cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Human Nutrition
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24426636     EISSN : 23553987     DOI : https://doi.org/10.21776
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian di bidang gizi manusia dan di terbitkan oleh Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan terbit dua kali dalam setahun (bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Asupan Vitamin C tidak Berhubungan dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMA Negeri 5 Kota Malang Habibie, Intan Yusuf; Oktavia, Fransiska; Indiah Ventiyaningsih, Agustiana Dwi
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.585 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.5

Abstract

Abstrak Hemoglobin (Hb) adalah komponen sel dаrаh merаh yаng berperan dalam mengаngkut oksigen dаn kаrbondioksidа, dan kondisi anemia ditemukan ketika kadar Hb dalam darah <12 g/dL. Kelompok usia remaja merupakan kelompok yang rawan menderita anemia, khususnya remaja putri mengingat remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya. Resiko anemia dapat dicegah salah satunya dengan konsumsi diet yang sehat dengan konsumsi makanan kaya zat besi. Akan tetapi, zat besi yang diserap dalam tubuh bergantung pada bahan makanan yang dapat menghambat dan meningkatkan penyerapan zat besi. Makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat gizi salah satunya adalah vitamin C. Tujuаn penelitiаn ini untuk mengetаhui hubungаn аsupаn vitаmin C terhаdаp kаdаr hemoglobin pаdа remаjа putri di SMА Negeri 5 di Kotа Mаlаng. Jenis penelitiаn ini аdаlаh penelitiаn observаsi аnаlitik, dengan menggunakan desain cross-sectionаl. Populаsi dаlаm penelitiаn ini аdаlаh remаjа putri SMА 5 di Kotа Mаlаng dengan jumlah 58 orаng responden dan uji statistik yang digunakan adalan uji statistik korelasi Pearson. Berdаsаrkаn uji statistik, diperoleh hasil bаhwа tidаk terdаpаt hubungаn аntаrа аsupаn vitаmin C terhаdаp kаdаr hemoglobin pаda remаjа putri di SMА Negeri 5 di Kota Mаlаng dengan p-value sebesar 0,383 (p>0,05), dengan rata-rata asupan vitamin C 140 ± 85,19 mg, dan rata-rata kadar Hb remaja putri 12,7 ± 1,33 g/dL. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara vitamin C dengan kadar Hb pada remaja putri di SMA Negeri 5 di Kota Malang.Kata kunci: hemoglobin, vitamin C, remaja putri Abstract Hemoglobin (Hb) is a cell component that has a role in carrying oxygen and carbon dioxide, and an anemia condition is found when blood Hb level is below 12 g/dL. Adolescent is an age group that is prone to anemia, especially young women who experience monthly menstrual cycle. The risk of anemia can be prevented by consuming a healthy diet rich in iron. However, iron absorbed in the body depends on food ingredients that can inhibit or increase iron absorption. One of the foods that can increase the nutrient absorption is vitamin C. This study aims to recognize the correlation between vitamin C intake and hemoglobin level in female adolescents in Public Senior High School 5 (SMA Negeri 5) in Malang. The type of this study was analytical observation using a cross sectional design. The population in this study was female adolescents in SMА Negeri 5 Mаlаng with a total of 58 respondents, and the statistical test used was the Pearson correlation statistical test. Results from the statistical test showed that there is no relationship between vitamin C intake and hemoglobin level in female adolescents in SMА Negeri 5 Mаlаng with p-value=0.383 (p>0.05), the average vitamin C intake was 140 ± 85.19 mg, and the mean value of Hb level of the female adolescents was 12.7 ± 1.33 g/dL. This study concludes that there is no relationship between vitamin C intake and the hemoglobin level in female adolescents in SMA Negeri 5 Malang. Keywords: female adolescents, hemoglobin, vitamin C
Intervensi Pendidik Sebaya Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Gizi Seimbang pada Remaja di MTsN Model Limboto Nuryani, Nuryani; Paramata, Yeni
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.767 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.4

