cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pengaruh Perbedaan Sudut Rak Segitiga (600, 900 dan 1200) pada Pengomposan Sludge Biogas Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Kompos Haq, Ahmad Saiful; Nugroho, Wahyunanto Agung; Lutfi, Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.069 KB)

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan sudut rak pengomposan pada tipe rak segitiga terhadap kualitas sifat fisik dan kimia kompos. Bahan yang digunakan yaitu sludge biogas dan serbuk gergaji. Terdapat tiga perlakuan yaitu dengan sudut rak (600, 900 dan 1200). Parameter pada penelitian ini adalah  kandungan C/N rasio, N, P, K yang dimiliki kompos. Selama pengomposan, dilakukan pengamatan terhadap suhu, kelembaban, kadar air, PH, lama pengomposan, warna, dan aroma. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk menentukan hasil penelitian. Terdapat tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan untuk menentukan keragaman data. Hasil dari pengomposan rak segitiga dengan berbagai pengaruh sudut tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan kimia  kompos. Namun masing–masing perlakuan memberikan pengaruh rata-rata terhadap sifat fisik dan kimia kompos. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan pengomposan  dengan sudut 1200, dengan nilai masing-masing parameter lebih mendekati syarat SNI 19­7030­2004, yaitu suhu tinggi pengomposan 29,70C,  kadar air akhir sebesar  57,7%. .kandungan pH 7,1, nisbah C/N 15, kadar N 1,47%, kadar P 0,4%, kadar K  2,15% dan kadar C organik 11,83%. Dengan data tersebut maka pengomposan telah memenuhi SNI 19­7030­2004 yaitu suhu pengomposan dan kadar air pengomposan yang mendekati syarat, yaitu  400–500C dan  kadar air 50 %. Dan kandungan kimia kompos dengan rasio C/N 10-20, pH 6,8-7,49 kadar P > 0,10%, K>0,20%, k N>0,40% dan C-organik 9,80%<SNI>32%   Kata kunci: sludge biogas, tipe pengomposan dan aerasi
Uji Karakteristik Mi Instan Berbahan Dasar Tepung Terigu dengan Subtitusi Mocaf dan Pati Jagung Rahmawati Rahmawati; Sri Winarti; Qurrotu A&#039;yun
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.606 KB)

Abstract

Pada umumnya mi instan merupakan produk olahan dari tepung terigu. Hal tersebut akan menyebabkan ketergantungan terhadap biji gandum impor. Oleh karena itu, penggunaan MOCAF dan pati jagung sebagai bahan pengganti tepung terigu dapat menjadi alternatif untuk mengurangi konsumsi produk olahan gandum. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan mi instan adalah tepung terigu, MOCAF, pati jagung, CMC, garam, dan air. Selanjutnya bahan tersebut diproses melalui beberapa tahapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan keseimbangan massa mi instan hasil perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu formulasi tepung terigu, MOCAF, dan pati jagung. Faktor kedua yaitu proporsi penambahan CMC. Setiap perlakuan dan kontrol diulang sebanyak 3 kali. Hasil uji sifat fisik menunjukan bahwa mi instan hasil perlakuan terbaik memiliki daya serap air sebesar 122.22 %, rendemen sebesar 68.89%, dan daya patah sebesar 363.93 gram. Hasil uji sifat kimia mi instan hasil perlakuan terbaik memiliki kadar air sebesar 7.34%, kadar abu sebesar 2.09%, kadar lemak sebesar 11.48%, kadar protein sebesar 2.08%, dan kadar karbohidrat sebesar 77.57%. Untuk hasil uji organoleptik mi instan yang terdiri dari tingkat kesukaan aroma, warna, tekstur, dan rasa telah memenuhi SNI 01-3551-2000.   Kata kunci: CMC, Formulasi Tepung, RAL Pola Faktorial
Perencanaan Sistem Penyalur Daya Pada Perancangan Portable Belt Conveyor Untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pengangkutan Tebu Di Pabrik Gula Kebonagung Malang Yahya Wahyu Prasetya; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.182 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kapasitas yang bisa dihasilkan sebuah conveyor menurut kecepatan rpm motor dan dimensi conveyor serta untuk menentukan pemilihan komponen yang digunakan sebagai sistem penyalur daya. Penelitian ini merupakan perancangan yang dilakukan berdasarkan perhitungan dari buku panduan perancangan conveyor maupun katalog yang berisikan komponen penyusun belt conveyor. Hasil perancangan akan digunakan sebagai panduan untuk merancang sebuah conveyor pengangkut tebu yang bersifat portable. Setelah dilakukan perancangan didapatkan conveyor dengan dimensi panjang 8.5 m, lebar 58 cm dan ketinggian 0.5 m dengan sudut inklinasi 3.32o. Conveyor ini mempunyai kapasitas angkut 576.04 ton/jam dan membutuhkan daya 1.72 HP. Untuk sistem penyalur daya digunakan motor diesel 3.5 HP, gearbox tipe worm rasio 60:1, belt tipe S 400/3, head pulley ???? 315 mm, tail pulley ???? 250 mm, snub pulley ???? 200 mm, roller ???? 108 mm, pillow block seri UCFL203D1, UCFL204D1, UCFL205D1, dan UCP207D1, v-belt tipe SPZ ukuran 875 mm dan 1312 mm dengan kopling tipe tegangan idler sebagai penghubung atau pemutus aliran tenaga.
Hidrolisis Enzimatik Ampas Tebu (Bagasse) Memanfaatkan Enzim Selulase dari Mikrofungi Trichoderma reseei dan Aspergillus niger Sebagai Katalisator dengan Pretreatment Microwave Ferys Ika Oktavia; Bambang Dwi Argo; Musthofa Lutfi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.313 KB)

