cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH SEDUHAN BUBUK KAKAO LINDAK TERHADAP STRES OKSIDATIF TIKUS WISTAR JANTAN AKIBAT PEMBERIAN MINYAK JELANTAH [IN PRESS APRIL 2014] Mustika Rohma Wardhani; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Kakao memberikan efek antioksidan yang dapat meningkatkan aktivitas SOD dan menurunkan kadar MDA darah karena kandungan polifenolnya yang tinggi. Kandungan polifenol tinggi ini didukung oleh penyangraian vakum yang digunakan, sehingga polifenol tidak hilang selama proses penyangraian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efek antioksidan seduhan bubuk kakao terhadap kadar MDA dan SOD  darah pada kondisi stres oksidatif akibat minyak jelantah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan tersarang (nested design) dengan dua faktor dan lima ulangan, dimana antara kedua faktor tidak ada interaksi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) diikuti uji lanjut BNT dan DMRT (α=0.05). Berdasarkan hasil penelitian, seduhan bubuk kakao 0.25 g/ml memiliki efek antioksidan yang paling baik dengan aktivitas antioksidan sebesar 64.27% dan total fenol sebesar 14582.20 mg/kg, seduhan bubuk kakao 0.15 g/ml memiliki nilai aktivitas antioksidan sebesar 56.7% dan total fenol sebesar 12339.94 mg/kg. Kedua perlakuan memberikan perbedaan signifikan dibanding kelompok stres oksidatif.   Kata kunci : Antioksidan, Bubuk Kakao, Kakao Lindak, Radikal Bebas, Stres Oksidatif
PEMANFAATAN TEPUNG KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) SEBAGAI BAHAN BAKU COOKIES (KAJIAN PROPORSI TEPUNG DAN PENAMBAHAN MARGARIN) [IN PRESS APRIL 2014] Suprihhartini Nurani; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung tapioka dan margarin yang terbaik terhadap pembuatan cookies kimpul (Xanthosoma sagitttifolium). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yaitu proposi tepung kimpul dan tepung tapioka (60:40, 70:30, 80:20)% dan penambahan margarin (50%,60%,70%). Data dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji BNT dan DMRT taraf 5% serta uji organoleptik skala hedonik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan proporsi tepung kimpul dan tepung tapioka serta penambahan margarin memberikan interaksi nyata (α = 0.05) terhadap kadar pati, kadar air, kadar lemak, daya patah, rasa, aroma, kerenyahan, kecerahan (L) dan kekuningan (b*).   Kata Kunci : Cookies, Margarin, Tepung Kimpul, Tepung Tapioka
PENGARUH FERMENTASI ALAMI PADA CHIPS UBI JALAR (Ipomoea batatas) TERHADAP SIFAT FISIK TEPUNG UBI JALAR TERFERMENTASI [IN PRESS APRIL 2014] Yenny Puspita Anggraeni; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan sumber pati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan tepung ubi jalar terfermentasi. Pada pembuatan produk seperti saos, makanan bayi, salad dressing, dan cake mix dibutuhkan tepung yang memiliki tingkat viskositas yang tinggi. Namun, tepung ubi jalar belum memiliki karakteristik tersebut, sehingga dilakukan modifikasi pati dengan cara fermentasi alami untuk memperoleh tingkat viskositas tepung ubi jalar yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh varietas ubi jalar dan lama fermentasi terhadap kualitas sifat fisik tepung ubi jalar terfermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas ubi jalar berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar pati, kadar air, rendemen chips kering, rendemen tepung, viskositas panas, viskositas dingin, pH,  tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*) dan tingkat kekuningan (b*). Perlakuan lama fermentasi berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar pati, kadar air, rendemen chips kering, rendemen tepung, viskositas panas, viskositas dingin, Indeks Penyerapan Air (IPA), Indeks Kelarutan Air (IKA), dan pH.   Kata kunci: Fermentasi alami, Tepung ubi jalar terfermentasi, Ubi jalar.
PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK SARI BUAH KURMA (Phoenix dactylifera) DENGAN ISOLAT Lactobacillus casei DAN Lactobacillus plantarum [IN PRESS APRIL 2014] Pratiwi Anggun Retnowati; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kurma mengandung glukosa, fruktosa, serat pangan (dietary fiber), vitamin dan antioksidan. Lactobacillus casei FNCC 0090 dan Lactobacillus plantarum FNCC 027 merupakan bakteri probiotik yang memberikan efek kesehatan terhadap manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi proporsi buah kurma : air dan lama fermentasi terhadap karakteristik mikrobiologi, kimia, dan fisik minuman probiotik sari buah kurma. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga kali pengulangan. Faktor I adalah kajian proporsi buah kurma : air yang terdiri dari 3 level (1:4 hingga 1:6) dan faktor II adalah lama fermentasi yang terdiri dari 3 level (16 jam, 18 jam, dan 20 jam). Berdasarkan hasil penelitian perlakuan S1T3 merupakan perlakuan terbaik menurut parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Perlakuan terbaik minuman probiotik sari buah kurma dengan atribut organoleptik yaitu pada S2T3. Kata kunci: Buah Kurma, Minuman Probiotik Sari Buah Kurma, Probiotik
PENGARUH PROPORSI (BUAH:SUKROSA) DAN LAMA OSMOSIS TERHADAP KUALITAS SARI BUAH STROBERI (Fragaria vesca L) [IN PRESS APRIL 2014] Mentari Febrianti Darma Pertiwi; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah stroberi merupakan buah yang cukup mudah mengalami kerusakan. Tindakan alternatif yang dapat dilakukan untuk menangani masalah tersebut adalah mengolah buah stroberi menjadi berbagai macam produk olahan. Stroberi dapat diolah menjadi sari buah stroberi alami menggunakan ekstraksi osmosis. Ekstraksi metode osmosis menghasilkan sari buah yang jernihdan masih mengandung aroma stroberi asli yang khas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi buah : sukrosa dan lama osmosis terhadap kualitas sari buah stroberi. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dimana faktor pertama adalah proporsi buah : sukrosa (1.00:0.50, 1.00:0.75, 1.00:1.00 b/b), dan faktor kedua adalah lama osmosis (12, 24, dan 36 jam). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah sari buah stroberi dengan proporsi buah:sukrosa adalah 1.00 : 0.75 dan lama osmosis 12 jam.   Kata Kunci: Stroberi, Ekstraksi Osmosis, Sari Stroberi
PENGARUH LAMA PERENDAMAN Na2S2O5 DAN FERMENTASI RAGI TAPE TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA TEPUNG JAGUNG [IN PRESS APRIL 2014] Mukhamad Ryan Akbar; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor terigu di Indonesia mencapai 5 juta ton pertahun. Untuk mengurangi impor terigu diperlukan eksplorasi sumber bahan selain gandum. Salah satunya adalah pengembangan tepung berbahan baku lokal yaitu tepung jagung. Pemanfaatan tepung jagung masih sangat terbatas karena kualitasnya tidak sebaik terigu. Dengan demikian, dilakukan studi pembuatan tepung jagung dengan perlakuan perendaman menggunakan larutan Na2S2O5 dan dikombinasikan dengan fermentasi ragi tape. Penelitian dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor yaitu lama waktu perendaman Na2S2O5 yang terdiri atas 3 level (12, 24, 36 jam) dan lama waktu fermentasi yang terdiri atas 3 level (12, 24, 36 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari lama perendaman Na2S2O5 36 jam dan lama fermentasi 12 jam dengan kadar air 7.11%; kadar pati 72.17%; kadar protein 9.81%; kadar amilosa 24.03%; rendemen 78.29%; kecerahan (L*) 57.38; daya serap uap air 6.02%; swelling power 8.69 g/g; dan viskositas 92.71 d.Pas.   Kata Kunci: Fermentasi, Modifikasi pati, Natrium metabisulfit, Tepung jagung
PENGARUH PEMBERIAN LIANG TEH BERBASIS CINCAU HITAM (Mesona palustris BL) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TIKUS WISTAR [IN PRESS APRIL 2014] Adin Pritanggo Dhesti; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan tinggi kolesterol yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari, akan meningkatkan kolesterol darah dan meningkatkan insiden penyakit kardiovaskular. Walaupun telah dikenal adanya obat-obat hipolipidemik dan adanya antioksidan endogen namun hiperkolesterol masih menjadi masalah. Liang teh yang digunakan merupakan formulasi dari cincau hitam (Mesona palustris BL), pandan dan kayu manis. Kandungan senyawa bioaktif, senyawa fenol serta serat yang terkandung dalam liang teh berbasis cincau hitam efektif dalam menurunkan kolesterol. Produk fungsional ini diharapkan dapat memperbaiki profil lipid darah dan dapat diinformasikan kepada masyarakat khususnya bagi penderita hiperkolesterolemia sehingga dapat meminimalkan konsumsi obat-obatan sintetik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Postest. 