cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Rancang Bangun Metering Device Tipe Screw Conveyor dengan Dua Arah Keluaran untuk Pemupukan Tanaman Tebu Choirul Adhar; Sumardi Hadi Sumarlan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.065 KB)

Abstract

Produksi gula pada tahun 2011 untuk provinsi Jawa timur mencapai 1.051.642 ton atau setara 47,2% produksi gula nasional. Luas areal tanam gula di Jawa Timur sekitar 192.801,4 ha atau setara 42,81% dari luas areal tanam nasional (Deptan, 2012). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendesain metering device screw conveyor dengan dua arah keluaran, diaplikasikan untuk pemupukan tanaman tebu dan menguji kinerja metering device dengan menggunakan 4 jenis pupuk yaitu: Urea, NPK, TSP dan ZA. Dalam penelitian ini kami menguji kapasitas kerja aplikator pupuk berdasarkan nama pupuk dan pengujian dilakukan skala laboratorium.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian rancang bangun peralatan pupuk dengan screw conveyor dua arah adalah metode empirik, yaitu pengambilan data dari sumber studi pustaka lalu diaplikasikan dalam suatu permodelan dimensi dengan perencanaan dan perhitungan yang diwujudkan dalam satu bentuk nyata. Penelitian menghasilkan bagian-bagian utama dari rancang bangun model metering device ini antara lain sebagai berikut, lebar pitch 30 mm, diameter luar 65 mm, diameter dalam 30 mm, panjang screw 330 mm, sudut screw 200, panjang poros 445 mm. Kapasitas kerja metering device berdasarkan jenis pupuk sebagai berikut : pupuk ZA dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 475,597 kg, 641,206 kg dan 975,080 kg, pupuk TSP dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 579,102 kg, 686,854 kg, 773,905 kg, pupuk NPK dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 418,801 kg, 498,952 kg, 580,164 kg, pupuk Urea dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 581,757 kg, 670,931 kg, 770,722 kg. Kata Kunci :Metering Device, Screw Conveyor, Pupuk, Inlet
Perbandingan Efektivitas Mesin Gilingan Susunan 3 Rol dan 4 Rol dengan Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo Mayadiana Susilowati Ningsih; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.19 KB)

Abstract

Penambahan 1 rol pada susunan rol mesin gilingan di unit gilingan I dan IV (menjadi susunan 4 rol) sebagai upaya peningkatan kapasitas giling telah dilakukan, oleh karena itu informasi mengenai efektivitas pada masing-masing susunan rol sangat dibutuhkan. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai alat ukur efektivitas dalam implementasi TPM banyak diterapkan di Jepang. Pengukuran efektivitas dilakukan pada perbandingan mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol menggunakan metode OEE, selanjutnya mengkaji besarnya kontribusi penyebab rendahnya efektivitas pada efektivitas terkecil dari perbandingan tersebut menggunakan metode Six Big Losses. Berdasarkan hasil penelitian, nilai efektivitas antara mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol telah memenuhi standar. Namun dari perbandingan, mesin gilingan susunan 3 rol mempunyai nilai efektivitas terkecil dengan rata-rata 96,434% dimana rata-rata nilai availability 99,076%, performance efficiency 97,815% dan rate of quality product 99,514%. Serta faktor six big losses yang berkontribusi besar terhadap rendahnya efektivitas yaitu pada reduced speed losses.
Studi Fasilitas Penyulingan Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L): Studi Kasus UKM di Malang Firdiani Nur Afifah; Musthofa Lutfi; Darwin Kadarisman
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.086 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan tanaman rempah yang salah satunya adalah cengkeh. Di negara-negara eropa cengkeh banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas, sedangkan di Indonesia lebih banyak dimanfaat sebagai bumbu rokok kretek khas Indonesia. Selain itu cengkeh juga dapat diambil minyaknya. Minyak cengkeh merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diperoleh dari bagian tanaman cengkeh. Minyak cengkeh tersebut diambil dari bunga maupun daun cengkeh. Kadar minyak di dalam bunga cengkeh berkisar 17-18% sedangkan pada daun sekitar 2-3% (Guenther,1987 dalam Bangkit,2012).  Minyak daun cengkeh dihasilkan dari penyulingan daun cengkeh melalui beberapa cara penyulingan. Dalam industri pengolahan minyak atsiri dikenal tiga macam sistem penyulingan yaitu: Penyulingan air, Penyulingan uap dan air, dan penyulingan uap (Hayani, 2002). Kualitas hasil penyulingan tergantung dari cara penyulingan dan alat yang digunakan. Penyulingan uap menghasilkan minyak cengkeh dengan komposisi eugenol yang lebih baik dari pada menggunakan penyulingan uap-air atau penyulingan air (Sukarsono, 2005). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui fasilitas penyulingan minyak daun cengkeh yang baik di UKM, mengetahui faktor yang dapat berpengaruh terhadap hasil minyak daun cengkeh serta mengetahui perbedaan hasil minyak daun cengkeh dari fasilitas yang berbeda. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui fasilitas dan teknik yang paling baik dalam menghasilkan minyak daun cengkeh yang berkualitas guna meningkatkan nilai jual dari minyak daun cengkeh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data diperoleh dari observasi langsung dilapang, wawancara dengan pemilik UKM dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian ini diketahui fasilitas yang paling berpengaruh adalah bahan pembuat ketel dan daun cengkeh, sedangkan fasilitas lain lain yang berpengaruh adalah peralatan yang digunakan dan tempat penampung bahan baku maupun hasil minyak.   Kata kunci: Daun Cengkeh, Minyak atsiri, Minyak Daun Cengkeh, Penyulingan
Uji Kinerja Kompor Spiral Tipe Vertikal Dengan Bahan Bakar Minyak Jelantah Dian Yulianto; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.09 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar untuk konsumsi rumah tangga maupun industri yang didominasi oleh gas LPG masih belum dapat terpenuhi. Bumi Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah telah menyediakan berbagai jenis energi alternatif yang masih belum dimanfaatkan salah satunya yaitu minyak goreng. Sebagai minyak atau lemak, minyak sawit adalah suatu trigliserida, yaitu senyawa gliserol dengan asam lemak. Minyak jelantah adalah minyak makan hasil penggorengan yang telah digunakan berulang-ulang kali, kebanyakan minyak jelantah sebenarnya merupakan minyak yang telah rusak sehingga tidak baik untuk kesehatan. Minyak yang telah rusak ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan metode pembakaran secara langsung. Dalam penelitian ini dilakukan uji performansi kompor tekan dengan menggunakan bahan bakar campuran minyak tanah dan jelantah dengan konsentrasi 75%, 90% dan 100%. Performansi kompor dapat diketahui dengan melakukan beberapa pengujian antara lain: lama penyalaan, tekanan minimal, waktu operasi, laju konsumsi bahan bakar, panas sensibel, panas laten, input energi panas dan efisiensi termal. Pada masing-masing proses pengujian dilakukan ulangan sebanyak tiga kali. Pengujian kinerja kompor menggunakan bahan bakar 100% minyak jelantah didapatkan hasil lama penyalaan 11 menit, tekanan optimal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,375 kg jam-1 dan efisiensi termal 36,99%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 90% minyak jelantah membutuhkan lama penyalaan selama 10,85 menit, tekanan optimal 5 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,4 kg jam-1 dan efisiensi termal 29,7%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 75% minyak jelantah diperoleh lama penyalaan sebesar 7,62 menit, tekanan optmal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,968 kg jam-1 dan efisiensi termal 20,53% Kata Kunci: Bahan Bakar, Minyak Sawit, Performansi
Penggunaan Lindi Hitam Pada Proses Pretreatment Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Cahyono, Agung; Nugroho, Wahyunanto Agung; Kadarisman, Darwin; Muryanto, .
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.391 KB)

Abstract

Untuk mengurangi biaya produksi, larutan alkali bekas (lindi hitam, LH) yang diperoleh dari pretreatment tandan kosong kelapa sawit (TKKS) skala pilot plant pada kondisi optimal (NaOH 2,5 M; 150oC; 4 bar; 30 menit) dimanfaatkan sebagai pelarut pada pretreatment TKKS berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pretreatment TKKS berbasis alkaline explosion pretreatment dengan perlakuan penelitian meliputi rasio pelarut LH : NaOH 2,5 M (100% LH, 50% LH: 50% NaOH dan 30% LH: 70% NaOH) dan waktu pretreatment (30 menit, 45 menit dan 60 menit). Perbandingan massa TKKS dan volume pelarut adalah 1:5 (500 gram TKKS dan 2500 mL pelarut). Berdasarkan hasil penelitian, TKKS sebelum pretreatment mengandung 328,0 mg/g selulosa, 137,4 mg/g hemiselulosa, 301,6 mg/g lignin dan 22,3 mg/g abu. Perlakuan optimal didapatkan pada perlakuan 30% LH: 70% NaOH dan waktu pretreatment 30 menit  dengan kadar selulosa sebesar 261,31 mg/g dan kadar hemiselulosa serta lignin masing-masing sebesar 44,74 mg/g dan 55,54 mg/g. Kata kunci : Bioetanol, Delignifikasi, Lignoselulosa, Tandan Kosong Kelapa Sawitnocellulose, Empty Fruit Bunches
Uji Performansi Mesin "Spinner Pulling Oil" sebagai Pengentas Minyak Otomatis dalam Peningkatan Produktifitas Abon Ikan Patiin (Pangasius pangasius) Helmi Fadhlurrahman Felayati; Bambang Susilo; Yusron Sugiarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.321 KB)

Abstract

Desa banturejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa yang memiliki komoditas perikanan yang tinggi karena adanya Bendungan Selorejo. KOPWAN (Koperasi Wanita) Srikandi telah banyak menjual produk pengolahan pangan termasuk berbahan dasar ikan. Abon ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan salah satu produk yang dihasilkan. Akan tetapi permasalahan yaitu mutu abon ikan yang memiliki kadar minyak yang tinggi sehingga menyebabkan daya simpan abon yang tidak tahan lama. Alat “spinner pulling oil” merupakan pengentas minyak otomatis yang memanfaatkan gaya sentrifugal. Spinner pulling oil memiliki timer sebagai pengatur waktu agar pekerjaan lebih efektif dan effisien dengan kecepatan putaran 1076 rpm serta kapasitas keranjang bahan sebesar 10 kg. Untuk mengetahui kinerja alat tersebut dilakukan uji performansi alat dengan melakukan pengujian alat secara keseluruhan dengan melakukan pengujian pada abon ikan untuk mengetahui kadar minyak yang terkandung setelah pengentasan. Pengujian dilakukan pada sampel abon ikan dengan lama waktu pengentasan yang berbeda yaitu 0,2,4,6,8, dan 10 menit. Hasil pengujian di analisa waktu optimal dan kebutuhan energinya. Pada pengujian didapatkan waktu optimal pengentasan yaitu pada menit ke 6 dengan kadar lemak 25,49%. Energi yang dibutuhkan untuk proses pengentasan selama 6 menit sebesar 0,0519 KWh, sehingga biaya yang harus dikeluarkan yaitu sebesar Rp. Rp. 55,79,-.   Kata kunci : Spinner Pulling Oil, Abon Ikan, Performansi 
Perbandingan Varietas Jagung Hibrida (Varietas P31, Varietas P35 dan Varietas Kompetitor) Terhadap Produktivitas Hasil Panen di Desa Jetis, Kab Mojokerto Melalui Magang Kerja di PT DuPont Indonesia Azhar, Wilda Aulia; Nugroho, Wahyunanto Agung; Argo, Bambang Dwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.974 KB)

Abstract

Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengamati perbandingan varietas benih jagung hibrida varietas P31, varietas P35 dan varietas kompetitor terhadap produktivitas hasil panen di desa Jetis, Mojokerto Jawa Timur. Metode penelitian ini dilakukan kerja mandiri untuk mengetahui daya tumbuh jagung hibrida dan pengambilan data. Parameter yang diamati adalah parameter pertumbuhan yang meliputi jumlah tanaman yang tumbuh, tinggi tanaman, jarak tanaman dan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Selain itu parameter hasil yang meliputi jumlah total tongkol jagung, kondisi fisik tongkol jagung (panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji) dan massa pipilan (rendemen).
PENDUGAAN UMUR SIMPAN PADA PENYIMPANAN DINGIN TEMPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN PENGEMASAN VAKUM MENGGUNAKAN MODEL ARRHENIUS Lastriyanto, Anang; Komar, Nur; Pratiwi, Hartati Setyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.497 KB)

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Kebutuhan akan kedelai meningkat dari 1.2-1.4 juta ton menjadi ± 1,8 juta ton setiap tahunnya, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Komoditas per kapita kedelai saat ini ± 8 kg/kapita/tahun (Anonim, 2008a). Tempe adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang rhizopus (ragi tempe). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur simpan tempe kedelai yang dikemas vakum selama penyimpanan pada kondisi suhu ruang, dingin dan beku dengan menggunakan perhitungan model Arrhenius. Parameter yang digunakan untuk pengamatan adalah parameter fisik, meliputi kadar air, rendemen, kadar protein, dan uji inderawi. Metode eksperimental dilakukan dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah suhu penyimpanan (T) terdiri dari 3 suhu, yaitu : T1 = 25 °C, T2 = 8 °C, dan T3 = -8 ºC. Faktor perlakuan kedua adalah fase kematangan tempe (F) , terdiri dari tiga fase, yaitu : F1 = 9 jam setelah diberi ragi, F2 = 18 jam setelah diberi ragi, danF3 = 27 jam setelah diberi ragi. Bahan pengemas yang digunakan adalah polyetilen dengan ketebalan 0,08 mm, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pengemasan vakum tempe yang disimpan dingin (8 ˚C) lebih tahan lama daripada yang hanya disimpan pada suhu ruang (25 ˚C). Prediksi umur simpan pada masing-masing suhu, yaitu suhu 25 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi prediksi umur simpan 0.089 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.094 hari, dan tempe 27 jam setelah diragi 0.074 hari. Suhu 8 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi 0.311 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.281 hari, dan tempe setelah 27 jam diragi 0.272 hari. Sedangkan suhu -8 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi 1.164 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.899 hari dan pada F3 tempe 27 jam setelah diragi 1.069 hari.
Daya Tahan Tanaman Jagung Terhadap Serangan Penyakit Bulai Pada Benih Jagung Hibrida Varietas P31 dan Varietas P35 di PT. DuPont Pioneer Surya Putra; Musthofa Lutfi; Darwin Kadarisman
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.406 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengamati daya tumbuh benih jagung hibrida varietas P31, varietas P35 dan varietas kompetitor, dan mengamati daya tahan benih jagung hibrida varietas P31, varietas P35 dan varietas kompetitor terhadap serangan penyakit Bulai. Metode pengamatan yang dilakukan di perusahaan yang pertama adalah penanaman benih jagung meliputi persiapan alat dan bahan sebelum tanam, persiapan lahan pengamatan, penanaman, pemberian pupuk pertama, dan penyiangan. Langkah kedua adalah pengamatan dan pengambilan data meliputi pengamatan daya tumbuh, proses inokulasi dan pengambilan data intensitas serangan penyakit Bulai. Dari hasil pengamatan pada 10 HST (Hari Setelah Tanam) diketahui bahwa daya tumbuh varietas P31 (93%), varietas P35 (98%) dan varietas kompetitor (92%). Kemudian tanaman jagung yang tergolong sangat tahan bulai adalah varietas P35 (9,18%), tanaman varietas P31 (13,98%) tergolong tahan dan varietas kompetitor agak tahan (36,94%), pada pengamatan intensitas serangan penyakit Bulai 40 HST. Kata kunci: Penanaman, Daya Tumbuh, Inokulasi, Daya Tahan Benih
The EC (Electro Conductivity) Value of Plant Age for Green Leaf Lettuce (Lactuca sativa L.) Using NFT (Nutrient Film Technique) Hydroponic Systems Ni Nyoman Padang Cakra Binaraesa; Sandra Malin Sutan; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.95 KB)

Abstract

This study in September 2016 to November 2016 at the Institute for Agricultural Technology Jawa Timur, Jl. Kingdom Karangploso KM 4, Malang. This study aims to determine the relationship with the large volume hydroponic nutrient value of EC (electro conductivity) and know the value of EC (electro-conductivity) based on the age of the green leaf lettuce plants with NFT hydroponics system. EC treatment used in the study, namely 1200, 1500, 1800 and 2100 μs / cm with the pH of the solution is always controlled ranged from 5.5 to 5.8. The results showed that the relationship with large volume hydroponic nutrient EC value is proportional and showed a linear graph. Yields of lettuce plants with the parameters of the long end of the plant, plant height, leaf number, root length, root mass and the mass of the plant with the plant without roots showed the best results with the treatment of EC 1800 μs / cm. Great value EC berdarkan age of the plant to get the lettuce crop yields good ie aged 5 days ie 1200 μS / cm, 10 days at 2100 μS / cm and at the age of 15 days to 35 days ie 1800 μS / cm. Keywords: EC, Hydroponics, hydroponic nutrients, NFT, pH, Lettuce

Page 1 of 1 | Total Record : 10