Abstract

Ampas tebu (bagasse) adalah salah satu sumber lignoselulosa untuk pembuatan bioetanol. Pada penelitian hidrolisis dilakukan secara enzimatik dengan memanfaatkan enzim selulase dari mikrofungi Trichoderma reseei dan Aspergillus niger. Proses hidrolisis dilakukan dengan memvariasikan perbandingan dari kedua enzim selulase serta pengamatan terhadap waktu hidrolisis. Variasi perbandingan  volume enzim selulase antara Trichodermai reesei : Aspergillus niger yaitu  1:0, 0:1, 1:1, 1:2, 2:1, sedangkan untuk waktu pengambilan sampel dilakukan pada jam ke- 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, serta pada jam ke-48. Pengukuran kadar glukosa dilakukan dengan metode DNS (Dinitrosalicylic acid) dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan hasil tertinggi diperoleh pada variasi dengan perbandingan 0 T.reesei : 1 A.niger dengan waktu hidolisis selama 12  jam yang menghasilkan glukosa sebesar 47,213 %.   Kata Kunci: ampas tebu, hidrolisis enzimatik, glukosa 
Uji Performansi Prototype Belt Conveyor Pengangkut Tebu di Perusahaan Gula Kebon Agung – Malang Rachmawati, Meutia Nuraini; Sumarlan, Sumardi Hadi; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.44 KB)

Abstract

Tebu merupakan bahan pokok dalam pembuatan gula yang digunakan sebagai salah satu bahan utama pengolahan makanan maupun minuman dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi penduduk Indonesia, sehingga banyak dari pabrik industri tebu yang telah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Pada beberapa pabrik, pengangkutan tebu dari lahan ke tepi lahan masih dikerjakan secara manual dengan mempekerjakan buruh angkut. Salah satu alternatif peralatan pengangkut adalah dengan menggunakan belt conveyor, sehingga pengangkutan tebu dengan menggunakan tenaga buruh angkut dapat dikurangi dengan adanya belt conveyor. Hasil pengujian kecepatan prototype belt conveyor dengan membawa satu ikat tebu sebesar 1.52 m/s. Tegangan minimum belt untuk mencegah slip 494.48 Newton dan tegangan minimum belt untuk membatasi kelonggaran 106.24 Newton. Kapasitas prototype belt conveyor 12360.51 kg/jam, serta waktu pengangkutan tebu sebanyak kapasitas truk sebesar 1.24 jam, dibandingkan dengan waktu pengangkutan sebanyak kapasitas truk menggunakan satu orang buruh angkut yaitu 7.21 jam.
Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz) Menggunakan Activating Agent KOH Rendi Hadi Santoso; Bambang susilo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.924 KB)

