cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Lactobacillus casei PADA ES KRIM PROBIOTIK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Lenny Yudha Febriyanti; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia hanya sebatas dibuang sebagai limbah tak berguna.Oleh sebab itu dilakukan pembuatan es krim probiotik dengan penambahan tepung kulit pisang sebagai nutrien untuk pertumbuhan Lactobacillus casei. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kulit pisang dan konsentrasi penambahan tepung kulit pisang yang tepat pada es krim probiotik dan memperoleh kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan parameter yang telah ditentukan untuk memperoleh pertumbuhan bakteri Lactobacillus casei pada es krim probiotik yang maksimum. Penelitian ini mengunakan Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor, dimana faktor I adalah Jenis Kulit Pisang terdiri dari 2 level ( Pisang Ambon dan Pisang Raja) dan Konsentrasi Penambahan Tepung Tepung Kulit Pisang terdiri dari 3 level (2%, 4%, 6%). Perlakuan terbaik untuk es krim probiotik diperoleh pada proporsi jenis pisang raja dengan konsentrasi 4%. Dengan nilai masing-masing parameter yaitu total gula 16.47%, total BAL 5.43x1010 CFU/ml, total asam 0.05%, dan pH 4.15.   Kata Kunci: Es Krim, Kulit Pisang, Lactobacillus casei, Probiotik,  
STUDI VIABILITAS PROBIOTIK PADA VELVA PISANG AMBON SELAMA PENYIMPANAN BEKU [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Zia Rossanieldha; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Velva pisang Ambon probiotik merupakan salah satu produk pangan probiotik olahan buah pisang. Proses pembekuan dapat menurunkan jumlah probiotik pada produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis isolat dan lama fermentasi yang tepat agar mendapatkan viabilitas probiotik yang tinggi pada velva pisang Ambon probiotik selama penyimpanan beku. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu jenis isolat yang digunakan (Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum) dan lama fermentasi (4, 6 dan 8 jam) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis isolat dan lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap total gula, total asam dan pH slurry pisang Ambon terfermentasi. Penggunaan isolat Lactobacillus plantarum dengan lama fermentasi 4 jam menunjukkan viabilitas BAL tertinggi selama penyimpanan beku 6 minggu yaitu sebesar 2.06 x 108 CFU/ml dengan nilai total gula sebesar 12.91%, total asam sebesar 0.044% dan pH 4.55.   Kata kunci: L. casei, L. plantarum, Lama Fermentasi, Velva Buah, Viabilitas BAL
PEMBUATAN BISKUIT BERAS PARBOILED (KAJIAN PROPORSI TEPUNG BERAS PARBOILED DENGAN TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN KUNING TELUR) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Afla Tazakka Aj-juwita; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dasar manusia berupa pangan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu bentuk produk pangan yang diminati anak-anak hingga orang dewasa mulai masyarakat ekonomi bawah sampai atas adalah biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik antara tepung tapioka dan tepung beras parboiled serta penambahan kuning telur agar didapatkan biskuit dengan kualitas baik. Proses pembuatan biskuit pratanak adalah perendaman gabah didalam air (60ºC, 5 jam), pengukusan (20 menit), pengeringan (55ºC, 4 jam), penepungan dan pembuatan biskuit. Hasil penelitian menunjukkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi 60 : 40 dan penambahan kuning telur 6%. Biskuit tersebut memiliki kadar air 2.56 %, kadar lemak 27.08 %, kadar protein 3.19 %, kadar karbohidrat 66.57 %, kadar abu 0.60 %, amilosa 23.19 %, yang memiliki skor kesukaan terhadap rasa 4.55 (agak suka), warna 4.60 (agak suka), aroma 4.85 (agak suka), dan tekstur 4.60 (agak suka). Hasil analisis MTT secara in vivo menunjukkan kenaikan dan penurunan yang stabil.   Kata kunci: Beras Parboiled, Biskuit, Indeks Glikemik, Kuning Telur
