuVR). It is a combination of VR with a 3-dimensional virtual world. The successful of learning technology implementation is when its usability can be achieved. Therefore, this study aims to evaluate the usability of learning system that we have developed, which is 3D-MuVLR (3-Dimensional Multi-user Virtual Learning Reality). Furthermore, it is a learning system that utilizes semi-immersive VR. We adopted a usability evalution method consisiting of 12 heuristic rules proposed by Sutcliffe. It is a combination of usability and user’s sense of presence in the virtual world. The evaluation process involved three evaluators. The results showed that 3D-MuVLR can represent the learning environment as in a real world. However, there were several design aspect problems identified related to the lack of instructions of information in the system regarding procedures on how to enter or quit system and the absence of information on how to participate in learning activities. In addition, when the evalution process was carried out, we also found that the symptoms of cybersicness was experienced by evaluators. But the duration while they were using the system until they starts to feel sick varies for every user. Overall, although the duration of using the system was less than ten minutes, evaluators began to feel the symptoms of cybercickness, such as dizzines. Based on this, we found that the head position or movement and hardware specification are factors that cause this.
Metode Drive Test sebagai Monitoring Unjuk Kerja Jaringan Nirkabel pada Gedung - Gedung di Lingkungan Universitas Papua Simanjuntak, Rantika Tri Septyani; Rantelinggi, Parma Hadi; Yuliawan, Kristia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020762898

Abstract

Universitas Papua telah memberikan layanan internet yang di bagikan pada setiap gedung fakultas dengan Wi-Fi sebagai media berbagi, dalam penelitian ini kegiatan yang dilakukan yaitu mengamati dan menganalisis kualitas jaringan Wi-Fi yang telah tersedia. Dalam penelitian ini cara melakukan pengukuran kualitas jaringan nirkabel ini menggunakan metode Drive Test, dimana metode ini mengukur secara manual dan menghimpun data secara waktu nyata menggunakan beberapa parameter antara lain  Bandwidth, Delay dan Packet Loss. Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan dua aplikasi jaringan yaitu Nagios XI dan Wireshark. Untuk melihat kualitas jaringan dari hasil percobaan yang dilakukan maka digunakan standar TIPHON. Hasil perolehan pengukuran yang di dapat adalah kualitas pemakaian Bandwidth sudah baik, karena tidak melebihi kapasitas yang telah di alokasikan pada setiap gedung di Universitas Papua dan dapat dilihat dari nilai rata-rata Delay dan Packet Loss pada setiap gedung. Hasil pengujian kualitas layanan jaringan Wi-Fi menunjukkan indeks nilai pada standar TIPHON adalah 4, yang artinya sangat bagus. Karena pengujian Delay nilai tertinggi yang di peroleh bila di ukur dengan Nagios XI  adalah 76 ms dan terendah adalah 21,8 ms, untuk pengukuran menggunakan Wireshark nilai tertinggi adalah 72,4 ms dan terendah adalah 10 ms.  Untuk Packet Loss hasil yang diperoleh yaitu 0% bila di ukur dengan Nagios XI dan Wireshark.AbstractUniversitas Papua has provided internet services that are shared in every faculty building with Wi-Fi as a sharing medium, in this research the activities carried out were observing and analyzing the quality of available Wi-Fi networks. In this research, how to measure the quality of this wireless network using the Drive Test method, where this method measures manually and collects data in real-time using several parameters including Bandwidth, Delay and Packet Loss. In this research, data collection using two network applications, namely Nagios XI and Wireshark. To looks at the quality of the network from the results of experiments conducted, the TIPHON standard is used. The results obtained are that the quality of using Bandwidth is good because it does not exceed the capacity that has been allocated for each building at Universitas Papua and can be seen from the average value of Delay and Packet Loss in each construction. The results of testing the quality of Wi-Fi network services indicate that the index value on the TIPHON standard is 4, which means it is excellent. Because of the Delay test, the highest value obtained when measured by Nagios XI is 76 ms, and the lowest is 21.8 ms, for measurements using Wireshark, the highest value is 72.4 ms, and the lowest is 10 ms. For Packet Loss, the results obtained are 0% when measured by Nagios XI and Wireshark.
Evaluasi Portal Berita Online pada Aspek Usability Menggunakan Heurtistic Evaluation dan Think Aloud Tantri Fajarini, Putu; Ayu Wirdiani, Ni Kadek; Arya Dharmaadi, I Putu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020753587