20 tikus wistar jantan dikelompokkan dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol, kelompok tikus pengkondisian hiperkoleterol dengan pemberian aquades, kelompok tikus hiperkolesterol dengan pemberian liang teh dosis 1 sebesar 3,6 ml dan pemberian dosis 2 sebanyak 7,2 ml. Hasil penelitian menunjukkan pemberian liang teh dosis 1 dan dosis 2 mampu menurunkan kolesterol dan dapat meningkatkan HDL. Kata kunci: Liang teh, Mesona Palustris BL, kolesterol, HDL
PENGARUH SUHU BLANSING DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA TEPUNG KIMPUL (Xanthosoma Sagittifolium) [IN PRESS APRIL 2014] Disafitri Candra Ayu; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu blansing dan lama perendaman terhadap sifat fisik kimia tepung umbi kimpul. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I yaitu suhu blansing (70°C, 80°C, 90°C) dan faktor II yaitu lama perendaman (0 jam, 12 jam, 24 jam) dengan 3 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANNOVA apabila terdapat perbedaan diuji lanjut dengan BNT selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan suhu blansing dan lama perendaman. Perlakuan suhu blansing berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap pH, kadar air, kadar pati, viskositas panas, viskositas dingin dan kadar kristal kalsium oksalat. Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap pH, kadar air, kadar pati, viskositas panas, viskositas dingin dan kadar kalsium oksalat.   Kata kunci: Perendaman, Blansing, Tepung Umbi Kimpul
ANALISIS RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL MIKROALGA LAUT Tetraselmis chuii [IN PRESS APRIL 2014] Robby Nasrul Sani; Fithri Choirun Nisa; Ria Dewi Andriani; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalga Laut Tetraselmis chuii memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung zat gizi dan senyawa fitokimia. Tetraselmis chuii memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu protein sebesar 48.42%, karbohidrat sebesar 12.10%, lemak 9.70%, aktivitas antioksidan berkisar antara 2.55-31.29 mg/mL dan total klorofil berkisar antara 3.65-19.20 mg/g. Penelitian senyawa fitokimia Tetraselmis chuii belum pernah dilakukan, maka dalam usaha pengembangan bahan pangan fungsional berbasis Tetraselmis chuii, penting dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol Tetrasemis chuii untuk mengidentifikasi jenis senyawa fitokimia yang terdapat dalam Tetraselmis chuii dan mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak sebesar 30.97% dan ekstrak etanol Tetraselmis chuii mengandung senyawa fitokimia golongan alkaloid, flavonoid, dan glikosida flavonoid. Kata kunci: Pangan Fungsional, Skrining Fitokimia, Tetraselmis chuii
MIE DARI UMBI KIMPUL (Xanthosoma Sagittifolium): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2014] Ginanjar Putra Jatmiko; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi kimpul adalah salah satu umbi yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Deptan, produksi umbi kimpul di Indonesia pada tahun 2013 di 6 provinsi, 6 kabupaten/kota dengan luas 55 ha adalah 825 ton. Produksi umbi kimpul yang melimpah tidak diimbangi dengan pengolahan yang optimal dan cenderung hanya dimanfaatkan sebagai makanan sampingan dengan proses pengolahan yang sederhana seperti pengukusan saja. Kimpul berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk olahan mie, namun dalam proses pengolahannya masih memiliki beberapa kendala yaitu tidak adanya gluten yang terkandung dalam kimpul yang berfungsi dalam pembentuk sifat elastis pada mie. Gluten memegang peran penting terhadap karakteristik mie. Pada saat gluten, tepung, dan air bercampur, maka akan terbentuk gluten network yang akan memerangkap air. Semakin banyak gluten yang ditambahkan, maka mie instan menjadi semakin elastis dan kenyal. Untuk itu, diperlukan penambahan gluten agar produk mie memiliki karakteristik yang baik.   Kata Kunci : Gluten, Mie Kimpul, Senyawa Bioaktif, Tepung Kimpul, Umbi Kimpul

Page 43 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026