PENGARUH EDIBLE COATING SEBAGAI BARRIER OKSIGEN PADA PEMBUATAN WORTEL INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Pino Tri Anggara; Elok Zubaidah; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk pangan yang dikehendaki oleh masyarakat modern tidak hanya mempertimbangkan unsur pemenuhan gizi, akan tetapi juga harus praktis, cepat saji, tahan lama dan tidak memerlukan tempat atau ruang penyimpanan yang lebih besar. Perubahan gaya hidup yang serba cepat tersebut menuntut tersedianya sayuran instan seperti sayuran kering dengan kandungan gizi yang relatif tidak berubah dari bentuk segarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karagenan berpengaruh nyata (α = 0.05)  terhadap kadar air, total karoten, rendemen, derajat kecerahan, derajat kemerahan, derajat kekuningan, tekstur dan daya rehidrasi wortel kering. Suhu pengeringan berpengaruh nyata (α = 0.05)  terhadap kadar air, total karoten, rendemen, derajat kecerahan, derajat kemerahan, derajat kekuningan, tekstur dan daya rehidrasi wortel kering. Sedangkan perlakuan terbaik sesuai perhitungan metode multiple attribute wortel kering dengan perlakuan konsentrasi karagenan 1% dan suhu pengeringan 40oC.   Kata kunci: Beta Karoten, Edible Coating, Wortel
KARAKTERISTIK KIMIA FISIK MINYAK KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PASCA NETRALISASI (KAJIAN KONSENTRASI NaOH DAN LAMA WAKTU PROSES) [IN PRESS JANUARI 2016] Maria Pesona Nuansa; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak kacang tanah mentah perlu dilakukan tahap pemurnian untuk memperbaiki mutunya. Salah satu tahap pemurnian minyak yaitu netralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia fisik minyak kacang tanah pasca netralisasi akibat perlakuan perbedaan konsentrasi NaOH dan lama waktu proses. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor I adalah konsentrasi NaOH (16oBe, 18oBe, 20oBe) dan faktor II adalah lama waktu proses (10 menit, 20 menit, 30 menit). Data dianalisis menggunakan metode analisis ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 5% dan 1%. Perlakuan terbaik netralisasi minyak kacang tanah diperoleh pada konsentrasi NaOH 18oBe dan lama waktu proses 30 menit dengan karakteristik yaitu kadar asam lemak bebas 0.69%, bilangan penyabunan 192.10 mg KOH/g, kadar air 0.04%, kadar kotoran 1.30%, berat jenis 0.917 g/ml, warna tingkat kecerahan (L) 83.6, tingkat kehijauan (a*) -1.30, tingkat kekuningan (b*) 3.77 serta rendemen 70.43%.   Kata kunci: Konsentrasi NaOH, Lama Waktu Proses, Minyak kacang tanah, Netralisasi
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PARSIAL ENZIM SELULASE DARI ISOLAT BAKTERI OS-16 ASAL PADANG PASIR TENGGER-BROMO [IN PRESS JANUARI 2016] Nenu Maria Ovy Sonia; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan limbah pertanian di Indonesia belum dilaksanakan secara maksimal karena jumlahnya terlalu banyak dan mengandung selulosa yang sulit didegradasi. Tujuan penelitian ini, mendapatkan isolat bakteri selulolitik dari padang pasir Tengger-Bromo yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif, dan hasil perhitungan aktivitas enzim dipaparkan secara kuantitatif. Isolat bakteri OS-16 yang didapatkan memiliki kemampuan untuk memproduksi enzim selulase pada suhu tinggi, memiliki bentuk koloni bulat, berwarna putih dan agak tebal di bagian tengah dan pinggir koloni, bentuk tepi halus, merupakan bakteri Gram positif, mampu menghasilkan endospora, katalase positif, dan berbentuk basil. Aktivitas ekstrak enzim selulase kasar adalah 0.045 U/mL dengan suhu dan pH optimum 85oC dan 8. Aktivitas Enzim setelah presipitasi ammonium sulfat dan dialisis adalah 0.154 U/mL  dan 0.505 U/mL  dan kadar protein 2.15 mg/mL dan 1.56 mg/mL. Enzim selulase memiliki aktivitas tertinggi pada substrat dedak gandum sebesar 0.045 U/mL   Kata Kunci: Isolasi bakteri, Padang pasir Tengger-Bromo, Selulase, Selulosa.