Abstract

Portal berita online harus memenuhi beberapa aspek untuk bisa menjaga kualitas penggunaan dan informasi yang disediakan, salah satunya aspek usability. Aspek usability menentukan tingkat kebermanfaatan portal berita yang dinilai dari tingkat efektivitas, efisiensi, serta kepuasan dengan melakukan evaluasi usability. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi usability pada beberapa portal berita online di Indonesia untuk mendapatkan tingkat usability dari portal berita dan rekomendasi perbaikannya. Penelitian ini menggunakan 3 portal berita yang menyediakan berbagai macam berita yang terjadi baik itu berita lokal, nasional, hingga internasional secara aktual dan cepat. Evaluasi usability pada penelitian ini menggunakan 20 responden penelitian yang dipilih menggunakan simple random sampling dari pembaca dan staf portal berita yang dievaluasi.Pada penelitian ini, akan dilakukan evaluasi dengan mengkombinasikan teknik Heuristic Evaluation dan Think Aloud. Teknik Heuristic Evaluation digunakan untuk mengevaluasi antarmuka dengan menggunakan kuesioner heuristik dan Think Aloud digunakan untuk mengevaluasi penggunaan portal berdasarkan hasil verbalisasi masukan dari pengguna.Pada tahap pengumpulan data, setiap responden akan mengerjakan skenario tugas dengan memberikan masukan perbaikan atau kesulitan yang dirasakan. Responden selanjutnya akan melakukan pengisian kuesioner dari 10 aspek heuristik antarmuka portal.Hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa penelitian telah berhasil mendefinisikan permasalahan dan rekomendasi perbaikan dari portal berita yang diievaluasi. Hasil analisis Heuristic Evaluation menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pada 3 portal yang dievaluasi dengan tingkat minor yang prioritas perbaikannya rendah dengan rata-rata nilai severity ratings 2. Analisis Think Aloud menghasilkan 85 rekomendasi perbaikan dari 3 portal berita yang dievaluasi. Penelitian selanjutnya dapat melakukan evaluasi lanjutan dari implementasi rekomendasi perbaikan.verity ratings dari tabel severity ratings yang didefinisikan oleh Nielsen, 1993 AbstractOnline news portals must meet several aspects to be able to maintain the quality of use and information provided, one of them is usability. The usability aspect determines the level of usefulness of the news portal which is assessed from the level of effectiveness, efficiency, and satisfaction by evaluating usability. This research aims to evaluate the usability of several online news portals in Indonesia to get the level of usability from news portals and recommendations for improvement. This research uses 3 news portals that provide a variety of news that occurs both locally, nationally, and internationally, in real time and quickly. Usability evaluation in this study used 20 research respondents who were selected using simple random sampling from readers and news portal staff who were evaluated. In this study, an evaluation will be conducted by combining Heuristic Evaluation and Think Aloud techniques. The Heuristic Evaluation technique is used to evaluate the interface using a heuristic questionnaire and Think Aloud is used to evaluate the use of the portal based on the results of verbalizing user input. At the data collection stage, each respondent will work on the task scenario by providing input on improvements or perceived difficulties. Respondents will then fill out questionnaires from 10 aspects of the portal interface heuristics. The results of data analysis carried out indicate that the research has succeeded in defining the problem and recommendations for improvement from the evaluated news portal. The results of the Heuristic Evaluation analysis showed that there were problems in 3 portals that were evaluated with a minor level with low priority improvement with an average severity ratings of 2.. Think Aloud analysis yields 85 recommendations for improvement from the 3 news portals evaluated. Future research can carry out further evaluations of the implementation of improvement recommendations.
Klasifikasi Tingkat Dehidrasi Berdasarkan Kondisi Urine, Denyut Jantung dan Laju Pernapasan Maulana, Rizal; Caesardi, Muhammad Rheza; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 2: April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021824379

