cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2: April 2022" : 7 Documents clear
APLIKASI PADA TIME TEMPERATURE INDICATOR (TTI) EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica .Val) UNTUK MONITORING KUALITAS SUSU KEDELAI Rina Ningtyas; Rani Setyani; Muryeti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.1

Abstract

 Susu kedelai adalah produk yang rentan mengalami kontaminasi dan kesalahan penyimpanan (handling), sehingga diperlukan kemasan cerdas Time Temperature Indicator (TTI) untuk mendeteksi kualitas susu kedelai. Pembuatan TTI dengan menggunakan membran indikator  (kertas saring whatman) divariasikan derbandingan jumlah ekstak kunyit dan NaOH 1:3, 1:5, dan 1:7. Pembuatan TTI menggunakan komposisi, dan pengeringan membran asetat dalam waktu 40, 50, dan 60 menit. Kualitas susu kedelai menjadi tidak segar pada suhu ruang jam ke–6 (nilai pH 6.34) dan pada jam ke 48 (nilai pH 6.32) pada suhu kulkas. Skor organoleptik menunjukan ciri-ciri basi pada jam ke–6 (suhu ruang) dan jam ke–48 (suhu kulkas). Uji mikroba menunjukan tidak lagi layak konsumsi pada jam ke – 6 penyimpanan suhu ruang (6.89 log CFU/ml)  dan jam ke 48 penyimpanan kulkas (5.68 log CFU/ml). Hasil menunjukan bahwa aplikasi TTI menggunakan ekstrak kunyit dapat memonitoring kualitas susu kedelai pada suhu ruang namun tidak pada suhu kulkas. Dengan variasi yang tepat untuk suhu ruang adalah 1:7, dengan pengeringan membran asetat 60 menit.
IMMUNOSTIMULANT POTENTIAL OF OYSTER MUSHROOM NUGGET (Pleourotus ostreatus) Ardhia Deasy Rosita Dewi; Yayon Pamula Mukti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.2

Abstract

Oyster mushrooms are widely known as having high beta glucan content. Beta glucan is a water insoluble fiber that indicates an immunomodulator with increasing the activity of NK cells in the bloodstream which provides immune effect. Oyster mushroom nuggets are processed oyster mushrooms that can be proven containing the highest beta glucans. This study aims to observe the immunostimulant potential of oyster mushroom nuggets in BALB/c mice by analyzing its white blood cell profile, spleen and liver histopathology. The research method is conducted through orbital sinus of the rat's eye using a microhematocrit to count total leukocytes, lymphocytes, and granulocytes with the Delayed Type Hypersensitivity test. The 18mg/kg body weight oyster mushroom nugget can increase lymphocytes cells 7.2 ± 1.22 103/µl. It is significantly different from control group. Immunostimulatory activity also was proven with the widening of the white pulp of the spleen with the growth of young lymphocytes after being given oyster mushroom nuggets of 18 mg/kg body weight.
THE APPLICATION OF LAMP DRYER ON PRODUCTION OF MORINGA (MORINGA OLEIFERA) LEAF FLOUR Triana Lindriati; Maria Belgis; Annisafitri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.3

Abstract

The ultilization of moringa leaf can increase by flour processing where drying is the main step. This research was conducted to determine the physical and chemical characteristics of moringa leaf powder produced by lamp drying compared to solar and ovens dryers. Five variations of drying methods were applied (sunlight, oven 40ºC and 60ºC, lamp dryer 40ºC and 60ºC). The results showed, the lamp dryer produced moringa leaf flour that have good physical and chemical properties, that are yield 35.21 – 35.10%; the highest green degree 4.60 – 4.70; the bulk angle 8.09 – 8.44 and the bulk density 0.43 – 0.43. The water content fulfill the SNI standard, that is :10.03 – 10.13%. Meanwhile, the levels of vitamin C 26.48 – 28.28%; chlorophyll 18.41 – 19.25 mg/L and antioxidant activity 43.45 – 43.84 % of DDPH inhibition. However, the total polyphenol content of moringa leaf flour obtained from lamp drying was the lowest, that is 4.88 – 4.98 mg/L.
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN GILINGAN TERHADAP SEDUHAN KOPI ARABIKA BATUMIRAH DENGAN TEKNIK VIETNAM DRIP Molly Allmond Yani; Efrina; Ridawati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.4