PENGARUH PROPORSI KACANG TANAH DAN PETIS UDANG SERTA PENAMBAHAN BAWANG PUTIH GORENG TERHADAP BUMBU TAHU TEK INSTAN [IN PRESS JANUARI 2016] Esy Apriyana; Feronika Heppy Sriherfyna; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu tek merupakan makanan tradisional khas Jawa Timur. Rasa tahu tek ini menjadi salah satu makanan populer dengan bumbu yang khas, hanya saja penyajian kurang praktis. Hal itu diperlukan formulasi dan membuat bumbu menjadi instan.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor I terdiri proporsi kacang tanah : petis udang, faktor II penambahan bawang putih goreng. Hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian untuk perlakuan terbaik metode Zeleny yaitu pada perlakuan proporsi kacang tanah : petis udang (4 : 1) dan penambahan bawang putih goreng 5%. Kadar air 12.69%, Aw 0.54, kadar lemak 32.27%, tekstur 13.43 N, viskositas 11751.33 cP, waktu pencampuran 128.00 detik, kecerahan (L*) 38.05, kemerahan (a*) 7.33, kekuningan (b*) 10.21 dan Total Plate Count 4.09x102 cfu/g, peroksida 2.43 meq/kg, nilai kesukaan rasa 3.50, aroma 3.60 dan warna 3.35.   Kata kunci : Bawang Putih Goreng, Bumbu Tahu Tek Instan, Kacang Tanah, Petis Udang
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KEFIR TEH DAUN SIRSAK DARI BERBAGAI MERK DIPASARAN [IN PRESS JANUARI 2016] Musdholifah Musdholifah; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan minuman fermentasi dari simbiosis antara khamir dan bakteri. Kefir teh daun sirsak  memiliki efek kesehatan contohnya antioksidan. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui pengaruh aktivitas antioksidan, fenol dan organoleptik kefir teh daun sirsak berbagai merk yang beredar dipasaran. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 1 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan dan jumlah unit keseluruhan adalah 18 unit. Faktor yang digunakan adalah M1=Swarna, M=Sirsakti, M3=Laurico, M4=Kereta Uap, M5=Tiga daun, M6=Herbasari. Penentuan perlakuan terbaik metode Zeleny yaitu bahan teh daun sirsak kereta uap. Didapatkan total asam  sebesar 0.10 %, pH 4.54 , total gula 6.80%, total fenol 284.35 µg/ml CGAE, aktivitas antioksidan 57.50 %, warna kecerahan (L) sebesar 54.00, warna kemerahan (a+) sebesar 4.60, warna kekuningan (b+) sebesar 22.60, aroma sebesar 2.79,  warna sebesar 3.25, dan rasa sebesar 2.70.   Kata Kunci: Kefir, Fermentasi, Teh Daun Sirsak
POTENSI SENYAWA BIOAKTIF RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK TABIR SURYA ALAMI : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Ismizana Jati Prasiddha; Rosalina Ariesta Laeliocattleya; Teti Estiasih; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua bagian jagung dapat dimanfaatkan termasuk rambutnya. Rambut jagung (Zea mays L.) merupakan perpanjangan stigma dari bunga betina tanaman jagung. Selama ini pemanfaatan rambut jagung yang merupakan limbah dari budidaya jagung terbatas sebagai obat untuk peluruh air seni dan penurun tekanan darah.  Rambut jagung berpotensi digunakan untuk tabir surya karena kaya akan senyawa bioaktif seperti senyawa fenolik terutama flavonoid. Senyawa tersebut memiliki ikatan terkonjugasi yang dapat beresonansi ketika terkena sinar ultraviolet (UV) sehingga bersifat photoprotective. Untuk itu, diperlukan pengujian senyawa bioaktif dalam rambut jagung berupa total fenol, total flavonoid, dan total karoten serta uji penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) untuk melihat bagaimana potensi rambut jagung untuk tabir surya alami. Kata kunci: rambut jagung, senyawa bioaktif, SPF, tabir surya
PEMANFAATAN UBI UNGU (Ipomoea batatas) SEBAGAI MINUMAN BERANTOSIANIN DENGAN PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS [IN PRESS JANUARI 2016] Gloria Daniela Ticoalu; Yunianta Yunianta; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi ungu sebagai sumber pati dan tinggi antosianin dapat dimanfaatkan sebagai minuman yang bebas penambahan gula, dan juga memiliki keunggulan untuk kesehatan tubuh. Rasa manis yang diciptakan dalam minuman diperoleh dari hasil proses enzimatis α-amilase dan glukoamilase yang memecahkan rantai pati menjadi gula sederhana. Tingkat kemanisan pada minuman tesebut dipengaruhi oleh substrat pada konsentrasi penggunaan tepung ubi ungu. Namun untuk mecegah terjadinya pencoklatan dan degradasi antosianin selama proses yang cukup panjang, maka ubi ungu perlu diberi perlakuan pendahuluan blansir uap dengan tujuan menginaktivasi enzim pendegradasi antosianin yang ada pada ubi ungu. Namun perlakuan blansir yang terlalu lama dapat merusak antosianin di dalam ubi ungu, untuk itu perlu diketahui lama blansir yang tepat. Hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan blansir yang paling optimum adalah selama 5 menit, dan konsentrasi tepung ubi ungu yang digunakan adalah 25% untuk menghasilkan minuman ubi ungu dengan kadar antosianin sebanyak  288.89 mg/100g, dan kemanisan yang sesuai berdasarkan hasil organoleptik yang mengandung 8.38% gula reduksi.   Kata kunci : Blansir, Degradasi, Pemanis, Pencoklatan

Page 67 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026