Abstract

Dehidrasi merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Secara umum terdapat tiga tingkatan dehidrasi, yaitu dehidrasi ringan, sedang dan berat. Tingkatan dehidrasi berat sangat berbahaya bagi penderitanya, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Untuk mencegah terjadinya tingkatan dehidrasi yang berbahaya, maka diperlukan pendeteksian secara dini agar penderita dehidrasi segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Terdapat beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendeteksi dehidrasi, diantaranya warna dan kadar ammonia pada urine, denyut jantung dan laju pernapasan. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem klasifikasi tingkatan dehidrasi berdasarkan empat parameter tersebut dengan menggunakan metode klasifikasi k-nearest neighbor.  Sistem yang dirancang mampu memberikan kemudahan untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri dan mendapatkan hasil klasifikasi tingkat dehidrasi secara real-time. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 75 data yang didapatkan dari pasien diare yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Data tersebut sudah memiliki tingkatan dehidrasi berdasarkan diagnosis dari dokter. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, metode k-nearest neighbor memiliki tingkat akurasi terbaik pada penggunaan nilai k=5 dan k=7 dengan nilai akurasi sebesar 96%. Abstract Dehydration is a condition when the body lacks of fluids, caused by the amount of fluid released by the body is greater than the fluids that enters the body. Dehydration is divided into three levels, mild, moderate and severe. Severe dehydration is very dangerous and can even lead to death in patients. To prevent dangerous levels of dehydration, early detection is needed to provide fast and precise treatment to patients. There are several parameters that can be used to detect dehydration, such as color and ammonia levels in urine, heart rate and respiratory rate. This paper designed a system to classify dehydration levels based on these four parameters using k-nearest neighbor classification method. The system is designed to be easy to use independently and provides real-time classification results. There are 75 datasets used in this paper, obtained from diarrhea patients in a hospital in Malang. Each data already has a label in the form of dehydration level based on the doctor’s diagnosis. From the test result, k-nearest neighbor has the best classification accuracy at k=5 and k=7 with the accuracy of 96%.
Penerapan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment dalam Menentukan Beras Terbaik untuk Pembuatan Kue Serabi Tundo, Tundo; Kurniawan, Doni
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 4: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020742309

Abstract

Penelitian ini menerangkan penerapan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment dalam menentukan beras terbaik yang akan digunakan untuk pembuatan kue serabi, kasus diambil dari pedagang kue serabi di Kota Tegal Jawa Tengah dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada para pedagang kue serabi agar lebih detail dalam menentukan beras yang layak untuk digunakan dalam pembuatan kue serabi bukan hanya sekedar beras tersebut murah, akan tetapi perluh dilihat bentuk dan ciri keseluruhan beras.  Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan beras terbaik yang kemudian akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue serabi dengan menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment yaitu: (1) Mempersiapkan sebuah matriks yang didalamnya merupakan nilai dari masing masing himpunan dari kriteria, (2) Menormalisasikan data matriks x menjadi data ternormalisasi, (3) Menghitung nilai alternatif dengan menggunakan rumus Weighted Aggregated Sum Product Assesment sehingga ditemukan nilai perangkingan. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, dalam penelitian ini beras terbaik yang tepat untuk digunakan sebagai bahan pembuatan kue serabi adalah beras pelita dengan hasil 7,12 dengan menduduki rangking pertama. AbstractThis study explains the application of the Weighted Aggregated Sum Product Assessment method in determining the best rice to be used for making pancake cakes. The steps taken to determine the best rice using the Weighted Aggregated Sum Product Assessment method are: (1) Prepare all rice data to be calculated, (2) Make rice data in the form of matrix x and normalize the data matrix x into normalized data, ( 3) Calculate the alternative value for the best rice by using the formula Weighted Aggregated Sum Product Assessment so that the ranking value is found. After these steps are carried out, the best rice that is right to be used as a pancake cake ingredient is pelita rice with a yield of 7.12 by occupying the first rank. Proving the results of the Weighted Aggregated Sum Product Assessment method, a questionnaire was conducted directly to pancake cake traders, especially those in Tegal, which produced a percentage of 80% from 100, which said that pelita rice was rice worthy of being used as a material for pancake cakes because the pancake produced is more fragrant and fresher and the price is relatively cheap.
Sentralisasi Pengawasan Informasi Jaringan Menggunakan Blockchain Ethereum Sidiq, Muhammad Fajar; Basuki, Akbari Indra; Firdaus, Halim; Baihaqi, Muhammad Aldi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722662