Abstract

Ukuran gilingan biji dan teknik penyeduhan kopi merupakan penentu kualitas seduhan kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran gilingan (grind size) terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah dengan teknik vietnam drip. Pada penelitian ini dilakukan metode eksperimen untuk menentukan hasil seduhan yang berkualitas paling baik dari seduhan kopi arabika batumirah teknik vietnam drip dengan jenis ukuran biji kopi gilingan kasar, sedang dan halus. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi alat vietnam drip, menentukan suhu air, uji coba seduhan dengan rasio 1:10, 1:12 dan 1:15 dan dilanjutkan dengan uji coba organoleptik dengan tiga jenis ukuran gilingan berbeda kepada 30 panelis yang meliputi aspek aroma, flavor, aftertaste, acidity, body dan balance. Dari uji organoleptik diperoleh hasil bahwa perbedaan ukuran gilingan berpengaruh terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah pada aspek acidity, body dan balance.  
TEST LEVELS OF LYCOPENE AND ANTIOXIDANT ACTIVITY IN NATURALLY FERMENTED TOMATO (LYCOPERSICON ESCULENTUM) Anggraeni In Oktavia; Bella Septiana Adinda Sari; Vellanie Vira Savitrie
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.5

Abstract

The natural fermentation method for tomatoes is an alternative to avoid rotting tomatoes and increase their selling value. Fermentation is also able to increase the  secondary metabolites. Tomatoes contain lycopene as an antioxidant. The aim of the study was to calculate lycopene levels and antioxidant activity in naturally fermented tomatoes. Research method: total lycopene levels were measured using a UV-Vis 472 nm spectrophotometer. Antioxidant levels were measured using the DPPH method (1,1-Diphenyl-2-Picryl Hydrazil). The results showed that the lycopene content of fresh tomatoes was 0.05149mg/100mL while naturally fermented tomatoes were 0.1254 mg/100mL. Antioxidant levels in fresh tomatoes were based on the IC50 value, which was 57.93 mg/L, while the IC50 for fermented tomatoes was 45.82 mg. /L. The conclusion of this study was the levels of lycopene in naturally fermented tomatoes were higher and the levels of antioxidants in naturally fermented tomatoes were higher than in fresh tomatoes.
KARAKTERISTIK NUGGET JAMUR TIRAM PUTIH DENGAN VARIASI RASIO SERA MOCAF DAN TAPIOKA Ni Ketut Leseni; Nugraha Yuwana
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.6

Abstract

Nugget merupakan produk olahan berbahan daging hewani yang dapat diubah menjadi olahan berbasis nabati dengan bahan utama jamur tiram (kandungan protein 10.50–30.40%). Kekurangan dari jamur tiram ketika digunakan sebagai bahan baku utama berupa kelebihan kadar air (86.00–87.50%) yang dapat diatasi menggunakan campuran sera mocaf (bahan tidak lolos ayakan 100 mesh dari produksi MOCAF) dan tapioka. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa formulasi sera mocaf : tapioka, digunakan dalam penelitian ini untuk variasi sampel sebanyak 5 jenis dengan 3x pengulangan. Variasi sera mocaf banding tapioka diketahui memberikan pengaruh yang signifikan (ANOVA 95%) terhadap nilai tekstur (6.27-864 g/mm), kadar air (52.70-54.47%), kadar protein (3.66-5.96%), dan kadar serat kasar (1.14-6.02%). Peninjauan dari segi penerimaan konsumen/organoleptik berada pada rentang skala netral sampai suka. Nugget jamur dengan variasi penambahan 75% sera mocaf dan 25% tapioka menjadi sampel dengan formulasi terbaik yang paling disukai secara keseluruhan oleh konsumen.
PENYUSUNAN TINDAKAN PERBAIKAN PADA PROSES PENGENDALIAN CACAT PRODUK ROTI MANIS DI FLORINA BAKERY, KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR Ivan Musanta; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 2: April 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.02.7

Abstract

Florina Bakery merupakan produsen roti berskala UMKM yang berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Florina Bakery berkomitmen memenuhi permintaan pasar yang bertumbuh dengan roti yang bermutu. Penelitian ini ditujukan untuk membantu menganalisis produk cacat yang terjadi pada produksi roti manis di Florina Bakery. Analisis produk cacat menggunakan metode statistical quality control, meliputi: pendataan dengan check sheet, pembuatan diagram Pareto, pembuatan peta kendali, analisis diagram sebab-akibat, dan perencanaan tindakan perbaikan. Pengamatan pendahuluan menemukan terbentuknya produk cacat berupa: kulit terkelupas, isian keluar, penyok, dan bentuk tidak sesuai model.  Diagram Pareto dan peta kendali menunjukkan: (1) besar potensial masalah cacat kulit terkelupas (65.36%), cacat isian keluar (22.96%), cacat bentuk (6.24%), dan cacat penyok (5.44%); (2) dan proses produksi roti manis belum terkendali. Rancangan tindakan perbaikan kualitas untuk Florina Bakery berdasarkan diagram sebab akibat, yaitu: peningkatan keterampilan pegawai dalam memproduksi roti, pembuatan SOP, dan menunjuk pengawas untuk mengontrol kegiatan produksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7