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah hasil pengupasan pengolahan produk pangan berbahan dasar umbi singkong. Limbah kulit singkong ini bisa dimanfaatkan menjadi produk karbon aktif. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses dehidrasi, karbonisasi dan dilanjutkan dengan proses aktivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Activating Agent KOH terhadap karakteristik karbon aktif kulit singkong, mengetahui konsentrasi Activating Agent KOH yang optimum untuk pembuatan karbon aktif kulit singkong, serta mengetahui potensi kulit singkong sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Penelitian ini adalah jenis penelitian dengan rancangan percobaan berupa RAL (Rancangan Acak Lengkap). Percobaan dilakukan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi KOH terhadap karakteristik karbon aktif.  Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi KOH 3 M dengan karakteristik, yaitu bilangan iodine sebesar 1113,863 mg/g, kadar air sebesar 6,349 %, kadar abu sebesar 9,217 % serta densitas sebesar 0,951 g/mL.   Kata Kunci : Activating Agent, Aktivasi, Dehidrasi, Karbon Aktif, Karbonisasi, Kulit Singkong
Pengaruh Penambahan Cahaya di Malam Hari Terhadap Pertumbuhan Chlorella sp. pada Instalasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Tipe Recirculate Raceway Pond Febi Febriansyah; Rizky Mulya Samporno; Ahmad Thoriq; Sophia Dwiratna Nur Perwitasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.14 KB)

Abstract

Cahaya mempunyai pengaruh langsung dalam proses fotosíntesis dan tidak langsung terhadap pertumbuhan. Kurangnya intensitas cahaya menyebabkan proses fotosíntesis tidak berlangsung normal sehingga mengganggu biosíntesis sel. Energi yang diberikan oleh cahaya bergantung pada intensitas cahaya, dan lamanya pencahayaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan cahaya pada malam hari terhadap pertumbuhan Chlorella sp, kandungan nitrat, fosfat dan amonium pada instalasi pengolahan limbah cair tahu tipe Recirculate Raceway Pond. Penelitian ini dilakukan pada kolam berbentuk lintasan sepanjang 14 m dengan kedalaman 28 cm dan berkapasitas 1200 l. Air limbah tahu dimasukkan ke dalam kolam dengan debit 5 l/jam, sehingga limbah yang tambahkan tiap harinya sebanyak 120 l. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu perlakuan dengan penambahan cahaya atau tanpa penambahan cahaya di malam hari. Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan Chlorella sp. mempunyai rata-rata kepadatan sel Chlorella sp. pada hari ke-17 sampai hari ke-21 lebih tinggi yakni sebanyak 2255 x 104 sel/ml di titik awal dan sebanyak 2385 x 104 sel/ml di titik akhir. Hubungan tersebut dapat diketahui dengan persamaan y = 329.0x + 1440 dengan nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0.94. Perlakuan penambahan cahaya di malam hari juga berpengaruh terhadap kualitas air meliputi : nitrat mengalami kenaikan (R2 = 0.738), fosfat (R2 = 0.484) dan amonium (R2 = 0.562) mengalami penurunan.
Analisis Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Tepung Umbi Uwi Ungu (Discorea alata), Uwi Kuning (Discorea alata) dan Uwi Putih (Discorea alata) muhamad nur afidin; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap sifat fisik dan kimia tepung umbi uwi yang dihasilkan. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan dua faktor. Faktor pertama suhu pengeringan (T), terdiri dari 3 level yaitu  400C (T1), 500C (T2), dan 600C (T3). Faktor yang kedua varietas uwi (U), terdiri dari uwi ungu (U1), uwi kuning (U2) dan uwi putih (U3). Suhu pengeringan memberikan pengaruh terhadap tepung umbi uwi yang dihasilkan. Umbi uwi ungu, kuning dan putih mempunyai karakteristik kandungan yang berbeda, rerata densitas kamba antara 0,38 - 0,64 gram/mL, kadar air antara 7,77 – 10,66%, kadar abu antara 2,1 – 3,77%, karbohidrat antara 77,95 – 82,88%, lemak antara 0,12 – 0,52%, dan protein antara 2,59 -10,49%.Perlakuan terbaik dari hasil analisis menggunakan metode DMRT untuk umbi uwi ungu diperoleh perlakuan terbaik pada suhu 600C, umbi uwi kuning pada suhu 500C dan pada umbi uwi putih pada suhu 600C.
Studi Pembuatan dan Karakteristik Sifat Mekanik Plastik Biodegradable Berbahan Dasar Ubi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Saputra, Agung; Lutfi, Musthofa; Masruroh, .
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.033 KB)

Abstract

Plastik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keunggulan plastik dibandingkan dengan bahan pengemas yang lain. Tetapi, plastik juga memiliki kelemahan dimana sulit untuk didegradasi secara alami. Oleh karena itu, salah satu solusi alternatif yang banyak dikembangkan saat ini adalah pembuatan plastic biodegradable. Indonesia memiliki potensi yang besar karena banyak memiliki keanekaragaman hayati seperti umbi-umbian yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan plastik biodegradable, salah satunya adalah umbi suweg. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan gliserol pada pati suweg terhadap sifat mekanik dari plastik biodegradable yang dihasilkan. Prosedur pengujian dibagi menjadi dua tahapan. Pengujian tahap pertama dilakukan pada sampel dengan perbandingan pati ubi suweg dan gliserol dengan perbandingan komposisi 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40% dan 50% : 50%. Kemudian dilakukan pengambilan sampel plastik terbaik dilihat dari hasil pengujian karakteristik mekanik yang digunakan untuk pengujian tahap kedua. Sampel yang dihasilkan kemudian diuji dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Pengujian tahap pertama mendapatkan hasil terbaik yaitu pada perbandingan komposisi 90% : 10% dengan nilai kuat tarik 5,43 MPa; elongasi 30% dan modulus elastisitas 18,47 MPa. Pengujian tahap kedua dilakukan dengan cara melakukan penambahan serta pengurangan pati ubi suweg sehingga didapatkan persentase komposisi untuk pengujian tahap kedua yaitu 94% : 6%, 92% : 8%, 90% : 10%, 88% : 12%, 86% : 14%. Pengujian tahap kedua mendapatkan hasil terbaik yaitu pada perbandingan komposisi 94% : 6% dengan nilai kuat tarik 14 MPa, elongasi 23,33% serta Modulus elastisitas 60,19 MPa. Kata kunci: Plastik Biodegradable, Ubi Suweg, Karakteristik Sifat Mekanik.
Pemurnian Biogas Dengan Sistem Pengembunan Dan Penyaringan Menggunakan Beberapa Bahan Media Prayugi, Ginanjar Eko; Sumarlan, Sumardi Hadi; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.55 KB)

Abstract

Kandungan CO2 pada biogas masih cukup besar. Hal ini menyebabkan efisiensi panas yang dihasilkan masih rendah sehingga kualitas nyala api biogas masih belum optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian dari kandungan CO2 dalam biogas, sehingga dalam permurnian ini diharapkan kadar gas metana dalam biogas dapat meningkat, dan kandungan gas lain seperti, CO2 dan uap air dapat berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kandungan CO2 dan efektivitas penyerapan CO2 sebelum dimurnikan dan setelah dimurnikan dengan beberapa bahan media pemurni. Hasil analisa menunjukkan terjadinya penurunan kandungan CO2 pada biogas. Pada pemurnian dengan air kandungan CO2 turun sebesar 7,02 %. Untuk perlakuan dengan NaOH kandungan CO2 turun sebesar 4,79 %. Untuk kandungan CO2 pada kapur tohor turun menjadi 0 %. Pada Silika gel kandungan CO2 turun sebesar 4,63 %. Sedangkan kandungan CO2 pada Arang Aktif turun sebesar 10,503 %. Efektivitas penyerapan CO2 oleh kapur sangat efektif dalam mengurangi kadar CO2 yang terkandung dalam biogas dibandingkan bahan media lainnya. Sedangkan kandungan CH4 pada perlakuan kapur tohor yang paling besar. Hal ini dikarenakan kapur tohor dapat mengikat kadar CO2 yang terkandung dalam biogas lebih tinggi dibandingkan bahan media lainnya. Pada proses pengembunan, air yang diembunkan paling banyak terdapat pada perlakuan air + es (130C) sebesar 10,18 ml, disusul dengan perlakuan dengan air (21,50C) sebesar 5,79 ml dan perlakuan tanpa air (25,50C) sebesar 5,00 ml untuk tiap m3 biogas yang dialirkan. Hal ini dikarenakan semakin kecil suhu, hasil pengembunan yang diperoleh semakin besar.   Kata Kunci : CO2, Kapur Tohor, NaOH

Page 7 of 43 | Total Record : 423