Abstract

Abstrak Periode remaja dikategorikan kelompok rawan masalah gizi dan mempunyai risiko kesehatan tinggi disebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Remaja cenderung mudah mengikuti pengaruh teman sebayanya, sehingga pendekatan positif berupa kelompok pendidik sebaya diharapkan mampu memperbaiki sikap dan perilaku gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang remaja setelah diberikan edukasi dari kelompok teman sebaya. Metode penelitian adalah quasy experiment dengan rancangan two group pre-post test design. Penelitian dilakukan di MTS Negeri Model 1 Limboto. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Sampel untuk kelompok educator sebanyak 30 siswa, sementara yang menjadi sasaran target remaja kelompok peer educator sebanyak 128 siswa. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang dikumpulkan sebelum dan setelah pemberian edukasi gizi. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan skor masing–masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok remaja peer educator terjadi peningkatan skor pengetahun 28,77 ± 23,58 (p-value=0,000), skor sikap 4,72 ± 5,99 (p-value=0,000), skor perilaku gizi seimbang 7,56 ± 8,26 (p-value=0,000), sementara pada kelompok remaja sasaran kelompok peer educator terjadi peningkatan skor pengetahun 2,17 ± 15,05 (p-value=0,104), skor sikap 0,86 ± 6,57 (p-value=0,140) dan skor perilaku gizi seimbang 1,14 ± 9,97 (p-value=0,198). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan skor pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang secara signifikan pada kelompok peer educator, namun tidak signifikan pada kelompok sasaran peer educator.Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, gizi seimbang, peer educator  Abstract Adolescence period is categorized as a group prone to nutritional problems and has high health risk caused by rapid growth and development. Adolescents tend to follow their peers’ influence, thus a positive approach in a form of peer educators is expected to improve attitudes and behavior on balanced nutrition among adolescents. The study aims to assess the changes of knowledge, attitudes, and behavior about balanced nutrition in adolescents after given education from peer groups. The research method used was quasy experiment with two group pre-post test design. The study was conducted in Islamic Junior High School 1 Limboto. Sampling was taken by accidental sampling. The sample for peer educators was as many as 30 students, while the targeted adolescents of the peer educators were 128 students. The research variables including knowledge, attitudes, and behavior on balanced nutrition were collected before and after the provision of nutritional education. Data analysis was using paired t test to compare the scores of each variable. The results showed that in the peer educator there were increases in knowledge score 28.77 ± 23.58 (p-value=0.000), attitude score 4.72 ± 5.99 (p-value=0.000), behavior score 7.56 ± 8.26 (p-value=0,000), while in the peer educator target group, there were increases on knowledge score 2.17 ± 15.05 (p-value=0.104), attitude score 0.86 ± 6.57 (p-value=0.140) and behavior score 1.14 ± 9.97 (p-value=0.198). It is concluded that there are significant increases in the scores of knowledge, attitudes, and behavior about balanced nutrition in the peer educator group, but not significant in the peer educator target group. Keywords: attitude, balanced nutrition, behavior, knowledge, peer educator
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Ciawi Bogor Rachmayani, Siti Andina; Kuswari, Mury; Melani, Vitria
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.107 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.6

Abstract

Abstrak Pada usia remaja pelajar lebih mementingkan penampilan fisik. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Asupan makan yang buruk menjadi penyebab umum masalah gizi pada remaja. Keseimbangan antara zat gizi yang masuk dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dan status gizi pada remaja putri. Data yang digunakan merupakan data primer berupa karakteristik responden. Sampel yang digunakan adalah 150 remaja putri di SMK Sumpah pemuda 2 Ciawi Bogor. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Persentase responden dengan asupan energi cukup sebesar 73,3%, persentase responden dengan asupan protein kurang sebesar 88%, persentase responden dengan dan asupan karbohidrat cukup sebesar 51,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, dan karbohidrat dengan status gizi. Untuk mencapai status gizi optimal, remaja harus memenuhi kebutuhan asupan energi dan zat gizi makro, terutama asupan protein yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.Kata kunci: Remaja putri, Asupan gizi, Status gizi Abstract In adolescence, students are more concerned about physical appearance. Female adolescents are a group particularly vulnerable to nutritional problem. Poor food intake becomes a common cause of nutritional problems in adolescents. Balance between nutrition intakes is needed for optimal health. This study used a cross sectional design which aimed to determine the relationship between nutrition intake and nutritional status in female adolescents. The data used were primary data in a form of respondents’ characteristics. The sample used was 150 female adolescents in SMK Sumpah Pemuda 2 Ciawi Bogor. The statistical test used was the Spearman correlation test. The percentage of respondents with sufficient energy intake was 73.3%, the percentage of respondents with less protein intake was 88%, the percentage of respondents with and enough carbohydrate intake was 51.3%. There is a significant relationship among energy, protein, and carbohydrate intake with nutritional status. To reach optimal nutritional status, adolescents must meet the needs of energy intake and macro nutrients, especially protein intake that is highly needed in the growing period. Keywords: female adolescent, nutrition intake, nutritional status
Pengetahuan Ibu, Dukungan Sosial, dan Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Keputusan Memberikan ASI Eksklusif Mawaddah, Shohipatul; Barlianto, Wisnu; Nurdiana, Nurdiana
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.869 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.3

Abstract

Abstrak Praktek di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Wilayah Gangga memiliki cakupan terendah di NTB yaitu 30,4%. Penelitian ini mencoba menggali secara bersamaan prediktor munculnya masalah yang ada di wilayah Gangga yaitu berupa pengetahuan ibu, dukungan sosial baik dari suami, keluarga dan teman serta dukungan dari tenaga kesehatan. Desain penelitian observasional analitik cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan memberikan kuesioner pada 165 responden yang memiliki bayi usia lebih dari 6-12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan hanya 38,2% responden memutuskan memberikan ASI eksklusif di Gangga. Hasil uji regresi logistik bineri pada model terbaik menunjukkan variabel yang paling kuat berpengaruh berturut-turut adalah dukungan sosial suami (p=0,001), dukungan tenaga kesehatan (p=0,016), dukungan sosial keluarga (p=0,020) dan dukungan sosial teman (p=0,049). Sedangkan pengetahuan ibu (p=0,171) memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Tingginya pengetahuan, besarnya dukungan sosial suami, keluarga, dan teman serta dukungan tenaga kesehatan secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.Kata Kunci : Pengetahuan, dukungan sosial, dukungan tenaga kesehatan, ASI eksklusif Abstract The real practices show that there are still many mothers who do not give exclusive breastfeeding. West Nusa Tenggara (NTB) Province is an area that shows successful exclusive breastfeeding. Gangga area has the lowest coverage in NTB, as much as 30.4%. This research tried to simultaneously explore the predictors of the emergence of problems that exist in Gangga region in the form of mother’s knowledge, social supports from husband, family, and friends, and also support from health workers. A cross-sectional observational analytic design was used in this study by providing questionnaires to 165 respondents who had babies older than 6-12 months. The results show only 38.2% of respondents in Gangga decide to give exclusive breastfeeding. From binary logistic regression test result in the best model, the strongest influential variables consecutively are husband’s social support (p=0.001), health personnel support (p=0.016, family’s social support (p=0.020) and friend’s social support (p=0.049). While mother’s knowledge (p=0.171) shows insignificant influence. The high level of knowledge, the amount of social support of husband, family, and friends, and support of health workers simultaneously have an influence on the mother's decision in giving exclusive breastfeeding. Keywords: exclusive breastfeeding, health personnel support, knowledge, social support
Tingkat Pengetahuan Cara Membaca Label Informasi Gizi Mahasiswa Status Gizi Normal Lebih Baik dibandingkan Mahasiswa Obesitas Anggraini, Shinta; Handayani, Dian; Kusumastuty, Inggita
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.905 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.2

Abstract

Abstrak Label informasi gizi adalah informasi kandungan nilai gizi yang wajib dituliskan pada makanan kemasan untuk memudahkan konsumen memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan gizi. Pengetahuan cara membaca label informasi gizi sangat diperlukan konsumen karena akan memengaruhi perilaku pemilihan makanan kemasan yang dikonsumsinya sehingga dapat memengaruhi status gizi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan cara membaca label informasi gizi mahasiswa status gizi obesitas dan normal serta mengetahui hubungan pengetahuan cara membaca label informasi gizi terhadap perilaku pemilihan makanan kemasan. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok status gizi obesitas (n=33) dan kelompok status gizi normal (n=33). Peneliti meng-gunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi sebelumnya. Pada penelitian ini menunjukkan 51,5% mahasiswa status gizi normal memiliki tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi yang cukup baik dibandingkan mahasiswa obesitas yang hanya 21,2%. Hasil uji beda dengan Mann Whitney juga menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi dan perilaku pemilihan makanan kemasan antara mahasiswa status gizi obesitas dan normal (p=0,004 dan p=0,000). Penelitian ini menemukan hubungan pengetahuan cara membaca label informasi gizi dengan perilaku pemilihan makanan kemasan pada mahasiswa berstatus gizi obesitas dan normal menggunakan uji Spearman (p=0,004 dan p=0,007). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi mahasiswa status gizi normal lebih baik daripada mahasiswa obesitas saat memilih makanan kemasan.Kata kunci: pengetahuan label informasi gizi, perilaku pemilihan makanan kemasan, status gizi Abstract Nutrition facts label is information on the nutritional content that must be written on packaged foods to ease the consumers to choose the right product according to their nutritional needs. Consumer’s knowledge on how to read nutritional information labels is very required because it will affect the choosing behavior of packaged food consumed, so it can affect the nutritional status they have. This study aimed to determine the differences in knowledge on how to read nutrition information labels among normal and obesity students and to know the relationship of knowledge on how to read nutritional information labels and the behavior of packaged food selection. This study was an analytical observational study with a cross-sectional approach using purposive sampling. Samples were divided into two groups, namely obese status group (n=33) and normal status group (n=33). The instrument used was questionnaire that had been validated before. In this study, 51.5% of normal status students had good knowledge on reading nutritional information labels compared to obese students, which was only 21.2%. The results of different test with Mann Whitney also stated a difference in the knowledge level on reading nutritional information labels and packaged food selection behavior among obese and normal students (p=0.004 and p=0.000). This study found a relation of knowledge on reading nutritional information labels and the behavior of packaged food selection on obese and normal students using the Spearman test (p=0.004 and p=0.007). Thus, it can be concluded that the level of knowledge on how to read the nutritional information label of students in normal nutritional status is better than obese students when choosing packaged foods. Keywords: behavior of packaged food selection, knowledge on nutrition facts label, nutritional status
Penyuluhan Gizi untuk Mengubah Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Pengembangan Pangan Lokal Salak Manonjaya Bachtiar, Raden Agus; Sumarto, Sumarto; Aprianty, Deris; Kristiana, Lusi
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.33 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.1

Abstract

AbstrakSalak Manonjaya merupakan salah satu varietas asli Indonesia yang saat ini pamornya semakin menurun akibat memiliki kualitas rasa kurang disukai dibandingkan dengan salak yang ada di pasaran. Varietas ini di masa yang akan datang dikhawatirkan hilang, sehingga diperlukan upaya revitalisasi pemanfaatan salak ini yaitu dengan diversifikasi produk olahan serta didukung dengan upaya sosialisasinya. Tujuan penelitian ini adalah melihat perubahan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam memahami dan mendukung upaya pengembangan dan diversifikasi olahan salak Manonjaya sebagai pangan lokal untuk mengatasi masalah gizi khususnya di Manonjaya melalui penyuluhan gizi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest - posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tervalidasi. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya bulan Mei - Agustus 2016. Media penyuluhan yang digunakan adalah booklet dan demo produk olahan salak Manonjaya. Responden penelitian yaitu siswi SMPN 1 Manonjaya, guru, pengelola kantin, orang tua siswa, dan masyarakat umum dengan jumlah 61 orang. Hasil intervensi penyuluhan gizi menunjukkan rata-rata pengetahuan responden tentang Salak Manonjaya dan hasil olahannya meningkat secara signifikan dari 43,72 sebelum intervensi menjadi 73,11 setelah intervensi. Peningkatan penge-tahuan ini diperkuat dengan komitmennya dalam sikap yang menunjukkan adanya pemahaman dan dukungan untuk memanfaatkan olahan salak Manonjaya sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.Kata kunci: pangan lokal, pengetahuan, penyuluhan gizi, salak Manonjaya, sikapAbstractThe trend of Manonjaya salacca (snake fruit) which is one of the native Indonesian varieties is currently declining because its taste is less favorable than the others in the market. In the future, this variety may extinct, thus efforts are needed to revitalize the use of this salacca by diversifying processed products and supported by the socialization. The purpose of this research was to see the changes in knowledge and attitude of community in understanding and supporting the effort to develop and diversify Manonjaya salacca as local food to overcome nutrition problem especially in Manonjaya through nutritional counseling. This study used a one-group pretest-posttest design. The instrument used was a validated questionnaire. The sampling method was purposive sampling. The study was conducted in Manonjaya Subdistrict, Tasikmalaya Regency in May-August 2016.The extension media used were booklets and demonstrations of Manonjaya salacca processed products. The research respondents were students, teachers, canteen managers, parents of students in Junior High School (SMPN) 1 Manonjaya, and public as many as 61 people. The results of the nutrition counseling intervention showed that the average knowledge of respondents about Manonjaya salacca and its processed products increased significantly from 43.72 before the intervention became 73.11 after the intervention. This increase in knowledge is strengthened by the attitudes that show an understanding and support for utilizing processed Manonjaya salacca as an alternative to meeting the nutritional needs.Keywords: attitude, knowledge, local food, Manonjaya salacca, nutritional education

Page 1 of 1 | Total Record : 6