Abstract

Pengawasan jaringan pada beberapa kantor yang berlokasi berjauhan sangat sulit dilakukan kerana keterbatasan tenaga ahli, biaya, dan teknologi pendukung. Penelitian yang sudah ada tidak dapat menyediakan sistem pengawasan jaringan yang mampu menjamin tiga aspek keamanan sekaligus, yaitu: availability, integrity, dan confidentiality. Teknologi blockchain mampu menyediakan sistem pengawasan jaringan secara terpusat dan aman dengan menjamin keamanan sistem komunikasi pelaporan dan sistem basis data pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan purwarupa sistem pengawasan konfigurasi dan statistik jaringan menggunakan jejaring blockchain Ethereum. Metode pengawasan mengharuskan program controller pada setiap jaringan kantor untuk secara berkala menarik informasi flow-rules dari setiap perangkat jaringan dan melaporkan data tersebut dalam sebuah transaksi ke jejaring blockchain. Pada penelitian ini dianalisa dua jenis skema pengiriman transaksi: transaksi berbasis smart contract dan transaksi berbasis zero-payment. Berdasarkan hasil pengujian, transaksi berbasis zero-payment secara rerata hanya membutuhkan sekitar 6 % dari biaya transaksi smart contract. Perkiraan biaya bulanan untuk pensamplingan informasi setiap 10 menit adalah sekitar 1,19 ether per-perangkat jaringan. Meskipun demikian, metode pada penelitian ini lebih sesuai untuk diterapkan pada jejaring Ethereum jenis Proof-of-Authority (PoA) dibandingkan jenis Proof-of-Work (PoW) karena harga Ether yang mahal. AbstractCentralized monitoring of remote networks is hard to implement due to the high cost, lack of experts, and the missing key technologies. The existing researches are unable to provide a secure, centralized monitoring system that satisfies three security aspects, namely: availability, integrity, and confidentiality. Blockchain technology meets those three requirements by providing a reliable reporting and immutable database system. In this paper, we proposed a prototype of a centralized monitoring system that records network statistics and configurations into the blockchain ledger. The method requires the network controller to periodically fetch network information from every network device and submit it as a single blockchain transaction. We compare two kinds of transaction schema, smart-contract based and zero-payment based reporting schemes. The evaluations show that zero-payment transactions only cost 6 % of the smart-contract transactions. The estimation of the monthly cost is 1.19 ether per-device for 10-minutes data sampling. Nevertheless, the proposed method is applicable only for the Proof-of-Authority (PoA) Ethereum networks. It is not feasible for the Ethereum main network that uses Proof-of-Work (PoW) due to the high cost of Ether.  
Segmentasi Pertumbuhan Padi berbasis Aerial Image menggunakan Fitur Warna dan Tekstur untuk Estimasi Produksi Hasil Panen Arifin, Muhammad Jainal; Basuki, Achmad; Dewantara, Bima Sena Bayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0813438

Abstract

Pertumbuhan padi di daerah yang luas seringkali tidak ideal. Ini dapat disebabkan oleh faktor alam, jenis varietas padi, dan model perawatan yang digunakan. Ini juga akan mempengaruhi hasil panen. Luasnya lahan membuat petani sulit untuk memantau bagian yang tidak terjangkau. Seringkali pemantauan perkembangan padi dilakukan di tepi sawah tetapi tidak mencapai area tengah. Studi ini mengusulkan sistem pemantauan untuk pengembangan padi yang dapat menjangkau secara lebih luas dan memperkirakan hasil padi di setiap area lahan pertanian. Sistem ini menggunakan gambar udara untuk menjangkau area yang lebih luas dan kemudian memperkirakan produksi pertanian. Estimasi produksi dilakukan dengan mengelompokkan gambar kawasan pertanian menggunakan metode K-Means. Pengelompokan ini menggunakan parameter warna HSV dan tekstur Gabor sebagai fitur dari setiap bagian gambar. Hasilnya adalah segmen area padi berdasarkan pertumbuhannya. Jumlah segmen yang sesuai dengan usia Padi nyata akan menentukan nilai estimasi hasil. Penelitian menunjukkan bahwa tiga segmen pengembangan padi, dan memperkirakan produksi adalah 1.787 ton dengan perkiraan panen maksimum 1.924 ton dari data nyata 1,80 ton. Dan dengan skala kesalahan persentase rata-rata absolut 0,72% dan perbedaan 0,013 ton. AbstractPaddy growth in large areas is often not ideal. This can be caused by natural factors, types of rice varieties, and the treatment model used. This will also affect crop yields. The extent of land makes it difficult for farmers to monitor the unreachable part. Often monitoring of rice developments is done on the edge of the field but does not reach the middle area. This study proposes a monitoring system for rice development that can reach more broadly and estimate the yield of rice in every area of agriculture land. This system uses aerial images to reach a wider area and then estimates of agricultural production. Estimation of production is done by clustering images of agricultural areas using the K-Means method. This clustering uses HSV color parameters and Gabor textures as features of each part of the image. The result is a segment of the paddy area based on its growth. The number of segments corresponding to the age of the real Paddy will determine the estimated value of the yield. The research shows that three segments of rice development, and estimates the production is 1,787 tons with a maximum estimated harvest of 1,924 tons from the real data of 1, 80 tons. And with a mean absolute percentage error scale of 0.72% and a difference of 0.013 tons.

Page 44 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue