cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
Analisis Teknik Dan Finansial Pembuatan Mocaf ( Modified Cassava Flour ) Di Kelompok Tani Usaha Maju II di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo; Souma Wiryo Pamungkas
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.523 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan mesin-mesin pengolahan  MOCAF, serta menganalisis kelayakan usaha yang akan dijalankan oleh Kelompok Tani Usaha Maju II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode  penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas. Parameter penelitian yang digunakan adalah kapasitas produksi, Sumber bahan baku dan tambahan, dan teknologi produksi pada analisis teknik kemudian peritungan Nett Present Value, Nett Benefit Cost Ratio, Internal Rate Return, Payback Periode, dan Break Event Point pada analisis finansial.
Pengaruh Paparan Frekuensi Gelombang Bunyi terhadap Fase Vegetatif Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir) Sandra Malin Sutan; Joko Prasetyo; Irman Mahbudi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.701 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian frekuensi gelombang bunyi terhadap pertumbuhan vegetatif dan produktifitas tanaman kangkung darat. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan frekuensi gelombang bunyi 5 KHz, 10 KHz, 15 KHz dengan perlakuan selama 3 jam. Intensitas level bunyi yang digunakan berkisar antara 60-65 Db. Penelitian dimulai saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam sampai umur 30 hari setelah tanam. Parameter yang diamati pada penelitian ini antara lain tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perlakuan frekuensi gelombang bunyi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung lebih tinggi dibanding tanaman kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi gelombang bunyi 10 KHz merupakan perlakuan jenis frekuensi terbaik. Hal tersebut dikarenakan pemberian bunyi dengan frekuensi 10 Khz berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan berat segar tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tinggi tanaman sebesar 33,07%, lebar daun sebesar 13.5%, lebar daun sebesar 2,32%. Dan hasil rerata berat segar tanaman sebesar 22,67 gram/tanaman.
Rancang Bangun dan Uji Performansi Alat Lighting Automatic Potatoes Seeding (LUMOS) pada Pembenihan Kentang (Solanum tuberosum L.) dalam Greenhouse di Desa Sumberbrantas Kota Batu Sugiarto, Yusron; Amaliyah, Lia; Pambudi, Akbar Setyo; Galih, Adriansyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.23 KB)

Abstract

Desa Sumberbrantas merupakan salah satu desa penghasil kentang di provinsi Jawa timur. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas benih kentang, beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani Anjasmoro III melakukan pembenihan kentang di dalam greenhouse. Namun, letak geografis lahan pertanian yang berada di kaki gunung Arjuno menyebabkan kurangnya pencahayaan dan pembenihan kentang menjadi tidak optimal. Berdasarkan photoperiodic-nya kentang memerlukan pencahayaan maksimal 16 jam/hari, sedangkan di desa Sumberbrantas kentang hanya mendapatkan pencahayaan 10 jam/hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penerapan alat Lighting Automatic Potatoes Seeding (LUMOS) untuk optimalisasi pembenihan kentang di dalam greenhouse. LUMOS didesain khusus untuk memberikan pencahayaan tambahan pada pembenihan kentang di dalam greenhouse secara otomatis berdasarkan photoperiodic-nya. Dalam sistem kerjanya alat ini dibantu oleh sensor fotodioda dan mikrokontroler ATmega16. Pada penelitian ini digunakan 15 lampu TL fluora dan 3 buah sensor fotodioda untuk greenhouse pembenihan berukuran 24m x 5m. Dalam aplikasinya alat ini mampu meningkatkan diameter benih kentang hingga 8,128 mm dan penambahan massa sebesar 31,3 gram.
PENGARUH KONSENTRASI CMC DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT DEGRADASI PADA PLASTIK BIODEGRADABLE BERBASIS TEPUNG JAGUNG Nurfauzi, Sobirin; Sutan, Sandra Malin; Argo, Bambang Dwi; djojowasito, Gunomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.587 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah sampah kantong plastik di Indonesia mengharuskan produsen makanan beralih ke plastik yang lebih ramah lingkungan seperti bioplastik. Bioplastik merupakan salah satu jenis plastik yang terbuat dari polisakarida yang berasal dari tumbuhan seperti selulosa dan pati. Salah satunya adalah pati jagung yang memiliki kandungan amilosa cukup tinggi dan mudah terurai di alam. Pada penelitian ini digunakan tepung jagung sebagai bahan baku pembuatan film plastik biodegradable. Terdapat dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi penambahan CMC dan suhu pengeringan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 taraf yaitu 0,5% (b/v) 1% (b/v), dan 1,5% (b/v) serta suhu pengeringan yaitu 50áµ’C, 70áµ’C dan 90áµ’C yang dikeringkan selama 3 jam. Untuk memperbaiki fleksibilitas plastik ditambahkan gliserol sebesar 2% (v/v). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi cmc dan suhu pengeringan terhadap sifat mekanik dan sifat biodegradasi, serta melakukan pengujian fisik seperti pengukuran densitas dan uji ketahanan plastik terhadap air melalui uji penggembungan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan akan menurunkan nilai kuat tarik dan persen pemanjangan. Banyaknya konsentrasi cmc akan meningkatkan nilai kuat tarik dan menurunkan persen pemanjangan. Film plastik akan semakin cepat terdegradasi dengan semakin banyak konsentrasi cmc dan semakin tinggi suhu pengeringan akan semakin lama terdegradasi. Perlakuan terbaik pada konsentrasi CMC 1% dan suhu pengeringan 70áµ’C.Kata kunci: Biodegradasi, CMC, Kuat Tarik, Suhu Pengeringan
Pemodelan Dan Optimasi Proses Biofiksasi Karbondioksida Pada Biogas Menggunakan Java Moss (Taxiphyllum Barbieri) Dengan Response Surface Methodology adiansyah, muhammad; Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.089 KB)

Abstract

Perkembangan dunia di sektor ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut dunia beralih ke sumber energi yang ketersediaannya lebih melimpah dan bersifat terbarukan seperti biogas. Pada proses pembentukan biogas selain CH4 (55-75%) terdapat gas lain yang terbentuk seperti karbondioksida (24-45%). Hal tersebut menyebabkan menurunnya nilai kalor biogas sehingga perlu dilakukan proses penghilangan karbondioksida salah satunya dengan biofiksasi yang umumnya menggunakan mikroalga. Namun mikroalga masih memiliki kelemahan yaitu siklus hidup yang relatif singkat dan memiliki resistensi terhadap karbondioksida relatif rendah. Oleh karena hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemurnian karbondioksida menggunakan Java Moss (Taxiphyllum barbieri) dan hasil optimasi dari proses biofiksasi tersebut menggunakan dua variabel intensitas cahaya (μmol.m-2.s-1) dan waktu penyinaran (jam/hari) dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan bantuan perangkat lunak Design Expert 9.0.6.2 trial version. Hasil optimasi menunjukkan nilai intensitas cahaya terbaik adalah 50 μmol.m-2.s-1 sedangkan waktu penyinaran terbaik adalah 15,73 jam/hari dengan prediksi penurunan karbondioksida sebesar 9,898%. Hasil verifikasi menunjukkan penurunan karbondioksida sebesar 9,8% yang memiliki nilai simpangan sebesar 1%.
Ekstraksi Senyawa Antioksidan Dari Buah Strawberry (Fragaria X Ananassa) dengan Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (Kajian Waktu Ekstraksi dan Rasio Bahan dengan Pelarut) Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Susilo; Ary Mustofa Ahmad; Muhammad Mu'nim
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.034 KB)

Abstract

Buah stroberi kaya akan pigmen warna antosianin yang mengandung antioksidan tinggi. Selain itu stroberi juga kaya akan vitamin C, serat, potassium, folat, rendah kalori, dan mengandung asam ellagic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi dan rasio bahan dengan pelarut yang digunakan terhadap ekstraksi antioksidan pada buah stroberi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah lama waktu ekstraksi (L) yang terdiri dari 3 level (1, 2, 3 menit) dan faktor II adalah rasio bahan dengan pelarut (R) yang terdiri dari 3 level (1:10, 1:20, 1:30 b/v). dengan dua kali pengulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisa. Perlakuan terbaik diperoleh pada lama waktu ekstraksi selama 2 menit dan rasio bahan dengan pelarut 1:20 (b/v), dengan aktivitas antioksidan 13,32 ppm, kadar antosianin 9,43, pH 2,1, rendemen 30,34% dan tingkat kecerahan (L) 21,8, tingkat kemerahan (a*) 8,0 dan tingkat kekuningan (b*) 6,7. Perbandingan antara ekstraksi MAE dan ekstraksi konvensional sebagai control menunjukkan bahwa ekstraksi dengan MAE menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.
Desain Fungsional GREEN ROOF ALGAE Sebagai Media Kultivasi Mikroalga (Chlorella sp) dengan Nutrien Limbah Cair Industri Tahu Alexander Tunggul Sutan Haji; J. Bambang Rahadi Widiatmono; Khotimah Mujaroh
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.892 KB)

Abstract

Dewasa ini banyak penelitian tentang pengembangan biomassa sebagai bahan biofuel, salah satunya adalah mikroalga. Penelitian tentang metode kultivasi mikroalga jenis Chlorella sp telah banyak dilakukan, metode kultivasi tertutup pada fotobioreaktor dan metode terbuka atau open raceway pond. Penelitian ini mengembangkan metode kultivasi mikroalga dengan media pemanfaatan lahan kosong non-produktif yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup yaitu teknologi roof top. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang GREEN ROOF ALGAE skala laboratorium berbasis resirkulasi terbuka sebagai media kultivasi mikroalga Chlorella sp dan mengetahui kemampuannya dalam proses kultivasi Chlorella sp. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Parameter yang diuji adalah kelimpahan Chlorella sp dan analisis fungsional GREEN ROOF ALGAE yang meliputi kapasitas sebesar 22 Lt, tinggi prototipe 1 m, luas roof top 100 x 50 cm, debit pada roof top sebesar 0.320 L/s dengan δ~1mm, kemiringan α=30°. Hasil dari penelitian ini didapatkan kelimpahan Chlorella sp pada puncak populasi pada hari ke-7 sebesar 4010 x 104 sel/mL dengan laju pertumbuhan sebesar 2045 x 104 sel/mL, populasi mutlak ΔN=Nt- N0 sebesar 3740 x 104 sel/mL dimana t adalah hari puncak populasi. Sementara parameter pendukung yaitu kualitas air (medium kultur) setelah kultivasi didapatkan air dengan suhu akhir 24-25°, pH 7,1,kadar nitrat (NO3-) dan fosfat (PO43-) pada hari ke-5 yaitu sebesar 5,2 dan 2,67 ppm, dimungkinkan setelah hari ke-5 nitrat dan fosfat terus mengalami penurunan dan kembali mengalami kenaikan pada saat fase stationer dan kematian pada mikroalga.
Analisis Kandungan Abon Ikan Patin (Pangasius pangasius) dengan Treatment Alat “Spinner Pulling Oil” sebagai Pengentas Minyak Otomatis Bambang Dwi Argo; Yusron Sugiarto; Alvian Budhi Irianto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.113 KB)

Abstract

Desa Banturejo merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Koperasi Wanita (KOPWAN) Srikandi menangkap peluang bisnis dengan menjadikan sumber ikan – ikan yang berada di Bendungan Selorejo menjadi produk abon ikan salah satunya adalah abon ikan patin (Pangasius pangasius). Abon ikan merupakan produk olahan makanan dari hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan melalui kombinasi dari proses penggilingan, penggorengan, serta penambahan bahan pembantu dan bahan penyedap terhadap daging ikan tersebut. Namun permasalahan yang dihadapi KOPWAN Srikandi yakni mutu dari abon yang dihasilkan masih memiliki kadar minyak yang tinggi sehingga menyebabkan produk abon ikan tersebut tidak tahan lama. “Spinner Pulling Oil” merupakan alat pengentas minyak otomatis yang dilengkapi dengan alat pengukur waktu sehingga dapat mengeluarkan kandungan minyak yang terdapat didalam abon ikan. Dalam memasarkan produk abon ikan ke kalangan konsumen, maka abon tersebut harus memenuhi persyaratan Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk abon. Adapun syarat – syarat dalam pengujian kimia  pada abon ikan atau yang lebih di kenal uji kandungan PROKSIMAT meliputi : kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar air, dan kadar karbohidrat. Hasil pengujian PROKSIMAT menunjukkan kadar lemak 24,82%; kadar protein 34,14; kadar air 2,59; kadar abu 5,56; dan kadar karbohidrat 32,89. Hasil ini telah memenuhi persyaratan Badan Standarisasi Nasional (BSN) .
Pemurnian Alkohol Menggunakan Proses Destilasi-Adsorpsi dengan Penambahan Adsorben Zeolit Sintesis 3 Angstrom Bambang Susilo; Rini Yulianingsih; Ulfinasari A
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.729 KB)

Abstract

Kadar alkohol yang didapatkan pada tahap fermentasi hanya sekedar 10% (v/v). Untuk memurnikan alkohol  dengan melalui proses refinery terdapat empat tahap yaitu, tahap evaporasi, tahap destilasi, tahap dehidrasi dan tahap rektrifikasi. Pada tahap evaporasi menghasilkan kadar alkohol 18% (v/v). Pada  tahap dehidrasi menggunakan proses perendaman (adsorpsi) secara secara fisika dengan penambahan adsorben berupa zeolit sintesis 3A. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kadar alkohol yang dapat diperoleh pada pemurnian alkohol 18% (v/v) dengan menggunakan destilasi- adsorpsi. Tujuan kedua ialah untuk mengetahui lama waktu perendaman dan berat zeolit sintesis 3A yang paling optimal pada pemurnian alkohol 18% dengan menggunakan proses adsorpsi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Faktorial (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu berat zeolit sintesis 3A sedangkan faktor kedua adalah waktu perendaman (adsorpsi). Berat zeolit sintesis 3A yang digunakan terdiri dari 3 level yakni, 25 gram, 35 gram dan 45 gram dengan waktu perendaman selama 180 menit, 300 menit dan 420 menit. Perlakuan menggunakan penambahan adsorben zeolit sintesis 3A sebanyak 45 gram dengan waktu perendaman selama 5 jam dapat meningkatkan kadar alkohol sebesar 98,92%.
Kajian Pemanasan Pada Proses Ekstraksi Minyak Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Menggunakan Hydraulic Press Sandra Malin Sutan; Yusuf Hendrawan; Deivy Amaliya Tipdani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.008 KB)

Abstract

Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) merupakan tanaman semak dari keluarga Euphorbiaceae. Minyak yang dihasilkan dari tanaman ini tidak dapat dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak mengalami persaingan dengan minyak makan seperti minyak kelapa sawit. Minyak Jarak Pagar dihasilkan dengan cara ekstraksi biji jarak pagar. Pada penelitian ini menggunakan Hydraulic Press. Hydraulic Press adalah pengepresan dengan menggunakan tekanan, biji jarak diberi perlakuan pendahuluan berupa pemberian temperature panas atau pemasakan. Penelitian menunjukkan Pengaruh pemanasan awal dengan ketiga pemanasan menghasilkan perbedaan yang sangat mencolok. Pemanasan terbaik yaitu dengan oven 20 menit Suhu 90oC menghasilkan volume minyak sebesar 216 mL, rendemen 19,17 %.dan karakteristik kimia minyak jarak pagar yang memenuhi standart SNI meliputi: viskositas (49,33 Cp), kadar air (0,24%), FFA (3,24%), dan Bilangan Iod (87,89 g/100g).

Page 1 of 1 | Total Record : 10